Pengalaman Kanker Tenggorokan

Pengalaman Kanker Tenggorokanby Vivi Tirtaon.Pengalaman Kanker TenggorokanKanker adalah pembunuh nomor 2 di dunia setelah penyakit jantung. Kanker tenggorokan merupakan salah satu yang memiliki risiko tinggi untuk tindakan operasi karena letaknya yang berada di bagian leher terdapat berbagai pembuluh darah yang sangat vital. Sehingga kebanyakan dokter hanya menganjurkan untuk dilakukan metode pengobatan kemoterapi dan radiasi. Penyebab utama dari kanker tenggorokan pun belum […]
Gratis Jasa Konsultasi Asuransi Gratis Secara Online Jakarta Jabodetabek Indonesia

Kanker adalah pembunuh nomor 2 di dunia setelah penyakit jantung. Kanker tenggorokan merupakan salah satu yang memiliki risiko tinggi untuk tindakan operasi karena letaknya yang berada di bagian leher terdapat berbagai pembuluh darah yang sangat vital. Sehingga kebanyakan dokter hanya menganjurkan untuk dilakukan metode pengobatan kemoterapi dan radiasi.

Penyebab utama dari kanker tenggorokan pun belum diketahui secara pasti, tetapi banyak faktor yang mungkin menjadi pemicunya, yaitu gaya hidup tidak sehat, faktor keturunan, virus penyebab asam lambung, dan sebagainya. Terus baca artikel ini untuk mengetahui lebih lanjut tentang pengalaman kanker tenggorokan.

pengalaman kanker tenggorokan

Pengertian Kanker Tenggorokan

Tenggorokan memiliki peran sebagai saluran pernafasan dalam masuknya udara ke paru-paru. Terdapat dua bagian dalam tenggorokan yaitu faring (tenggorok) dan laring (kotak suara). Kanker tenggorokan terjadi karena tumbuhnya sel yang tidak normal pada salah satu bagian faring dan atau laring.

Regenerasi sel terus dilakukan oleh tubuh, jika ada sel yang diluar kendali dan tidak normal, maka memicu tumbuhnya sel kanker. Ada beberapa tipe kanker tenggorokan, antara lain:

  • Kanker nasofaring, kanker yang tumbuh di belakang hidung.
  • Kanker orofaring, kanker yang tumbuh di mulut bagian belakang.
  • Kanker hipofaring, kanker yang tumbuh di bawah tenggorok.
  • Kanker glotis, kanker yang menyerang bagian pita suara, sehingga suara terganggu.
  • Kanker supraglotis, kanker yang menyerang bagian atas pita suara, pernafasan menjadi terganggu.
  • Kanker subglotis, kanker yang berkembang di bagian bawah pita suara.

Gejala Kanker Tenggorokan

Secara umum, kanker tenggorokan akan menimbulkan gejala sebagai berikut:

  • Batuk tak kunjung sembuh, tidak seperti batuk biasa.
  • Suara berubah.
  • Gangguan pernafasan.
  • Pendengaran berkurang, dan atau telinga nyeri.
  • Tenggorokan sakit hingga sulit menelan.
  • Berat badan menurun signifikan tanpa sebab.

Penyebab Kanker Tenggorokan

Pertumbuhan sel kanker yang tidak diketahui secara pasti, tetapi ada banyak faktor yang bisa memicunya, antara lain:

  • Paparan asap rokok, baik aktif maupun pasif.
  • Infeksi pada gigi dan mulut.
  • Kebiasaan konsumsi alkohol.
  • Memiliki riwayat keluarga yang mengidap kanker tenggorokan.
  • Penyakit asam lambung juga bisa menjadi pemicu.

Gambar Kanker Tenggorokan

gambar kanker tenggorokan
kanker tenggorokan

Pengobatan Kanker Tenggorokan

Tata laksana pengobatan yang dilakukan disesuaikan dengan tingkat stadium kanker yang menyerang penderita. Dokter akan melakukan tindakan berikut sebagai langkah penyembuhan kanker tenggorokan, antara lain:

  • Kemoterapi, penggunaan obat keras untuk membunuh sel kanker yang dimasukkan melalui pembuluh darah.
  • Radioterapi, tindakan lanjutan pasca kemoterapi untuk membersihkan sel kanker, mengecilkan, dan mematikan menggunakan penyinaran langsung ke sel yang abnormal.
  • Pembedahan, merupakan opsi yang memungkinkan tanpa adanya komplikasi dan risiko yang tinggi, dengan hasil yang maksimal. Tidak semua kanker dapat dilakukan pembedahan, tentu dokter akan mempertimbangkan berbagai aspek, dari tingkat kesulitan, risiko, dan hasil.

Pengalaman Penderita Kanker Tenggorokan

Ini adalah cerita pengalaman penderita kanker tenggorokan yang dialami oleh Ibu Wahyu asal Kebumen, yang berusia 52 tahun.

Cerita berawal ketika Ibu Wahyu mengalami batuk-batuk yang tak kunjung sembuh yang disertai bercak darah, nyeri di tenggorokan, hingga dada terasa sesak yang mengakibatkan kesulitan bernafas. Sehingga Ibu Wahyu yang ditemani suaminya segera untuk pergi ke dokter spesialis THT yang buka praktek ketika petang.

Dari hasil pemeriksaan dokter, Ibu Wahyu terdiagnosa TB (Tuberculosis), sehingga dokter meresepkan obat TB yang harus terus di minum hingga batuk menghilang dan sembuh. Butuh waktu hingga 9 bulan batuk yang di derita Ibu Wahyu mereda.

Tidak berhenti sampai disitu, gejala lain pun muncul, suara yang parau, sesak nafas, dan berkurangnya pendengaran. Tanda utamanya adalah terdapat terdapat benjolan di sekitar tenggorokan yang terasa nyeri. Hal itu membuat Ibu Wahyu kembali ke dokter THT yang dulu menanganinya. Dengan pemeriksaan CT Scan, Ibu Wahyu didiagnosa menderita kanker tenggorokan (nasofaring), karena terdapat benjolan di bagian tenggorokan yang menghambat sistem pernafasan. Kemudian, dokter merujuknya untuk melakukan pengobatan di rumah sakit Sardjito, Yogyakarta yang memiliki fasilitas lengkap penanganan kanker.

Sesampainya di RS Sardjito, Yogyakarta. Pemeriksaan lanjutan pun dilakukan oleh dokter spesialis Sp. THT-KL (K). Dilakukan rontgen dan biopsi untuk memeriksa sel kanker, hasilnya tumor ganas berukuran 2,5 cm bersarang di bagian nasofaring.

Karena masih tergolong kecil, namun berbahaya jika dilakukan pembedahan, dokter menganjurkan untuk dilakukan kemoterapi dan radioterapi. Kemudian penjadwalan kemoterapi pun dilakukan sebulan sekali selama 3 bulan, dan kemudian dilanjutkan radioterapi selama 25 hari berturut-turut setiap hari. Sehingga memaksa Ibu Wahyu untuk tinggal bersama anaknya di kamar kos, yang sedang kuliah di Yogyakarta kala itu di tahun 2012.

Kemoterapi pertama pun dilakukan, dengan menggunakan obat keras yang di masukan melalui tabung infus ke pembuluh darah di tangan kirinya. Ibu Wahyu berbaring selama 3 jam hingga satu botol infus telah habis.

Pasca kemoterapi pertama, badan Ibu Wahyu terasa pegal-pegal seluruh tubuh, berlangsung hingga 2 jam, terasa sangat sakit. Selain itu mual-mual terasa ingin muntah, tetapi tak keluar muntahan yang berlangsung hingga seharian. Beberapa hari kemudian pun sudah mulai membaik tanpa ada efek dan kendala berarti.

Kemoterapi tahap kedua kemudian dijalaninya. Gejalanya berubah dari mual, malah muncul ruam di beberapa bagian badannya. Kemungkinan adalah efek alergi yang timbul tetapi bisa teratasi dengan baik, dan kemudian kemoterapi ketiga pun dilaksanakan.

Dampak dari kemoterapi ketiga ini benar benar terjadi kerontokan pada rambutnya, karena obat keras terasa panas di badan, sehingga seluruh rambutnya pun di cukur hingga botak. Setelah itu barulah di lakukan kontrol untuk melihat perkembangan sel kanker, dan ternyata sel kanker berkurang hingga 70%, dan kemudian dilanjutkan dengan terapi radiasi penyinaran menggunakan sinar X yang menyinari langsung sel kanker agar tidak berkembang, mati, dan mengecil.

Perawatan intensif dengan radioterapi yang dijalaninya dijadwalkan selama 25 hari, sehingga memaksa Ibu Wahyu untuk datang setiap hari ke RS Sardjito. Terapi penyinaran radiasi hanya membutuhkan waktu kurang dari 3 jam setiap harinya.

Setelah 25 hari menjalani terapi radiasi, kemudian dilakukan CT Scan dan rontgen pada area tenggorokannya, dan terapi intensif kemoterapi dan radiasi berjalan dengan sukses, sehingga kanker tenggorokan yang bersarang di tenggorokan Ibu Wahyu benar-benar hilang, dan Ibu Wahyu dinyatakan sembuh total.

Biaya Operasi Kanker Tenggorokan

BPJS Kesehatan akan memberikan layanan kepada setiap peserta tanpa kecuali, termasuk biaya operasi kanker tenggorokan yang akan ditanggung sepenuhnya. Mulai dari diagnosa awal, pengobatan rawat jalan, pembedahan hingga kemoterapi dan radioterapi pada fasiltias kesehatan tingkat lanjut.

Biaya operasi kenker tenggorokan di rumah sakit swasta bervariasi tergantung dari fasilitas dan tindakan yang diterapkan dokter dalam penganganannya.

  • Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Memperkiran biaya operasi kanker tenggorokan sebesar 20-45 juta rupiah.
  • Rumah sakit Siloam Hospitals, Jakarta Selatan. Memberikan kisaran harga operasi kanker tenggorokan sebesar 25-55 juta rupiah.
  • Rumah sakit Harapan Kita, Jakarta. Menetapkan biaya operasi kanker tenggorokan sebesar 25 juta rupiah.

Perkiraan biaya tersebut tergantung tindakan operasi yang diterapkan karena tata laksana operasi disesuaikan dengan stadium kanker yang di derita pasien. Biaya tersebut belum termasuk kamar rawat inap, obat-obatan, dan konsultasi.

Ciri Kanker Tenggorokan Stadium Awal

Pada stadium awal, ada beberapa ciri kanker tenggorokan yang umum dirasakan oleh penderita, yaitu terdapat benjolan di bagian tenggorokan yang disertai berbagai gejala lain seperti batuk berdarah yang tak kunjung sembuh, tenggorokan tak nyaman, kesulitan menelan, hingga pernafasan terganggu.

Jika merasakan gejala-gejala di atas, segera periksakan ke dokter spesialis THT (telinga hidung tenggorokan), karena dengan penanganan yang cepat, maka kanker tenggorokan dapat lebih dini terdiagnosa dan penderita memiliki peluang sembuh yang lebih tinggi.

Pengalaman Kanker Tenggorokan Stadium Akhir

Cerita pengalaman kanker tenggorokan stadium akhir dialami oleh Ibu Sukasni yang berusia 40 tahun dari daerah Bantul, Jawa Timur.

Pada awal 2018, pada leher sebelah kiri muncul benjolan sebesar biji salak, yang disertai dengan rasa tidak nyaman pada tenggorokan seperti radang. Benar saja, ketika di diagnosa oleh dokter umum, Ibu Sukasni diprediksi menderita radang tenggorokan dan hanya diberikan resep obat untuk rawat jalan.

Sebulan kemudian, radang tak kunjung sembuh malah muncul kembali benjolan di sebelah kanan yang langsung membesar, sedangkan yang kiri awalnya hanya sebiji salak pun kian tumbuh besar hingga seukuran bola tenis. Kedua sisi leher benjolan dengan besaran yang sama.

kanker tenggorokan stadium akhir

Kondisi benjolan yang membesar membuat Ibu Sukasni menderita sakit tenggorokan, kesulitan menelan, hingga sering kehilangan kesadaran. Karena kondisi yang parah itu, Ibu Sukasni kemudian dibawa ke rumah sakit umum Bantul untuk mendapatkan perawatan.

Kemudian dokter melakukan pemeriksaan melalui rontgen dan ketika hasilnya keluar, dokter menyimpulkan bahwa Ibu Sukasni menderita kanker tenggorokan stadium 4B, dan harus dirujuk ke rumah sakit Sardjito, Yogyakarta untuk mendapatkan tindakan lanjutan.

Di rumah sakit Sardjito, Yogyakarta. Pemeriksaan lanjutan kembali dilakukan oleh dokter spesialis onkologi dengan melakukan CT Scan. Hasilnya memang kondisi kanker tenggorokan sudah menyerang kedua sisi baik laring maupun faring.

Dengan pertimbangan risiko yang sangat besar apabila dilakukan operasi, maka dokter menganjurkan untuk melakukan kemoterapi dan radioterapi sebagai langkah terbaik untuk pengobatan kanker tenggorokan stadium 4B tersebut.

Apakah Kanker Tenggorokan Bisa Disembuhkan ?

Jika kanker tenggorokan di deteksi pada awal stadium, tentu peluang untuk sembuh total sangat besar. Tetapi jika kanker sudah menjalar dengan stadium akhir, tentu peluang sembuh akan semakin kecil.

Kisah sembuh dari kanker tenggorokan yang dialami oleh Ibu Wahyu diatas bisa menjadi pembelajaran dan referensi agar penderita tetap bersemangat, karena psikis atau mental memegang peranan penting dalam proses penyembuhan kanker dan segala penyakit lainnya.

Kemoterapi dan radioterapi menjadi pilihan pengobatan terbaik untuk menyembuhkan kanker tenggorokan. Meski kedua metode tersebut memiliki efek samping yang buruk terhadap tubuh, tetapi pertimbangan positifnya jauh lebih besar sebagai upaya untuk membunuh sel kanker yang menyerang.

Komplikasi Kanker Tenggorokan

Tindakan pembedahan atau operasi pada kanker tenggorokan dilakukan dengan berbagai pertimbangan yang matang. Jika risiko pembedahan terlalu berbahaya bagi pasien, maka pengobatan hanya dilakukan dengan metode kemoterapi dan radioterapi.

Beberapa komplikasi yang mungkin timbul dari kanker tenggorokan antara lain:

  • Berubahnya suara atau kehilangan suara sama sekali jika kanker menyerang laring dan faring.
  • Kerusakan jaringan pembuluh darah di leher.
  • Perdarahan akibat infeksi.
  • Kesulitan bernafas.

Pencegahan Kanker Tenggorokan

Berbagai tindakan pencegahan terjadinya kanker tenggorokan dapat dilakukan dengan cara:

  • Hindari asap rokok bagi orang yang berada di area perokok. Bagi perokok aktif harus segera berhenti merokok.
  • Terapkan hidup sehat dengan melakukan diet, hindari makanan berkolesterol dan perbanyak sayur dan buah-buahan.
  • Konsumsi MSG pada makanan olahan harus dikurangi
  • Banyak minum air putih hangat.
  • Jaga kesehatan gigi dan mulut.

Related posts:

  1. Pengalaman Operasi Kanker Ovarium
  2. Pengalaman Operasi Kanker Usus Besar
  3. Pengalaman Operasi Tiroid : Operasi Kanker Tiroid – Operasi Kelenjar Tiroid – Operasi Kelenjar Gondok
  4. Pengalaman Operasi Amandel
  5. Pengalaman Operasi OMSK
Gratis Jasa Konsultasi Asuransi Gratis Secara Online Jakarta Jabodetabek Indonesia

Related Posts