Pengalaman Operasi Ablasio Retina

Pengalaman Operasi Ablasio Retinaby Vivi Tirtaon.Pengalaman Operasi Ablasio RetinaBanyak sekali penyakit yang bisa mengancam mata, salah satunya adalah ablasio retina yang disebabkan oleh berbagai faktor, baik itu genetik, cidera mata, faktor usia, hingga peradangan mata. Jika tak segera ditangani ablasio retina bisa mengakibatkan kebutaan permanen. Karena berbahayanya dampak ablasio retina, sehingga kesehatan mata perlu dijaga, dengan banyak mengkonsumi makanan bervitamin A yang baik […]
Gratis Jasa Konsultasi Asuransi Gratis Secara Online Jakarta Jabodetabek Indonesia

Banyak sekali penyakit yang bisa mengancam mata, salah satunya adalah ablasio retina yang disebabkan oleh berbagai faktor, baik itu genetik, cidera mata, faktor usia, hingga peradangan mata. Jika tak segera ditangani ablasio retina bisa mengakibatkan kebutaan permanen.

Karena berbahayanya dampak ablasio retina, sehingga kesehatan mata perlu dijaga, dengan banyak mengkonsumi makanan bervitamin A yang baik untuk mata, serta memberikan perlindungan mata agar tidak terkena serpihan atau terkena cahaya ultaviolet secara langsung dari matahari yang bisa mengakibatkan iritasi.

pengalaman operasi ablasio retina

Pengertian Ablasio Retina

Retina adalah suatu jaringan yang transparan sangat peka terhadap cahaya, letaknya berada dibagian belakang bola mata. Karena bentuknya sangat tipis, sehingga sangat berisiko robek yang bisa mengakibatkan kebutaan pada tingkat yang parah.

Ablasio retina adalah kondisi dimana retina mata mengalami pergeseran, atau robekan hingga retina lepas dari penopangnya. Dalam dunia medis, kondisi ini disebut, ablasio retina regmatogen.

Di dalam mata sendiri terdapat cairan Vitreous, yang bisa menyebabkan terjadinya kebutaan ketika cairan tersebut menumpuk di rongga mata, akibat retina yang robek atau bergeser.

Penyebab Ablasio Retina

Ablasio retina bisa disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain:

  • Mata mengalami luka atau peradangan.
  • Faktor usia juga bisa menyebabkan menurunnya kadar asam hialuronidase yang terkandung dalam vitreous.
  • Tumbuhnya jaringan parut pada mata.
  • Tumor koroid yang memicu ablasio retina karena terbentuknya selaput yang memiliki kandungan pembuluh pada mata.
  • Faktor keturunan atau genetika dari keluarga.
  • Memiliki mata minus yang tinggi.

Gejala Ablasio Retina

Orang yang menderita ablasio retina, akan mengalami beberapa gejala berikut:

  • Mata keruh, sehingga penglihatan terganggu.
  • Ketika kurangnya cahaya atau gelap, pandangan seolah muncul kilatan cahaya.
  • Ketika melihat ada bintik kecil berjumlah banyak yang menutupi objek.
  • Mata kehilangan ketajaman ketika melihat.
  • Pandangan mata menjadi kabur.
  • Mata mudah lelah dan terasa berat.

Gambar Ablasio Retina

gambar ablasio retina
retina bermasalah

Pengobatan Ablasio Retina

Kondisi robeknya retina atau ablasio retina tidak dapat diobati dengan obat-obatan, tetapi hanya dengan prosedur operasi. Karena tanpa dilakukannya operasi, penderita memiliki risiko kehilangan penglihatan secara permanen (kebutaan).

Ada 5 jenis operasi yang bisa diterapkan dalam menangani kondisi ablasio retina, antara lain:

Laser (Fotokoagulasi)

Sinar laser dimanfaatkan untuk membuat jaringan parut, ditembakan melalui lensa menuju retina, agar jaringan yang telah robek dapat menempel kembali. Operasi jenis ini diterapkan pada kondisi retina yang mengalami robekan yang belum begitu parah.

Cryosurgery

Produr bedah dengan cara mendinginkan retina untuk mengambil jaringan yang rusak, kemudian disambungkan kembali. Prosedur ini juga disebut cryopexy atau cryotherapy.

Scleral buckling

Prosedur operasi dengan cara membuat jahitan permanen pada sklera yaitu bagian luar putih mata dengan semacam karet silikon.

Vitrektomi

Dokter akan mengganti cairan vitrous yang ada di dalam mata dengan cairan pengganti, yang akan diambil kembali setelah 8 bulan operasi dilakukan.

Pneumatic retinopexy

Prosedur operasi yang akan diterapkan apabila ablasio retina belum robek secara penuh, karena operasi ini akan menggunakan gelembung untuk mendorong ke rongga vitrous agar retina terdorong dan menempel kembali.

Dokter bisa mengkombinasikan teknik operasi diatas dengan penyesuaian keadaan mata penderitanya. Karena ablasio retina pada setiap pasien pasti akan berbeda. Untuk penanganan ablasio eksudatif, bukan hanya perbaikan retina tetapi juga mengatasi penyakit yang menjadi penyebab gangguan pada retina tersebut.

Pengalaman Operasi Ablasio Retina

Ini adalah kisah dari seorang teman dekat penulis yang bernama Teguh, seorang pria berusia 35 tahun. Pekerja proyek dengan spesialiasi scaffolding, yang bertugas membuat kerangka untuk memudahkan pekerja lain naik turun mengerjakan proyek pembangunan.

Gejala ablasio retina yang dialami Teguh sudah sangat lama sebenarnya, sering sekali ketika berkendara malam hari, berjalan pelan sekali karena mata kanannya bermasalah tak mampu melihat secara sempurna. Pada waktu itu memang keluhan dibiarkan saja, bahkan ia tak tahu apa nama dari penyakit mata yang di deritanya.

Kelainan mata Teguh sudah disadarinya sejak 2014. Mata kanannya berbayang tetapi belum begitu parah sehingga sering sekali diabaikan, hanya menggunakan obat tetes mata yang dibelinya di apotik untuk mengobatinya.

Namun masuk tahun 2020, kondisi mata kanannya malah semakin parah, akhirnya ia periksa ke dokter spesialis mata, dan dokter memeriksanya dengan menguji matanya membaca seperti ujian tes mata, tulisan warna warni dan angka. Ketika kedua mata terbuka, meski ada kesulitan tetapi bisa membaca, sedangkan mata kiri ditutup maka sama sekali tidak bisa melihat. Dan dokter langsung menyimpulkan “ini kena ablasi retina”, harus segera di operasi.

Karena masih ada rasa was-was dengar kata operasi, sembari mengumpulkan keberanian, Teguh pun mengurus kartu BPJS Kesehatan ke esokan harinya, datang ke kantor BPJS dengan membawa persyaratan serta membayar iuran, kemudian kartu BPJS Kesehatan pun dicetak. Hanya butuh dua kali bolak balik kantor BPJS Kesehatan.

Kemudian ke esokan harinya, dengan membawa rujukan dokter umum, lalu ambil antrian di rumah sakit untuk menuju poli mata. Butuh berjam-jam mengantri, hingga mendapat giliran. Butuh kesabaran yang ekstra memang ketika menggunakan BPJS Kesehatan untuk mendapat pengobatan.

Ketika gilirannya tiba, dokter pun segera memeriksa kondisi mata Teguh dengan cara meneropong, dan langsung diberikan surat rujukan untuk operasi di Rumah Sakit Sardjito, Yogyakarta. Yang merupakan rumah sakit tingkat lanjutan yang memiliki fasilitas lengkap, dari mulai masalah mata, kanker, penyakit dalam, hingga ortopedi.

Seminggu kemudian, Teguh berangkat ke Yogyakarta menuju rumah sakit Sardjito ditemani istrinya. Sesampainya disana, ternyata sangat banyak pasien yang menderita ablasio retina seperti dirinya yang berasal dari berbagai daerah di Jawa Tengah, dan usianya pun rata-rata antara 20-40 tahun.

Pemeriksaan dihari pertama, kembali mata Teguh di teropong dan langsung dijadwalkan operasi besoknya, dan kemudian suruh menjalani pemeriksaan persiapan sebelum operasi seperti gula darah, konsultasi ke dokter anestesi, dan malamnya disuruh puasa, karena jadwal operasi dilakukan pagi hari sekitar jam 8. Sehingga Teguh menjalani rawat inap di kamar kelas 3.

Tiba hari operasi, antrian pun tidak kalah banyak, pasien masuk bergiliran ke ruang operasi. Teguh mendapat giliran sekitar jam 11 siang, masuk ruang operasi terasa dingin sekali. Dokter pun mengajaknya bicara, untuk menenangkan perasaannya disuruh santai dan relax karena banyak pasien yang mengalami masalah ablasio retina, dan itu sudah biasa jadi tak perlu khawatir, pungkas dokter itu.

Kemudian dilakukan pembiusan lokal, hingga bagian mata terasa baal. Dan beberapa saat kemudian tak sadarkan diri. Tindakan operasi dilakukan kurang dari satu jam, dan kemudian dibawa ke kamar rawat inap. Ketika sadar, mata kanan Teguh sudah di tutup perban, tak terasa sakit, tapi hanya sedikit perih saja. Rawat inap dijalani sebagai upaya pemulihan selama 2 hari saja, karena BPJS menanggung biaya rawat inap hanya maksimal 3 hari saja, selebihnya akan dikenakan biaya tambahan.

Kemudian di hari ke tiga, Teguh diperbolehkan untuk pulang, dan menjadwalkan kontrol kembali setiap 20 hari sekali hingga kondisinya dinyatakan sembuh. Jadi 20 hari kemudian Teguh datang kembali, untuk memeriksakan kondisi matanya. Dokter melakukan pemeriksaan dan meneropong bola mata, kemudian kembali meresepkan obat.

Pantangan pasca operasi ablasio retina yaitu mata setetes pun tidak boleh terkena air, dan mata harus diposisikan lebih rendah dari kaki ketika sedang tidur, sehingga kaki ditopang menggunakan bantal, agar lebih tinggi dari kepala.

Operasi Ablasio Retina Dengan BPJS

Dari pengalaman operasi ablasio retina yang dialami Teguh, dimana ia menggunakan BPJS Kesehatan. Seluruh biaya operasi ditanggung oleh BPJS, sehingga Teguh tidak dikenakan biaya sedikitpun ketika menjalani operasi ablasio retina di rumah sakit Sardjito Yogyakarta. Termasuk rawat inap selama 3 hari.

Jika rawat inap lebih dari 3 hari, atau naik kelas dari yang sudah ditentukan, maka akan dikenakan biaya tambahan yang dibebankan kepada pasien. Biaya yang tidak kalah sedikit adalah biaya transportasi dan konsumsi, yang harus ditanggung sendiri.

Pertanyaan Tentang Ablasio Retina dan Jawaban Tentang Ablasio Retina

Kami telah mengumbulkan beberapa pertanyaan yang terkait dengan operasi ablasio retina, dari berbagai sumber, dan memberikan jawaban tentang ablasio retina yang paling akurat.

Dampak Operasi Ablasio Retina

Pasca operasi ablasio retina yang membutuhkan waktu pemulihan yang lama, tentu diharapkan retina akan kembali berfungsi sebagaimana mestinya. Meski penuh dengan risiko, operasi ablasio retina pada rumah sakit yang berpengalaman, tingkat keberhasilannya sangat tinggi, mencapai diatas 90%.

Jika mata sudah benar-benar pulih dan retina kembali normal, maka kemampuan mata dalam melihat menjadi tajam kembali, seperti sebelumnya tetapi mata akan lebih sensitif. Sehingga dianjurkan untuk selalu menggunakan pelindung mata ketika sedang beraktivitas di luar rumah.

Pemulihan Setelah Operasi Ablasio Retina

Pemulihan setelah operasi ablasio retina memang membutuhkan waktu yang lama, hingga satu tahun. Tergantung juga tindakan operasi yang diterapkan. Biasanya, pasca operasi pasien harus lebih sering menundukkan kepala minimal selama 2 minggu, dan tidur pun harus rata atau kaki harus lebih tinggi dari kepala. Yang paling penting adalah, area sekitar mata tidak boleh kemasukan air barang setetes pun, karena dapat merusak jaringan yang telah di operasi.

Setiap 20-30 hari, pasien pasca operasi ablasio retina akan dijadwalkan untuk melakukan kontrol ke rumah sakit, untuk melihat perkembangan retina. Dokter akan memeriksa dan meneropong dengan seksama keadaan retina, hingga sampai dengan kondisi benar-benar normal dan berfungsi sebagaimana mestinya.

Operasi Pengambilan Silikon Pada Ablasio Retina

Operasi pengambilan silikon ini akan dilakukan apabila retina yang telah robek dan di operasi telah benar-benar menyatu dan memiliki jaringan baru yang mengganti atau retina berfungsi dengan baik. Beberapa tahapan operasi pengambilan silikon pada ablasio retina sebagai berikut:

  1. Check up kondisi pasien. Dokter harus memastikan dengan baik tentang kesehatan pasien. Untuk mengetahui secara pasti, dokter akan melakukan serangkaian tes antara lain tes alergi, tes darah, dan rontgen.
  2. Pembersihan Organ Mata. Pembersihan menggunakan obat tetes mata, yang akan membuat pupil mata lebih lebar, sehingga bagian dalam mata akan terlihat.
  3. Operasi dengan Sayatan Mikro. Sayatan kecil dilakukan pada bagian luar membran vitreous, untuk mengambil kembali cairan perekat retina dengan botol khusus agar mata tetap steril dan terhindar dari infeksi.
  4. Laser. Laser digunakan untuk membuat jaringan parut untuk merekatkan kembali retina agar tidak mudah robek.
  5. Menjahit sayatan dan perban. Setelah prosedur operasi pengambilan silikon pada ablasio retina dilakukan, dan memastikan semua berjalan sesuai dengan rencana, penjahitan luka sayatan dilakukan dan diakhiri dengan perban sebagai penutup bekas luka.

Biaya Operasi Saraf Mata Lepas

Biaya operasi saraf mata lepas akan berbeda di setiap rumah sakit. Beberapa hal yang mempengaruhi perbedaan tersebut antara lain:

  • Fasilitas rumah sakit yang lengkap.
  • Keahlian dan pengalaman dokter yang menangani operasi.
  • Staf dan pelayanan yang diberikan ketika masa perawatan.
  • Jenis tindakan operasi yang diterapkan.

Rumah Sakit KMN Semarang misalnya, menetapkan biaya operasi saraf mata lepas mulai dari 10-40 juta rupiah. Biaya tersebut untuk operasi per mata.

Berbeda pula dengan rumah sakit Sardjito di Yogyakarta, yang hanya menetapkan biaya operasi sebesar 10-15 juta rupiah per mata.

Anda bisa mendatangi rumah sakit dimana Anda akan melakukan operasi dan menanyakan langsung biaya operasi saraf mata lepas.

Pasca Operasi Ablasio Retina

Pasca operasi ablasio retina, dokter memberikan beberapa anjuran antara lain:

  • Pasien dianjurkan untuk selalu menunduk agar perlekatan retina berjalan optimal.
  • Melindungi mata dari air, tak boleh terkena satu tetes pun.
  • Berikan obat tetes dua kali sehari.
  • Istirahatkan mata secara total.
  • Tidak boleh bekerja terlalu keras yang bisa merusak hasil operasi mata.

Pemulihan pasca operasi ablasio retina setidaknya membutuhkan waktu antara 2-12 bulan, untuk memastikan retina kembali berfungsi secara normal. Pasien juga wajib melakukan kontrol ke dokter minimal satu bulan sekali untuk melakukan pemantauan kondisi mata.

Komplikasi Ablasio Retina

Setiap tindakan operasi pasti memiliki risiko, termasuk juga operasi ablasio retina yang juga memiliki banyak risiko, antara lain:

  • Terjadinya infeksi pasca operasi.
  • Tekanan pada bola mata mengalami peningkatan, sehingga mata mengalami gangguan lanjutan.
  • Terjadinya penebalan lensa mata yang menyebabkan katarak.
  • Retina gagal diperbaiki atau direkatkan.
  • Terjadinya pendarahan.
  • Mater sclera buckling tak menempel dengan baik atau terlepas.
  • Jaringan parut menempel ke retina.
  • Ablasio retina kembali mendera pasien.

Dokter akan secara hati-hati menekan risiko dan pasien pun harus bekerjsama dengan cara mengikuti setiap anjuran yang dikatakan dokter, sehingga risiko kecil apapun akan terhindarkan.

Pencegahan Ablasio Retina

Dilihat dari penyebabnya, pencegahan ablasio retina bisa dilakukan dengan beberapa langkah berikut antara lain:

  • Melindungi mata setiap kali beraktivitas yang bisa membahayakan mata. Seperti penggunaan kaca mata pelindung standar ketika bekerja.
  • Hindari pancaran cahaya matahari secara langsung.
  • Banyak konsumsi vitamin A, agar mata sehat dan berfungsi optimal.

Related posts:

  1. Pengalaman Operasi Katarak Mata
  2. Pengalaman Operasi Wasir : Operasi Ambeien
  3. Pengalaman Operasi FAM : Cerita Pengalaman Fibroadenoma Mammae
  4. Pengalaman Operasi Tiroid : Operasi Kanker Tiroid – Operasi Kelenjar Tiroid – Operasi Kelenjar Gondok
  5. Pengalaman Operasi Angkat Rahim : Operasi Pengangkatan Rahim – Histerektomi
Gratis Jasa Konsultasi Asuransi Gratis Secara Online Jakarta Jabodetabek Indonesia

Related Posts