Pengalaman Operasi ACL

Pengalaman Operasi ACLby Vivi Tirtaon.Pengalaman Operasi ACLBanyak dari kita selama ini tidak tahu apa itu ACL, dan mungkin hanya tahu ketika pemain sepakbola favorit kita absen membela team kesayangan karena mengalami cidera ligamen untuk beberapa pekan. Sayangnya lagi, di setiap berita tak pernah dijelaskan secara detail tentang cidera yang diderita sang idola. Kita ambil contoh saja misalnya Cristiano Ronaldo yang dikenal […]
Gratis Jasa Konsultasi Asuransi Gratis Secara Online Jakarta Jabodetabek Indonesia

Banyak dari kita selama ini tidak tahu apa itu ACL, dan mungkin hanya tahu ketika pemain sepakbola favorit kita absen membela team kesayangan karena mengalami cidera ligamen untuk beberapa pekan. Sayangnya lagi, di setiap berita tak pernah dijelaskan secara detail tentang cidera yang diderita sang idola.

Kita ambil contoh saja misalnya Cristiano Ronaldo yang dikenal sangat tangguh fisiknya, ketika membela negaranya pada gelaran final Euro 2016, Ia dikeluarkan pada menit ke 25 karena mengalami cidera ACL parsial. Untuk lebih jelasnya tentang ACL, terus baca artikel ini secara lengkap!

pengalaman operasi acl

Pengertian ACL

Jadi apa itu ACL? ACL singkatan dari Anterior Cruciate Ligament, dalam bahasa lebih mudah adalah kerusakan jaringan otot dibawah tempurung lutut yang menghubungkan antara paha atas dengan tulang betis. Jadi, jika terjadi kerusakan pada ACL maka dampaknya kaki kita akan mudah sekali keseleo atau tidak stabil, ketika berjalan.

Penyebab ACL

ACL sering sekali diderita oleh mereka para atlet atau siapapun yang beraktifitas berat yang menggunakan kaki seperti bermain sepakbola, lompat-lompat, melatih lutut kaki secara berlebihan, jatuh dengan tumpuan salah, dan segala kegiatan lainnya yang menyebabkan rusaknya jaringan dibawah tempurung lutut.

Kegiatan berat tanpa pemanasan yang mengharuskan berlari, lalu berhenti tiba-tiba, kemudian lompat secara mendadak juga dapat menyebabkan ACL dengan tingkat yang rendah, dan terkadang tanpa gejala. Jika terjadi benturan keras pada lutut kaki seperti di takle pemain lawan ketika bermain sepakbola misalnya, biasanya robeknya ACL disertai dengan bunyi “krek atau pop”, pada tempurung lutut.

Gejala ACL

Jika tingkat kerusakan jaringan ACL sedang hingga berat, maka kemudian akan ada gejala yang mulai timbul secara bertahap atau berbarengan dirasakan oleh para penderita, seperti sebagai berikut:

  • Lutut terasa nyeri terus menerus.
  • Terasa seperti kram pada lutut, sehingga sulit digerakan.
  • Kehilangan kontrol atas lutut, hilang kestabilan kaki.
  • Jalan mulai sulit, karena terasa kaku dan nyeri.
  • Terjadi pembengkakan secara cepat.

Tidak serta merta hal di atas akan dirasakan penderita akibat kerusakan ACL, karena tergantung parah tidaknya kerusakan yang terjadi pada jaringan ACL. Sebagai gambaran, berikut tingkatan dari kerusakan ACL:

Level 1

Pada kerusakan tingkat 1, hampir tidak ada gejala karena kerusakan tidak merobek jaringan secara signifikan, sehingga kemampuan untuk menumpu berat badan masih stabil.

Level 2

Terjadi robekan sebagian pada jaringan ACL, sehingga membuat stabilitas lutut kaki akan berkurang dalam melakukan aktifitas yang menggunakan kaki, seperti berjalan yang mulai pincang ketika gejala datang.

Level 3

Pada level ini, terjadi kerusakan berat pada ACL. Penderita akan terasa kesulitan sekali ketika menggunakan kaki yang disertai rasa nyeri yang hebat akibat kehilangan stabilitas, sehingga sangat mudah terkilir atau keseleo.

Level 4 atau Avulsi

Pada tingkatan ini, jaringan ACL benar-benar terlepas dari tulang yang mengapit, baik tulang kering atau tulang paha.

ACL Sembuh Tanpa Operasi

Mungkinkah ACL sembuh tanpa operasi? Semua saja bisa terjadi, tergantung dari tingkat kerusakan jaringan ACL dan aktifitas fisik selama terjadi cidera. Berdasarkan catatan para ahli, bahwa kerusakan parsial atau jaringan ACL robek sebagian, maka bisa disembuhkan tanpa operasi dalam kurun waktu 3 bulan dengan fisioterapi.

Tetapi jika kerusakan ACL sangat parah atau hingga putus, maka harus dilakukan tindakan operasi. Karena tanpa operasi cidera akan semakin parah, dan akibatnya lutut terganggu karena tidak stabil, dan jalan akan terpincang-pincang jika kondisi tersebut dibiarkan berlarut-larut. Pada kondisi tertentu, ACL yang robek sebagian bisa tak dirasakan atau tak ada gejala lutut tidak stabil, apabila aktifitas fisik relatif ringan, atau saat masa pertumbuhan pada anak-anak.

ACL Putus Tidak Operasi

Apa yang terjadi ketika ACL putus tidak operasi? Jika sudah sampai dengan level avulsi atau level 4 yakni putusnya jaringan ACL yang berarti kerusakan parah hingga jaringan terlepas dari tulang pengapitnya.

Dalam keadaan ini, tentu penderita akan sangat merasakan tidak nyaman pada kakinya, terutama bagian lutut. Nyeri berkepanjangan, tak mampu menggerakan kaki, dan tak bisa berjalan dengan baik, kecuali dengan tongkat penyangga.

Untuk keadaan ACL putus, secara ilmiah sangat tidak mungkin akan sembuh tanpa dilakukannya operasi perbaikan ACL dengan mencangkok jaringan dari bagian paha yang normal. Sehingga struktur jaringan ACL dapat tersambung dan kaki bisa kembali normal.

Gambar ACL

gambar ACL

Pengalaman Operasi ACL

Pengalaman operasi ACL dari teman sekolah dulu, yang disebabkan karena latihan lompat tinggi ketika masih duduk di kelas 2 SMP. Ketika pelajaran Penjaskes telah usai, maka dia berupaya untuk latihan lagi di rumah, dengan cara melompati pagar beton setinggi setengah meter, tetapi ketika melakukan lompatan gaya bebas malah kakinya tersangkut pagar beton tersebut, dan alhasil lompatannya tidak sempurna dan jatuhnya ditahan oleh lututnya. Apa yang terjadi setelahnya?

Dia pulang terpincang-pincang, dan malamnya dibawa ke tukang urut, tapi kondisi tak membaik. Lalu dibawalah dia ke rumah sakit untuk melakukan rontgen. Dan dokter malah tidak menemukan kelainan tulang dalam hasil rontgen tersebut. Tapi kakinya rasanya nyeri ketika sedang jalan naik turun tangga, dan masih tidak stabil dengan sedikit nyeri, belum begitu parah.

Karena tidak ditemukannya kelainan pada tulangnya, maka beberapa tahun masih beraktifitas seperti biasa meski kaki terasa lebih mudah keseleo karena tidak stabil, hingga lulus sekolah STM dan kemudian Ia magang ke Jepang. Ketika sudah bekerja setahun di Jepang, Ia mencoba datang ke dokter untuk memeriksakan kakinya kembali, karena disana fasilitas kesehatan terjamin dan di cover asuransi.

Kemudian dokter mendengarkan ceritanya dari awal kejadian hingga dilakukannya rontgen di rumah sakit dan tak ditemukan kelainan tulang, lalu setelah berpikir sejenak, doker Jepang tersebut langsung melakukan MRI, alhasil ditemukan kerusakan jaringan ACL dan langsung dijadwalkan untuk operasi.

Kemudian operasi ACL dilakukan sesuai jadwal, dengan pembiusan total dan butuh 3 hari rawat inap untuk recovery. Perbaikan jaringan ACL pada waktu operasi, menurut penjelasan dokter, bukan disambung atau dijahit kembali, tetapi diambil dari jaringan pada paha sebagai penggantinya. Dokter menganjurkan untuk istirahat dari aktifitas fisik yang berat minimal 3 bulan, dan disertai dengan fisioterapi.. Karena peluang kesembuhan ACL dengan operasi hanyalah 50%, dan 50% lagi dengan dilakukannya fisioterapi secara rutin.

Operasi ACL Gagal

Mungkinkan terjadi kegagalan operasi ACL? Ya tidak tertutup kemungkinan bahwa terjadi gegagalan. Kegalagan operasi ACL biasanya disebabkan karena kesalahan teknis dokter dalam melakukan pencangkokan jaringan, tidak tepatnya tindakan operasi dan sebagainya. Beberapa ciri operasi ACL gagal antara lain:

  • Lutut menjadi kebas atau mati rasa setelah operasi.
  • Pembengkakan lutut atau daerah sekitar sayatan operasi karena adanya infeksi.
  • Cedera tidak membaik, bahkan terasa lebih nyeri atau lutut semakin tidak stabil karena terjadi kerusakan struktur dan saraf.
  • Terjadi gumpalan darah pada bagian kaki atau sekitar sayatan operasi.
  • Nyeri hebat pada tempurung lutut hingga kaki.

Pengobatan ACL

Untuk melakukan pengobatan ACL yang robek atau rusak dari tingkat ringan hingga berat, harus dilalui beberapa tahapan dulu, sehingga kondisi tidak semakin parah. Beberapa tahapan dalam pengobatan ACL sebagai berikut:

Tindakan Pertolongan Pertama

Tindakan ini dilakukan apabila cedera yang dialami tergolong masih level 1 atau ringan. Agar tidak bengkak dan semakin parah, maka lakukan hal berikut:

  • Istirahatkan lutut dari segala aktifitas dengan cara duduk dan meluruskan kaki.
  • Kompres lutut dengan es kurang lebih 15-20 menit agar tidak terjadi pembengkakan.
  • Agar tidak bergerak, bebat lutut dengan perban untuk tetap stabil.
  • Gunakan alat bantu jalan agar lutut yang cedera tetap beristirahat.
  • Jika tidur, usahakan lutut pada posisi lebih tinggi, sehingga harus diganjal dengan bantal.

Obat-obatan

Jika pertolongan pertama tidak efektif, segera kunjungi dokter spesialis untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Untuk peradangan dan nyeri, dokter biasanya akan meresepkan obat-obatan seperti ibuprofen, paracetamol atau ketorolac. Jika penderita mengalami nyeri hebat, tindakan penyuntikan kortikosteroid di sekitar lutut akan dilakukan oleh dokter sebagai upaya mengurangi rasa nyeri.

Penyangga Lutut dan Tongkat Penopang

Agar tidak terjadi penekanan pada lutut, maka dokter akan menyarankan penderita untuk menggunakan alat penopang berjalan, serta penyangga lutut agar terhindar dari tekanan berat. Jika tanpa adanya penopang, maka dikhawatirkan cedera dan kerusakan ACL akan semakin parah dan perlu tindakan operasi.

Fisioterapi

Fisioterapi adalah tindakan rehabilitasi dari cidera yang dilakukan seorang physio kepada pasiennya untuk memberikan terapi agar jaringan otot di sekitar wilayah cedera lebih kuat serta merecovery cedera lebih cepat. Biaya fisioterapi pada rumah sakit berkisar antara 100 ribu-400 ribu tiap sesi.

Operasi

Tindakan operasi menjadi pilihan terakhir apabila cedera ACL sudah memasuki tahap berikut:

  • Jaringan pada ligamen lutut anterior sudah avulsi atau rusak sangat parah.
  • Terdapat lebih dari satu jaringan yang rusak atau robek.
  • Kerusakan di ikuti juga oleh meniskus atau bantalan lutut.
  • Tidak seimbang dalam menopang berat badan.
  • Atlet yang butuh recovery dengan cepat agar tetap aktif.

Operasi tidak serta merta dilakukan oleh dokter apabila terjadi robekan, tetapi harus melalui masa tunggu agar memberikan waktu bagi tubuh untuk melakukan perbaikan mandiri, dengan tahapan-tahapan di atas.

Prosedur operasi dilakukan setelah menunggu selama 5 bulan jika tanpa adanya perkembangan positif. Selain itu agar terhindar dari risiko jaringan parut yang terbentuk di wilayah lutut pasca operasi dilakukan.

Biaya Operasi ACL

Berapa biaya operasi ACL? Biaya operasi ACL di rumah sakit umum berkisar antara 70 juta rupiah. Dan kabar baiknya adalah jika Anda adalah peserta BPJS Kesehatan, maka BPJS Kesehatan akan mengcover biaya operasi ACL sebesar 15 juta rupiah, dan sisanya 55 juta rupiah harus Anda tanggung sendiri.

Opsi lain adalah Anda membeli asuransi kesehatan all in one pada perusahaan asuransi swasta yang sudah bekerjasama dengan BPJS dalam sistem Cob (Coordination of Benefit), sehingga biaya operasi ACL bisa ditanggung oleh kedua asuransi tersebut.

Pemulihan Pasca Operasi ACL

Dalam melakukan recovery pasca operasi ACL, membutuhkan banyak waktu sekitar 1-12 bulan, tergantung seberapa cepat kaki Anda dapat beradaptasi dan mencapai tingkat stabilitas kenormalan seperti sedia kala. Beberapa tahapan dalam pemulihan pasca operasi ACL sebagai berikut:

Fase Awal

Pemulihan pasca operasi disarankan oleh dokter untuk melakukan fisioterapi ke dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi (SpKFR). Anda harus meminta rujukan dari dokter Anda untuk melakukan fisioterapi secara rutin agar recovery dapat berjalan dengan cepat. Anda akan dilatih untuk berjalan tanpa menggunakan penopang secara perlahan.

Fase Adaptasi

Jika fisioterapi berjalan sempurna, maka Anda akan mendapati perkembangan secara signifikan. Anda akan dapat beraktifitas ringan tanpa rasa nyeri. Lakukan jalan kaki perlahan atau bersepeda beberapa putaran agar otot-otot sekitar lutut kembali ke performa yang baik.

Fase Stabilisasi

Pada fase ini, Anda sudah dapat melakukan aktifitas sedang, berjoging atau bersepeda lebih lama tanpa adanya rasa nyeri. Kaki-kaki semakin kuat dan stabil seperti sedia kala, tetapi masih dalam masa pemantauan.

Fase Normal dan Kembali Berolah Raga

Fase yang harus dilalui oleh para atlit pasca operasi kerusakan jaringan ACL agar kembali ke performa terbaiknya. Sudah mampu berlari cepat dan aktifitas berat seperti sedia kala. Tetapi tetap harus di bimbing oleh pelatih profesional.

Pencegahan ACL

Cedera ACL adalah momok menakutkan bagi para atlet dan orang biasa yang suka melakukan aktifitas berat menggunakan kakinya. Agar terhidar dari robeknya ACL, maka lakukan lah hal berikut ini:

  • Lakukan pemanasan setiap kali sebelum beraktifitas berat. Pemanasan bisa dengan lari di tempat secara santai, peregangan otot-otot di kedua sisi tubuh.
  • Perkuat otot tubuh. Perlu di ingat bahwa tidak semua kegiatan olahraga dapat memperkuat otot tubuh, tetapi harus berlatih fokus terhadap tubuh tertentu. Hal ini perlu bimbingan profesional sehingga terhindar dari risiko cedera.
  • Hindari aktifitas berlebihan. Tubuh juga butuh istirahat yang cukup untuk recovery ke performa terbaik. Jangan berlatih terlalu keras dan berlebihan karena bukannya semakin baik malah kondisi tubuh Anda akan menurun dengan cepat.
  • Gunakan pelindung kaki atau lutut ketika berolahraga. Pelindung lutut sedikit banyak akan membantu Anda dari risiko benturan atau jatuh yang mengakibatkan cedera ACL dengan tingkat ringan hingga berat.

Related posts:

  1. Pengalaman Operasi Hernia
  2. Pengalaman Operasi Wasir : Operasi Ambeien
  3. Pengalaman Operasi Varikokel
  4. Pengalaman Operasi Tiroid : Operasi Kanker Tiroid – Operasi Kelenjar Tiroid – Operasi Kelenjar Gondok
  5. Pengalaman Operasi Ablasio Retina
Gratis Jasa Konsultasi Asuransi Gratis Secara Online Jakarta Jabodetabek Indonesia