Pengalaman Operasi Angkat Rahim : Operasi Pengangkatan Rahim – Histerektomi

Pengalaman Operasi Angkat Rahim : Operasi Pengangkatan Rahim – Histerektomiby Vivi Tirtaon.Pengalaman Operasi Angkat Rahim : Operasi Pengangkatan Rahim – HisterektomiApa sebenarnya yang memaksa dokter melakukan operasi pengangkatan rahim? Biasanya terkait dengan kista, miom, kanker, dan berbagai masalah yang mungkin membahayakan pasien, sehingga dengan berbagai pertimbangan matang histerektomi (angkat rahim) harus dilakukan. Mendengar kata operasi tentu setiap orang akan ketakutan apalagi terkait dengan pengangkatan rahim yang tergolong operasi besar, yang memiliki risiko lebih tinggi. Tetapi […]
Gratis Jasa Konsultasi Asuransi Gratis Secara Online Jakarta Jabodetabek Indonesia

Apa sebenarnya yang memaksa dokter melakukan operasi pengangkatan rahim? Biasanya terkait dengan kista, miom, kanker, dan berbagai masalah yang mungkin membahayakan pasien, sehingga dengan berbagai pertimbangan matang histerektomi (angkat rahim) harus dilakukan.

Mendengar kata operasi tentu setiap orang akan ketakutan apalagi terkait dengan pengangkatan rahim yang tergolong operasi besar, yang memiliki risiko lebih tinggi. Tetapi sebenarnya tidak menakutkan seperti yang dibayangkan, karena kemajuan teknologi kedokteran sudah sangat membantu prosedur operasi berjalan aman dan dengan risiko yang jauh lebih kecil.

pengalaman operasi angkat rahim

Pengertian Angkat Rahim

Angkat rahim atau dalam dunia medis dikenal sebagai Histerektomi yaitu prosedur pengangkatan rahim wanita yang dampaknya adalah menopause dini yaitu keadaan dimana berkurangnya hormon, serta tidak akan lagi mengalami datang bulan setiap bulannya. Selain itu, dengan histerektomi, wanita tersebut juga tak akan bisa mengalami kehamilan.

Berdasarkan pengangkatan organnya, histerektomi dibagi menjadi 4 jenis, antara lain:

  • Histerektomi parsial, yang diangkat hanyalah rahim saja, tanpa leher rahim.
  • Histerektomi total, pengangkatan seluruh organ rahim dan serviks.
  • Histerektomi total salpingo-oophorectomy bilateral, pengangkatan keseluruhan organ yang berkaitan dengan reproduksi, antara lain rahim, indung telur, tuba falopi, dan serviks.
  • Histerektomi radikal, Pengangakatan seluruh jaringan yang ada pada rahim diantaranya, tuba falopi, indung telur, kelenjar getah bening, jaringan lemak, dan segala sesuatu yang tumbuh di dalam rahim termasuk miom dan kista.

Tata laksana operasi angkat rahim hanya bisa dilakukan satu kali, dan tidak boleh dilakukan ketika wanita sedang hamil.

Penyebab Angkat Rahim

Tindakan angkat rahim dilakukan apabila perempuan mengalami gangguan kesehatan seperti antara lain:

  • Terdapat kanker serviks.
  • Terdapat miom dan atau kista di dalam rahim yang bisa membahayakan.
  • Penurunan rahim dari posisi semestinya.
  • Terjadi pendarahan hebat pasca melahirkan.
  • Memiliki radang panggul.
  • Terdapat kista atau miom

Gejala Histerektomi

Penyebab pengangkatan rahim seperti yang di jelaskan di atas, jika memiliki miom atau kista berukuran kecil, kebanyakan wanita tidak memiliki gejala tertentu, dan jika sudah mulai akut dan atau membesar, maka beberapa kelainan akan muncul sebagai berikut:

  • Buang air kecil menjadi lebih sering.
  • Kondisi perut membesar, atau teraba benjolan.
  • Nyeri di saat haid yang lebih dahyat dari haid biasanya.
  • Menstruasi tidak teratur, atau bahkan mengalami pendarahan ketika menstruasi.
  • Nyeri ketika berhubungan intim.
  • Bagian panggul atau punggung bawah terasa nyeri.

Gambar Angkat Rahim

gambar angkat rahim
gambar kanker serviks

Pengobatan Angkat Rahim

Pengangkatan rahim hanya dilakukan melalui tindakan operasi. Anda diwajibkan untuk mandi menggunakan sabun khusus sebelum dilakukan operasi agar terhindar dari kuman penyebab infeksi. Selain itu, vagina pun wajib dibersihkan terlebih dahulu sehingga terhindar dari bakteri.

Beberapa teknik dalam histerektomi yang bisa diterapkan yaitu:

Histerektomi Laparaskopi

Dokter akan membuat sayatan kecil untuk dapat memasukkan alat laparoskopi yang dilengkapi kamera yang terhubung ke layar monitor, sehingga dokter akan lebih mudah mendiagnosa serta melakukan tindakan operasi.

Histerektomi Vaginal

Operasi pengangkatan rahim melalui vagina. Tidak ada sayatan luar yang dilakukan, tetapi melalui sayatan dalam.

Pengalaman Operasi Angkat Rahim

Ini adalah pengalaman Ibu Marsya, yang berusia 42 tahun. Pengalaman operasi angkat rahim ini dilakukan pada tahun 2016 di sebuah rumah sakit swasta menggunakan asuransi swasta dari suaminya.

Pada awalnya, sekitar tahun 2015 saya periksa ke dokter kandungan (Sp.OG), dan ditemukan adanya miom dan kista di rahim saya. Berdasarkan pemeriksaan USG, kista dan miom masih kecil sekitar 4 cm. Menurut anjuran dokter tersebut, sebaiknya diangkat agar tidak terjadi sesuatu yang membahayakan di kemudian hari.

Saya masih belum yakin karena tidak ada gejala apapun yang dirasakan, saya berdiskusi dengan suami tentang kondisi saya, dan 6 bulan kemudian saya diantar oleh suami untuk periksa tetapi di dokter dan rumah sakit yang berbeda untuk mendapatkan pendapat kedua.

Di dokter kandungan kedua ini, saya kembali di USG dan hasilnya kondisi miom dan kista sudah membesar. Dokter pun menganjurkan untuk dilakukan operasi pengangkatan rahim. Dan kemudian saya menjadwalkan untuk operasi di minggu depannya.

Dalam masa-masa sebelum operasi, saya mempelajari apa itu miom dan kista dan bagaimana dampak pengangkatan rahim secara online. Miom adalah daging tumbuh atau tumor jinak di dalam rahim sedangkan kista adalah benjolan yang berisi cairan atau zat padat yang bisa tumbuh di bagian tubuh manapun, yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik itu infeksi, keturunan, atau peradangan.

Dan kebetulan saya punya saudara yang juga dokter spesialis kandungan yang bertugas di luar Jawa. Saya mengirimkan hasil USG melalui pesan whatsapp, dan beliau menyarankan untuk membatalkan operasi di dokter kandungan, tetapi harus ke dokter kandungan dengan spesialiasi onkologi. Yaitu dokter kandungan sekaligus spesialisasi tumor dan kanker.

Berdasarkan informasi tersebut, saya pun membatalkan jadwal operasi sebelumnya di dokter kandungan, dan pergi ke dokter kandungan spesialis onkologi (SpOG.Onk), di rumah sakit yang sama, dengan harapan agar pemeriksaan lebih lengkap dan detail.

Kemudian oleh dokter spesialis onkologi tersebut, saya disarankan untuk menjalani beberapa tes terlebih dahulu, dari tes darah, USG, MRI, hingga Torak, yang memaksa saya harus bolak balik 10 hari hingga hasil tes dan pemeriksaan keluar. Karena dokter butuh keyakinan yang pasti tentang kondisi rahim, sehingga ketika perut di buka tidak ada yang terlewat.

Kemudian dokter menjadwalkan untuk operasi angkat rahim, dan dokter pun mengajukan dokter lainnya untuk pemeriksaan lebih lanjut, dilakukan operasi besar dengan dokter patologi sebagai pendamping untuk meneliti jenis miom dan kista yang ada dalam rahim.

Tibalah waktunya untuk operasi. Saya dibius lokal, sehingga saya masih sadar ketika dilakukan operasi untuk satu jam pertama.

Beberapa saat kemudian ketika sedang operasi, dokter menunjukan kista dan miom di nampan setelah dilakukan pengangkatan, untuk diberikan ke dokter patologi, dan saya pun mendengar percakapan mereka, bahwa miom dan kista yang telah sudah diangkat adalah jinak sehingga tidak berbahaya. Kemudian beberapa saat kemudian saya pun sudah tak sadarkan diri.

Tiga jam kemudian, saya sudah berada di kamar rawat inap, dan terdapat sayatan vertikal dari pusar ke atas, dan sudah di tutup perban. Perasaan setelah operasi pengangkatan rahim sedikit nyeri saja, tetapi karena pengaruh obat rasa tersebut hanya sebentar saja. Saya dirawat inap hingga 4 hari di rumah sakit untuk pemulihan.

Pada hari ke lima, saya di ijinkan pulang oleh dokter untuk pemulihan di rumah. Biaya operasi pengangkatan rahim ditanggung seluruhnya oleh asuransi swasta dari suami, sehingga kami tidak mengeluarkan uang tambahan apapun.

Biaya Operasi Angkat Rahim BPJS

Menjadi peserta BPJS Kesehatan akan sangat terbantu secara finansial ketika sedang menjalani perawatan medis, baik rawat jalan maupun rawat inap. Karena mulai tahun 2018, BPJS Kesehatan memberikan pelayanan kesehatan dari mulai tindakan pencegahan, pengobatan, hingga pemulihan di berbagai rumah sakit yang sudah menjalin kerjsama dengan BPJS Kesehatan.

Biaya operasi angkat rahim dengan BPJS Kesehatan akan ditanggung sepenuhnya, dengan pengecualian:

  1. Operasi angkat rahim yang dilakukan di luar negeri, tidak ditanggung BPJS.
  2. Rawat inap lebih dari 3 hari akan dikenakan biaya tambahan sesuai kelas yang dimiliki.
  3. Rawat inap dengan fasilitas VVIP tidak ditanggung BPJS.
  4. Peserta hanya bisa naik kelas setingkat dari kelas yang dimiliki. Dikenakan biaya tambahan atas kenaikan kelas rawat inap sesuai dengan harga kamar.

Biaya Operasi Pengangkatan Rahim di RSCM

Biaya operasi pengangkatan rahim di RSCM sekitar 10-25 juta rupiah, tergantung tindakan dan jenis operasi yang dilakukan. Jika operasi besar yang membutuhkan kerjasama beberapa dokter, semisal pengangkatan rahim karena adanya kista dan miom, tentu akan membutuhkan dokter onkologi dan patologi untuk memeriksa lebih detail tentang sel kanker yang bersarang di rahim pasien.

Biaya kamar rawat inap di RSCM sangat bervariasi. Kelas 3 mulai dari 238 ribu per hari, kelas 2 seharga 325 ribu, sedangkan kelas 1 dipatok 490 ribu. Kelas VIP seharga 650 ribu dan rawat inap kelas VVIP mulai dari 1,2-1,9 juta per hari.

Biaya Operasi Angkat Rahim di Jakarta di Rumah Sakit Swasta

Biaya operasi angkat rahim di Jakarta berbeda-beda setiap rumah sakit tergantung dengan fasilitas dan tindakan operasi yang diterapkan. Berikut beberapa rumah sakit yang kami rekomendasikan untuk operasi angkat rahim di Jakarta:

Mayapada Hospital, Jakarta Selatan. Biaya operasi angkat rahim antara 19-30 juta.

Siloam Hospitals Asri, Jakarta Selatan. Menetapkan biaya operasi angkat rahim antara 24-32 juta

Siloam Sentosa, Bekasi Timur. Menetapkan biaya operasi angkar rahim sebesar 25 juta rupiah.

Biaya tersebut di atas belum termasuk biaya obat-obatan, rawat inap, dan sebagainya. Sehingga Anda harus mempersiapkan biaya 20%-50% lebih tinggi dari biaya perkiraan di atas.

Biaya Operasi Angkat Rahim di Penang

Ada beberapa rumah sakit di Penang yang memiliki fasilitas lengkap untuk operasi angkat rahim. Antara lain:

Rumah Sakit Gleneagles Penang.

Rumah sakit ini memiliki 70 dokter spesialis, dan termasuk juga dokter spesialis kanker, kandungan, dan patologi. Biaya konsultasi di Gleneagles mulai dari 100-300 ringgit (300-1 juta rupiah). Harga kamar mulai dari 110 rm (400 ribu) untuk fasilitas 4 bed dalam satu ruangan.

Untuk tindakan operasi angkat rahim dipatok antara 5.000-20.000 RM (20-70 juta rupiah) tergantung dari tindakan yang diterapkan dalam operasi pengangkatan rahim.

Loh Guan Lye Specialist Center

Loh Guan Lye memiliki fasilitas khusus penyakit kanker, kista, kandungan, program bayi tabung, THT, dan urologi. Harga yang ditetapkan pun hampir sama dengan Gleneagles Penang.

Biaya operasi angkat rahim di Loh Guan Lye, berkisar antara 4000-15.000 (15-50 juta rupiah), tergantung dari penerapan tindakan operasinya.

Berapa Lama Luka Dalam Pasca Operasi Angkat Rahim Sembuh ?

Luka pasca operasi angkat rahim dapat sembuh antara 2-6 minggu. Tetapi tergantung dengan tingkat disiplin penderita karena pasca operasi, seharunya istirahat yang lebih lama, dan tidak mengangkat berat serta tidak berdiri terlalu lama.

Beberapa langkah agar luka dalam bisa sembuh lebih cepat antara lain:

  • Konsumsi ikan yang mengandung omega 3 tinggi seperti ikan gabus.
  • Jagalah kebersihan luka.
  • Gunakan alkohol untuk membersihkan luka.
  • Konsumsi obat antibiotik sesuai dengan resep dokter.

Makanan Pantangan Setelah Operasi Angkat Rahim

Untuk masalah makanan, sebenarnya anjuran dokter adalah hanya mengkonsumsi makanan yang sehat, tidak spesifik melarang makanan tertentu. Tetapi ada beberapa hal yang menjadi pantangan setelah operasi angkat rahim, antara lain:

Berhubungan intim. Setelah operasi angkat rahim, Anda dilarang melakukan hubungan intim minimal 1,5 bulan. Karena luka dalam pasca operasi dalam kurun waktu tersebut belum sembuh benar. Lagipula hormon yang berkurang drastis dan menopause dini pasca operasi bisa membuat ketidaknyamanan dalam berhubungan.

Jangan berdiri terlalu lama. Anda dianjurkan untuk banyak istirahat, dan tidak berdiri terlalu lama, sehingga seluruh aktivitas sebaiknya dikurangi. Jangan terburu-buru untuk pergi ke kantor, istirahat lah lebih lama di rumah.

Jangan angkat beban berat. Pasca operasi angkat rahim sebaiknya hindari segala pekerjaan yang menggunakan tenaga berat. Karena dikhawatirkan akan merusak jahitan pada sayatan bekas operasi.

Pasca Operasi Pengangkatan Rahim Kedinginan

Efek anestesi pasca operasi pengangkatan rahim akan menyebabkan pasien mengalami kedinginan atau menggigil, tetapi hal tersebut tidak akan berlangsung lama, biasanya hanya 3-6 jam setelah operasi dilakukan efek anestesi akan hilang.

Flek Pasca Operasi Angkat Rahim

Efek pasca operasi angkat rahim adalah menopause dini. Ketika wanita sudah menopause maka akan ada beberapa gejala antara lain:

  • Terjadi flek, bahkan kerutan penuaan lebih cepat.
  • Berkurangnya hasrat seksual karena menurunnya hormon secara drastis.
  • Mudah lelah, panas, dan berkeringat.
  • Vagina menjadi kering.

Dampak menopause pasca operasi angkat rahim dapat diatasi secara psikis, karena selama mental sehat maka efek menopause tidak akan serta merta menghampiri, sehingga jagalah selalu mood atau suasana hati tetap ceria.

Komplikasi Angkat Rahim

Tidak ada komplikasi serius pasca angkat rahim, yang ada hanyalah efek negatif dari tindakan operasi serta pengaruh anestesi, antara lain:

  • Bisa terjadi infeksi pasca operasi.
  • Kerusakan organ lain pada sekitar rahim.
  • Pembekuan darah.
  • Ginjal membengkak.
  • Nyeri yang berlebih dan demam.
  • Terjadi perdarahan pada organ dalam.
  • Organ dalam bermasalah, lengket dan sebagainya.

Pencegahan Angkat Rahim

Tidak ada hal yang spesifik untuk mencegah pengangkatan rahim akibat dari miom, kista, kanker, pendarahan, dan sebagainya. Tetapi beberapa faktor yang menjadi penyebabnya bisa dicegah dengan beberapa hal berikut ini:

  • Menerapkan gaya hidup sehat. Tidak merokok dan menghindari minuman beralkohol.
  • Konsumsi makanan yang baik, kurangi junk food dan yang mengandung kolesterol tinggi.
  • Tidak banyak menggunakan MSG dalam masakan.
  • Olahraga teratur dan menghindari angkat beban yang terlampau berat.

Related posts:

  1. Pengalaman Operasi Kanker Ovarium
  2. Pengalaman Operasi FAM : Cerita Pengalaman Fibroadenoma Mammae
  3. Pengalaman Operasi Tiroid : Operasi Kanker Tiroid – Operasi Kelenjar Tiroid – Operasi Kelenjar Gondok
  4. Pengalaman Operasi Tumor Otak
  5. Pengalaman Operasi Amandel
Gratis Jasa Konsultasi Asuransi Gratis Secara Online Jakarta Jabodetabek Indonesia

Related Posts