Pengalaman Operasi Batu Empedu

Pengalaman Operasi Batu Empeduby Vivi Tirtaon.Pengalaman Operasi Batu EmpeduAda pepatah yang mengatakan “You are what you eat”, yang bisa diartikan menjadi “Kamu adalah apa yang kamu makan”. Jadi, makanan bisa menjelaskan siapa diri kita. Karena makanan lah yang sebenarnya membentuk kita. Orang gendut atau orang dengan obesitas sudah dipastikan mereka adalah pemakan junk food yang tidak sehat. Begitu juga sebaliknya, orang yang kurus […]
Gratis Jasa Konsultasi Asuransi Gratis Secara Online Jakarta Jabodetabek Indonesia

Ada pepatah yang mengatakan “You are what you eat”, yang bisa diartikan menjadi “Kamu adalah apa yang kamu makan”. Jadi, makanan bisa menjelaskan siapa diri kita. Karena makanan lah yang sebenarnya membentuk kita. Orang gendut atau orang dengan obesitas sudah dipastikan mereka adalah pemakan junk food yang tidak sehat. Begitu juga sebaliknya, orang yang kurus kering, pucat bisa jadi apa yang mereka makan tidak mengandung vitamin dan mineral yang cukup.

Makanan yang berlebihan pun akan menjadikan organ dalam akan bekerja lebih keras. Meskipun udang misalnya, mengandung banyak gizi, omega 3, dan vitamin, tetapi jika dikonsumsi terus menerus, maka menimbulkan efek yang buruk karena di dalam udang juga ada kandungan kolesterol yang tinggi. Dan dampak terburuknya adalah timbunan kolesterol yang mengkristal di dalam kantong empedu, yang biasa disebut batu empedu.

Pengalaman operasi batu empedu

Pengertian Batu Empedu

Sebelum membahas tentang apa itu batu empedu, sebaiknya kita tahu dulu tentang tugas dan fungsi empedu di dalam tubuh kita. Empedu berada di perut bagian tengah, dibawah hati. Empedu berfungsi untuk menetralkan asam lambung, membantu enzim pencerna makanan termasuk menyerap kolesterol, mengemulsi lemak, dan mengeluarkan racun dalam tubuh melalui feses dari proses metabolisme, serta melindungi tubuh dari bakteri yang dibawa makanan dengan cara membentuk pertahanan diri yaitu menciptakan kondisi basa sehingga mikroba akan mati ketika masuk ke lambung.

Begitu banyak fungsi empedu tersebut. Permasalahan terjadi ketika makanan yang kita makan mengandung banyak kolesterol yang tidak mampu diserap oleh empedu secara sempurna sehingga meninggalkan sisa-sisa atau butiran yang terakumulasi sehingga terbentuklah batu dari gumpalan butiran kolesterol yang tak mampu terserap tersebut.

Batu empedu bisa menjadi penghambat kinerja empedu di saluran empedu atau berada di kantong empedu. Gejala batu empedu ditandai dengan sakit perut mendadak dan berkepanjangan yang hilang timbul terus menerus.

Penyebab Batu Empedu

Batu empedu terbentuk dari endapan kolesterol yang berupa butiran-butiran akibat tidak terserap sempurna, sehingga jika makanan yang dikonsumsi banyak mengandung kolesterol maka butiran sisa serapan kolesterol tersebut akan menumpuk dan terakumulasi yang kemudian membentuk semacam kristal yang membatu.

Kondisi tersebut juga dipengaruhi oleh faktor usia yang menyebabkan menurunnya kinerja empedu dan hati, pola makan yang tidak sehat, riwayat penyakit turun temurun, serta diet yang terlalu ketat juga bisa menjadi pemicu terbentuknya batu empedu.

Gejala Batu Empedu

Pada skala kecil, penyakit batu empedu tidak menimbulkan gejala. Tetapi jika batu empedu tersebut sudah menutupi saluran empedu, maka gejala yang ditimbulkan antara lain:

  • Mulai hilang nafsu makan.
  • Buang air kecil tidak lancar, dan keluarnya urin berwarna gelap.
  • Perut bagian tengah akan terasa sakit secara mendadak. Dan dirasakan terus menerus hingga 8 jam lamanya.
  • Sakit maag yang disertai demam dan menggigil.
  • Diare akan timbul ketika sudah terjadi komplikasi pencernaan yang tidak sempurna.
  • Mata dan kulit akan tampak berwarna kekuningan.
  • Biasanya disertai dengan bilirubin, amilase dan lipase yang tinggi. Ditandai dengan timbulnya sakit di hati dan atau uluh hati.

Gambar Batu Empedu

gambar batu empedu
gmbr batu empedu

Pengobatan Batu Empedu

Untuk batu empedu yang besarnya dibawah 0,9 cm, biasanya tidak menimbulkan gejala yang konstan, sehingga tidak diperlukan tindakan pengangkatan kantong empedu melalui operasi. Bahkan tanpa operasi, batu empedu yang kecil tersebut seringkali bisa hilang sendiri dengan mengkonsumsi jus dan buah-buahan.

Jika batu empedu sudah melebihi ukuran wajar, dan menimbulkan gejala muntah dan sakit perut yang hebat maka tindakan operasi pengangkatan batu empedu perlu dilakukan agar tidak menimbulkan gejala pencernaan yang kompleks dan mengganggu kinerja organ lainnya seperti hati, ginjal, dan pankreas.

Operasi Laparoskopi

Operasi jenis ini sangat dianjurkan untuk menjalankan tata laksana operasi pengangkatan batu empedu, karena dengan Laparoskopi, risiko komplikasi lebih rendah daripada operasi konvensional atau operasi besar, yang pemulihannya lebih lama dan menimbulkan efek lanjutan.

Pengalaman Operasi Batu Empedu

Ini adalah cerita tentang pengalaman operasi batu empedu dari seorang tetangga sekaligus teman. Dia adalah Muji, seorang nelayan berusia 40 tahun. Pada 2018 cerita ini dimulai. Pada suatu malam, Muji menderita sakit perut hebat secara tiba-tiba, yang disertai mual dan muntah, lalu istrinya mengambil kerokan dan balsem sebagai pertolongan pertama.

Dikeroklah bagian perut hingga merah sekali, rasa sakit mereda dan disimpulkan mungin hanya masuk angin biasa, mengingat nelayan yang setiap hari mencari ikan di malam hari yang mana terkadang hujan dan angin.

Beberapa hari kemudian, ternyata sakit perut tersebut kambuh lagi, dan akhirnya Muji dibawa ke dokter umum. Kesimpulan sementara hanyalah asam lambung atau maag, alhasil diberikan obat penurun asam lambung dan maag, dengan biaya 90 ribu rupiah.

Obat dari dokter dikonsumsi hingga habis, tetapi tetap saja kambuh tiba-tiba, dan Muji berkunjung ke dokter yang berbeda. Kali ini, mengunjungi dokter spesialis penyakit dalam. Deteksi awal dokter berdasarkan keluhan, dokter memberikan kesimpulan awal adalah terkena maag akut. Tetapi untuk meyakinkannya, dokter menyarankan untuk dilakukan cek laboratorium di laboratorium Klinik. Sehingga dituliskanlah surat rujukan oleh dokter tersebut untuk pemeriksaan lebih lanjut. Biaya periksa dokter spesialis penyakit dalam sebesar 105 ribu, dan menebus obat yang diresepkan di apotik sebesar 400 ribu. Jadi total sebesar 505 ribu.

Ke esokan harinya berkunjunglah ke klinik untuk cek lab dengan berbekal surat dari dokter spesialis. Di ambil sample darah, dan disuruh datang lagi besok untuk mengambil hasil lab tersebut. Besoknya hasil lab sudah tercetak dan kembalilah ke dokter spesialis dengan hasil tes lab tersebut. Dokter menjelaskan secara sederhana hasil lab, katanya pankreas dan hati bermasalah karena bilirubin, amilase dan lipase melebihi batas normal atau terlalu tinggi, sehingga terjadi penyumbatan fungsi hati dan pankreas.

Dokter kemudian menyararankan untuk dilakukannya USG. Karena dari beberapa tanda, mengarah kepada penyakit batu empedu, sehingga dokter menyarankan untuk USG di rumah sakit dan selanjutnya berobat ke rumah sakit menggunakan BPJS Kesehatan mengingat biaya untuk operasi batu empedu sangat mahal. Karena dokter spesialis penyakit dalam tersebut kebetulan memang bekerja di rumah sakit, buka praktek di rumah mulai jam 6 sore. dan nantinya dia sendiri yang akan menangani pasien Muji di rumah sakit tersebut.

Tentu saja saran dokter langsung dilakukan dengan mengurus BPJS Kesehatan terlebih dahulu. Dipilihnya kelas 3 dengan iuran bulanan sebesar 42 ribu. Selama ini, Muji ini sangat suka dengan kepiting dan udang hasil tangkapannya sendiri, jika hanya sedikit saja maka dia akan menyuruh istrinya untuk memasaknya. Hal tersebut hampir dilakukannya setiap hari. Perlu diketahui bahwa udang adalah makanan laut paling tinggi kandungan kolesterolnya, termasuk juga kepiting. Mengkonsumsi hasil laut tersebut setiap hari akan memberikan efek yang cukup berbahaya yaitu pengkristalan kolesterol yang membentuk batu empedu.

Setelah BPJS Kesehatan jadi, rujukan dari dokter tersebut dibawanya ke rumah sakit dengan antrian yang panjang tentunya. Dan kemudian antri di poli dalam untuk menunggu giliran pemeriksaan. Kemudian ketemulah dengan dokter penyakit dalam yang melakukan pemeriksaan, lalu langsung disuruh untuk dilakukannya USG, pada bagian abdomen atas dan bawah.

Dari hasil USG, ditemukan lah batu empedu sebesar 1 cm yang harus segera dilakukan operasi agar tidak terjadi komplikasi ke hati dan pankreas yang semakin parah. Maka dokter menjadwalkan operasi dengan segera.

Muji harus menjalani rawat inap terlebih dahulu sebelum operasi dilakukan untuk mengecek tensi darah, dan diharuskan berpuasa sehari sebelum operasi. Operasi Laparoskopi dilakukan dengan anestesi penuh (bius total), kemudian diangkatlah batu empedu yang bersarang di kantong empedu sebesar 1 cm. Pasca operasi batu empedu, Muji menjalani rawat inap selama 5 hari dalam upaya pemulihan hingga keadaan kembali normal dan bisa makan dan minum sendiri.

Biaya Operasi Batu Empedu Dengan BPJS

BPJS Kesehatan memberikan kemudahan bagi siapapun pesertanya, baik di kelas 1, kelas 2, maupun kelas 3. Yang membedakan ketiganya hanyalah layanan kamar untuk rawat inap, sedangkan obat dan pemeriksaan dokter sama saja bagi semua kelas.

Kabar baiknya adalah BPJS Kesehatan meng-cover seluruh biaya untuk operasi batu empedu bagi semua pesertanya. Tetapi yang ditanggung hanya untuk 3 hari rawat inap saja, sehingga kelebihan biaya rawat inap akan ditanggung oleh pasien. Karena untuk operasi empedu, tindakan pemulihan setidaknya membutuhkan 6 hari rawat inap. Jadi tambahan biaya untuk 3 hari rawat inap akan dikenakan pada pasien.

Kelebihan biaya rawat inap tersebut tergantung pilihan kamar. Anda berhak untuk naik kelas layanan kamar, misal dari kelas 3 ke kelas 2, dan dari kelas 1 ke kelas VIP. Jadi besaran biaya tambahan tergantung dengan pilihan kamar pasien.

Biaya Operasi Batu Empedu di Rumah Sakit Swasta

Biaya operasi batu empedu di rumah sakit swasta tentu akan berbeda antara rumah sakit satu dengan rumah sakit lainnya. Sebagai rujukan, beberapa rumah sakit dibawah ini sudah resmi menetapkan biaya operasi batu empedu sebagai berikut:

  • Rumah Sakit Premier Jatinegara, Jakarta. Memberikan kisaran harga mulai dari 23 juta.
  • Siloam Hospital TB Simatupang, Cilandak, Jakarta. Menetapkan harga mulai dari 38 juta.
  • Mayapada Hospital, Jakarta Selatan. Mulai dari 15 juta.
  • Siloam Sriwijaya , Palembang. Menetapkan harga di kisaran 20 juta.

Perlu di ingat bahwa kisaran harga tersebut belum termasuk biaya rawat inap, biaya laboratorium, obat-obatan, konsultasi dokter, dan sebagainya. Harga tersebut di atas hanya untuk biaya operasi pembedahannya saja. Untuk biaya keseluruhan bisa ada penambahan sekitar 20-30 juta dari harga di atas, tergantung kelas rawat inap yang dipilih.

Tanya Jawab Sebelum dan Pasca Operasi Empedu

Bagi Anda yang menderita penyakit batu empedu, maka wajib baca tentang berbagai pertanyaan yang muncul sebelum dan pasca operasi. Sebagai berikut:

Apa saja makanan yang harus di hindari ketika terkena batu empedu?

Makanan bersantan, kulit ayam dan jeroan, semua daging berlemak termasuk ikan tawar seperti, patin, gurameh. Tidak diperkenankan pula untuk mengkonsumsi susu, keju, dan coklat. Serta makanan kalengan atau yang mengandung bahan pengawet.

Nyeri Setelah Operasi Batu Empedu

Pasca operasi tentu akan sedikit nyeri terutama ketika efek anestesi benar-benar hilang, karena operasi Laraskopi akan meninggalkan 3 bekas sayatan di perut yang tentu saja akan memberikan efek nyeri ketika bergerak, hingga luka benar-benar kering.

Tanda Batu Empedu Harus Dioperasi

Jika penderita batu empedu mengalami sakit perut hebat yang disertai dengan rasa mual dan muntah, yang dirasakan secara berkelanjutan maka diperlukan pemeriksaan lanjutan yaitu cek laboratorium dan USG untuk memastikan keadaan perut secara visual.

Jika ditemukan batu empedu sebesar 0.9 cm atau lebih, maka tindakan pengangkatan batu empedu dengan cara operasi harus segera dilakukan karena agar tidak terjadi komplikasi yang merusak kinerja hati, sistem pencernaan, dan pankreas.

Operasi Batu Empedu Menggunakan Laser?

Operasi batu empedu yang biasa dilakukan adalah menggunakan alat Laparoskop, yaitu suatu alat yang dilengkapi kamera serta cahaya yang berbentuk tabung kecil untuk mendiagnosis bagian dalam perut secara visual kepada dokter melalui monitor.

Untuk memasukkan alat ini diperlukan sayatan kecil sehingga lebih efektif untuk melakukan tata laksana operasi pada bagian panggul dan perut. Operasi Laparoskopi biasa disebut sebagai operasi lubang kunci sangat efektif untuk mengangkat batu empedu, Dibanding dengan pembedahan konvensional yang berisiko tinggi karena dampak komplikasi pendarahan yang bisa mengancam jiwa.

Komplikasi Batu Empedu

Pada level terendah, batu empedu yang tidak menimbulkan gejala seperti demam, mual muntah, sakit perut hebat tentu tidak akan berbahaya, tetapi jika konsumsi makanan yang mendandung kolesterol tinggi terus menerus akan menambah ukuran batu empedu yang bisa membesar terus menerus dan akan menimbulkan komplikasi batu empedu seperti:

  • Radang pankreas, jika terjadi penyumbatan pada saluran pankreas.
  • Kerusakan parah pada bagian hati.
  • Penyakit kuning adalah dampak langsung dari tersumbatnya saluran empedu.
  • Gangguan pencernaan, sehingga menyebabkan diare akut.
  • Asam lambung naik akibat makanan tidak terproses dengan baik.

Pencegahan Batu Empedu

Sebenarnya, organ dalam tubuk kita bisa secara otomatis melakukan pengobatan dengan sendirinya. Namun demikian, jika organ tersebut bermasalah karena asupan makanan yang tidak sehat secara berlebihan tentu mereka tidak akan bekerja efektif. Beberapa hal yang bisa dilakukan sebagai upaya pencegahan batu empedu antara lain:

  • Konsumsi makanan yang sehat dan bergizi, tidak mengandung kolesterol berlebihan. Konsultasikan kepada ahli gizi agar informasi yang didapat lebih lengkap.
  • Lakukan olahraga yang teratur untuk menjaga kebugaran tubuh agar setiap organ bekerja dengan baik dan maksimal.
  • Tidak memakan makanan berat ketika akan beranjak tidur, karena akan memaksa empedu bekerja lebih keras. Hal ini bisa menjadi penyebab lemak tidak terserap dengan baik sehingga menyebabkan penumpukan lemak dan kolesterol di kantung empedu, dan asam lambung juga akan naik. Karena sistem pencernaan tidak bekerja maksimal.

Related posts:

  1. Pengalaman Operasi Usus Buntu
  2. Pengalaman Operasi Kanker Usus Besar
  3. Pengalaman Operasi Hernia
  4. Pengalaman Operasi Wasir : Operasi Ambeien
  5. Pengalaman Operasi Angkat Rahim : Operasi Pengangkatan Rahim – Histerektomi
Gratis Jasa Konsultasi Asuransi Gratis Secara Online Jakarta Jabodetabek Indonesia

Related Posts