Pengalaman Operasi Batu Ginjal

Pengalaman Operasi Batu Ginjalby Vivi Tirtaon.Pengalaman Operasi Batu GinjalBatu ginjal merupakan penyakit yang paling sering menyerang orang pada usia produktif antara 20-49 tahun. Dan pria memiliki kecenderungan dan risiko lebih tinggi daripada wanita. Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya batu ginjal, salah satunya adalah kurangnya asupan air mineral dalam tubuh sehingga proses urinari menjadi terganggu. Dengan perkembangan ilmu kedokteran dengan alat-alat yang canggih di […]
08988234527 Gratis Jasa Konsultasi Asuransi Gratis Secara Online Jakarta Jabodetabek Indonesia

Batu ginjal merupakan penyakit yang paling sering menyerang orang pada usia produktif antara 20-49 tahun. Dan pria memiliki kecenderungan dan risiko lebih tinggi daripada wanita. Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya batu ginjal, salah satunya adalah kurangnya asupan air mineral dalam tubuh sehingga proses urinari menjadi terganggu.

Dengan perkembangan ilmu kedokteran dengan alat-alat yang canggih di sepuluh tahun terakhir ini, operasi bedah terbuka untuk mengangkat batu ginjal sudah jarang dilakukan karena risiko yang tinggi serta masa pemulihan yang lebih lama. Saat ini, operasi tanpa sayatan untuk mengatasi batu ginjal sudah bisa dilakukan dengan sistoskopi dan atau ureteroskopi (URS).

pengalaman operasi batu ginjal

Pengertian Batu Ginjal

Batu ginjal terbentuk dari mineral dan garam dalam ginjal. Mineral dan garam tersebut berasal dari limbah dalam darah, hingga semakin menumpuk di ginjal dan pasa saat nya akan membentuk seperti batu. Dan batu iitulah yang kemudian sering disebut batu ginjal.

Batu ginjal bisa luruh melalui urine jika ukurannya masih kecil. Tetapi jika terus menumpuk dan mengeras menyerupai batu tentu akan mengganggu saluran kemih. Batu ginjal bisa terjadi di saluran urine, uterer, hingga uretra yang mengalir dari kandung kemih ke luar tubuh melalui kelamin.

Gejala Batu Ginjal

Beberapa gejala yang umum penderita batu ginjal antara lain:

  • Punggung, perut dan pinggang akan terasa nyeri.
  • Rasa nyeri dan panas ketika buang air kecil.
  • Air seni bercampur darah dan atau keruh.
  • Sering demam.
  • Rasa mual dan ingin muntah.
  • Buang air kecil tersendat atau tidak lancar.

Jika mengalami gejala demikian, maka segerakanlah untuk memeriksakan ke klinik atau dokter terdekat. Semakin cepat penanganannya, maka akan semakin baik peluang untuk sembuh dari batu ginjal.

Penyebab Batu Ginjal

Beberapa penyebab batu ginjal antara lain:

  • Kurangnya asupan air mineral dalam tubuh.
  • Obesitas atau kelebihan berat badan juga dapat memicu organ pencernaan terganggu.
  • Konsumsi obat-obatan dalam jangka panjang.
  • Terlalu banyak makan garam.
  • Terlalu banyak asupan protein hewani, seperti daging merah dan kerang.
  • Terlalu banyak konsumi makanan dengan kandungan oksalat yang tinggi, yang biasanya terkandung pada sayur mayur.

Gambar Batu Ginjal

gambar batu ginjal
pemasangan dj stent

Pengobatan Batu Ginjal

Dokter akan melakukan diagnosa secara spesifik dengan melakukan tes urine, tes darah, serta pemindaian melalui USG, Rontgen maupun CT Scan. Kemudian pengobatan akan diberikan sesuai dengan kondisi batu ginjal pasien.

Beberapa opsi yang bisa diterapkan oleh dokter untuk menangani batu ginjal antara lain:

  • Dokter akan memberikan resep obat-obatan, jika pasien mengalami gejala ringan hingga sedang.
  • Menerapkan prosedur ureteroskopi, yaitu tindakan untuk memecah batu ginjal.
  • Operasi bedah terbuka.
  • Jika fasilitas kedokteran memadai bisa menerapkan prosedur extracorporeal shock wave lithotripsy (ESWL) atau percutaneous nephrolithotomy.

Teropong Batu Ginjal

Diagnosa Batu ginjal dapat dilakukan dengan beberapa pemeriksaan, diantaranya:

Tes urine: untuk memeriksa apakah sudah terjadi infeksi dan memeriksa jenis batu ginjal jika ditemukan ada serpihan batu ginjal dalam urine.

Tes darah: Untuk mengetahui kenormalan fungsi ginjal.

USG: Untuk mengetahui pencitraan organ dalam (ginjal).

Untuk melakukan teropong batu ginjal, CT Scan saat ini menjadi alat pemeriksaan utama batu ginjal karena sangat efektif dan akurat dibandingkan dengan metode lainnya.

Ada beberapa teknik operasi batu ginjal yang bisa diterapkan antara lain:

1. Sistoskopi

Tatalakasana sistoskopi dilakukan untuk mengangkat batu ginjal yang ada di bagian uretra dan kandung kemih. Tindakan operasi ini menggunakan alat sistoskop yang dimasukkan melalui lubang kencing hingga ke kandung kemih. Prosedur ini dilakukan yang terlebih dulu pasien dibius total dengan tanpa adanya sayatan apabila batu ginjal masih dalam ukuran kecil.

2. Operasi Batu Ginjal Dengan URS (Ureteroskopi)

Dengan tingkat keberhasilan yang lebih tinggi, prosedur ureteroskop seringkali diterapkan untuk mengatasi batu ginjal. Ureteroskopi dapat mengangkat atau memecahkan batu ginjal agar dapat dibawa keluar.

Pasien akan diberikan anestesi, kemudian alat ureteroskop masuk melalui saluran kencing. Jika batu terlalu besar, laser atau ESWL dapat diterapkan apabila ukuran batu terlalu besar, sehingga dipecah terlebih dahulu agar bisa keluar berasama dengan cairan urine.

Agar saluran kemih dapat berjalan lancar, dokter kemudian memasang stent yaitu alat berupa tabung dan selang agar sisa-sisa batu ginjal bisa dikeluarkan seluruhnya. Proses pemulihan prosedur ureteroskopi sangat cepat, jika hanya menggunakan bius lokal, pasien bisa langsung di ijinkan pulang sesaat setelah operasi.

3. Percutaneous nephrolithotomy atau nephrolithotripsy (PCNL).

PCNL adalah tindakan pembedahan dengan sayatan mikro untuk mengangkat batu ginjal apabila prosedur sistoskopi maupun ureteoskopi tak berhasil atau gagal. Prosedur PNCL dilakukan dengan alat nefroskop yang dimasukkan melalui sayatan mikro di bagian kanan atau kiri area ginjal pasien.

4. Operasi terbuka

Prosedur operasi terbuka merupakan cara lama untuk mengatasi batu ginjal yang kini sudah jarang diterapkan karena risiko komplikasi lebih tinggi. Tetapi prosedur ini mungkin diterapkan sebagai jalan terakhir apabila semua metode operasi di atas tidak mampu mengatasi batu ginjal.

Operasi atau bedah terbuka adalah teknik operasi batu ginjal yang kini sudah cukup jarang

Pengalaman Operasi Batu Ginjal

Ini adalah cerita pengalaman dari seorang teman dekat penulis sendiri. Adalah Muji, seorang pria berusia 40 tahun, yang sehari-harinya bekerja sebagai nelayan. Cerita pengalaman operasi batu ginjal Muji dilakukan 2 tahun yang lalu, tepatnya pada bulan April 2018 di RSUD Cilacap.

Pada awalnya yang Muji rasakan adalah buang air kecil tidak lancar, anyang-anyangan kalau orang kata. Hal itu sering kali terjadi. Karena dirasa hal yang biasa, Ia pun masih mengabaikannya.

Seminggu kemudian, gejala anyang-anyangan itu pun belum mereda, dan lama kelamaan rasa nyeri ketika buang air kecil mulai dirasakan, hingga suatu ketika air seninya keruh dan bercampur darah. Karena hal tersebut, Ia pun segera ke klinik terdekat, yang hanya berjarak 200 meter dari rumahnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan, dokter pun hanya memberikan resep obat dan menganjurkan banyak-banyak minum air putih.

Karena Muji adalah seorang nelayan, yang sering kali mencari ikan di malam hari, Ia sangat suka sekali dengan kopi hitam, membawa bekal kopi hitam hingga satu thermos setiap kali mencari ikan di malam hari. Apalagi Ia juga perokok berat yang sehari bisa menghabiskan 2 bungkus rokok yang berisi 16 batang setiap bungkusnya.

Batu ginjal terbentuk dari gumpalan mineral yang keras ketika kantung kemih terisi cairan air seni. Jika ukurannya kecil tentu bisa keluar sendiri melalui air seni, tetapi jika ukurannya sudah mulai membesar akan membuat penderitanya kesulitan untuk buang air kecil karena saluran uretra tersumbat yang bisa mengakibatkan peradangan dan pendarahan.

Hingga obat yang diberikan dokter tersebut habis, gejala anyang-anyangan masih belum sembuh juga apalagi ditambah seringkali demam, sehingga Ia pun pergi ke dokter spesialis penyakit dalam. Pemeriksaan pun dilakukan, dan kesimpulan awal dokter adalah batu ginjal, tetapi untuk memastikannya, dokter pun memberikan rujukan untuk melakukan rontgen di rumah sakit, dan menyuruhnya kembali lagi setelah hasil rontgen keluar.

Menuruti anjuran dokter, Muji pun bertandang ke rumah sakit untuk melakukan rontgen. Ketika gilirannya, rontgen pun dilakukan dan hasil foto rontgen dibawa kembali ke dokter spesialis penyakit dalam, dan dokter mengatakan bahwa batu ginjal sudah berukuran biji salak, dan tidak bisa dengan obat-obatan, harus dilakukan operasi untuk mengeluarkan batu tersebut. Dokter pun memberikan surat rujukan ke rumah sakit umum daerah, untuk menuju ke poli bedah urologi.

Besoknya, Muji yang juga peserta BPJS Kesehatan ikut ambil antrian BPJS di rumah sakit daerah Cilacap, yang kala itu sangat rame, meski datang jam 8 pagi tapi antrian sudah sangat padat, dan mendapat nomor antrian 124. Usut punya usut, orang sudah ambil nomor antrian sejak jam 6 pagi, meski layanan rumah sakit belum buka, tetapi sekuriti sudah menyalakan komputer pencetak nomor antrian dari jam 6 pagi.

Layanan BPJS Kesehatan tergolong cepat, Muji mendapat giliran jam 9.30 untuk menuju ke Poli Urologi, dan disana pun kembali mengantri di depan ruang urologi. Ketika masuk, dokter pun memeriksa kembali hasil rontgen dan surat rujukan dari dokter yang memeriksanya sebelumnya.

Muji pun kemudian disuruh kencing untuk melakukan tes urin dan sekaligus tes darah. Besoknya Muji disuruh datang kembali ke rumah sakit untuk mengetahui hasil dan tes lanjutan yang mungkin akan diterapkan.

Ke esokan harinya Muji datang kembali ke rumah sakit untuk pemeriksaan lanjutan, dan hasil tes urine memang terdapat serpihan batu ginjal, kemudian dokter kembali melakukan pemeriksaan pemindaian melalui CT Scan sebagai persiapan pendahuluan sebelum memutuskan melakukan operasi atau tidak.

Dari hasil USG, dokter memang langsung menjadwalkan untuk operasi esok hari, dan karena mental Muji sudah siap, Ia pun langsung menyetujuinya. Muji pun mengurus kamar rawat inap, dan mendapatkan kamar kelas 3 sesuai iuran BPJS yang disetorkannya. Beruntungnya, pada waktu itu hanya ada 1 orang pasien saja yang menempati kamar dengan 6 ranjang itu dalam satu ruangan.

Suster pada sore hari datang ke kamar, dan mengatakan untuk berpuasa di malam hari, sebelum operasi. Pagi harinya, suster pun melakukan tensi dan menimbang berat badan Muji, sebelum dibawa ke ruang operasi.

Waktu operasi pun tiba, Muji dibawa ke ruangan yang dingin dengan hanya mengenakan pakaian operasi yang tipis, dengan penutup kepala yang sedikit longgar. Dokter pun menanyakan, mau dibius lokal atau total. Dengan bingung, Ia pun menjawab terserah dokter saja lah.

Kemudian Ia pun disurung miring, dan kemudian di suntik di bagian tulang ekor dengan jarum suntik sangat lembut agak panjang. Sesaat setelahnya, bagian bawah perut ke bawah pun terasa kebas dan mati rasa, dan kemudian rasa kantuk menjalar hingga Ia pun tak ingat apa-apa lagi.

Ketika terbangun dari tidur, Ia sudah berada di kamar rawat inap, belum terasa nyeri meski ada perban di perut bagian kanan bawahnya yang menutup bekas sayatan, yang mungkin panjangnya sekitar 5 cm secara melintang.

Rupanya operasi batu ginjal tak mengerikan seperti yang sudah dibayangkannya, akan merasa sakit dengan risiko terjadi komplikasi dan sebagainya. Meski beberapa jam setelahnya hanya terasa nyeri, tetapi tidak seperti sebelum operasi, dimana perut terasa panas karena kesulitan buang air kecil.

Sehari kemudian Ia pun di ijinkan untuk pulang, dengan tanpa membayar biaya sepeserpun, karena semua sudah ditanggung BPJS Kesehatan. Meski sudah bisa berjalan sedikit-sedikit, kondisinya belum pulih benar, hingga seminggu kemudian Ia masih merasa lemas dan demam juga. Hingga Ia memutuskan untuk membeli obat herbal (entah apa namanya), yang secara rutin ia konsumsi setiap harinya.

Butuh waktu dua bulan hingga Ia sudah bisa beraktivitas normal meski belum berani berangkat bekerja mencari ikan di malam hari, karena takut akan hawa dingin yang membuatnya tidak nyaman. Tiga bulan kemudian pasca operasi, barulah Ia bisa mulai bekerja seperti biasa kembali, dan hingga saat ini Ia dalam kondisi sehat wal afiat, batu ginjal tak pernah kambuh kembali.

Pasca Operasi Batu Ginjal

Pasien pasca operasi batu ginjal membutuhkan waktu yang lama untuk pemulihan, apalagi jika terpasang DJ Stent yang seringkali menimbulkan berbagai efek samping. Beberapa komplikasi yang mungkin timbul pasca operasi batu ginjal antara lain:

Kencing Darah Setelah Operasi Batu Ginjal

Hal ini terjadi karena pecahan batu ginjal yang menjadi butiran meluruh ke kandung kemih, termasuk darah akibat pembengkakan ginjal, serta uretra yang terluka karena peradangan. Sehingga ketika kencing akan bercampur dengan darah. Kemungkinan lainnya adalah jika dilakukan operasi terbuka, sehingga menimbulkan perdarahan di dalam perut.

Kondisi kencing darah setelah operasi batu ginjal dapat kembali normal kurang lebih selama 1 bulan, dengan terus perbanyak minum air putih dan obat-obatan yang telah diresepkan dokter. Jika terus mengalami rasa nyeri ketika buang air kecil, sebaiknya konsultasikan segera ke dokter yang menangani batu ginjal Anda.

Gumpalan Darah Saat Kencing Pasca URS

URS atau ureteroskopi adalah prosedur operasi tanpa bedah yang dilakukan melalui lubang kelamin untuk memecahkan batu ginjal agar menjadi butiran yang lebih kecil sehingga dapat keluar melalui pembuangan urine.

Seringkali penderita akan mengalami kencing darah karena terjadi pembengkakan ginjal dan peradangan pada uretra. Butiran batu yang menjadi pecahan dapat melukai bagian dalam ureter dan kandung kemih sehingga air seni tercampur dengan darah.

Efek Samping Setelah Operasi Laser Batu Ginjal

Operasi laser batu ginjal dilakukan untuk memecahkan batu ginjal agar menjadi butiran kecil, sehingga bisa dikeluarkan bersama dengan urine. Beberapa efek samping dari metode opersi laser batu ginjal antara lain:

  • Nyeri perut bagian bawah baik kanan atau pun kiri.
  • Pemasangan DJ Stent yang bisa membuat penderita tidak nyaman.
  • Ginjal akan mengalami pembengkakan.

Efek Samping Setelah Pemasangan DJ Stent

DJ Stent dipasang untuk memperlancar keluarnya sisa-sisa butiran batu ginjal yang disalurkan ke kandung kemih yang kemudian dikeluarkan bersama urine. Namun ada beberapa efek samping setelah pemasangan DJ Stent yang sering dikeluhkan pasien, antara lain:

  • Perut bagian bawah terasa nyeri.
  • Buang air kecil terasa sakit.
  • Urine berwarna merah.
  • Ginjal bengkak.
  • Gangguan pencernaan.

Pengambilan Selang Setelah Operasi Batu Ginjal

DJ Stent yaitu alat berupa tabung dan selang untuk mengurai sisa-sisa butiran batu ginjal agar aliran kemih berjalan lancar. Pemasangan stent dilakukan dokter ketika prosedur operasi dilakukan dengan memecah batu ginjal menjadi butiran agar mudah dikeluarkan melalui urine.

Pengambilan selang stent tersebut dapat dilakukan beberapa hari atau beberapa minggu tergantung dari kondisi pasien. Pasien akan diharuskan kontrol setiap 3 atau 7 hari pasca operasi agar kondisi pasien terkontrol dan dokter akan memutuskan untuk mengambil stent atau tidak.

Pantangan Makanan Setelah Operasi Batu Ginjal

Menurut anjuran para dokter, pasien penderita batu ginjal selama proses pemulihan harus menghindari beberapa makanan berikut ini:

  • Semua makanan olahan dengan banyak garam harus dihindari.
  • Jangan makan kangkung, karena memiliki kandungan oksalat tinggi.
  • Hindari konsumsi daging merah dan kerang yang memiliki protein hewani yang tinggi.

Biaya Operasi Batu Ginjal Di Penang

Salah satu rumah sakit terbaik di Penang yang memiliki pusat khusus penanganan ginjal dan urologi adalah Rumah Sakit Penang Adventist Hospital. Dengan fasilitas lengkap yang juga bersertifikasi internasional dan yang terpenting adalah biayanya cukup terjangkau.

Biaya ESWL Di Penang

Prosedur ESWL (extracorporeal shock wave lithotripsy) merupakan prosedur penanganan batu ginjal tanpa sayatan. Dengan memecah batu ginjal agar menjadi serpihan. Sehingga bisa dikeluarkan melalui urine.

Biaya ESWL di Penang Adventist Hospital sekitar 11 juta rupiah. Biaya tersebut hanya untuk tindakan operasinya saja, belum termasuk rawat inap dan obat-obatan serta pemasangan stent jika diperlukan. Biasanya jika hanya menggunakan bius lokal, pasien dapat langsung pulang, tanpa rawat inap. Jika pasien dibius total selama tindakan operasi, maka dokter akan mengharuskan rawat inap 1-2 hari, hingga efek bius benar-benar hilang.

Komplikasi Batu Ginjal

Setiap tindakan pembedahan tentu akan memberikan dampak negatif, meski kecil kemungkinannya, tetapi setiap pasien harus mengetahui tentang komplikasi yang mungkin ditimbulkan dari operasi batu ginjal, antara lain:

  • Infeksi pada bagian uretra.
  • Terjadi perdarahan pada organ dalam.
  • Ginjal mengalami pembengkakan.
  • Gangguan pencernaan.
  • Kesulitan buang air kecil.
  • Nyeri perut bawah.

Pencegahan Batu Ginjal

Karena batu ginjal bukan terjadi karena faktor genetik, tapi karena penumpukan kalsium yang mengkristal, maka ada beberapa tindakan pencegahan yang bisa dilakukan, antara lain:

  • Perbanyak minum air mineral, minimal 8 gelas sehari.
  • Kurangi konsumsi minuman ringan, seperti teh kemasan, jeruk kemasan, dan sebagainya.
  • Diet sehat agar terhindar dari obesitas.
  • Olahraga yang teratur agar badan tetap sehat.
  • Jangan banyak konsumsi makanan dengan kandungan garam tinggi.
  • Kurangi makanan yang mengandung protein hewani.

Labels:

Gumpalan darah saat kencing Pasca urs, kedinginan pasca pemasangan selang dj sten, Keluar gumpalan darah saat kencing setelah operasi batu ginjal

Related posts:

  1. Pengalaman Operasi Batu Empedu
  2. Pengalaman Operasi Kista Ginjal
  3. Pengalaman Operasi Penderita Kanker Prostat
  4. Pengalaman Operasi UDT : Operasi Penurunan Testis
  5. Pengalaman Operasi Varikokel
Gratis Jasa Konsultasi Asuransi Gratis Secara Online Jakarta Jabodetabek Indonesia

Related Posts