Pengalaman Operasi CTS : Carpal Tunnel Syndrome

Pengalaman Operasi CTS : Carpal Tunnel Syndromeby Vivi Tirtaon.Pengalaman Operasi CTS : Carpal Tunnel SyndromeMelakukan pekerjaan terus menerus menggunakan tangan tentu bisa terjadi over use (penggunaan berlebih) yang bisa mengakibatkan tangan menjadi nyeri, kesemutan, dan otot tangan melemah, dan gejala tersebut adalah awal terjadinya CTS (Carpal Tunnel Syndrome). Jika munculnya gejala CTS tersebut langsung ditangani dengan baik, maka tak perlu adanya tindakan operasi karena CTS bisa sembuh dengan terapi […]
08988234527 Gratis Jasa Konsultasi Asuransi Gratis Secara Online Jakarta Jabodetabek Indonesia

Melakukan pekerjaan terus menerus menggunakan tangan tentu bisa terjadi over use (penggunaan berlebih) yang bisa mengakibatkan tangan menjadi nyeri, kesemutan, dan otot tangan melemah, dan gejala tersebut adalah awal terjadinya CTS (Carpal Tunnel Syndrome). Jika munculnya gejala CTS tersebut langsung ditangani dengan baik, maka tak perlu adanya tindakan operasi karena CTS bisa sembuh dengan terapi dan pemberian obat-obatan.

Tetapi jika gejala awal tersebut dibiarkan berlarut-larut tanpa penanganan yang baik, maka risiko terjadinya disabilitas fungsional pada tangan, dan akan memerlukan tindakan operasi untuk dapat memperbaikinya. Baca lebih lanjut tentang bagaimana penanganan CTS, pengalaman operasi CTS, terapi CTS dan pencegahan CTS dalam artikel berikut ini.

pengalaman operasi cts

Pengertian CTS (Carpal Tunnel Syndrome)

CTS : Carpal Tunnel Syndrome adalah kondisi dimana saraf pada pergelangan tangan terjadi penekanan yang menimbulkan gejala nyeri, kesemutan, hingga mati rasa. Rasa sakit tersebut bisa dirasakan hingga lengan dan bahu.

CTS terjadi ketika ada penekanan saraf medianus secara berlebihan. Saraf median terletak di area pergelangan tangan (carpal) yang melewati terowongan (tunnel) jaringan lunak dengan fungsi memisahkan tulang pergelangan tangan dengan jaringan di sekitarnya. Saraf median ini membentang dari lengan hingga ke telapak tangan, untuk melakukan kontrol gerakan pada semua jari kecuali jari kelingking.

Gejala CTS

Gejala sindrom CTS bisa muncul secara bertahap hingga berminggu-minggu. Dari mulai kesemutan, hingga mati rasa yang paling sering muncul pada malam hari. Beberapa gejala dari CTS secara umum antara lain:

  • Tangan sering kesemutan, hingga nyeri di 4 jari, kecuali kelingking.
  • Terkadang tangan terasa baal atau mati rasa.
  • Lengan juga ikut merasa sakit dan terasa panas.
  • Pada malam hari sering kambuh rasa nyeri.
  • Tangan terasa tak bertenaga.

Penyebab CTS

CTS disebabkan ketika saraf median yang mendapat tekanan pada saat melewati lorong sempit di bagian telapak tangan dekat dengan pergelangan (carpal tunnel). Beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya CTS antara lain:

  • Terjadi peradangan sendi pergelangan tangan, akibat terkilir atau lainnya.
  • Ketika masa kehamilan lebih risiko terkena CTS karena adanya perubahan hormon.
  • Terjadi hipotiroidisme, yaitu kondisi dimana kelenjar tiroid tak memproduksi hormon yang cukup.
  • Memiliki penyakit diabetes.
  • Pergelangan tangan patah.
  • Faktor keturunan.
  • Berlebihan menggunakan tangan secara berulang terus menerus (over use).

Gambar CTS

gambar cts
terapi cts

Pengobatan CTS

Ketika gejala CTS terjadi, sebaiknya penderita mengurangi atau menghindari aktivitas yang bisa menambah tekanan pada saraf median. Langkah pengobatan CTS bisa dilakukan dengan membalut pergelangan tangan, konsumsi obat anti nyeri, dan pada kondisi terburuk dilakukan tindakan operasi.

1. Terapi Non Bedah

Ketika gejala CTS timbul dan bisa segera ditangani oleh dokter, maka bisa dilakukan terapi tanpa adanya operasi. Biasanya dokter akan membelat pergelangan tangan untuk mengurangi risiko penekanan dan agar tangan mendapatkan istirahat yang cukup.

Untuk menghilangkan rasa sakit, dokter akan memberikan injeksi di area lorong karpal dengan ibuprofen atau kortison yaitu obat anti inflamasi agar tidak terjadi pembengkakan, peradangan, menghilangkan kesemutan, dan nyeri khususnya pada malam hari.

2. Operasi

Ketika kondisi CTS sudah sangat parah dan tak respon terhadap obat-obatan, maka tindakan lanjutan adalah dengan operasi. Teknik operasi yang biasa digunakan dokter spesialis bedah tangan untuk menangani CTS adalah operasi endoskopi dan operasi terbuka.

Operasi Endoskopi

Dengan bantuan endoskop, yaitu alat teleskop dengan kamera yang terhubung ke monitor untuk melihat kondisi carpal tunnel secara jelas. Kemudian dokter melakukan sayatan mikro untuk memotong ligamen yang membuat penekanan terhadap saraf median. Dengan teknik ini, tingkat keberhasilan tinggi serta pemulihan lebih cepat.

Operasi Terbuka

Pada operasi terbuka, dokter bedah akan melakukan sayatan pada telapak tangan dekat dengan carpal tunnel untuk membebaskan saraf median yang tertekan, dengan memotong ligamen yang memberikan penekanan tersebut.

Jaringan ligamen yang dipotong bisa tumbuh dengan sendirinya pada proses pemulihan yang butuh waktu hingga beberapa bulan. Kedua teknik operasi tersebut memiliki tingkat keberhasilan yang sama-sama tinggi, yang membedakan adalah percepatan pemulihan pada teknik operasi endoskopi.

Suntikan Untuk CTS

Untuk mengurangi rasa sakit, nyeri, peradangan dan inflamasi, dokter akan memberikan suntikan kombinasi antara anestesi lokal dan kortikosteroid pada lorong karpal. Biasanya dokter akan memanfaatkan USG untuk dapat secara tepat melakukan suntikan untuk CTS.

Pemberian injeksi semacam metilprednisolon 40 mg hingga 80 mg selama kurun waktu tertentu bisa memperbaiki jaringan saraf median dan menyembuhkan carpal tunnel syndrom tanpa dilakukannya operasi, untuk gejala CTS ringan hingga sedang.

Terapi Latihan CTS

Ketika gejala nyeri pada tangan mulai timbul, sebelum semakin parah segerakanlah istirahatkan tangan dan kemudian melakukan terapi latihan CTS dengan langkah sebagai berikut:

  • Lakukan peregangan pergelangan dan lengan bawah. Luruskan tangan yang timbul gejala, telapak tangan menghadap ke depan dan gunakan tangan satunya untuk menahan telapak tangan beberapa detik. Kemudian, pada posisi yang sama, jari-jari menunjuk lantai dan tahan dengan tangan satunya beberapa detik.
  • Sentuh setiap jari menggunakan ibu jari. Terapi selanjutnya adalah dengan menyentuh jari dengan ibu jari dari ujung setiap jari hingga ke pangkalnya. Lakukan berulang-ulang setiap hari.
  • Regangkan dan menggenggam. Terapi latihan CTS selanjutnya adalah dengan meregangkan tangan yang timbul gejala dan kemudian menggenggam. Lakukan terapi tersebut secara berulang setiap hari.
  • Lakukan peregangan tendon. Gerakan memutarkan telapak tangan searah jarum jam atau sebaliknya, secara berulang secara perlahan.
terapi pasca operasi cts

Alat Terapi Carpal Tunnel Syndrome

Seorang ahli terapi (physio therapy) dalam menangani masalah carpal tunnel syndrome akan menggunakan alat terapi ultrasonografi. Yaitu alat terapi yang menggunakan ultrasound dengan frekuensi tinggi yang diarahkan pada area karpal untuk meredakan gejala.

Penggunaan alat terapi carpal tunnel syndrome tersebut akan dibarengi dengan terapi fisik yang dibimbing seorang ahli fisio agar hasilnya lebih maksimal, sehingga penekanan pada saraf median bisa terlepas dengan tanpa adanya pembedahan.

Pengobatan CTS Dengan Akupuntur

Pada gejala CTS ringan hingga sedang, teknik akupuntur bisa diterapkan untuk meringankan dan menyembuhkan gejala awal CTS. Tetapi pada kasus CTS yang berat, berdasarkan studi yang sudah dilakukan bahwa teknik akupuntur tidak efektif untuk mengatasi penekanan saraf median berat karena penyembuhannya hanya bersifat sementara dan tingkat kekambuhannya sangat tinggi.

Bahaya Penyakit CTS

Gejala awal CTS yang dibiarkan tanpa dilakukan penanganan secara cepat dan tepat akan bisa menyebabkan disabilitas fungsional pada tangan. Yakni ketika terjadi atrofi, yaitu keadaan dimana terjadi penciutan otot yang berfungsi menggerakkan jempol atau ibu jari.

Bahaya penyakit CTS dengan tingkat yang akut adalah ketika terjadi atrofi dan disertai dengan lemahnya otot tenar yang membuat tangan tak mampu bergerak lagi. Untuk menangani masalah CTS yang berat seperti ini harus dilakukan operasi untuk melepaskan saraf yang tertekan dan terjepit tersebut.

Pengalaman Operasi CTS : Carpal Tunnel Syndrome

Ini adalah cerita pengalaman operasi CTS dari Pak Sutopo, seorang pria berusia 51 tahun yang bekerja sebagai sopir truk pasir di sebuah kota kecil di propinsi Jawa Tengah. Ia telah bekerja sebagai sopir sudah hampir 30 tahun, yang sudah berangkat bekerja mulai jam 5 pagi untuk mengambil pasir dari sungai, dan mengangkutnya ke berbagai tempat.

Cerita ini berawal pada tahun 2014, ketika itu Pak Topo mengeluh kesemutan di tangan kanannya tetapi hanya beberapa saat dan kemudian normal kembali. Hingga beberapa hari kemudian timbul rasa nyeri ringan. Gejala awal itu diabaikannya, meski rasa kesemutan dan nyeri pada telapak tangannya sering muncul dan pergi.

Hingga bebeberapa tahun kemudian, tepatnya tahun 2018, rasa nyeri dan kebas yang dirasakan Pak Topo makin intens, khususnya pada malam hari. Lalu pagi harinya pun Ia datang ke tukang urut untuk mengurut tangannya. Dan karena pijatan yang kuat malah membuat tangannya sedikit bengkak dan memerah.

Pada malam harinya pun nyeri itu datang kembali, hingga tangannya tak bisa digerakkan karena kaku hingga kebas seperti mati rasa. Kemudian pagi harinya Ia pun pergi ke klinik terdekat, dan dokter umum itu pun memberikan obat pereda nyeri saja, dan dokter menganjurkan Pak Sutopo untuk mengistirahatkan tangannya dan berhenti bekerja sementara.

Malam-malam selanjutnya, nyeri itu mereda karena bantuan obat dan Pak Topo pun bisa tertidur dengan nyenyak. Dan sehari kemudian Pak Topo pun bisa bekerja kembali seperti biasanya. Tetapi seminggu kemudian ketika obat yang diresepkan dokter habis, rasa nyeri di tangannya pun timbul kembali.

Karena merasa tak puas, Ia pun pergi ke lain dokter dan menuju ke Puskesmas untuk mendapatkan pengobatan. Ketika dokter memeriksa pun hanya memberikan resep obat pereda nyeri dan Pak Topo pun kemudian pulang. Tetapi hanya berselang empat hari, kambuh lagi nyeri dan kesemutannya, sehingga Ia pun kembali ke Puskesmas untuk meminta rujukan ke rumah sakit.

Dokter pun akhirnya memberikan rujukan ke rumah sakit. Karena menurut dokter ada masalah pada saraf di tangan Pak Topo sehingga dokter mengarahkan untuk menuju ke poli bedah untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

Ke esokan harinya, Pak Topo pun mengantri di rumah sakit dengan berbekal surat rujukan puskesmas dan kartu BPJS Kesehatan kelas 3 miliknya untuk menuju poli bedah. Pada gilirannya, dokter pun memeriksa Pak Sutopo dengan melakukan rontgen, dan dokter menyuruh Pak Topo untuk kembali lagi esok hari.

Ke esokan harinya, dokter pun memberitahukan hasil rontgen dan tak ditemukan kelainan pada tulang dan persendiannya, sehingga dokter kembali memeriksa Pak Topo dan mengambil sample darah serta melakukan USG pada tangannya. Dan dokter pun menyuruh Pak Topo untuk datang kembali hari Senin, karena waktu itu kebetulan hari Jum’at dan hari Sabtu dokter tersebut libur.

Ketika hari Senin, Pak Topo pun kembali ke rumah sakit dan menemui dokter spesialis bedah tersebut. Dan dokter pun menjelaskan, tidak ditemukan penyakit diabetes dalam darah dan normal, tetapi ada masalah di jaringan lunak, dan kemungkinan ada sumbatan atau penekanan. Jadi untuk meyakinkannya, dokter kembali melakukan pemeriksaan dengan MRI untuk lebih detail melihat jaringan lunak pada pergelangan tangan Pak Topo.

Ke esokan harinya Pak Topo kembali lagi ke rumah sakit. Dokter pun mengatakan dengan jelas bahwa ditemukan jaringan saraf yang tertekan atau disebut CTS (carpal tunnel syndrome) yang sudah cukup parah, sehingga dokter menganjurkan untuk dilakukan operasi CTS.

Kemudian Pak Topo pun sedikit meminta penjelasan tentang risiko dan bahayanya operasi CTS serta berapa lama bisa pulih karena Pak Topo harus bekerja secepatnya. Dokter pun menjelaskan dengan singkat bahwa risiko operasi CTS sangat rendah, hanya dilakukan bius lokal, kemudian pasien bisa langsung pulang.

Mendengar penjelasan dokter spesialis bedah tersebut, bisa meyakinkan Pak Topo untuk melakukan operasi CTS, dan kemudian Ia pun menyetujuinya mengingat sakit tangannya sudah sangat mengganggu dan sering kambuh. Sehingga dokter pun menjadwalkan untuk operasi CTS 6 hari kemudian, tepatnya pada hari Senin.

Pada saat waktu operasi telah tiba, Pak Topo pun bergegas menuju rumah sakit jam 8 pagi. Dan kemudian menemui dokter dan mendapat informasi operasi akan dilakukan jam 11 siang. Pada saatnya tiba, Pak Topo pun masuk ke ruang operasi, kemudian pada pergelangan tangan kanannya diberikan anestesi untuk bius lokal. Dan operasi CTS pun dilakukan sekitar 1,5 jam Pak Topo di ruang operasi. Dan kemudian Pak Topo dibawa ke ruang istirahat pasca operasi untuk dipasang splint (alat bantu) di tangannya sebagai penopang agar luka bekas operasi tidak renggang dan bisa pulih dengan cepat.

Sekitar jam 4 sore, Pak Topo pun diperbolehkan pulang dan dianjurkan untuk menunggu luka bekas operasi sembuh dahulu kemudian melakukan terapi CTS di rumah secara mandiri, hingga kondisi tangan bisa berfungsi seperti sedia kala. Butuh waktu hingga 2 bulan hingga kondisi tangan pak Topo pulih dan tidak kambuh kembali.

Pengalaman Sembuh Dari CTS

Pengalaman sembuh dari CTS dialami dan diceritakan Pak Topo dari ulasan diatas. CTS yang dialami Pak Topo sudah sangat parah hingga menimbulkan rasa nyeri yang amat sangat dan sering kambuh sehingga kemudian dilakukan operasi pemotongan ligamen untuk merelease saraf median yang mengalami tekanan.

Pada masa pemulihan, Pak Topo berhenti bekerja sementara karena untuk lebih banyak mengistirahatkan tangannya dari aktivitas berat, dan melakukan terapi ringan pada tangannya setiap hari. Butuh waktu hingga 8 minggu bagi Pak Topo untuk benar-benar memulihkan tangannya dan sembuh dari CTS.

Biaya Operasi Carpal Tunnel Syndrome

Kabar baik untuk peserta BPJS Kesehatan, selama kartu aktif dengan pembayaran iuran rutin setiap bulannya, Anda berhak mendapatkan pelayanan kesehatan baik untuk rawat jalan atau rawat inap, termasuk biaya operasi carpal tunnel syndrome akan ditanggung sepenuhnya oleh BPJS Kesehatan.

Memiliki asuransi kesehatan swasta pun bisa sangat membantu dan meringankan beban finansial kita, ketika sedang mengalami masalah kesehatan. Penggantian biaya asuransi swasta biasanya tergantung dari perjanjian awal yang tertuang dalam polis asuransi.

Biaya operasi CTS di rumah sakit swasta berkisar antara 5-15 juta rupiah, tergantung dari tindakan operasi yang diterapkan, dan obat-obatan serta fasilitas rumah sakit yang diperoleh. Perkiraan biaya tersebut termasuk dengan biaya konsultasi dokter sebelum dan sesudah operasi.

Pasca Operasi CTS

Pasca operasi CTS, tangan pasien akan di bebat dan diberikan alat bantu untuk menopang agar tangan dapat beristirahat hingga sayatan bekas operasi dapat sembuh dengan sempurna. Tindakan lanjutan pasca operasi CTS sesuai dengan anjuran dokter antara lain:

  • Dokter memungkinkan untuk memberikan rujukan agar pasien menjalani perawatan fisioterapi.
  • Melakukan terapi CTS secara mandiri dengan rutin setiap hari.
  • Konsumsi obat antibiotik agar terhindar dari infeksi.
  • Konsumsi obat-obatan ketika tangan terasa nyeri.
  • Mengistirahatkan tangan sementara, dengan tidak melakukan aktivitas berat.

Jika operasi CTS berjalan lancar dan ligamen yang menyebabkan penekanan pada saraf median dapat dipotong dengan baik, maka butuh waktu 4-8 minggu hingga tangan kembali normal, dengan melakukan terapi CTS secara rutin. Ligamen yang dipotong tersebut akan tumbuh kembali dengan sendirinya seiring waktu pemulihan yang cukup.

Fisioterapi Carpal Tunnel Syndrome

Fisioterapi CTS adalah rangkaian terapi fisik untuk membantu pemulihan pasien penderita CTS, dengan dibantu peralatan ultrasound dan laser. Ultrasound diterapkan untuk mempercepat proses pemulihan dengan cara mengarahkan gelombang suara dengan frekuensi tinggi mengarah ke area yang terjadi penekanan saraf. Ini sangat efektif untuk CTS dalam skala ringan hingga sedang.

fisioterapi CTS
Terapi Ultrasound

Selain terapi fisik, seorang physio juga sering menerapkan terapi pijat pada penderita CTS. Dengan melakukan pijatan pada titik-titik meridian yang tepat untuk merelease penekanan pada lorong karpal.

Komplikasi CTS

Meski kemungkinannya kecil, operasi pembedahan endoskopi maupun pembedahan terbuka memiliki risiko komplikasi pasca operasi, antara lain:

  • Terjadinya infeksi pasca operasi.
  • Menyebabkan cabang motorik nervus medianus mengalami cedera.
  • Cedera pada pembuluh arteri.
  • Terjadi kekakuan pada sendi.
  • Gangguan terhadap skar hipertrofik.
  • Reflek tangan berkurang.
  • CTS kambuh kembali.

Pencegahan Carpal Tunnel Syndrome

Meski tak ada cara yang pasti untuk mencegah terjadinya Carpal Tunnel Syndrome (CTS), tetapi ada banyak hal yang bisa dilakukan sebagai perlindungan diri dari timbulnya gejala CTS, antara lain:

  • Pahami kekuatan tangan sendiri, jangan melakukan sesuatu yang melebihi kemampuan tangan.
  • Jangan terlalu memforsir tangan secara terus menerus hingga terjadi over use. Sebaiknya berikan waktu istirahat yang cukup agar tidak terjadi cedera.
  • Lakukan peregangan tangan sebelum melakukan sesuatu.

Labels:

Pengalaman sembuh dari CTS

Related posts:

  1. Pengalaman Operasi Ganglion
  2. Pengalaman Operasi ACL
  3. Pengalaman Operasi Hemangioma
  4. Pengalaman Operasi HNP : Operasi Syaraf Kejepit
  5. Pengalaman Operasi Lipoma
Gratis Jasa Konsultasi Asuransi Gratis Secara Online Jakarta Jabodetabek Indonesia

Related Posts