Pengalaman Operasi FAM : Cerita Pengalaman Fibroadenoma Mammae

Pengalaman Operasi FAM : Cerita Pengalaman Fibroadenoma Mammaeby Vivi Tirtaon.Pengalaman Operasi FAM : Cerita Pengalaman Fibroadenoma MammaePayudara adalah organ paling berharga bagi perempuan yang memberikan keindahan dan manfaat ASI ketika melahirkan dan memiliki anak. Tetapi payudara juga memiliki kerentanan akan adanya kanker yang menyerang, yang mula-mula hanya berbentuk benjolan kecil di bagian payudara. Tidak diketahui penyebabnya, benjolan di payudara bisa tumbuh tanpa adanya gejala apapun yang dirasakan, bisa jadi awal muasal […]
Gratis Jasa Konsultasi Asuransi Gratis Secara Online Jakarta Jabodetabek Indonesia

Payudara adalah organ paling berharga bagi perempuan yang memberikan keindahan dan manfaat ASI ketika melahirkan dan memiliki anak. Tetapi payudara juga memiliki kerentanan akan adanya kanker yang menyerang, yang mula-mula hanya berbentuk benjolan kecil di bagian payudara.

Tidak diketahui penyebabnya, benjolan di payudara bisa tumbuh tanpa adanya gejala apapun yang dirasakan, bisa jadi awal muasal sel kanker bisa juga FAM yang merupakan tumor jinak yang tidak berbahaya.

pengalaman operasi fam

Pengertian FAM (Fibroadenoma Mammae)

FAM atau Fibroadenoma Mammae adalah jenis tumor jinak yang bersarang di salah satu atau kedua bagian payudara perempuan. FAM biasa tumbuh pada bagian payudara wanita yang berusia antara 15-35 tahun. Berbentuk seperti biji pepaya berwarna merah jambu berukuran sekitar 1-2 cm yang tampak tidak menonjol, dan hanya dapat diraba menggunakan sedikit pijatan.

FAM atau Fibroadenoma seringkali tidak menimbulkan gejala apapun kepada penderita karena ini merupakan jenis tumor jinak yang tidak berbahaya, tetapi dalam kasus tertentu bisa juga tumbuh lebih besar ketika sedang hamil, dan bisa mengecil dengan sendirinya ketika masuk masa menopause pada perempuan.

Penyebab FAM

Penyebab fibroadenoma tidak diketahui secara pasti, tetapi kebanyakan diderita oleh perempuan yang berusia mulai matang sistem reproduksinya, sehingga muncul beberapa perkiraan yang bisa menyebabkan adanya FAM, antara lain:

  • Konsumsi obat-obatan kontrasepsi sebelum usia 20 tahun dipercaya dapat menyebabkan FAM.
  • Wanita yang sedang hamil punya risiko lebih besar FAM.
  • Sedang menjalani terapi hormon.

Gejala FAM

Seringkali FAM tidak menimbulkan gejala apapun, dan perempuan bahkan tidak menyadari ketika ada benjolan FAM di bagian payudaranya. Kecuali diperiksa sendiri dengan cara memijit secara memutar bagian payudara baik kanan maupun kiri secara merata, jika ada benjolan yang teraba, maka bisa dipastikan itu adalah FAM.

Gambar FAM

gambar fam
beda fam dengan kista

Pengobatan FAM (Fibroadenoma Mammae)

Jika tidak memberikan dampak apapun, Fibroadenoma biasanya tak memerlukan obat khusus tetapi jika ada perubahan dan membuat khawatir penderitanya, maka harus segera konsultasikan ke dokter, khususnya jika penderita dalam keluarganya memiliki riwayat kanker payudara.

Dokter biasanya sekali mendeteksi bisa langsung tahu apakah perlu diangkat atau tidak. Tetapi kebanyakan dokter akan melakukan operasi untuk mengangkat fibroadenoma untuk mengurangi risiko yang bisa membahayakan dan menghilangkan rasa cemas berlebih yang akan berdampak buruk kepada penderitanya.

Tindakan tata laksana pengangkatan fibroadenoma biasanya dilakukan dengan dua cara yaitu:

  • Lumpektomi, yaitu operasi dengan sayatan mikro dibagian payudara untuk pengangkatan benjolan.
  • Krioterapi, merupakan tindakan penghancuran sel fibroadenoma menggunakan nitrogen atau gas argon..

Setelah dilakukan pengangkatan FAM, sebaiknya dilakukan pemeriksaan biopsi di laboratorium untuk mendapatkan kejelasan tentang sel jaringan yang sudah diangkat apakah hanya FAM atau jaringan kanker yang mungkin bisa muncul kembali.

Cerita Pengalaman Operasi FAM (Fibroadenoma Mammae)

Ini adalah cerita dari Anita 5 tahun lalu, ketika dia masih berusia 18 tahun dan ingin pergi menjadi tenaga kerja wanita ke luar negeri. Selanjutnya penulis akan memposisikan diri sebagai Anita, agar cerita pengalaman operasi FAM yang dijalaninya bisa tersampaikan dan mudah dipahami.

Saya adalah Anita, yang ingin terbang ke Hongkong sebagai TKW. Tekad bulat untuk menjadi TKW dilaksanakan melalui pendaftaran ke sebuah PT PBM, di sebuah kota di Jawa Tengah. Saya sudah mengikuti pendidikan bahasa Hongkong kurang lebih 6 bulan tinggal berdesakan di mess yang disediakan oleh PT bersama dengan puluhan orang lainnya.

Pendidikan bahasa dan tata cara menjadi TKW yang baik selesai dijalani, kemudian tibalah saatnya untuk melakukan medical check up di sebuah klinik. Setiap orang berbaris untuk mendapatkan giliran pemeriksaan fisik oleh dokter.

Ketika giliran saya masuk ke ruang pemeriksaan, bersama dengan 5 orang teman lainnya. Ketika dipersilahkan masuk, dokter nya seorang pria yang menggunakan kaos tangan menyuruh kami untuk membuka pakaian, tentu sangat malu sekali karena ini adalah pengalaman pertama untuk membuka baju di depan orang lain. Baju dan bra dilepas, termasuk celana. Sehingga saya waktu itu hanya menggunakan celana dalam saja.

Ketika sudah mengenakan celana dalam, dokter kemudian memeriksa kami satu persatu, menyuruh saya memutar badan dan berbalik kembali, kemudian dokter meraba payudara menggunakan ibu jarinya menekan nekan payudara, muka saya memerah karena malunya luar biasa.

Beberapa saat berpindah ke orang lain memeriksa seluruh bagian fisik. Tetapi dokter kembali menekan payudara saya dengan berbolak balik dan kemudian menyuruh orang lain keluar kecuali saya.

Dokter lalu mengatakan kamu ada benjolan di payudara sehingga dinyatakan tidak lolos medical. Betapa terkejutnya saya seolah-olah hidup ini hancur, karena takut sekali apalagi apa yang dicita-citakan selama ini gagal. Saya menangis di depan dokter dan dokter menenangkan saya, dengan mengatakan tenang, benjolan itu bisa diobati, dan bisa mendaftar kembali setelah sembuh.

Kemudian saya pulang kampung dan memeriksakan apa yang terjadi dengan benjolan di payudara saya ini. Dengan rasa penuh was-was, saya mengunjungi rumah sakit Aprilia yang ada dikota ku. Kemudian saya menceritakan apa yang diceritakan dokter klinik tentang benjolan yang ada di paydara sebelah kanan saya ini. Kemudian dokter menyuruh saya untuk berbaring di ruang pemeriksaan, dan suster menyuruh saya membuka baju, hingga bertelanjang dada. Dokter menggunakan ibu jarinya mengitari payudara kanan saya dengan memijit halus, dan dengan cepat mengetahui tentang benjolan di payudara.

Benjolan di payudara kanan saya ini tidak nampak menonjol, karena hanya bisa dirasakan melalui pijatan kecil ibu jari, seperti yang dilakukan dokter. Lalu dokter mengatakan, ini adalah tumor jinak payudara, dan tidak berbahaya. Benjolan ini disebut fibroadonema atau FAM yang biasa terjadi pada perempuan muda. Hati saya mulai tenang, setelah mendengar penjalasan dokter.

Kemudian saya dijadwalkan untuk menjalani serangkaian tes USG dan Rontgen untuk memastikan bahwa benjolan tersebut adalah FAM. Di hari berikutnya saya diharuskan datang kembali oleh dokter sebelum dilakukan operasi pengangkatan benjolan tersebut. Ketika saya datang ke esokan harinya, suster langsung membawa saya ke ruangan pemeriksaan USG dan rontgen, hanya butuh waktu 15 menit saja untuk menjalani tes tersebut.

Meski FAM tidak berbahaya tetapi saya dijadwalkan oleh dokter untuk melakukan operasi FAM agar supaya lolos medical check up untuk pemberangkatan ke luar negeri. Setelah selesai, saya diberikan resep dan mengantri ke kasir, untuk membayar biaya konsultasi dan obat-obatan pemeriksaan pertama ini, sebesar 500 ribu.

Dua hari kemudian, saya datang bersama kedua orang tua untuk menemani dan menunggui saya menjalani operasi FAM di rumah sakit Aprilia. Operasi FAM dijadwalkan jam 1 siang, tetapi antrian sangat panjang waktu itu, hingga masuk pukul 5 sore baru saya mendapat giliran. Dengan perasaan was-was, kemudian saya masuk ke ruang operasi, sementara orang tua menunggu di luar.

Suster dengan cekatan membantu saya melepaskan pakaian, dan dokter pun menyuntikan bius lokal di bagian atas payudara, dan payudara saya dicubit sedikir dan dokter menanyakan apakah terasa. Saya jawab tidak terasa, kemudian operasi pun dilakukan dalam keadaan saya masih sadar, hanya melihat ke atas saja.

Ketika pisau bedah menyayat bagian payudara, sama sekali tidak terasa sakit, kemudian selang 20 menit dokter menunjukkan benda hitam kecil mirip biji pepaya, ternyata itulah yang bersarang di payudara dan disebut FAM.

Setelah jahitan selesai, saya melihat terdapat sayatan kecil di bagian atas payudara kanan saya, yang sudah ditutup perban, dan sedikit terasa nyeri ketika saya berjalan. Saya waktu itu hanya beristirahat sebentar di ruangan operasi dan tidak menjalani rawat inap, karena dokter langsung membolehkan saya untuk pulang.

Jam 6 sore, saya dibolehkan pulang untuk menjalani pemulihan di rumah, karena sayatan kecil tidak berbahaya sehingga tidak mengharuskan saya untuk menjalani rawat inap. Orang tua mengurus administrasi, dan membayar biaya operasi FAM sebesar 1,5 juta rupiah.

Ketika sudah di rumah untuk masa pemulihan saya tidak bisa melakukan apa-apa yang membutuhkan tenaga, hanya untuk berbicara keras saja jahitan terasa tertarik dan merasakan nyeri. Setidaknya butuh waktu satu setengah bulan hingga luka bekas operasi benar-benar kering dan saya sudah bisa melakukan aktivitas seperti biasa.

Pengalaman Setelah Operasi FAM / Pengalaman Pasca Operasi FAM

Setelah operasi pengangkatan FAM, yang tidak berbahaya tidak menimbulkan efek samping apapun. Pastikan bahwa sayatan bekas operasi kering baik bagian dalam maupun luar sehingga tidak menimbulkan infeksi.

Setelah Anita sembuh total pasca operasi FAM, dia kembali mendaftarkan dan langsung menjalani medical check up sebagai syarat pemberangkatan ke luar negeri, hasilnya sangat menggembirakan. Anita dinyatakan “Fit”, dan lolos medical check up.

Pengalaman Operasi FAM di RS Hermina

Kisah pengalaman operasi FAM di RS Hermina dialami oleh Dinda, yang secara singkat diceritakan berdasarkan kronologis sebagai berikut:

  • Pada 4 April 2017, ditemukan 2 benjolan pada payudara sebelah kanan, lebih dekat ke ketiak.
  • Pada 8 April 2017, Dinda bercerita kepada kekasihnya, dan menyuruh Dinda untuk periksa ke dokter, karena ada riwayat saudara perempuan yang meninggal karena kanker. Sehingga sore itu juga langsung periksa ke dokter umum. Dokter umum memeriksa dan mendeteksi kemungkinan besar adalah FAM, kemudian meresepkan obat, dan mengatakan jika tidak hilang 2 minggu kedepan maka segeralah periksa ke dokter bedah.
  • Pada 22 April 2017, Dinda meraba benjolan yang tak kunjung hilang, malah sedikit bergeser ke bagian dekat puting, sehingga Dinda segera pergi bersama kekasihnya untuk periksa ke dokter spesialis bedah. Dokter memeriksa dengan teliti bagian benjolan dan prediksi pun sama seperti dokter sebelumnya yaitu FAM. Kemudian dokter menjadwalkan ke esokan harinya untuk dilakukan USG dan rontgen.
  • Pada 23 April 2017, pemeriksaan USG dan rontgen dilakukan di rumah sakit dengan rujukan dokter spesialis. Karena menggunakan BPJS, jadi harus antri lama untuk mendapat giliran.
  • Pada 25 April, Dinda menjalani rawat inap sebagai persiapan awal sebelum operasi dengan perintah puasa terlebih dahulu sebelum besoknya dilakukan operasi FAM.
  • Pada 26 April, pagi jam 9 suster membawa Dinda ke kamar tunggu sebelum operasi dilakukan, kemudian tiba giliran operasi, Dinda dibius total hingga tak sadarkan diri, dan ketika sadar sudah di kamar rawat inap, dan langsung merasakan sakit di bagian dada bekas sayatan.
  • Pada 28 April 2017, Dinda diperbolehkan pulang, hanya menjalani rawat inap 2 hari pasca operasi. Seluruh biaya ditanggung BPJS Kesehatan, sehingga pasien tak mengeluarkan biaya sedikitpun.

Pengalaman Operasi FAM di Yogyakarta

Ini adalah pengalaman Nita yang menjalani operasi FAM di RS PKU Muhammadiyah Gamping, Yogyakarta. Dengan detail kronologi sebagai berikut:

14 Januari 2017, Nita sedang menjalani program hamil, dan setelah pemeriksaan SADARI (periksa payudara sendiri), Nita menemukan satu benjolan di bagian dada kanan.

20 Januari 2017, Nita memeriksakan diri ke dokter onkologi, atas saran dari dokter kandungan.

23 Januari 2017, Pemeriksaan dokter onkologi dilakukan dan dengan dugaan fibroadenoma mammae, sehingga perlu dilakukan tes lebih lanjut.

24 Januari 2017, Tes EKG, darah, rontgen dan USG dilakukan untuk memastikan benjolan tersebut adalah FAM.

25 Januari, diputuskan untuk operasi jam 7 malam, dan siangnya sudah menjalani rawat inap untuk persiapan dan berpuasa selama 6 jam. Ketika operasi, Nita dibius total dan tak sadarkan diri, dan ketika sadar sudah di ruang rawat inap.

26 Januari 2017, Nita masih istirahat pemulihan di kamar rawat inap.

27 Januari 2017, Nita sudah diperbolehkan pulang, dan menjalani rawat jalan, kata dokter perban tidak perlu diganti setiap hari.

3 Februari 2017, Nita kembali ke rumah sakit untuk kontrol, dan benang jahit operasi fam sudah bisa dilepas, dan rasanya memang sudah tidak sakit.

10 Februari 2017, Nita kembali kontrol dokter dan sudah dinyatakan benar-benar sembuh luka bekas operasi. Seluruh biaya operasi ditanggung oleh BPJS Kesehatan, sehingga Nita tidak mengeluarkan uang sepeserpun.

Pengalaman Operasi FAM Dengan BPJS

Pengalaman operasi FAM dengan BPJS diceritakan oleh Dinda yang sukses mengangkat FAM sebesar 1,1 cm di bagian dada kanannya. Seluruh biaya operasi dan rawat inap selama 3 hari ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

Jahitan Operasi FAM

Operasi FAM dilakukan dengan hanya tindakan ringan berupa sayatan di bagian ditemukan benjolan FAM. Sayatan operasi sekitar 4 cm memanjang ke samping atau horizontal dengan jahitan operasi FAM sangat rapi tetapi akan menimbulkan bekas sayatan yang tidak hilang bertahun tahun.

Efek Samping Operasi Tumor Jinak Payudara

Setiap tindakan operasi tentu ada efek samping, beberapa efek samping operasi tumor jinak payudara antara lain:

  • Adanya bekas sayatan di bagian payudara yang di operasi, sehingga mengurangi keindahan payudara.
  • Bentuk yang berubah, biasanya puting tertarik ke dalam.
  • Butuh waktu pemulihan yang lebih lama, sekitar 1 bulan untuk normal kembali.
  • Dari pengalaman kebanyakan orang, tenaga berkurang ketika angkat beban berat.

Bahaya FAM Jika Tidak Dioperasi

FAM pada umumnya tidak membahayakan kecuali benjolan tersebut adalah kanker yang bisa memberikan dampak nyeri dan cepat membesar. Jika hanya benjolan fibroadenoma maka kecil kemungkinan akan memberikan dampak buruk bagi penderitanya, kecuali rasa cemas berlebihan yang bisa membuat penderita stress, sehingga lebih baik dilakukan operasi untuk pengangkatan FAM.

Pengalaman FAM Bisa Sembuh Tanpa Operasi

Pada dasarnya FAM bisa sembuh tanpa operasi karena tergolong tumor jinak yang tidak berbahaya apabila tidak menimbulkan gejala apapun dan benjolan FAM tidak menjalar atau membesar. Bahkan kebanyakan perempuan yang memiliki FAM tidak menyadarinya hingga masuk masa menopause yang akan mengecil dengan sendirinya.

Komplikasi FAM

Karena merupakan tumor jinak yang tidak membahayakan, FAM tidak menimbulkan komplikasi apapaun terhadap bagian tubuh, kecuali penderita memiliki riwayat penyakit kanker, dan benjolan itu bisa berkembang dan berubah menjadi kanker, maka perlu tindakan medis yang lebih cepat untuk dilakukan pengangakatan FAM.

Pencegahan FAM

Karena tidak diketahui penyebab pasti terjadinya FAM, tetapi menerapkan gaya hidup sehat dipercaya akan menghindarkan dari segala penyakit. Konsumsi makanan yang sehat, tidak mengandung MSG, serta berolahraga teratur akan meningkatkan daya tahan tubuh.

Bagi kaum wanita, harus melakukan pemeriksaan dini terhadap payudaranya, khususnya ketika sedang menstruasi dengan cara dan langkah berikut:

  • Amati payudara dengan seksama di depan cermin, perhatikan bagian-bagian yang tidak sama dan mengalami perubahan.
  • Cubit bagian kedua puting, apakah ada keluar cairan seperti ASI.
  • Pijat perlahan payudara memutar di kedua bagian payudara, jika ditemukan benjolan maka harus dikontrol terus menerus, jika menimbulkan gejala, seperti nyeri atau membesar dengan cepat, segerakan periksa ke dokter.

Related posts:

  1. Pengalaman Operasi Wasir : Operasi Ambeien
  2. Pengalaman Operasi Angkat Rahim : Operasi Pengangkatan Rahim – Histerektomi
  3. Pengalaman Operasi Kelenjar Getah Bening : Lymphoma / Limfoma
  4. Pengalaman Operasi Tiroid : Operasi Kanker Tiroid – Operasi Kelenjar Tiroid – Operasi Kelenjar Gondok
  5. Pengalaman Operasi Hernia
Gratis Jasa Konsultasi Asuransi Gratis Secara Online Jakarta Jabodetabek Indonesia