Pengalaman Operasi Fistula Ani

Pengalaman Operasi Fistula Aniby Vivi Tirtaon.Pengalaman Operasi Fistula AniMendengar kata fistula ani tentu sangat asing ditelinga masyarakat, karena memang penyakit ini jarang diketahui, tetapi sering juga mendera terutama kaum pria yang lebih memiliki risiko tinggi terkena fistula ani. Ada berbagai faktor yang menyebabkan terjadinya fistula ani, baik karena cedera, infeksi, hingga efek samping dari operasi yang pernah dijalani disekitar area anus atau usus […]
08988234527 Gratis Jasa Konsultasi Asuransi Gratis Secara Online Jakarta Jabodetabek Indonesia

Mendengar kata fistula ani tentu sangat asing ditelinga masyarakat, karena memang penyakit ini jarang diketahui, tetapi sering juga mendera terutama kaum pria yang lebih memiliki risiko tinggi terkena fistula ani.

Ada berbagai faktor yang menyebabkan terjadinya fistula ani, baik karena cedera, infeksi, hingga efek samping dari operasi yang pernah dijalani disekitar area anus atau usus besar. Pelajari lebih lanjut tentang fistula ani, termasuk pengalaman operasi fistula ani dari seseorang yang mungkin bisa memberikan gambaran tentang penanganan bagi penyakit yang Anda juga sedang alami.

pengalaman operasi fistula ani

Pengertian Fistula Ani

Fistula ani adalah penyakit yang terjadi atas terbentuknya lubang baru (fistula) dari usus besar dan kulit di area dubur atau anus.

Tubuh memproduksi cairan untuk memperlancar buang air besar. Ketika seseorang terus menahan buang air besar dan lalu tetap beraktivitas, maka cairan pelancar tersebut terus mencari jalan baru, dan kemudian cairan itu membasahi lubang baru tersebut. Selain itu, terjadinya infeksi dari kotoran (feses) yang berada di dubur juga dapat memicu terjadinya fistula ani. Infeksi berkembang hingga membentuk benjolan yang isinya nanah di sekitar anus.

Jika fistula ani terbentuk, maka akan disertai rasa nyeri dan bengkak serta bau yang sangat menyengat dari keluarnya nanah bersamaan dengan ketika sedang buang air besar. Pria memiliki risiko lebih besar terserang penyakit fistula ani.

Gejala Fistula Ani

Setiap penderita fistula ani, pada awalnya akan muncul beberapa gejala sebagai berikut:

  • Dubur atau anus terasa nyeri ketika beraktivitas baik ketika duduk, buang air besar, dan sebagainya.
  • Area sekitar anus akan terasa gatal karena terjadi iritasi pada kulit. Kemudian membengkak dan kemerahan.
  • Buang air besar disertai darah.
  • Nanah keluar dari area anus, dengan bau menyengat.
  • Kesulitan buang air besar, dan sering tak terkendali.

Penyebab Fistula Ani

Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya fistula ani, antara lain:

  • Adanya jamur di sekitar anus.
  • Efek samping dari operasi terkait anus.
  • Terjadinya cedera pada anus (jatuh terduduk).
  • Adanya penyakit diabetes melitus.
  • Tertular penyakit seksual seperti lymphogranuloma venereum.
  • Infeksi bakter karena kotoran di sekitar anus.
  • Adanya kelainan usus besar.
  • Melakukan kegiatan seksual melalui anal.

Apakah Penyakit Fistula Ani Menular

Berdasarkan penelitian, penyakit fistula ani tidak menular karena bukan berasal dari virus. Meski ada salah satu faktor yang menyebabkan fistula ani, yaitu penularan penyakit seksual semacam granuloma venereum, tetapi tidak secara spesifik menularkan fistula ani.

Gambar Fistula Ani

operasi fistula ani
gambar fistula ani

Pengobatan Fistula Ani

Dokter akan melakukan diagnosa tentang penyakit fistula ani dengan cara menekan area anus atau memasukkan alat ke area dubur semisal proktoskopi yang diujungnya terdapat lampu agar dapat melihat secara jelas kondisi dubur penderita.

Jenis Operasi Fistula Ani

Untuk mengatasi masalah fistula ani, dokter akan menerapkan tindakan pembedahan atau operasi. Beberapa operasi yang umum diterapkan dokter diantaranya:

1. Fistulotomi

Prosedur fistulotomi diterapkan untuk membuka dan membersihkan area kulit dengan sayatan kecil yang berisi nanah, kemudian dibiarkan tetap terbuka agar luka dapat sembuh lebih cepat secara alami.

2. Penyumbatan fistula

Fistula ani akan disumbat setelah nanah dibersihkan. Penyumbatan dengan material khusus yang dapat terserap tubuh, sehingga lubang fistula akan menutup.

3. Pemasangan seton

Pemasangan seton (sejenis benang) paling umum dilakukan untuk mengatasi fistula ani. Seton akan dipasang di saluran fistula untuk memudahkan membersihkan abses dan nanah, dengan membentuk simpul yang dapat di kencangkan atau di kendorkan untuk menutup saluran fistula yang terbentuk. Ketika fistula sudah tertutup, maka benang seton akan di lepas. Biasanya seton dipasang selama 4-6 minggu.

4. Pemasangan jaringan (advancement flap procedure)

Dokter akan menerapkan prosedur ini apabila fistula telah melalui otot sphincter. Fistula akan dibersihkan dengan pembedahan, lalu setelah selesai fistula tersebut ditambal dengan jaringan baru yang diambil dari ujung usus besar (rektum), karena memiliki kemiripan dengan otot sfingter.

5. Pengikatan saluran fistula atau prosedur LIFT

Selain melakukan penambalan dengan jaringan, jika fistula melewati otot sphincter, prosedur pengikatan dapat diterapkan untuk menutup saluran fistula dengan cara dijahit, setelah dilakukan pembedahan untuk pembersihan abses nanah.

Pengalaman Operasi Fistula Ani BPJS

Cerita pengalaman operasi fistula ani dialami oleh Agus Setiawan, pria yang baru berusia 30 tahun asal Jawa Tengah, yang kesehariannya bekerja sebagai sopir truk.

Jika tidak salah ingat, awal mula penyebab terjadinya fistula ani ini mungkin 10 tahun lalu, tepatnya tahun 2010, dimana Ia ketika itu sedang naik tangga alumunium untuk mengecat dan tangga tersebut patah lalu Agus jatuh terduduk, tidak tinggi hanya sekitar 2 meter saja, tetapi jatuh dengan terduduk sempat membuatnya kesulitan bernafas sebentar, lalu bangkit lagi dan melanjutkan mengecat.

Dua atau tiga hari berikutnya bagian dubur terasa sakit, tetapi tidak dianggap serius karena Ia berpikir mungkin akan sembuh sendiri. Lama-kelamaan tak kunjung membaik bahkan terasa sakit yang teramat sangat, hingga kemudian Agus pun membeli obat-obatan wasir, pelancar BAB, dan pereda nyeri.

Sakit mereda dan kambuh kembali berbulan-bulan dibiarkan hingga 5 tahun kemudian ketika buang air besar terasa seperti ada cairan yang keluar dari dubur, tetapi dari lubang sebelahnya, dan Ia berpikir mungkin bisulan. Dan anehnya ketika dibawa aktivitas seperti olahraga dan bekerja, sakitnya seperti hilang dan berasa normal, sehingga Ia pun mengabaikannya.

Setelah pulang bekerja dan istirahat justru sakit di dubur kembali kambuh, dan ketika buang angin bahkan ada seperti ada angin yang keluar dari lubang lain. Meski sangat mengganggu tetapi karena sakit itu berada di dubur, Agus merasa malu untuk pergi ke dokter, jadi Ia terus berusaha mandiri membeli obat-obatan untuk bisul, wasir atau ambeien di apotik.

Hingga awal tahun 2020, sakit di dubur itu belum juga sembuh. Malah semakin menyakitkan. Hingga suatu ketika keluar nanah yang sangat bau menyengat di area dubur dan disertai rasa nyeri yang tak tertahankan, sehingga Ia pun akhirnya pergi ke dokter umum. Setelah pemeriksaan, dokter umum pun tak begitu paham apa penyakitnya, dan dokter tersebut kemudian memberikan rujukan untuk periksa ke dokter spesialis yang menangani saluran pencernaan (bedah digestif).

Saat itu juga, Agus langsung berangkat menuju dokter spesialis yang di tunjukan oleh dokter umum tersebut. Setelah sampai dan mendapat giliran periksa, Agus pun bercerita tentang keluhannya, dan dokter memeriksa kondisi anus Agus, dan setelah selesai, dokter mengatakan bahwa Agus terkena penyakit fistula ani. Nah, Agus pun baru dengar nama penyakit itu dan kemudian dokter menjelaskan lebih lanjut.

Singkatnya fistula ani itu lanjutan dari abses perianal yang mengalami infeksi dari kelenjar mukosa anus (yang memproduksi cairan pelancar buang air besar). Ketika abses pecah dan mengeluarkan nanah, timbulah saluran baru yang disebut fistula ani.

Karena kondisi yang sudah parah karena dibiarkan berlarut-larut yang sudah sangat mengganggu, kemudian dokter pun menganjurkan untuk operasi fistula ani tiga hari kemudian di rumah sakit umum. Karena dokter spesialis itu memang bekerja di rumah sakit umum jika pada pagi hingga jam 2 siang. Dan selepas petang, Ia buka praktek di rumah.

Dan untuk mengetahui lebih lanjut tentang kondisi anus di bagian dalam pasien, dokter pun memberikan rujukan untuk pemeriksaan MRI di rumah sakit umum. Sebagai pemeriksaan pendahuluan sebelum dilakukan operasi dan untuk menentukan teknik operasi apa yang akan diterapkan untuk mengatasi fistula ani nantinya.

Ke esokan harinya, Agus mengantri di rumah sakit umum berbekal kartu BPJS Kesehatan dan surat rujukan dari dokter. Datang jam 8 pagi, Agus pun mendapatkan nomor antrian 86. Ketika tiba gilirannya, Agus pun bertemu dengan dokter spesialis yang menanganinya semalam, dan lanjut untuk pemeriksaan MRI, sekaligus pemeriksaan darah dan tensi.

Esok hari hasilnya pun keluar dan tidak ditemukan masalah gula darah dan tensi yang normal, sehingga operasi pun akan dilakukan sesuai jadwal esok hari jam 1 siang. Tidak memerlukan rawat inap, sehingga Agus pun tak mengurus kamar rawat inap.

Agus pun datang kembali ke rumah sakit jam 9 pagi, untuk mengantri dan menunggu giliran operasi. Sekitar jam sebelas, Agus pun dibawa ke ruang persiapan operasi dan ditimbang serta di tensi kembali, Ia pun kemudian disuruh berbaring dan beristirahat sebelum operasi fistula ani dilakukan.

Ketika waktu operasi telah tiba, Ia pun hanya menggunakan pakaian operasi yang tipis dan disuruh tengkurap, dan kemudian disuntik di bagian tulang belakang, hingga Ia merasa bagian pinggul kebawah tak berasa alias mati rasa, dan Ia pun tertidur.

Tak berasa ketika operasi, dan Agus baru bangun sekitar jam 14.30 di ruang persiapan operasi. Dan sorenya Ia pun diperbolehkan pulang. Operasi fistula ani dengan BPJS, sehingga Agus pun tak dikenakan biaya sepeserpun.

Luka Bekas Operasi Fistula Ani

Ketika Agus pulang, Ia pun dibekali obat-obatan yang diresepkan dokter. Dan suster pun memberitahukan cara-cara merawat luka bekas operasi fistula ani, sebagai berikut:

  • Pada area anus harus terlindung dengan bantalan, sehingga Ia pun menggunakan pampers dewasa selama masa penyembuhan.
  • Banyak makan buah berserat tinggi, seperti pepaya dan pisang.
  • Area anus harus sering direndam dengan air hangat.
  • Selalu menjaga kebersihan area anus.
  • Konsumsi obat-obatan yang diresepkan dokter sesuai aturan minum.

Luka bekas operasi fistula ani yang dialami Agus sembuh total dalam waktu kurang dari satu bulan. Setelah sembuh, Agus pun bisa beraktivitas normal dan tak pernah merasakan sakit atau kekambuhan kembali.

Pantangan Pasca Operasi Fistula Ani

Beberapa pantangan yang harus dihindari pasca operasi fistula ani, antara lain:

  • Jangan makan makanan yang pedas.
  • Hindari makanan berlemak dan berkolesterol tinggi, selama masa penyembuhan.
  • Jangan duduk di area yang keras.

Cara BAB Setelah Operasi Fistula Ani

Sesuai dengan anjuran dokter, berikut cara BAB setelah operasi fistula ani:

  • Pebanyak memakan buah-buahan yang berserat tinggi.
  • Konsumsi obat pencahar agar feses lunak dan tidak sakit ketika BAB setelah operasi fistula ani.
  • Siapkan air hangat untuk membersihkan area anus setelah BAB.
  • Jangan mengejan berlebihan ketika BAB.
  • Pastikan kebersihan area anus agar terhindar dari infeksi.

Penyebab Fistula Ani Kambuh

Beberapa hal yang menjadi faktor penyebab fistula ani kambuh, antara lain:

  • Tidak menjaga kebersihan area anus.
  • Terlalu lama menahan BAB.
  • Kesalahan teknis ketika operasi.

Biaya Operasi Fistula Ani Di Penang

Berdasarkan pengalaman seseorang yang pernah bekerja sebagai TKI di Malaysia, dan kebetulan Ia pernah menjalani operasi fistula Ani di rumah sakit Pantai Hospital, Penang pada tahun 2015. Bahwa biaya operasi fistula ani di Penang sebesar 12000 RM. Jika di kurs rupiah, maka biayanya sekitar 42 juta rupiah.

Biaya tersebut sudah termasuk konsultasi dokter dan obat-obatan. Karena operasi tersebut dilakukan pada 2015, tentu ada perbedaan harga di tahun 2020. Jadi, persiapkan biaya yang lebih banyak dari perkiraan untuk biaya berbagai keperluan selama ada di Malaysia.

Biaya Operasi Fistula Ani Di Rumah Sakit Swasta

Biaya operasi fistula ani di rumah sakit swasta tentu akan berbeda-beda tergantung dari fasilitas yang dimiliki rumah sakit, dan teknik operasi yang di terapkan. Karena jika fistula ani yang kompleks terkait dengan otot sphincter maka dibutuhkan tindakan khusus. Dan sekarang ini tersedia operasi fistula ani dengan teknologi laser (FILAC).

Biaya operasi fistula ani berkisar antara 7-15 juta rupiah, jika dilakukan tanpa BPJS Kesehatan. Jika ingin mendapatkan pelayanan yang bagus dan tidak perlu antrian panjang, maka membeli polis asuransi kesehatan swasta bisa menjadi pilihan terbaik.

Komplikasi Fistula Ani

Meski bukan tergolong operasi besar, pembedahan di area anus juga dapat menimbulkan komplikasi, meski peluangnya sangat kecil. Komplikasi fistula ani diantaranya:

  • Infeksi pada bekas sayatan.
  • Fistula ani kambuh kembali.
  • Gangguan pencernaan bawah (Crohn Desease).
  • Penyempitan anus.
  • Sulit mengontrol buang air besar.

Pencegahan Fistula Ani

Agar terhindar dari risiko terjadinya penyakit fistula ani, tindakan pencegahan dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

  • Hindari makan pedas dan berlemak.
  • Perbanyak makan sayuran dan buah-buahan yang berserat.
  • Jangan sering menahan buang air besar.
  • Jaga kebersihan area anus setiap saat.
  • Jangan duduk dengan alas yang keras dalam waktu lama.
  • Lakukan diet apabila mengalami obesitas.

Labels:

fistula ani, Penyembuhan Fistula Ani Dengan Metode LIFT, Biaya operasi fistula ani

Related posts:

  1. Pengalaman Operasi Wasir : Operasi Ambeien
  2. Pengalaman Operasi Kanker Usus Besar
  3. Pengalaman Operasi GERD : Pengalaman Operasi Lambung
  4. Pengalaman Operasi Usus Buntu
  5. Pengalaman Operasi Hernia
Gratis Jasa Konsultasi Asuransi Gratis Secara Online Jakarta Jabodetabek Indonesia

Related Posts