Pengalaman Operasi Ganglion

Pengalaman Operasi Ganglionby Vivi Tirtaon.Pengalaman Operasi GanglionHampir semua orang di luar dunia kedokteran sangat asing mendengar kata ganglion. Ganglion merupakan kista atau tumor jinak yang berupa benjolan yang letaknya di bagian tendon atau persendian (yang menghubungkan otot dan tulang). Benjolan ganglion mirip jeli yang lunak dan seperti kantong yang di isi cairan sinovial. Meskipun benjolan ganglion tidak berbahaya, tetapi benjolan ini […]
08988234527 Gratis Jasa Konsultasi Asuransi Gratis Secara Online Jakarta Jabodetabek Indonesia

Hampir semua orang di luar dunia kedokteran sangat asing mendengar kata ganglion. Ganglion merupakan kista atau tumor jinak yang berupa benjolan yang letaknya di bagian tendon atau persendian (yang menghubungkan otot dan tulang). Benjolan ganglion mirip jeli yang lunak dan seperti kantong yang di isi cairan sinovial.

Meskipun benjolan ganglion tidak berbahaya, tetapi benjolan ini sangat mengganggu, apalagi jika terletak di siku atau pergelangan tangan, menjadikan penampilan sangat tidak menarik. Benjolan ganglion bisa berukuran kecil seperti kacang, dan bisa juga membesar seperti bola golf yang menempel di tendon.

pengalaman operasi ganglion

Pengertian Ganglion

Ganglion adalah tumor jinak yang berupa benjolan yang tumbuh di tendon atau persendian. Meski bisa saja tumbuh di area lain seperti punggung, kaki, tetapi benjolan ganglion paling sering muncul di pergelangan tangan dan siku.

Ganglion bisa terjadi karena adanya kebocoran dari pembungkus cairan sendi (sinovial). Cairan tersebut berfungsi sebagai pelumas persendian, jika terjadi kebocoran maka cairan tersebut akan mengisi area disekitar pergelangan dengan membentuk gelembung di bawah kulit, sehingga muncul benjolan yang berisi cairan sinovial tersebut.

Gejala Ganglion

Untuk membedakan ganglion dengan bisul, kutil, atau penyakit kulit lainnya, berikut karakteristik dari benjolan ganglion:

  • Benjolan ganglion bertekstur kenyal dan lunak.
  • Biasanya membentuk bulatan, seperti bola.
  • Benjolan ganglion bisa hilang dan timbul kembali.
  • Jika benjolan makin besar, maka akan menyebabkan rasa nyeri ketika bergerak.

Penyebab Ganglion

Berdasarkan penelitian, penyebab ganglion tidak diketahui pasti, tetapi ada berbagai faktor yang bisa memicunya, antara lain:

  • Memiliki riwayat cedera tendon atau persendian.
  • Terlalu banyak tekanan di bagian tendon, seperti berlatih menahan atau menopang badan.
  • Terjatuh, yang mengakibatkan tendon mengalami benturan hebat.

Gambar Ganglion

gambar ganglion
operasi ganglion siku

Pengobatan Ganglion

Tidak ada obat yang secara spesifik untuk menghilangkan benjolan ganglion. Tetapi jika benjolan ganglion sudah berukuran besar dan menimbulkan rasa nyeri, dokter akan menyarankan untuk dilakukan operasi pengangkatan kista ganglion.

Metode Operasi Ganglion

Untuk mengangkat kista ganglion, dokter pada umumnya menggunakan metode operasi berikut:

1. Drainase

Prosedur operasi drainase dilakukan dengan cara membuat sayatan kecil pada benjolan ganglion. Pasien akan diberikan anestesi umum sebelum dilakukan operasi. Operasi drainase akan mengambil seluruh isi cairan benjolan drainase. Kemudian menjahit kembali bekas sayatan, dan menutupnya dengan kasa. Kelemahan metode ini adalah munculnya kembali benjolan ganglion.

2. Aspirasi jarum halus

Untuk mengurangi risiko, dan pemulihan yang cepat, penggunaan jarum halus akan dilakukan dokter untuk mengambil cairan di dalam benjolan. Namun metode ini memiliki risiko kekambuhan sangat tinggi.

3. Operasi bedah terbuka

Operasi kecil untuk mengangkat kista ganglion diperlukan anestesi total, dengan pembedahan untuk memperbaiki jaringan tendon dan mengambil cairan dalam tendon, agar kista ganglion tidak kambuh kembali.

Apakah Kista Ganglion Harus Dioperasi ?

Tidak. Jika kondisi benjolan tidak besar dan tidak mengganggu serta tidak menimbulkan rasa nyeri, maka perbanyaklah mengistirahatkan bagian yang ditumbuhi benjolan. Karena benjolan ganglion tersebut bisa hilang sendiri meski membutuhkan waktu yang lama. Mengkompres benjolan ganglion secara rutin juga dapat membantu mempercepat penyembuhan dan atau menghilangkan benjolan.

Tetapi jika benjolan kista ganglion sudah besar dan menimbulkan rasa nyeri, maka tindakan lanjutan adalah harus di operasi untuk mengangkat kista ganglion seluruhnya.

Waktu Pemulihan Pasca Operasi Ganglion

Karena tidak membutuhkan bedah atau sayatan yang besar, dan bahkan bisa saja menggunakan jarum halus untuk mengambil cairan, maka waktu pemulihan pasca operasi ganglion sangat singkat, sekitar satu minggu saja.

Dengan catatan, obat yang diresepkan dokter harus rutin diminum dan melakukan kontrol 3 hari pasca operasi agar dokter dapat memantau perkembangan pemulihan pasca operasi, sehingga dapat mempersingkat proses penyembuhan.

Biaya Operasi Kista Ganglion

Biaya operasi untuk pembedahan benjolan ganglion tentu berbeda di setiap rumah sakit. Beberapa rumah sakit yang bisa dijadikan referensi untuk masalah biaya operasi kista ganglion, antara lain:

  • RS Pantiwilasa Citarum Semarang. Biaya operasi kista ganglion berkisar antara 4-6 juta rupiah.
  • Rumah Sakit Bedah Surabaya, menetapkan tarif operasi ganglion sekitar 8-10 juta rupiah.
  • RSUD Depok, biaya operasi ganglion berkisar antara 5-7 juta rupiah.

Sebagai informasi, jika Anda peserta BPJS Kesehatan, maka Anda bisa menggunakan kartu BPJS untuk melakukan pemeriksaan dan operasi di rumah sakit yang bekerjsama dengan BPJS Kesehatan. BPJS Kesehatan akan menanggung seluruh biaya operasi dan rawat inap sesuai dengan kelas yang dimiliki, dan tentu saja harus mengikuti syarat dan ketentuan dari BPJS Kesehatan, seperti rujukan berjenjang, antrian BPJS, dan pastikan bahwa iuran BPJS dibayar tepat waktu.

Pengalaman Operasi Ganglion

Ini adalah kisah pengalaman operasi ganglion yang dialami oleh Masno, seorang pemain voli lokal di salah satu kota di Jawa Tengah, yang kini berusia 21 tahun.

Masno sejak dari SMP sudah bermain voli, meski masih dalam tingkat lokal, tetapi Masno selalu menjadi andalan tim voli sekolahnya. Hampir setiap hari berlatih fisik untuk memperkuat tangan dan kakinya.

Hobi itu berlanjut hingga SMU, karena lingkungannya juga sangat mendukung, banyak lapangan voli di sekitar rumahnya, sehingga Masno pun selalu berlatih lebih keras dibanding pemain dalam timnya, sehingga tak heran ia selalu di sewa oleh tim lain juga untuk membantu memenangkan kejuaraan lokal.

Setiap hari berlatih dengan cara menahan beban dngan siku (plank), dan bermain dengan menggebu-gebu, sehingga tak jarang pula ia jatuh bangun di lapangan tanpa merasakan sakit di tangannya. Apalagi ia bermain voli tanpa pelindung siku, sehingga siku seringkali terkena benturan keras waktu terjatuh.

Ketika ia berusia 17 tahun, dan masih aktif voli di tingkat SMU, benjolan muncul di sikunya, masih sangat kecil, sehingga ia kira hanya bisul biasa. Sehingga ia pun hanya mengolesnya dengan salep yang dibelinya di warung. Ia pun masih tetap berlatih seperti biasa tanpa menghiraukan benjolan itu karena memang tak ada gejala yang dirasakannya.

Hingga lulus SMU, benjolan yang ia kira hanya bisul biasa tak kunjung kempes, malah semakin besar, kira-kira sebesar bola golf yang kenyal seperti berisi cairan. Dan mulai terasa nyeri ketika terlalu banyak bergerak, sehingga Ia memutuskan untuk memeriksakannya ke dokter umum.

Setelah dokter melakukan pemeriksaan fisik, dokter lalu mengatakan bahwa Masno menderita ganglion. Karena tak tahu apa itu ganglion, dokter pun menjelaskan dengan singkat bahwa ganglion itu benjolan yang termasuk tumor jinak, sehingga tidak berbahaya, tetapi jika ingin sembuh maka harus dilakukan operasi.

Masno pun hanya mengatakan untuk pikir-pikir, karena ia masih takut untuk operasi. Demikian pula dengan pikiran orang tuanya yang semakin khawatir jika dilakukan operasi, tangannya bisa menjadi cacat dan bisa timbul efek samping lainnya, karena ada tetangganya yang terkena kanker dan menjalani operasi malah meninggal dunia.

Karena pikiran was-was itu, ia pun menunda untuk operasi hingga satu tahun. Semakin lama malah benjolan itu semakin mengganggu dan menyebabkan nyeri yang sangat ketika tangan yang ditumbuhi benjolan digunakan untuk mengangkat sesuatu yang berat.

Masno pun kembali ke dokter umum itu untuk memeriksakan benjolan ganglionnya, setelah setahun kemudian semenjak pemeriksaan pertamanya. Dokter pun sekali lagi mengatakan untuk dilakukan operasi, dan dokter menjelaskan tentang biayanya bisa ditanggung BPJS, agar benjolan hilang dan tidak mengganggu. Dengan pertimbangan tersebut, Masno pun menyetujui untuk dilakukan operasi ganglion di rumah sakit dengan BPJS Kesehatan.

Berbekal rujukan dari dokter umum itu, Masno pun mengunjungi rumah sakit umum daerah, dan mengambil antrian BPJS untuk menuju poli bedah. Setelah mendapat giliran periksa, doktes spesialis pun melakukan diagnosa fisik dan melakukan biopsi dengan mengambil sedikit cairan untuk sample yang akan diperiksa di laboratorium.

Dokter pun kemudian menyuruh Masno untuk kembali minggu depan untuk mengetahui hasil biopsi dan menentukan tindakan lanjutan yang akan dilakukan dokter. Singkat cerita, dokter pun sudah menjelaskan kondisi benjolan itu, hanya kista atau tumor jinak yang tidak berbaya. Kemudian dokter pun menjadwalkan untuk operasi ganglion 3 hari kemudian, tepatnya hari kamis, sekitar jam 1 siang.

Sejak Kamis pagi, Masno pun mulai mengantri mendapatkan giliran pemeriksaan menuju poli bedah. Dan jam 10 pagi, ia pun sudah berada di ruang tunggu operasi dengan suster yang memeriksa tekanan darah, dan penimbangan. Masno pun disuruh mandi dengan sabun antiseptik, dan mengganti pakaiannya dengan pakaian operas yang longgar dengan warna biru muda.

Ketika waktu operasi ganglion tiba, Masno pun sempat bercerita dengan dokter, karena ditanya tentang asal dan kegiatan sehari-hari Masno, dan sekejap kemudian, Masno pun tertidur pulas karena diberikan anestesi umum.

Orang tua Masno pun datang dan menunggui Masno di depan ruang operasi. Operasi Masno berjalan lancar sekitar 1,5 jam dan Masno masih tertidur di ranjang ruang tunggu operasi, hingga jam 3 sore baru Masno tersadar. Orang tua Masno pun disuruh untuk mengurus kamar rawat inap, yang kata suster hanya untuk satu hari saja, agar benar-benar pulih dari anestesi.

Setelah mendapatkan kamar rawat inap, Masno pun dibawa ke kamar rawat inap. Tak ada keluhan apapun dari Masno pasca operasi, karena obat anestesi belum benar-benar hilang. Pada malam hari, baru Masno merasakan sedikit nyeri pada luka bekas sayatan, dan kemudian ia pun meminum obat anti nyeri dan antibiotik yang sudah diserepkan oleh dokter.

Ke esokan harinya, Masno sudah di ijinkan untuk pulang, dengan catatan 4 hari kemudian atau tepatnya hari Senin, untuk kembali kontrol ke dokter yang menanganinya. Setelah perawatan luka dan kemudian kontrol dokter dua kali, keadaan Masno benar-benar pulih sekitar 3 minggu kemudian pasca operasi ganglion.

Berapa Lama Penyembuhan Pasca Operasi Ganglion

Karena tergolong operasi mikro dengan sayatan yang kecil, maka waktu penyembuhan pasca operasi ganglion relatif singkat, apabila tidak memiliki penyakit diabetes melitus. Umumnya, hanya butuh waktu 1-3 minggu saja hingga luka benar-benar sembuh dan dapat beraktivitas kembali seperti biasanya.

Pantangan Makanan Setelah Operasi Ganglion

Tidak ada pantangan makanan yang secara spesifik dilarang dikonsumsi setelah operasi ganglion, tetapi bagi penderita penyakit lain seperti diabetes atau tekanan darah tinggi, maka agar menghindari makanan yang berpotensi menimbulkan ketidakstabilan tensi dan atau naiknya gula darah, sehingga membuat luka bekas operasi ganglion tidak kunjung kering dan sembuh.

Komplikasi Ganglion

Risiko operasi ganglion sangat kecil, karena tergolong operasi mikro yang hanya memerlukan sayatan kecil di bagian benjolan. Namun demikian ada juga komplikasi yang mungkin timbul pasca operasi.

Ganglion Tumbuh Lagi Setelah Operasi

Salah satu komplikasi pasca operasi adalah ganglion tumbuh lagi setelah operasi. Ini disebabkan karena tindakan operasi hanya menyedot atau mengambil cairan sinovial saja, tanpa memperbaiki kantung cairan sinovial yang mengalami kebocoran sehingga risiko kekambuhan sangat tinggi.

Selain itu, ada pula risiko terjadinya infeksi pasca operasi ganglion di area sayatan karena kurangnya kebersihan atau tidak sterilnya alat operasi yang digunakan. Pembengkakan pasca operasi biasanya juga akan terjadi akibat, peredaran darah yang tertahan atau tidak lancar, tetapi kondisi tersebut hanya berlangsung beberapa waktu saja.

Pencegahan Ganglion

Karena kemunculan benjolan ganglion disebabkan oleh benturan, maka tindakan pencegahan ganglion yang bisa dilakukan antara lain:

  • Menggunakan pelindung siku atau tangan ketika melakukan olahraga yang bisa memberikan risiko penekanan tendon.
  • Jangan menggunakan satu bagian tangan secara terus menerus, karena bisa menyebabkan cedera over use.
  • Jika tumbuh benjolan ganglion, perbanyak istirahat bagian yang ditumbuhi benjolan ganglion. Dan kurangi pergerakan, serta angkat berat.

Labels:

ganglion siku

Related posts:

  1. Pengalaman Operasi Angkat Rahim : Operasi Pengangkatan Rahim – Histerektomi
  2. Pengalaman Operasi Lipoma
  3. Pengalaman Operasi Kista Ginjal
  4. Pengalaman Operasi FAM : Cerita Pengalaman Fibroadenoma Mammae
  5. Pengalaman Operasi Hemangioma
Gratis Jasa Konsultasi Asuransi Gratis Secara Online Jakarta Jabodetabek Indonesia

Related Posts