Pengalaman Operasi Gendang Telinga

Pengalaman Operasi Gendang Telingaby Vivi Tirtaon.Pengalaman Operasi Gendang TelingaTelinga adalah salah satu indera penting yang berfungsi sebagai pendengaran. Jika telinga bermasalah dan tidak nyaman, berdengung, nyeri, dan keluar cairan (congekan), ada kemungkinan itu gejala awal dari pecah atau robeknya gendang telinga. Sebabnya bisa macam-macam, bisa jadi karena cedera dan atau infeksi. Gendang telinga yang pecah bisa menyebabkan budeg (tuli), jika tidak mendapatkan penanganan […]
08988234527 Gratis Jasa Konsultasi Asuransi Gratis Secara Online Jakarta Jabodetabek Indonesia

Telinga adalah salah satu indera penting yang berfungsi sebagai pendengaran. Jika telinga bermasalah dan tidak nyaman, berdengung, nyeri, dan keluar cairan (congekan), ada kemungkinan itu gejala awal dari pecah atau robeknya gendang telinga. Sebabnya bisa macam-macam, bisa jadi karena cedera dan atau infeksi.

Gendang telinga yang pecah bisa menyebabkan budeg (tuli), jika tidak mendapatkan penanganan yang baik. Ada berbagai cara untuk mengatasi gendang telinga pecah. Bisa dengan penambalan gendang telinga, atau bahkan operasi besar untuk kasus telinga yang rumit. Baca terus artikel untuk mengetahui pengobatan gendang telinga, sekaligus mendengar cerita pengalaman operasi gendang telinga dari orang yang pernah mengalaminya.

pengalaman operasi gendang telinga

Pengertian Gendang Telinga

Gendang telinga merupakan selaput yang tipis dengan fungsi memisahkan bagian tengah telinga dengan bagian luar. Dalam bahasa medis, gendang telinga disebut membran timpani, yang bertugas mengirim suara ke bagian tengah telinga dan kemudian diteruskan ke otak. Selain itu, gendang telinga juga berfungsi sebagai pelindung dari cairan, bakteri, dan apapun yang akan masuk ke telinga.

Jika gendang telinga robek atau pecah, maka penderita akan mengalami gangguan pendengaran yang disertai dengan rasa nyeri di telinga. Juga sangat rentan terkena infeksi bakteri yang bisa mengakibatkan congekan. Jika hal tersebut terjadi, sebaiknya segera untuk mengunjungi dokter spesialis THT terdekat, untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

Gejala Gendang Telinga

Sering kali orang tak menghiraukan dan menganggap beberapa gejala berikut ini sepele dan biasa. Padahal bisa jadi itu adalah tanda-tanda pecahnya gendang telinga, yang meliputi gejala:

  • Telinga berdengung sehingga terjadi gangguan pendengaran
  • Telinga bagian dalam nyeri.
  • Demam yang disertai dengan pusing, karena terjadi infeksi.
  • Gatal pada telinga.
  • Congekan atau keluarnya cairan kental kuning dengan bau menyengat.
  • Lemas, dan mudah lelah.

Penyebab Gendang Telinga Pecah

Ada beberapa faktor yang bisa menjadi penyebab gendang telinga pecah, antara lain:

  • Terjadinya infeksi. Telinga bagian tengah mengalami infeksi, sehingga memberikan tekanan dan menyebabkan robeknya selaput gendang telinga.
  • Mengalami tekanan. Kegiatan seperti menyelam, mendaki, berkendara, naik pesawat, bisa memicu robeknya selaput gendang telinga.
  • Cedera. Bisa karena kecelakaan atau kena hantaman ketika berolahraga.
  • Trauma akustik, yaitu gelombang suara yang sangat keras seperti dentuman bom, dan sebagainya bisa menyebabkan pecahnya gendang telinga.
  • Tergores benda. Kebiasaan membersihkan telinga dengan cotton buds yang terlalu dalam dapat merobek gendang telinga.

Gambar Gendang Telinga

gambar gendang telinga
operasi gendang telinga

Pengobatan Gendang Telinga

Dokter akan melakukan diagnosa pada pasien yang mengalami gangguan telinga, dengan serangkaian tes yang meliputi:

  • Otoskopi. Telinga akan diteropong dengan otoskop, untuk mengetahui bagian dalam telinga.
  • Audiometri. Tes untuk menguji pendengaran pasien dengan suara.
  • Timpanometri. Alat khusus yang digunakan untuk mengetahui respon selaput gendang telinga terhadap perubahan suara.
  • Uji laboratorium. Jika di telinga terdapat kotoran atau cairan yang keluar, dokter akan mengambil sample untuk diteliti lebih lanjut tentang tingkat infeksi.

Setelah dilakukan rangkaian tes, dokter akan menentukan pengobatan apa yang tepat untuk mengatasi masalah telinga pasien. Jika kondisi telinga hanya mengalami infeksi tingkat sedang, maka diberikan pengobatan antibiotik, bisa berupa tablet atau obat tetes.

Jika kondisi selaput gendang telinga telah robek, maka dilakukan penambalan gendang telinga. Dokter spesialis THT akan menggunakan bahan kimia yang dioleskan pada sekitar selaput gendang telinga untuk merangsang pertumbuhan selaput yang baru agar menutup dengan sempurna.

Operasi Timpanoplasti dilakukan apabila metode penambalan gendang telinga tidak berjalan dengan sempurna atau tidak bisa mengatasi masalah gendang telinga yang robek. Dokter akan melakukan pencangkokkan dengan jaringan kulit dari bagian tubuh lain dan kemudian digunakan menutup lubang atau robekan selaput gendang telinga.

Biaya Operasi Gendang Telinga Di RS SS Medika

Rumah Sakit THT SS Medika, paling banyak direkomendasikan oleh mereka yang pernah mengalami masalah telinga, hidung, dan tenggorokan, ditangani dan dirawat di RS SS Medika. Baik fasilitas dan pelayanannya cukup memuaskan, terutama para perawatnya yang sangat ramah dan dokter yang sabar serta sangat profesional dalam menangani dan menjelaskan setiap masalah THT pasien secara detail dan mudah dimengerti.

Biaya operasi gendang telinga di RS SS Medika berkisar antara 5-13 juta rupiah. Biaya tersebut sudah termasuk beberapa tes pendahuluan sebelum operasi, termasuk biaya rawat inap. Tetapi biasanya hanya butuh waktu 1-3 hari rawat inap pasca operasi gendang telinga.

Biaya Operasi Gendang Telinga Di RS THT Proklamasi

RS THT Proklamasi berada di Jalan Proklamasi no 43 Pegangsaan , Menteng Jakarta Pusat. Memiliki fasilitas yang sangat lengkap untuk menangani berbabagai masalah telinga, hidung dan tenggorokan.

Biaya operasi gendang telinga di RS THT Proklamasi berkisar antara 1-10 juta rupiah, tergantung tindakan apa yang diterapkan. Jika hanya untuk penambalan gendang telinga, mungkin hanya berkisar 1,5 juta rupiah, termasuk dengan biaya pemeriksaan dan konsultasi.

Biaya Operasi Timpanoplasti

Biaya operasi timpanoplasti di beberapa rumah sakit ada perbedaan yang signifikan. Tetapi jika Anda terdaftar sebagai peserta BPJS, Anda bisa memanfaatkannya untuk berobat dan operasi gendang telinga dengan metode timpanoplasti di rumah sakit yang sudah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan.

Namun demikian, tidak semua biaya ditanggung oleh BPJS, seperti biaya tes darah, atau tes laboratorium, biasanya pasien dikenakan biaya tambahan sekitar 100-250 ribu rupiah.

Jika tanpa BPJS Kesehatan, dan melakukan operasi di rumah sakit swasta, maka biaya operasi timpanoplasti diperkirakan memakan biaya sekitar 5-15 juta rupiah, tergantung rumah sakit dimana Anda melakukan operasi.

Pengalaman Operasi Gendang Telinga

Ini adalah cerita pengalaman operasi gendang telinga yang telah sudah dialami oleh Veni, wanita yang kini menduduki bangku kuliah di salah satu universitas negeri di Purwokerto.

Cerita bermula ketika Veni masih SMU, ia bersama teman-temannya mendatangi waterpark yang berada di Purbalingga untuk liburan dan berenang. Hingga suatu ketika ia berada dibawah gentong air yang besar di dorong oleh temannya tepat ketika air dari gentong itu mengalir jatuh dengan derasnya dan menghantam kepala Veni yang sedang sedikit miring. Alhasil, telinga Veni sebelah kanan kemasukkan air, dan membuat telinganya budeg, dan sangat terasa ada air yang berada di dalam telinga.

Selama di kolam itu pun ia hanya memiringkan menggetok getok atas telinga berharap air yang di dalam telinga keluar. Hingga pulang dari waterpak, telinganya masih berasa bedengung dan pendengarannya kurang sensitif atau sedikit budeg di telinga kanannya.

Seminggu kemudian, telinga kanan Veni mulai mengeluarkan cairan berwarna kuning kehijauan dengan bau yang menyengat, ia pun membersihkan dan segera pergi ke apotik untuk membeli obat tetes telinga (ear oil) seharga 14 ribu rupiah. Ia pun rutin meneteskan ear oil kedalam telinganya setiap hari, dan semakin hari, telinga kanan Veni semakin tambah budeg, dan bahkan terkadang ketika telinga kiri di tutup, ia tak mendengar suara apapun.

Karena takut, ia pun pergi ke dokter spesialis THT untuk memeriksakan kondisi telinga kanannya yang sedikit tuli itu. Dokter kemudian memeriksa dengan memasukkan alat yang disertai cahaya ke dalam telinga kanan Veni, dan setelah selesai, dokter itu menjelaskan bahwa terjadi robekan gendang telinga, dan sudah ada infeksi di bagian tengah telinga.

Dokter pun menganjurkan agar dilakukan operasi penambalan gendang telinga agar Veni tidak mangalami gangguan pendengaran. Kemudian dokter pun memberikan rujukan untuk pemeriksaan pendahuluan di rumah sakit Margono Purwokerto, sekaligus operasi akan dilakukan di klinik THT RSUD Margono, karena dokter spesialis THT tersebut memang berpraktek di sana.

Esok harinya sesuai dengan rujukan dokter, Veni pun berangkat pagi sekali ke RSUD Margono, dan ia pun mendapat nomor antrian 50 meski tanpa BPJS, ternyata banyak juga yang mengalami masalah THT.

Dokter pun memeriksa darah, melakukan uji laboratorium atas cairan yang diambil dari telinga kanan Veni, dan uji pendengaran dengan audiometri. Hingga selesai jam 11 siang, dan ia pun membayar hampir 500 ribu untuk serangkaian pemeriksaan tersebut.

Ketika mau pulang, dokter pun memberikan obat tetes telinga tarivid untuk menghentikan keluarnya cairan dari telinga kanannya. Dan hanya sehari di tetes tarivid, telinga langsung kering dan kotoran menjadi mengeras, sehingga lebih mudah untuk dibersihkan.

Esoknya, ia pun kembali ke rumah sakit untuk mengetahui hasil dan tindakan lanjutan. Karena tak ditemukan gejala lain dan semua normal, maka sore hari akan langsung di operasi, tetapi Veni di suruh suster untuk mengurus kamar rawat inap, karena ketika dibius total, minimal harus mondok sehari di rumah sakit. Karena tanpa persiapan, Veni pun kembali pulang untuk mengambil baju ganti, sekaligus ditemani ibundanya ketika operasi dan rawat inap.

Sore hari sekitar jam 3, operasi gendang telinga pun dilakukan, ditanya ini itu sebentar oleh dokter, Veni pun sesaat kemudian tertidur karena diberi anestesi umum, sehingga ia tak sadarkan diri sepenuhnya ketika dilakukan operasi. Operasi pun berjalan lancar dan memakan waktu kurang dari satu jam.

Ibunya menunggu di luar ruang operasi sekitar satu jam, dan kemudian Veni dibawa ke luar ruangan dalam keadaan masih pulas tertidur. Dua jam kemudian baru lah ia sadar, tetapi masih meracau dan kembali tidur, hingga malam hari sekitar jam 10, ia baru bangun dan sadar sepenuhya.

Veni merasakan tenggorokan sangat sakit, dan tak mampu menelan makanan, sehingga ia hanya meminum air putih saja, serta sedikit bubur ayam yang dibelikan ibunya di depan rumah sakit.

Pengalaman Setelah Operasi Gendang Telinga

Setelah operasi gendang telinga, tenggorokan Veni sangat kering dan membuatnya sulit untuk menelan makanan, meski ketika itu ia hanya diberikan makanan lunak, bubur ayam. Suster pun menjelaskan bahwa kondisi tersebut disebabkan karena ketika operasi, Veni dipasang alat intubation yang dimasukkan ke dalam mulut agar dapat bernafas ketika sedang dibius total saat operasi.

Kondisi tersebut tidak akan lama, tetapi beberapa jam pasca operasi memang sangat mengganggu. Sehari kemudian, sekitar jam 4 sore, Veni pun di ijinkan untuk pulang dan melakukan perawatan dan pemulihan di rumah, dan wajib kontrol 3 hari pasca operasi gendang telinga.

pasca operasi gendang telinga

Telinga masih ditutup kapas/tampon sepenuhnya agar terhindar dari air masuk ketika mandi. Ia pun dilarang untuk bergerak terlalu cepat, atau melakukan aktivitas berat, dan yang terpenting agar tidak batuk dengan keras atau bersin, sehingga selain obat antibiotik yang diresepkan, ia pun diberikan obat anti alergi agar terhindar dari bersin, yang bisa mengakibatkan penekanan terhadap telinga, dan bisa menyebabkan operasi gendang telinga gagal.

Berapa Lama Pemulihan Operasi Gendang Telinga ?

Waktu pemulihan operasi gendang telinga, setidaknya dibutuhkan minimal dua minggu, hingga telinga dapat berfungsi dengan normal. Tentu saja harus mengindahkan dan melakukan semua anjuran dokter, dengan melakukan perawatan dan menghindari segala pantangan pasca operasi seperti beraktivitas berat, batuk dan bersin dengan keras, dan lain sebagainya.

Pasca Operasi Gendang Telinga

Setelah operasi, dokter mewanti-wanti agar pasien untuk melakukan dan tidak melakukan hal berikut ini:

  • Agar menggunakan penutup telinga, agar terhindar dari masuknya sesuatu ke dalam telinga, terutama ketika sedang mandi.
  • Agar sebisa mungkin untuk lebih banyak beristirahat dan menghindari segala aktivitas yang memiliki risiko telinga terkontaminasi, seperti misalnya bergaul dengan perokok, berenang, berkendara tanpa pengaman, dan sebagainya.
  • Jangan bersin terlalu kuat, dan tidak menahan napas di hidung ketika sedang bersin, karena dapat meningkatkan tekanan pada telinga.
  • Jangan membersihkan telinga untuk sementara. Meski telinga terasa gatal, tahan untuk tidak menggunakan cotton buds untuk mengorek telinga.

Pantangan Setelah Operasi Gendang Telinga

Pantangan setelah operasi gendang telinga, dokter mengatakan untuk jangan sampai batuk atau bersin terlalu keras, karena dapat menimbulkan tekanan terhadap gendang telinga yang ditambal dan gendang telinga bisa berlubang kembali. Oleh karena itu untuk menghindari terjadinya batuk atau bersin pasca operasi gendang telinga, ikuti saran berikut:

  • Jangan batuk terlalu keras.
  • Jangan makan gorengan, karena bisa memicu gatal tenggorokan dan batuk.
  • Jaga kebersihan rumah, terutama tempat tidur agar tidak menimbulkan alergi dan bersin.
  • Jangan minum es atau makanan dengan penyedap rasa (vetsin).

Komplikasi Pasca Operasi Gendang Telinga

Selain sebagai pelindung telinga bagian dalam, gendang telinga juga berfungsi mengirim sinyal ke otak. Jika gendang telinga robek dan pecah, kemudian dilakukan operasi, maka ada kemungkinan komplikasi yang bisa terjadi, antara lain:

  • Telinga bagian tengah mengalami infeksi (Otitis media).
  • Memicu tumbuhnya kista di telinga bagian tengah (Kolesteatoma).
  • Pendengaran terganggu atau bahkan kehilangan pendengaran secara permanen.

Pencegahan Gendang Telinga Pecah

Telinga adalah organ penting untuk pendengaran, sehingga harus dijaga dan dirawat sebaik mungkin, termasuk melakukan pencegahan terhadap kemungkinan robeknya gendang telinga, dengan cara:

  • Jangan membersihkan telinga dengan cotton buds, sebaiknya gunakan obat tetes telinga.
  • Ketika sedang menderita influenza atau pilek, hindari menggunakan pesawat.
  • Gunakan penutup telinga jika melakukan pekerjaan berisiko, dengan tingkat kebisingan tinggi.
  • Jangan menyelam terlalu dalam ketika berenang, karena air akan memberikan tekanan kepada telinga.

Labels:

pengalaman operasi timpanoplasti, biaya operasi telinga, Biaya operasi kolesteatoma

Related posts:

  1. Pengalaman Operasi OMSK
  2. Pengalaman Operasi Sinus Preauricular
  3. Pengalaman Operasi Amandel
  4. Pengalaman Operasi FESS : Operasi Sinusitis
  5. Pengalaman Operasi Deviasi Septum
Gratis Jasa Konsultasi Asuransi Gratis Secara Online Jakarta Jabodetabek Indonesia

Related Posts