Pengalaman Operasi GERD : Pengalaman Operasi Lambung

Pengalaman Operasi GERD : Pengalaman Operasi Lambungby Vivi Tirtaon.Pengalaman Operasi GERD : Pengalaman Operasi LambungGERD atau lebih dikenal sebagai penyakit asam lambung sudah sering kali kita dengar, karena orang-orang disekitar atau bahkan kita sendiri pernah mengalami rasa sakit ketika asam lambung naik. Gejalanya bermacam-macam, bahkan ada yang menderita gangguan asam lambung hingga bertahun-tahun. Jika GERD (gastroesophageal reflux disease) sudah berada pada level kronis, dimana terapi obat-obatan sudah tak memberikan […]
08988234527 Gratis Jasa Konsultasi Asuransi Gratis Secara Online Jakarta Jabodetabek Indonesia

GERD atau lebih dikenal sebagai penyakit asam lambung sudah sering kali kita dengar, karena orang-orang disekitar atau bahkan kita sendiri pernah mengalami rasa sakit ketika asam lambung naik. Gejalanya bermacam-macam, bahkan ada yang menderita gangguan asam lambung hingga bertahun-tahun.

Jika GERD (gastroesophageal reflux disease) sudah berada pada level kronis, dimana terapi obat-obatan sudah tak memberikan perbaikan berarti, maka tindakan operasi lambung adalah satu-satunya jalan untuk mengobati GERD. Ketahui lebih jauh tentang operasi GERD, serta cerita pengalaman operasi GERD sekaligus efek samping pasca operasi GERD.

Pengalaman Operasi GERD : Pengalaman Operasi Lambung

Pengertian GERD

Esofagus atau kerongkongan adalah organ di bagian leher yang menghubungkan lambung dengan rongga mulut. Ada sebuah katup di bawah kerongkongan berupa cincin otot (sphincter), yang akan terbuka secara otomatis ketika makanan masuk, dan menutupnya kembali.

Makanan masuk melalui rongga mulut, melalui kerongkongan dan menuju lambung. Jika katup yang berupa cincin otot tadi lemah, maka bisa terjadi refluks atau zat asam akan kembali ke kerongkongan sehingga menyebabkan iritasi lambung.

Jadi, GERD adalah penyakit pencernaan dimana terjadi iritasi pada lapisan dalam lambung akibat kembalinya zat asam menuju kerongkongan karena lemahnya sphincter atau cincin otot. Jika kondisi tersebut dibiarkan berlarut, maka bisa mengakibatkan perubahan selaput lendir di kerongkongan, yang bisa memicu kanker.

Gejala GERD

GERD (gastroesophageal reflux disease) atau penyakit lambung sangat umum terjadi. Beberapa gejala umum dari GERD antara lain:

  • Nyeri uluh hati, seperti terbakar (Heartburn) dan bisa memicu Batuk kronis.
  • Kesulitan bernafas karena kambuhnya asma dan atau penyakit paru Pneumonia.
  • Rasa mual dan ingin muntah.
  • Radang tenggorokan, sehingga menyebabkan suara serak.
  • Kesulitan menelan makanan.
  • Bau mulut dan erosi gigi.
  • Nyeri perut bagian atas.
  • Kesulitan tidur nyenyak.
  • Mulut terasa pahit.

Penyebab GERD

GERD disebabkan oleh lemahnya cincin otot yang berada di bawah kerongkongan untuk menutup dan mencegah refluks atau kembalinya makanan dari lambung yang mengandung zat asam, sehingga menimbulkan iritasi dibagian saluran pencernaan.

Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan GERD, antara lain:

  • Gaya hidup tidak sehat, yang menyebabkan obesitas.
  • Terlalu banyak konsumsi makanan yang berminyak.
  • Minuman beralkohol.
  • Kebiasaan merokok.
  • Gangguan jaringan ikat.
  • Kondisi hamil pada perempuan.
  • Konsumsi obat keras seperti antibiotik dalam kurun waktu lama.
  • Infeksi bakteri pada kerongkongan.
  • Makan tidak teratur.
  • Terlalu banyak konsumsi kafein (kopi).
  • Sering stress.

Gambar GERD

gambar GERD
gambar asam lambung

Pengobatan GERD

Dokter akan mendiagnosa kondisi pasien secara cermat untuk menentukan pengobatan yang bisa diterapkan. Pada kondisi yang masih wajar, GERD dapat diobati dengan obat-obatan yang diresepkan dokter.

Jika iritasi lambung sudah dalam kondisi kritis dan bisa memicu kanker, maka tindakan operasi GERD harus segera dilaksanakan.

Jenis operasi GERD

  1. Fundoplication, prosedur operasi yang dilakukan untuk mengikat perut bagian atas, atau mengencangkan cincin otot (sphincter) yang berada di bawah kerongkongan, menggunakan alat laparoskopi, agar tidak terjadi refluks. Prosedur yang dilakukan dengan sayatan mikro ini sangat efektif menguatkan klep lambung.
  2. Endoskopi, operasi yang dilakukan dengan cara membuat luka bakar kecil pada bagian sphincter agar katup lambung lebih kuat.
  3. LINX, merupakan prosedur pemasangan cincin yang dililitkan pada simpangan antara esofagus dan perut, sehingga menimbulkan daya tarik magnetis agar katup lambung lebih kuat dan bisa mencegah terjadinya refluks.

Tingkat Keberhasilan Operasi Lambung

Berdasarkan penelitian, operasi lambung dengan metode Fundoplication yang sudah sering dilakukan oleh dokter untuk mengatasi asam lambung, dengan tanpa sayatan besar serta dengan waktu pemulihan yang lebih cepat memiliki tingkat keberhasilan operasi lambung hingga 95%.

Teknik tersebut meminimalisir setiap risiko pasca operasi seperti pendarahan, infeksi, gangguan pencernaan, dan sebagainya. Fundoplication dilakukan melalui oral dengan bantuan laparoskopi untuk menguatkan cincin otot agar terhindar dari naiknya asam lambung.

Biaya Operasi Asam Lambung

Biaya operasi asam lambung di setiap rumah sakit tentu berbeda. Perbedaan umumnya disebabkan karena jenis operasi asam lambung yang diterapkan, diagnosa pemeriksaan awal seperti endoskopi atau rontgen, fasilitas rawat inap, dan sebagainya.

Berikut biaya operasi asam lambung di beberapa rumah sakit:

  • Rumah sakit Premier Bintaro, Tangerang. Menetapkan harga sebesar 21 juta rupiah.
  • Rumah Sakit Immanuel, Bandung, berkisar antara 5-15 juta rupiah.
  • Rumah Sakit Jakarta, operasi lambung di Jakarta berkisar antara 15-25 juta rupiah.

Biaya Operasi Fundoplication

Prosedur operasi Fundoplication untuk mengatasi asam lambung dilakukan melalui mulut dengan pasien diberikan anestesi total, karena fundoplication merupakan operasi besar. Operasi ini dibantu dengan alat laparoskopi untuk melakukan penguatan pada bagian atas lambung di dekat esofagus dengan jahitan, agar menambah tekanan pada cincin otot, sehingga terhindar dari refluks.

Biaya operasi fundoplication berkisar antara 15-25 juta rupiah. Operasi fundoplication dapat dilakukan dengan BPJS Kesehatan setiap rumah sakit pemerintah atau yang sudah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan.

Pengalaman Operasi Klep Lambung : Operasi Katup Lambung

Ini adalah kisah pengalaman operasi klep lambung atau operasi katup lambung dari Ibu Apri, berusia 26 tahun, di Rumah Sakit Islam Fatimah, Cilacap.

Penyakit lambung sudah diderita oleh Ibu Desi sejak usia 20 tahun, ketika ia belum menikah. Pada awal kena asam lambung, uluh hati terasa sangat sakit, hingga Ibu Apri kesulitan bernafas, seperti asma. Badannya lemas, nafsu makan berkurang drastis karena mulutnya terasa pahit ketika menelan makanan. Setiap makanan terasa hambar, kadang hanya terasa asin saja.

Setiap kali makan sedikit pedas atau makanan berlemak dengan banyak minyak seperti nasi padang, asam lambung langsung naik, jadi sering sekali kambuh kalau Ibu Apri tak menjaga makanannya. Bahkan hanya minum es air kelapa hijau ketika sedang cuaca panas, uluh hati terasa nyeri, dan sering bersendawa dengan aroma mulut yang tak sedap.

Setiap bulan bisa 2-3 kali asam lambung Ibu Apri selalu naik atau kambuh, sehingga ia rutin konsumsi kunir yang diparut kemudian direbus, hingga bersisa satu gelas, yang dikonsumsi sehari sekali, ketika asam lambungnya naik. Pengobatan cara tradisional itu cukup efektif karena mengurangi obat-obatan yang sering kali dikonsumsi yang dikhawatirkan menimbulkan efek samping seperti penyakit ginjal.

Karena terlalu sering kambuh akibat pola makan yang sembarangan, karena memang kalau sedang merasa kondisinya sehat, ia sering kali makan-makanan yang sedikit pedas dan juga pergi ke restoran cepat saji dimana ia mengkonsumsi minuman berkarbonasi dalam jumlah yang banyak. Sehingga lama kelamaan penyakit lambungnya menjadi semakin sering kambung dan menimbulkan gejala yang lebih dari biasanya.

Beberapa kali ia pun berkunjung ke dokter untuk memeriksa kondisi penyakit lambungnya. Tetapi dokter memang hanya meresepkan obat-obatan penurun asam lambung atau obat maag. Tanpa pemeriksaan yang mendalam, dokter hanya mendengar gejala yang dialami Ibu Apri.

Lima tahun kemudian semenjak pertama kali ia terkena penyakit asam lambung, kondisinya semakin parah mungkin asam lambung akut, karena sakitnya luar biasa, hingga merasakan sakit ketika menelan, dan suranya serak seperti terkena radang tenggorokan. Sehingga Ibu Apri pergi ke dokter spesialis penyakit dalam, dr H Supardi, Sp.Pd. Yang buka praktek di rumah mulai jam 6 sore.

Dokter Supardi kemudian melakukan pemeriksaan fisik, serta mengecek pH kerongkongan. Lalu membuat surat rujukan untuk Ibu Apri agar dilakukan pemeriksaan rontgen dan endoskopi di rumah sakit Islam Fatimah Cilacap. Ibu Apri membayar biaya konsultasi dokter spesialis penyakit dalam sebesar 125 ribu rupiah, belum termasuk obat yang diresepkan dokter, karena harus menebusnya di apotik.

Ke esokan harinya, Ibu Apri menuju RSI Fatimah Cilacap untuk rontgen dan endoskopi. Setelah menunggu dua jam hasil foto rontgen pun keluar, dan kemudian akan diberikan ke dr Supardi kembali untuk menganalisa hasil rontgen dan menunggu tindakan lanjutannya.

Malamnya, Ibu Apri pun pergi ke dr Supardi dan menyerahkan hasil foto rontgen. Setelah dokter memeriksanya, dokter pun menanyakan berbagai pertanyaan seputar keluhannya. Karena asam lambung terlalu sering kambuh, maka dokter Supardi pun menyarankan untuk operasi klep lambung agar cincin otot yang ada dibawah kerongkongan semakin kuat dan tak terjadi lagi kekambuhan asam lambung.

Setelah diskusi panjang, dan dokter pun mengatakan bisa menggunakan BPJS di RSI Fatimah, Ibu Apri pun menyetujui untuk segera dilakukan operasi katup lambung. Dan dokter pun menjadwalkan untuk operasi di RSI Fatimah 3 hari kemudian, karena kalau siang memang dr Supardi berpraktek di RSI Fatimah Cilacap.

Sehari sebelum melakukan operasi GERD, Ibu Apri pun mengurus kamar rawat inap, karena ia terdaftar BPJS kelas 1, maka ia pun mendapatkan kamar kelas 1 yang ada 2 kasur dalam satu ruangan dengan kamar mandi di dalam. Dan kebetulan kasur sebelah waktu itu tak terisi sehingga ia hanya berada sendiri di kamar tersebut.

Beberapa tes persiapan sebelum operasi klep lambung, yang dijalani Ibu Apri antara lain:

  • Cek darah, menimbang berat badan, rekam jantung.
  • Suster menyuruh Ibu Apri untuk berpuasa, mulai dari jam 10 malam hingga operasi dilakukan.

Pada pagi hari, 2 jam sebelum operasi, suster memberikan sabun antiseptik untuk mandi, dan mandilah Ibu Apri agar tubuhnya steril. Sejam kemudian ia pun dibawa suster ke ruang persiapan operasi yang berjejer ranjang, sekitar ada 4-6 ranjang. Suster pun melakukan tensi darah dan menyuruh untuk menggunakan pakaian operasi saja tipis dengan penutup rambut berwarna hijau yang terasa longgar.

Ketika waktu operasi GERD akan dimulai sempat, dokter sempat berbicara sebentar entah apa yang dibicaran sampai lupa karena tidak berapa lama Ibu Apri tertidur pulas karena diberikan anestesi total. Ketika sadar, ia sudah berada di kamar rawat inap, dimana ia melihat suaminya yang sudah berada disampingnya. Yang pertama kali dirasakan Ibu Apri adalah tenggorokan sangat kering dan terasa haus, jadi ia meminta air putih untuk diminum.

Pengalaman Endoskopi GERD atau Pengalaman Endoskopi Lambung

Ini adalah cerita pengalaman endoskopi lambung Ibu Apri yang ketika itu diberikan surat rujukan oleh dokter spesialis penyakit dalam untuk melakukan endoskopi di RSI Fatimah.

Ketika datang ke RSI Fatimah, Ibu Apri pun membawa kartu BPJS dan KTP untuk menuju bagian endoskopi. Tidak lupa pula pesan dari dokter Supardi untuk membawa underpad untuk menampung air liur ketika dilakukan endoskopi.

Singkat cerita, giliran Ibu Apri pun tiba, tak bisa ditemani suaminya untuk masuk ke ruang endoskopi yang berasa dingin. Ia pun berbaring di ranjang, dan dokter pun memberikan anestesi lokal dibagian leher menggunakan jarum suntik, dan setelah bius bereaksi, dokter pun mencubit bagian leher, dan memang tak terasa apapun.

Selang berkamera seukuran kabel antena pun dimasukkan ke mulut dan dokter sembari melihat monitor, awal selang masuk ke tenggorokan terasa tersedak sendok, dan air liur seperti menumpuk di tenggorokan membuat ingin menutup mulut dan menelan ludah, tetapi urung dilakukan karena ada selang di tenggorokan yang berkamera dan bercahaya menyorot bagian dalam tenggorokan dan lambung.

Sekitar 40 menit proses pemeriksaan endoskopi pun selesai dengan akhiran penghisapan cairan di bagian tenggorokan yang kehijauan dan memasukkan ke dalam tabung kecil untuk dibawa ke laboratorium dengan diberikan catatan kecil, yang tertulis biopsi.

Pengalaman Penderita GERD Yang Sembuh dan Kisah Nyata Sembuh Dari GERD

Pasca operasi GERD yang dilakukan Ibu Apri, dimana ia harus menjalani rawat inap 2 hari, dan kemudian di ijinkan pulang untuk rawat jalan. Meski rasa di tenggorokan masih terasa nyeri untuk menelan, tetapi nyeri uluh hati sudah jauh berkurang.

Setiap hari, obat-obatan antasida dan 5 jenis obat lainnya dikonsumsi hingga seminggu berturut turut, dan seminggu kemudian pasca operasi Ibu Apri yang ditemani suaminya datang kembali ke dokter Supardi untuk kontrol.

Obat pun kembali diresepkan, dan Ibu Apri mampir ke apotik untuk menebus obat yang diresepkan dokter. Setelah dua minggu, kondisi Ibu Apri semakin baik, dan sudah tak konsumsi obat-obatan, diganti dengan obat-obatan herbal yang lebih alami.

Perkembangan sebulan pasca operasi Ibu Apri sembuh dari GERD secara total, dan hingga kini atau setahun setelah operasi tak pernah mengalami kekambuhan GERD.

Perubahan pola makan yang teratur dan menghindari makanan pedas, minuman berkarbonasi, air kelapa, dan kopi yang mengandung kafein harus dijauhi, agar tidak memicu kembali GERD. Meski tak pernah kambuh lagi, tapi perasaan was-was akan naiknya asam lambung menjadikannya pengalaman berharga untuk menerapkan pola hidup sehat.

Obat Penguat Klep Lambung

Tidak ada obat yang spesifik untuk penguat klep lambung. Untuk mengobati asam lambung, dokter menyarankan agar merubah pola hidup, dan menerapkan diet sehat agar terhindar dari obesitas yang bisa memicu asam lambung. Beberapa obat lambung yang bisa dibeli di apotik, antara lain:

  • Mylanta, ada yang berbentuk tablet dan cair. Harga berkisar antara 7.000-42.000.
  • Polysilane, bentuk cair ditawarkan dengan harga 10.000-24.000
  • Antasida, bentuk tablet dijual dengan harga 5000.
  • Lambucid, berupa tablet dan sirup. Harga pasaran sekitar 3.500-10.000

Komplikasi Operasi GERD

Setiap tindakan pembedahan atau operasi tentu bisa mengakibatkan berbagai risiko komplikasi. Meski kemungkinan itu kecil, tetapi setiap pasien harus diberikan pengetahuan yang cukup sebelum dilakukannya operasi. Beberapa komplikasi yang bisa terjadi pasca operasi GERD, antara lain:

  • Terjadi kerusakan jaringan esofagus ketika dimasuki alat laparoskopi.
  • Terjadi infeksi pada sayatan bekas operasi.
  • Kesulitan menelan makanan.
  • Asam lambung kambuh kembali.
  • Perdarahan kerongkongan.

Pencegahan GERD

Pada dasarnya penderita GERD tak dibatasi untuk makan apapun, tetapi harus menghindari kopi, air kelapa, berhenti dari kebiasaan merokok, dan minuman berkarbonasi, apalagi yang mengandung alkohol. Bagi yang belum terkena asam lambung, berikut tindakan pencegahan GERD yang perlu dilakukan:

  • Menerapkan pola hidup sehat.
  • Hindari makanan dan minuman yang bisa memicu asam lambung naik, seperti makanan pedas, kafein pada kopi, air kelapa, asap rokok dan alkohol.
  • Jaga berat badan ideal, karena obesitas bisa memicu berbagai penyakit.
  • Olahraga yang teratur, dan cukupkan istirahat.
  • Jangan terlalu sering menunda makan.

Labels:

Pengalaman operasi GERD, bahaya operasi katub lambung, Pengalaman operasi lambung

Related posts:

  1. Pengalaman Operasi Lambung Bocor
  2. Pengalaman Operasi Batu Empedu
  3. Pengalaman Operasi Usus Buntu
  4. Pengalaman Operasi Hernia
  5. Pengalaman Operasi Wasir : Operasi Ambeien
Gratis Jasa Konsultasi Asuransi Gratis Secara Online Jakarta Jabodetabek Indonesia

Related Posts