Pengalaman Operasi Hernia

Pengalaman Operasi Herniaby Vivi Tirtaon.Pengalaman Operasi HerniaHernia bisa menyerang siapa saja dari bayi hingga orang dewasa. Tidak jarang pula hernia pada kaum pria atau yg lebih dikenal dengan turun berok, yaitu kondisi dimana usus pada bagian perut menembus dinding perut hingga menekan testis. Memang bukan kondisi yang bisa mengancam nyawa tetapi hernia yang dibiarkan hingga menimbulkan tonjolan pada bagian tertentu akan […]
Gratis Jasa Konsultasi Asuransi Gratis Secara Online Jakarta Jabodetabek Indonesia

Hernia bisa menyerang siapa saja dari bayi hingga orang dewasa. Tidak jarang pula hernia pada kaum pria atau yg lebih dikenal dengan turun berok, yaitu kondisi dimana usus pada bagian perut menembus dinding perut hingga menekan testis.

Memang bukan kondisi yang bisa mengancam nyawa tetapi hernia yang dibiarkan hingga menimbulkan tonjolan pada bagian tertentu akan menimbulkan berbagai komplikasi, dari saluran pencernaan, saluran pembuangan, hingga mengganggu kinerja ginjal dan organ lainnya.

pengalaman operasi hernia

Pengertian Hernia

Hernia adalah kondisi dimana organ yang ada di dalam tubuh tertekan oleh organ lainnya sehingga menimbulkan benjolan atau terjadi pergeseran organ ke bagian lainnya. Biasanya terjadi pada usus yang menurun ke bagian perut bawah akibat tekanan hebat.

Hernia lebih dikenal masyarakat luas sebagai penyakit turun berok, yang bisa menimpa siapa saja. Dari bayi hingga orang dewasa. Hernia atau turun berok sangat mudah di deteksi dengan munculnya benjolan seperti varises pada bagian-bagian tertentu seperti pangkal paha, pinggul, perut, paha, perut bagian bawah, dan sebagainya.

Penyebab Hernia

Penyebab hernia atau turun berok dipicu oleh beberapa faktor seperti cidera, sembelit, batuk yang kronis, karena angkat beban yang berat, bawaan lahir, dan sebagainya. Untuk mengetahui penyebabnya, harus diketahui jenis Hernia yaitu antara lain:

Hernia Inguinalis

Ini adalah jenis hernia yang paling umum terjadi pada kaum pria. Yaitu kondisi dimana jaringan dalam perut menekan ke bagian inguinal atau selangkangan hingga membentuk benjolan keras.

Hernia Umbilikalis

Hernia umbilikalis paling sering terjadi pada bayi maupun anak-anak, dimana usus menekan dinding perut di area pusar hingga terbentuk tonjolan. Seiring masa pertumbuhan anak, hernia jenis ini bisa sembuh dengan sendirinya, karena otot-otot semakin kuat.

Hernia Hiatus

Hernia hiatus lebih sering menyerang orang dewasa, lebih dari 50 tahun. Yaitu suatu kondisi dimana lambung menekan rongga dada hingga membentuk tonjolan melalui diafragma, yang memisahkan antara perut dan rongga dada. Jika hernia hiatus terjadi pada anak, biasanya akibat kelainan bawaan.

Gejala Hernia

Tidak semua hernia menimbulkan gejala, hingga muncul benjolan fisik pada bagian tertentu yang sangat sensitif, terasa nyeri jika disentuh pada benjolan tersebut. Beberapa gejala yang umum ditimbulkan dari hernia antara lain:

  • Pada bagian lipat paha depan atau selangkangan akan muncul benjolan.
  • Benjolan akan terasa nyeri jika disentuh.
  • Selangkangan akan terasa lemah seperti ada tarikan, hingga terasa berat.
  • Testis atau skrotum mengalami bengkak yang disertai rasa nyeri dan sakit, karena disebabkan usus yang masuk ke skrotum.
  • Jika usus terjepit, maka akan muncul rasa mual, nyeri, dan muntah.
  • Gangguan pencernaan akan muncul karena organ dalam perut tidak pada posisi yang seharusnya.
  • Gangguan saraf, terutama dari perut ke bawah, hingga kaki.

Gambar Hernia

gambar hernia
turun berok

Pengobatan Hernia

Dokter akan mendiagnosis secara tepat sebelum melakukan pengobatan. Tidak semua hernia memerlukan tindakan operasi, karena hernia hiatus yang tidak menimbulkan gejala akan bisa sembuh dengan sendirinya atau menggunakan obat-obatan.

Pengobatan hernia ingunialis atau turun berok harus melalui tindakan operasi. Khususnya teknik operasi Laparoskopi dengan tingkat keberhasilan hingga 95%, dengan pemulihan pasca operasi lebih cepat, ketimbang operasi terbuka yang memiliki risiko lebih tinggi dan penyembuhan pasca operasi yang lebih lama.

Dokter spesialis bedah digestif akan mendiagnosa ukuran dan tipe, sehingga teknik operasi yang diterapkan bisa sukses. Beberapa pilihan operasi yang umum dilakukan antara lain:

  • Pembedahan kemudian menjahit bagian yang lemah.
  • Teknik mesh dengan menggunakan jala untuk memperbaiki kelemahan.
  • Teknik laparoskopi, yaitu dengan alat laparoskop yang hanya membutuhkan sayatan minimal untuk memperbaiki kelemahan.

Sebelum tindakan operasi dilakukan, biasanya dokter akan melakukan pijatan pada bagian hernia yang mengalami strangulasi agar kembali ke posisi yang benar. Jika hal tersebut tidak berhasil dilakukan baru kemudia tindakan operasi dijalankan.

Henia yang terjadi pada bayi (hernia umbilikalis), biasanya tidak dilakukan tindakan operasi kecuali hingga bayi usia 5 tahun hernia tersebut masih menetap.

Pengalaman Operasi Hernia Inguinal

Pengalaman operasi hernia inguinal atau turun berok ini adalah cerita dari seorang bernama Danap. Ia bekerja di bidang perbaikan komputer, sehingga tidak begitu bekerja keras dalam angkat-angkat berat. Awal mula terjadi hernia disebabkan oleh batuk dan panas dalam yang menderanya hingga 3 bulan lamanya. Sehingga ketika batuk ada penekanan perut ke bawah terus menerus, hingga dinding perut bagian bawah yang lemah tertembus oleh usus yang mengarah ke bagian skrotum, sehingga terjadi turun berok atau hernia inguinal.

Operasi hernia Danap dilakukan tanggal 7 Oktober 2019 pukul 7 malam. Anestesi dilakukan di bagian tulang belakang, merupakan pembiusan sebagian, dari perut ke bawah terasa kebas, dan kaki tidak dapat digerakkan. Dari bagian perut ke atas hingga kepala masih normal.

Ketika dilakukan operasi hernia tidak sakit sama sekali bahkan waktunya terasa sangat cepat. Satu-satunya yang terasa agak sakit adalah ketika disuntik anestesi pada bagian tulang ekor.

Operasi dilakukan sangat cepat, kurang dari 1 jam saja menggunakan teknik bedah laparoskopi, dengan penambahan mesh atau jaring yang dipasang di dinding perut untuk penguatan bagian yang lemah.

Pasca operasi, kateter dipasang di bagian kelamin untuk buang air kecil. Setelah sehari rawat inap, Danap diperbolehkan untuk pulang dan dilakukan penyembuhan dan pemulihan di rumah. Beberapa aktivitas berat harus dihindari agar luka bekas operasi cepat kering dan sembuh.

BPJS Kesehatan pada operasi Danap tidak menanggung seluruh biayanya. Dikenakan biaya tambahan untuk mesh atau jaring penguat yang di pasang di dinding perut, sebesar 1,5 juta rupiah. Tetapi tidak selalu ada penambahan mesh atau jaring pada setiap operasi hernia inguinal, sehingga operasi hernia yang tanpa penambahan mesh akan ditanggung sepenuhnya oleh BPJS Kesehatan.

Pengalaman Operasi Hernia Pada Bayi

Pengalaman operasi hernia ini terjadi pada bayi usia 10 bulan bernama Hanif. Hanif ketika sudah waktunya tidur justru nangis terus dan tak bisa tidur. Tidak seperti biasanya, badanya terus berguling-guling seperti merasakan sakit yang luar biasa hingga 15 menit lamanya, lepas itu Hanif teriak begitu kerasnya, sehingga orang tuanya panik kemudian membawanya segera ke dokter. Secara cepat dokter memeriksa dan langsung menyuruh orang tua untuk membawanya ke rumah sakit lain yaitu Rumah Sakit Islam Jakarta untuk dilakukan operasi.

Setibanya di RSI Jakarta, Hanif langsung di infus, dan esok paginya jam 7 pagi, Hanif di cek kondisi oleh dokter anak. Setelah di cek seksama, dokter langsung mengatakan untuk segera operasi dengan menunggu dokter bedah, sebelum itu, Hanif harus puasa hingga selepas operasi.

Operasi hernia Hanif dilakukan jam 13.45, kemudian ruang operasi pun ditutup. Operasi hernia pada bayi berjalan selama 45 menit.

Operasi berjalan lancar, Hanif dibawa keluar ruang operasi oleh perawat dalam keadaan belum sadarkan diri. Pukul 17.30 barulah Hanif sadar dan mulai diberikan satu sendok air putih, dan kemudian diberikan ASI.

Biaya Operasi Hernia Dengan BPJS

BPJS Kesehatan memang memiliki peran yang sangat penting untuk membantu seluruh lapisan masyarakat dalam mendapatkan akses kesehatan. Kabar baiknya adalah, BPJS Kesehatan akan menanggung seluruh biaya operasi hernia di rumah sakit yang sudah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan.

Tidak memandang kelas berapa BPJS Kesehatan yang Anda miliki, pelayanan, obat-obatan, dan tindakan operasi sama saja, yang membedakan hanya kamar rawat inap yang digunakan. Untungnya, Anda dimungkinkan untuk dapat naik kelas dari kelas 3 ke ke kelas 2, kelas 2 ke kelas 1, dan kelas 1 ke VIP, ketika harus menjalani rawat inap.

Biaya Operasi Hernia di Rumah Sakit Swasta

Biaya operasi hernia di beberapa rumah sakit berbeda, tergantung dari kelas dan fasilitas yang dimiliki rumah sakit. Berikut biaya operasi hernia di rumah sakit swasta yang bisa menjadi bahan rujukan:

  • RS Pasar Rebo, Jakarta Timur, menetapkan harga mulai 6 juta rupiah.
  • RSUD Cengkareng mulai dari 3 juta hingga 5 juta.
  • RS Hermina Jakarta, menetapkan harga mulai dari 8 juta.
  • RSI Sultan Agung, Semarang, berkisar antara 7,5 juta.
  • RSUD Bari Palembang, mulai dari 4,5 juta.

Biaya tersebut diatas belum termasuk biaya rawat inap, sehingga Anda harus mempersiapkan dana lebih 30% dari biaya yang diperkirakan. Pada umumnya, asuransi kesehatan swasta akan menanggung biaya operasi hernia.

Efek Samping Operasi Hernia

Setiap tindakan operasi pasti akan menimbulkan efek samping, tidak terkecuali operasi hernia. Beberapa risiko dan efek samping operasi hernia antara lain:

  • Terjadinya infeksi pada luka bekas operasi. Bisa terjadi jika perban tidak steril atau kurang kebersihan.
  • Aliran darah ke paru-paru terganggu karena adanya bekuan darah dan emboli.
  • Pada kasus tertentu bisa menyebabkan gangguan ginjal.
  • Adanya gangguan saraf yang mengakibatkan nyeri dan kesemutan di beberapa bagian perut ke bawah.
  • Hernia akan kambuh selang beberapa lama.

Komplikasi Hernia

Jika kondisi hernia terus diabaikan, maka bisa memicu kerusakan pada organ lain yang bisa membahayakan dan menyebabkan berbagai gangguan bahkan mengancam nyawa penderitanya. Beberapa kemungkinan bila terjadi komplikasi hernia antara lain seperti:

  • Jaringan yang tertekan dan terjepit akan terus mengalami kerusakan.
  • Testis rusak dan tidak berfungsi sebagaimana mestinya karena tertekan organ dalam terus menerus.
  • Organ yang terjepit bisa terserang infeksi.
  • Saluran pencernaan akan terganggu.

Pencegahan Hernia

Hernia yang terjadi karena bawaan sejak lahir tidak ada upaya pencegahannya, tetapi untuk jenis hernia yang lain bisa dicegah dengan beberapa tindakan berikut:

  • Hindari mengangkat beban berat diluar kapasitas tenaga.
  • Berolahraga rutin agar otot-otot tetap kuat dan terjaga.
  • Hindari olah nafas perut tanpa instruktur profesional.
  • Jangan terlalu sering mengejan. Gunakan obat konstipasi jika kesulitan buang air besar.

Related posts:

  1. Pengalaman Operasi Usus Buntu
  2. Pengalaman Operasi Hidrokel Anak
  3. Pengalaman Operasi Kanker Usus Besar
  4. Pengalaman Operasi Batu Empedu
  5. Pengalaman Operasi Wasir : Operasi Ambeien
Gratis Jasa Konsultasi Asuransi Gratis Secara Online Jakarta Jabodetabek Indonesia

Related Posts