Pengalaman Operasi Hidrokel Anak

Pengalaman Operasi Hidrokel Anakby Vivi Tirtaon.Pengalaman Operasi Hidrokel AnakMeski jarang terjadi, hidrokel bisa menyerang bayi, anak-anak hingga pria dewasa. Penyebab hidrokel pada bayi terjadi secara alamiah. Ini merupakan kelainan tetapi seringkali tidak memberikan gejala dan bisa sembuh dengan sendirinya, seiring dengan bertambahnya usia bayi hingga umur 1,5 tahun. Hidrokel juga sering mendera para pria dewasa karena berbagai sebab. Meski gejala hampir sama dengan […]
Gratis Jasa Konsultasi Asuransi Gratis Secara Online Jakarta Jabodetabek Indonesia

Meski jarang terjadi, hidrokel bisa menyerang bayi, anak-anak hingga pria dewasa. Penyebab hidrokel pada bayi terjadi secara alamiah. Ini merupakan kelainan tetapi seringkali tidak memberikan gejala dan bisa sembuh dengan sendirinya, seiring dengan bertambahnya usia bayi hingga umur 1,5 tahun.

Hidrokel juga sering mendera para pria dewasa karena berbagai sebab. Meski gejala hampir sama dengan hernia yaitu pembengkakan, tetapi penyebab dari hidrokel dan hernia sama sekali berbeda. Untuk lebih jelasnya, silahkan baca selengkapnya artikel berikut tentang pengalaman operasi hidrokel anak.

pengalaman operasi hidrokel anak

Pengertian Hidrokel

Hidrokel adalah suatu keadaan dimana testis membengkak akibat cairan mengisi lapisan pembungkus yang terkadang tidak menimbulkan gejala. Meski sangat jarang terjadi, hidrokel itu terbentuk ketika bayi laki-laki dalam kandungannya testisnya belum sempurna tertutup, sehingga cairan dari dalam rongga perut masuk.

Selain terjadi pada bayi atau anak-anak, hidrokel pun bisa juga menyerang pria dewasa, yang bisa terjadi karena cedera, benturan testis dengan benda keras, kecelakaan, dan sebagainya. Jika hidrokel pada bayi di bawah 1 tahun, seringkali tidak diperlukan operasi karena cairan dalam testis tersebut bisa menghilang dengan sendirinya seiring dengan pertumbuhan bayi tersebut.

Penyebab Hidrokel

Jika pada bayi, hidrokel tejadi dalam proses akan keluarnya bayi, tetapi lapisan pembungkus testis belum sempurna tertutup, sehingga cairan dalam rongga perut masuk ke bagian testis atau skrotum, bisa terjadi pada satu sisi atau kedua sisi skrotum.

Pada pria dewasa, hidrokel bisa juga terjadi karena mengalami kecelakaan, tidak menggunakan pengaman ketika berolahraga, benturan keras, jatuh, adanya tumor testis, dan peradangan testis serta infeksi karena penyakit kelamin. Jika terjadi pada pria dewasa, bisa juga hilang dalam waktu kurang dari satu tahun, dan jika terus membesar tentu harus diterapkan tata laksana pembedahan untuk mengeluarkan cairan yang menumpuk di testis tersebut.

Gejala Hidrokel

Pada umumnya, bagi bayi hidrokel tidak menimbulkan gejala, tetapi bisa diraba dan dirasakan testis akan kenyal dan berisi cairan. Beberapa gejala hidrokel pada anak dan pria dewasa antara lain:

  • Testis memerah dan bengkak. Baik satu sisi atau kedua sisi.
  • Testis terasa tidak nyaman.
  • Testis kenyal dan berisi cairan.
  • Terasa nyeri ketika disentuh.
  • Kesulitan buang air kecil.

Gambar Hidrokel

apa hidrokel berbahaya
gambar hidrokel

Pengobatan Hidrokel

Jika hidrokel terjadi pada bayi, seiring pertumbuhan bayi tersebut hingga usia 1,5 tahun, hidrokel akan menghilang dan sembuh sendiri. Jika terjadi pada pria dewasa, hidrokel pun bisa hilang dengan sendirinya dalam kurun waktu 6-12 bulan. Tetapi jika tidak kunjung reda, maka dokter akan menerapkan prosedur operasi dan atau tindakan sebagai berikut:

1. Inguinal

Suatu pembedahan dengan maksud untuk mengikat saluran yang menjadi penyebab terjadinya hidrokel (prosesus vaginalis). Prosedur ini bisa diterapkan pada pria dewasa jika terkait dengan tumor pada skrotum.

2. Skrotal

Prosedur pembedahan dengan cara membuat sayatan untuk memasang selang drainase guna mengeluarkan cairan yang menumpuk di dalam testis.

3. Skleroterapi

Prosedur paling mudah pada kasus hidrokel yang ringan. Penarikan cairan menggunakan jarum suntik. Kemudian di injeksi dengan tetrasiklin untuk menutup saluran hidrokel.

Pengalaman Operasi Hidrokel Anak

Ini adalah pengalaman operasi hidrokel anak dari Ibu Rohali yang masih berusia 3 tahun. Tidak diketahui secara pasti apa yang bisa menyebabkan hidrokel pada anaknya. Tetapi suatu ketika, anak nangis dan mengeluh bagian skrotum terasa nyeri, dan setelah di cek memang ada bengkak di bagian testis dan memerah, jika dipengang terasa kenyal.

Tentu membuat rasa was-was Ibu Rohali, sehingga kemudian membawa anaknya ke puskesmas terdekat untuk dilakukan pemeriksaan. Ketika dokter memeriksa, bagian testis dengan cara meraba, dokter berucap semoga ini hanya cairan bukan hernia.

Lebih lanjut dokter menjelaskan tentang kondisi anak, jika cairan disebut hidrokel maka tidak berbahaya, tetapi jika hernia harus dilakukan operasi, tetapi melihat kondisi testis, dokter menyangka itu hanya hidrokel, sehingga untuk memastikannya, dokter membuat surat rujukan untuk pemeriksaan USG dan laborat di rumah sakit.

Ke esokan harinya, si anak pun yang masih merasa nyeri dan malamnya tidak bisa tidur itu, dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan USG dan laboratorium. Menunggu sekitar hampir 3 jam, hasil USG pun keluar, dan besoknya suruh kembali ke dokter untuk tindakan lanjutan.

Besoknya lagi kembalilah ke dokter di puskesmas, dan dokter pun memeriksa hasil USG dan hasil lab, dan dokter pun langsung memberi rujukan ke dokter bedah di rumah sakit umum.

Dokter memberikan penjelasan singkat bahwa si anak memang pada bagian testisnya terdapat cairan, meski tidak berbaya dan bisa saja sembuh sendiri, tetapi jika menimbulkan rasa tidak nyaman dan nyeri, sebaiknya ibu konsultasikan ke dokter bedah. Tidak mesti ada pembedahan, tetapi harus ditangani oleh dokter spesialis bedah.

Menurut dengan anjuran dokter, ke esokan harinya sekitar jam 7 pun si anak di bawa ke rumah sakit umum menuju poli bedah, dengan berbekal surat rujukan dan BPJS Kesehatan, sehingga harus menunggu antrian panjang.

Setelah menunggu lebih dari 2 jam, barulah mendapat panggilan untuk memasukkan surat rujukan dan BPJS ke loket dan kemudian diarahkan ke poli bedah. Di poli bedah pun kembali antri, dan baru mendapatkan kesempatan periksa poli bedah sekitar jam 10 pagi.

Anak kemudian suruh berbaring dan diperiksa secara seksama, baik dari hasil USG dan laboratorium, serta pemeriksaan langsung. Dokter menganjurkan untuk pemeriksaan lanjutan secara mendetail karena pada umumnya hidrokel tidak akan menimbulkan rasa nyeri yang berlebihan, sehingga dikhawatirkan ada hal lain yang patut di duga. Sehingga dokter menulis surat untuk pemeriksaan lanjutan yaitu rontgen.

Di hari itu juga, Ibu Rohali menyerahkan surat ke bagian rontgen untuk mendapat giliran pemeriksaan. Tidak menunggu begitu lama, pemeriksaan rontgen pun dilakukan, dan hasilnya bisa langsung keluar sore itu juga. Dan besoknya baru bisa kembali ke dokter spesialis bedah.

Setelah dokter melihat hasil rontgen, dokter pun langsung menganjurkan untuk dilakukan operasi hidrokel, karena pada saluran yang menyebabkan hidrokel terjadi juga cedera karena penekanan dari otot perut, hampir terjadi hernia sehingga menyebabkan rasa nyeri. Sehingga dijadwalkan untuk operasi dua hari kemudian, dan Ibu Rohali disuruh untuk mengurus kamar rawat inap.

Sehari kemudian anak dimasukkan rawat inap, dan melakukan tes darah untuk mengetahui kadar gula darah, untuk memastikan operasi berjalan lancar. Anak pun diwajibkan untuk puasa pada malam harinya, hingga operasi dilaksanakan.

Tiba masa operasi, si anak dibawa ke ruang operasi, dan Ibu Rohali hanya diperkenankan untuk menunggu di depan ruang operasi. Entah teknik apa yang diterapkan dokter, tetapi kurang dari 1 jam, anak pun dibawa keluar dalam keadaan masih tak sadarkan diri. Dengan infusan dan kateter yang terpasang. Dan di doronglah ke kamar rawat inap oleh suster.

Sekitar 3 jam setelahnya, barulah anak sadarkan diri dan langsung nangis karena lapar dan mungkin meraskan nyeri pasca operasi, diberikan air minum serta susu dalam botol yang sudah disiapkan. Setengah jam kemudian berhenti menangis karena rasa nyeri pun berangsur hilang, sehingga bubur pun kemudian bisa dimakannya dengan sangat lahap.

Butuh rawat inap selama 2 hari pasca operasi hingga dokter mengijinkan anak untuk pulang dan dilakukan pemulihan di rumah. Terdapat sayatan melintang dibagian tengah testisnya dan harus dirawat dengan benar agar tidak terjadi infeksi. Butuh sekitar waktu 2 bulan hingga anak benar-benar dapat bermain dengan normal, tidak ada kendala lagi, dan setelah beberapa kali kontrol pun, anak dinyatakan sembuh, dan risiko komplikasi bisa terhindarkan.

Biaya Operasi Hidrokel

Biaya operasi hidrokel di beberapa rumah sakit akan berbeda, tergantung dari tata laksana operasi yang diterapkan dan fasilitas yang diberikan kepada pasiennya. Berikut beberapa rumah sakit swasta yang melayani operasi hidrokel.

  • Siloam Hospitals, Surabaya. Biaya operasi hidrokel ditetapkan mulai dari 13 juta rupiah.
  • Rumah Sakit Immanuel, Bandung. Menetapkan biaya operasi hidrokel mulai dari 2,7 juta rupiah.
  • Rumah Sakit Telogorejo, Semarang. Tindakan operasi hidrokel mulai dari 12 juta rupiah.
  • Mayapada Hospital, Jakarta Selatan. Biaya operasi hidrokel ditetapkan sebesar 9 juta rupiah.

Perlu diketahui bahwa perkiraan biaya di atas belum termasuk layanan kamar rawat inap dan obat-obatan yang diresepkan dokter, sehingga Anda perlu menyediakan dana lebih untuk meng-cover segala biaya untuk operasi hidrokel.

Operasi Hidrokel Ditanggung BPJS

Setiap peserta BPJS Kesehatan berhak atas pelayanan kesehatan dari awal pencegahan, tindakan penangan, hingga perawatan pasca tindakan. Selama peserta menaati peraturan dan ketentuan yang ditetapkan oleh BPJS Kesehatan maka pelayanan tersebut dapat dinikmati selama kartu berlaku.

Hampir seluruh tindakan operasi sudah di cover oleh BPJS. Termasuk operasi hidrokel ditanggung BPJS Kesehetan. Segala biaya itu diantaranya biaya operasi, obat-obatan, rawat inap, dan konsultasi dokter atau kontrol dalam menjalani rawat jalan.

Pantangan Setelah Operasi Hidrokel

Ada beberapa pantangan setelah operasi hidrokel, sekaligus anjuran yang harus dilakukan agar proses pemulihan berjalan dengan sempurna.

  • Pantangan utama adalah tidak berendam dan atau berenang pasca operasi hidrokel. Karena dikhawatirkan terjadi infeksi.
  • Tidak melakukan angkat berat dan berolahraga berat, selama proses pemulihan karena dapat menekan luka pasca operasi.
  • Tidak boleh melakukan hubungan intim selam proses penyembuhan, minimal selama 1,5 bulan.
  • Pasien dianjurkan untuk melakukan kontrol setelah operasi sesuai dengan yang dijadwalkan.
  • Untuk menghindari pembengkakan pada awal pasca operasi, kompres dengan air dingin untuk mengurangi rasa nyeri.

Penyembuhan Hidrokel Tanpa Operasi

Hidrokel pada bayi umumnya bisa sembuh tanpa operasi, karena seiring pertumbuhan bayi cairan pada testis akan menghilang dengan sendirinya. Begitupula dengan pria dewasa, hidrokel yang bukan disebabkan karena tumor testis atau infeksi bisa sembuh tanpa operasi dalam kurun waktu kurang dari 6 bulan.

Apakah Operasi Hidrokel Berbahaya

Operasi hidrokel termasuk operasi kecil yang menggunakan teknologi kedokteran yang canggih, salah satunya adalah laparoskopi yang hanya memerlukan sayatan mikro dan beberapa teknik lain yang tidak berbahaya, meski ada risiko, tetapi risiko tersebut dapat diminimalisir, sehingga operasi hidrokel tidak berbahaya.

Perbedaan Hidrokel Dan Hernia

Meski ada kesamaan mendera bagian testis dengan gejala pembengkakan, tetapi keduanya sama sekali berbeda. Berikut beberapa perbedaan hidrokel dan hernia.

  • Hidrokel pada testis berisi cairan, sedangkan hernia berupa organ lain (usus) di atasnya yang menurun ke testis.
  • Dari penyebabnya, hidrokel disebabkan karena penumpukan cairan, hernia disebabkan karena lemahnya otot pada dinding perut bawah.
  • Hidrokel seringkali tidak menimbulkan gejala berat, sedangkan hernia memberikan rasa nyeri yang hebat pada testis hingga mengalami kesulitan berjalan pada penderitanya.
  • Hidrokel dapat sembuh sendiri tanpa operasi, sedangkan hernia hanya bisa disembuhkan dengan tindakan operasi.

Komplikasi Hidrokel

Semua tindakan operasi pasti memiliki risiko yang mungkin terjadi. Pada operasi hidrokel pun ada beberapa risiko komplikasi antara lain:

  • Pasca operasi akan terjadi pembengkakan yang menimbulkan rasa tidak nyaman pada area testis.
  • Pasien akan merasakan penebalan pada area testis yang dioperasi.
  • Jika tak terjaga kebersihannya, bisa terjadi infeksi pada luka sayatan bekas operasi.
  • Hidrokel bisa saja kambuh kembali.
  • Rasa nyeri yang hebat pada skrotum.
  • Terjadi Perdarahan
  • Kemandulan akibat kerusakan jaringan pada skrotum.

Pencegahan Hidrokel

Jika terjadi pada bayi ketika dalam kandungan tentu tak ada tindakan pencegahan yang bisa dilakukan. Tetapi jika terjadi pada anak-anak dan atau pria dewasa, hidrokel bisa dicegah dengan cara:

  • Menjaga kebersihan badan dan lingkungan sekitar, karena hidrokel bisa terjadi akibat penyakit kaki gajah (filariasis).
  • Menggunakan pelindung kelamin, ketika berolahraga agar tidak terjadi benturan yang bisa mengakibatkan cedera.
  • Hindari pergaulan bebas, karena hidrokel pun bisa terjadi karena infeksi penyakit kelamin.

Related posts:

  1. Pengalaman Operasi Hernia
  2. Pengalaman Operasi Varikokel
  3. Pengalaman Operasi Wasir : Operasi Ambeien
  4. Pengalaman Operasi OMSK
  5. Pengalaman Operasi Angkat Rahim : Operasi Pengangkatan Rahim – Histerektomi
Gratis Jasa Konsultasi Asuransi Gratis Secara Online Jakarta Jabodetabek Indonesia