Pengalaman Operasi Kanker Usus Besar

Pengalaman Operasi Kanker Usus Besarby Vivi Tirtaon.Pengalaman Operasi Kanker Usus BesarKanker hingga saat ini masih menjadi penyakit yang misterius penyebabnya. Tak bisa di prediksi dan bisa menyerang siapa saja. Meski banyak faktor yang dipercaya sebagai pemicu kanker, tetapi orang yang memiliki riwayat atau keturunan penderita kanker maka akan memiliki risiko lebih besar terkena kanker yang sama. Tidak terkecuali dengan kanker usus besar, faktor keturunan juga […]
Gratis Jasa Konsultasi Asuransi Gratis Secara Online Jakarta Jabodetabek Indonesia

Kanker hingga saat ini masih menjadi penyakit yang misterius penyebabnya. Tak bisa di prediksi dan bisa menyerang siapa saja. Meski banyak faktor yang dipercaya sebagai pemicu kanker, tetapi orang yang memiliki riwayat atau keturunan penderita kanker maka akan memiliki risiko lebih besar terkena kanker yang sama.

Tidak terkecuali dengan kanker usus besar, faktor keturunan juga mempunyai andil besar dalam pertumbuhan sel tumor ganas pada organ seseorang. Setidaknya ada sekitar 8% dari keseluruhan penderita kanker, yang menderita kanker usus besar. Bagaimana peluang sembuh dari kanker usus besar, pengalaman operasi kanker usus besar, dan bagaimana cara pencegahannya? Terus baca artikel ini hingga selesai!

pengalaman operasi kanker usus besar

Pengertian Kanker Usus Besar

Kanker usus besar adalah kanker yang terjadi pada usus akibat tumbuhnya jaringan tumor ganas pada bagian usus besar. Adapun kanker kolorektal yaitu sel kanker yang menyerang secara spesifik bagian dalam perut secara bersamaan, yaitu bagian usus besar dan anus. Sehingga mengakibatkan berbagai gejala seperti nyeri perut bagian bawah, perdarahan bersamaan dengan keluarnya feses, dan atau kesulitan buang air besar.

Kanker usus besar bisa menyerang siapa pun, tetapi kaum pria lebih tinggi risikonya. Berdasarkan data penderita kanker, orang yang menderita kanker sebanyak 8% dari keseluruhan kanker yang menyerang manusia. Sehingga perlu diwaspadai dan dicegah dengan cara menerapkan gaya hidup sehat, menjaga berat badan, serta olahraga yang teratur.

Penyebab Kanker Usus Besar

Penyebab secara spesifik belum diketahui secara pasti, tetapi banyak faktor yang bisa menjadi pemicu serangan kanker, antara lain:

  • Usia. Seiring bertambahnya usia, kemampuan organ akan terus menurun sehingga risiko terjadinya kanker kolorektal cenderung meningkat. Karena kanker kolorektal biasanya menyerang seseorang dengan usia lebih dari 50 tahun.
  • Memiliki riwayat penyakit. Riwayat keluarga yang pernah mengalami kanker usus besar juga menjadi salah satu faktor penyebab serangan kanker kolorektal. Selain itu, jika memiliki genetik keluarga terkena sindrom Lynch, risiko terkena kanker kolorektal juga semakin tinggi.
  • Radang usus. Orang yang memiliki radang usus, penyakit Crohn, dan kolitis ulseratif memiliki risiko tinggi terkena kanker kolorektal.
  • Gaya hidup. Orang yang tak memperdulikan kesehatan dengan gaya hidup yang serampangan, konsumsi makanan yang tidak higienis, konsumsi alkohol, merokok, dan tak pernah berolahraga memiliki potensi besar terkena berbagai serangan penyakit, termasuk kanker.
  • Radioterapi. Meski dapat mengurangi, paparan sinar radiasi juga memiliki efek samping yang bisa memicu serangan kanker kolorektal.
  • Diabetes. Penderita diabetes lebih potensial terkena serangan kanker dan berbagai komplikasi penyakit lainnya.

Gejala Kanker Usus Besar

Seringkali orang yang menderita kanker usus besar pada stadium awal tidak atau belum menunjukan gejala apapun, tetapi beberapa lama kemudian gejala mulai muncur seiring dengan tingkat stadium kanker yang di derita. Beberapa gejala yang umum antara lain:

  • Nyeri perut. Perut akan terasa nyeri, terutama pada bagian perut bawah. Akan terasa seperti kesulitan buang gas, yang menyebabkan begah dan kembung, serta kram otot perut.
  • Kelelahan. Fisik menjadi mudah lelah karena terjadi perdarahan ringan pada bagian polip. Kekurangan darah atau anemia juga seringkali mendera penderita kanker usus besar.
  • Berat badan menurun. Penurunan berat badan secara drastis hingga lebih dari 5 kg dalam satu bulan bisa menjadi pertanda serangan kanker usus besar.
  • Pendarahan. Penderita kanker usus besar pada stadium 3 ke atas akan mengalami pendarahan ketika buang air besar.
  • Perubahan kebiasaan usus. Sembelit dan diare terjadi sebagai gejala awal kanker usus besar karena adanya tumor atau polip.

Gambar Kanker Usus Besar

operasi usus besar
gambar kanker usus besar

Pengobatan Kanker Usus Besar

Jika terdiagnosa kanker usus besar, tentu harus dilakukan tindakan pembedahan atau operasi guna mengangkat sel kanker abnormal yang bisa berkembang menjadi tumor ganas, agar tidak menyebar ke bagian organ dalam lainnya.

Tindakan operasi dilakukan sesuai dengan tingkatan stadium kanker yang mendera penderita kanker usus besar. Jika tumor masih dalam stadium 0 atau stadium 1, tindakan kolonoskopi bisa diterapkan. Jika diperlukan, dokter akan menerapkan laparoskopi untuk mengangkat jaringan kanker yang berada di sekitar usus.

Ada beberapa rangkaian tindakan pengobatan kanker usus besar, yaitu:

Operasi. Tata laksana operasi dilakukan untuk mengangkat sel kanker yang terus tumbuh di usus. Tindakan operasi yang biasa dilakukan antara lain kolonoskopi, kolektomi, laparoskopi, atau melalui kolostomi.

Kolonoskopi adalah serangkaian tes yang dilakukan untuk mendiagnosa kanker kolorektal. Proses pemeriksaan secara menyeluruh pada bagian usus besar. Termasuk pembersihan sebagai upaya persiapan operasi lanjutan.

Kolektomi adalah prosedur operasi yang dilakukan untuk memotong, atau mengangkat sebagian atau seluruh usus besar, kelenjar getah bening, dan organ yang terkait dengan kanker. Penerapannya bisa dengan laparoskopi yang memerlukan sayatan kecil atau kolektomi yang memerlukan sayatan secara terbuka (operasi besar).

Serangkaian tindakan lanjutan pasca operasi harus dilakukan guna mencegah, mematikan, mengecilkan sel kanker yang berpotensi berkembang, sehingga pasien kanker usus besar bisa sembuh. Rangkaian tindakan tersebut antara lain:

  • Kemoterapi yaitu prosedur perawatan dengan menggunakan obat keras untuk menghancurkan sel kanker yang berkembang. Kemoterapi biasanya dilakukan secara periodik teratur, tetapi seringkali menimbulkan efek samping yang juga berbahaya.
  • Terapi radiasi yaitu penggunaan teknologi untuk menghancurkan sel kanker melalui penyinaran radiasi pada sel kanker. Tindakan ini bisa mengecilkan tumor, dilakukan sebelum dan atau sesudah operasi.
  • Imunoterapi adalah pengobatan dari dalam guna mempersiapkan tubuh melawan sel kanker dengan peningkatan sistem imun dalam tubuh.

Pengalaman Terkena Kanker Usus Besar dan Pengalaman Operasi Kanker Usus Besar

Ini adalah pengalaman terkena kanker usus besar yang dialami oleh Zainal, mantan wartawan motorplus yang kini sudah berusia 53 tahun.

Kanker usus besar sudah menyerang Zainal sejak 5 tahun yang lalu, sekitar awal 2015, Zainal merasakan beberapa gejala seperti nyeri perut dan perdarahan ketika buang air besar. Karena gejala tersebut, kemudian Zainal dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Setelah dilakukan CT Scan, USG dan rontgen, Zainal terdiagnosa menderita kanker usus besar stadium 2, sehingga perlu dilakukan pembedahan atau operasi. Beberapa hari kemudian, tindakan operasi dilakukan untuk memotong rektum, agar kanker tidak menyebar ke organ lain.

Meski sudah dilakukan pemotongan rektum, beberapa minggu kemudian, Zainal mengalami gejala yang sama yaitu pendarahan ketika buang air, dan semakin nyeri di perut bagian bawah. Dibawalah kembali Zainal ke dokter spesialis bedah digestif yang dulu menanganinya. Operasi dilakukan dan pemotongan rektum pun kembali dilakukan.

Meski sudah menjalani dua operasi pemotongan rektum, kanker usus besar yang menyerang Zainal justru semakin mengganas, dan dilakukan pemotongan rektum yang ketiga kalinya, dan diagnosa dokter tingkatan kanker malah terus berkembang, dan kini sudah stadium 4, yang berarti sudah menyebar ke bagian organ lain.

Berdasarkan diagnosa dokter, kanker yang menyerang Zainal adalah kanker kolorektal yaitu tumbuhnya sel kanker abnormal pada lapisan usus besar yang kemudian berubah menjadi tumor ganas dan juga menyerang saluran perncernaan bawah atau anus. Sehingga penderita akan mengalami kesulitan buang air besar, diare, penurunan berat badan, pendarahan, nyeri perut yang dahsyat, dan sebagainya.

Dan setahun belakangan ini, nyeri perut yang sangat terus dirasakan Zainal. Kesulitan dalam pengadaan dana untuk operasi kanker usus besar membuat Zainal terus menderita. Perlu diketahui bahwa biaya operasi kanker usus besar saat ini sudah mencapai 450 juta rupiah.

Kini, Zainal telah menjalani operasi pemasangan kolostomi pada dinding usus sebagai upaya pembersihan feses yang keluar agar tidak menyebar ke bagian organ lain yang bisa menimbulkan komplikasi. Serangkaian radiasi pun diterapkan untuk pelepasan dari perlengketan kanker yang menyerang usus besar dan anus.

Pada operasi ke empatnya, dokter melakukan biopsi kanker dan juga membersihkan rongga dinding perut yang membesar karena terisi dengan feses. Adapula sel kanker yang tidak bisa dibersihkan dan diangkat karena sudah melekat dan lengket ke tulang, yang menyebabkan berbagai komplikasi seperti penurunan HB, terganggunya paru-paru yang menyebabkan penumpukan dahak di dalam saluran pernafasan, serta kesulitan untuk buang air kecil.

Biaya Operasi Kanker Usus Besar

Biaya operasi kanker usus besar bisa mencapai 450 juta rupiah. Tidak serta merta mengeluarkan biaya tersebut, tetapi parsial karena rangkaian operasi kanker usus besar tidak hanya sekali dilakukan, tetapi beberapa tahapan dan perawatan pasca operasi seperti radiasi, kemoterapi, dan imunologi juga termasuk ke dalam biaya tersebut.

Karena mahalnya biaya operasi kanker usus besar, BPJS Kesehatan tidak menanggung seluruh biaya, baik obat-obatan, rawat inap, kontrol, rawat jalan dan sebagainya, sehingga pasien dibebankan atas biaya tambahan sesuai dengan tindakan dan tata laksana pengobatan yang diterapkan kepada pasien.

Tumor Usus Besar Bisa Sembuh

Peluang sembuh untuk penyakit tumor usus besar tetap ada, meski ada berbagai efek samping yang ditimbulkan dari serangkaian pengobatan tumor usus besar, tergantung dari stadium berapa tumor usus besar sudah berkembang. Mengikuti saran dokter pasca operasi tumor usus besar menjadi kunci dalam proses penyembuhan kanker tersebut. Beberapa anjuran dokter yang harus dipatuhi pasca operasi tumor usus besar antara lain:

  • Melakukan surveilance atau pemantauan untuk kontrol ke dokter secara teratur sesuai yang dijadwalkan agar kondisi pasien selalu terpantau dengan baik.
  • Mengindari makanan yang berlemak dan memiliki kandungan kolesterol yang tinggi.
  • Hindari makanan bertekstur kasar, yang bisa membuat pencernaan terganggu.
  • Banyak mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan.

Makanan Penyebab Kanker Usus Besar

Makanan yang berlemak dan berkolesterol tinggi seperti daging kambing, udang, kepiting, dan sejenisnya, dipercaya sebagai makanan penyebab kanker usus besar. Penumpukan lemak bisa menyebabkan berbagai penyakit dari mulai radang usus buntu, obesitas, hipertensi, gagal jantung, termasuk juga kanker usus besar.

Jus Buah Untuk Penyakit Kanker Usus Besar

Tidak semua buah bisa memberikan efek bagus untuk tubuh. Beberapa buah yang bisa dijadikan jus untuk penyakit kanker usus besar antara lain nanas, pir, lemon, jeruk, apel, dan jus lidah buaya. Buah-buahan tersebut kaya akan serat dan vitamin, sehingga akan baik bagi usus besar dan orang yang mengkonsumsinya dimudahkan ketika buang air besar.

Pengalaman Sembuh Dari Kanker Usus

Ini adalah pengalaman sembuh dari kanker usus dari seorang pria berusia 43 tahun asal Las Vegas, Amerika Serikat bernama Rob Mooberry.

Rob di diagnosis menderita kanker usus besar stadium 4 pada tahun 2010. Ketika itu yang Rob rasakan adalah perut terasa terbakar, kembung, hingga pendarahan ketika buang air besar. Kanker yang menyerangnya sudah menjalar dari usus besar, kelenjar getah bening, hingga hati.

Serangkaian operasi dilakukan Rob yang dilanjutkan kemoterapi secara teratur di rumah sakit. Kemudian Rob menerapkan gaya hidup sehat pada awal 2011, dengan menjadi vegetarian. Yaitu tidak mengkonsumsi daging sama sekali, hanya mengkonsumsi sayuran organik saja.

Hasilnya, pada akhir 2012, dari pemeriksaan CT Scan yang dilakukannya, tingkat kanker yang di derita Rob turun menjadi stadium 3A. Usaha untuk menjadi vegetarian terus berlanjut, hingga ia mengkonsumsi sayuran organik yang masih mentah secara terus menerus, dan kemudian pada pertengahan 2013 Rob kembali memeriksa kondisinya dengan USG dan CT Scan, hasilnya kanker berkurang hingga 80%.

Kemudian, Rob memutuskan untuk menghentikan kemoterapi yang ia jalani selama ini, karena dirinya sadar, bahwa kemoterapi juga bisa menimbulkan efek samping yang berbahaya. Vegetarian terus berlanjut, hingga ia memutuskan sayuran mentah sebagai makanan pokoknya, dan pada 2014, Rob dinyatakan sembuh total dari kanker usus besar yang menderanya sejak 2010.

Peluang Sembuh Kanker Usus Besar

Setiap penyakit pasti ada obatnya, sehingga diperlukan ikhtiar dan doa yang sungguh-sungguh untuk melawan penyakit, karena psikis atau mental seseorang berperan sangat penting dalam membangun imunitas tubuh untuk menahan dan melawan segala penyakit yang menyerang tubuh.

Meskipun secara medis peluang sembuh kanker usus besar masih rendah, tetapi cerita Rob Mooberry mematahkan anggapan itu, karena Rob dapat sembuh total dari kanker usus besar berkat usahanya menjadi seorang vegetarian yang menjadikan sayuran organik yang masih mentah menjadi makanan pokoknya.

Testimoni Sembuh Dari Kanker Usus

Kisah Rob Mooberry yang sembuh dari kanker usus besar stadium 4 menjadi inspirasi banyak orang, karena kisahnya telah dimuat di berbagai media cetak dan internet di seluruh dunia. Bagaimana tidak, perjuangan Rob menjadi seorang vegetarian dimana ia menjadikan sayuran mentah sebagai makanan pokoknya tanpa asupan daging dan makanan berlemak apapun, hanya sayuran dan olahan buah-buahan saja, patut diacungi jempol, karena tidak semua orang mampu melakukan itu.

Pemulihan Pasca Operasi Kanker Usus Besar

Dibutuhkan waktu yang lebih lama untuk pemulihan pasca operasi kanker usus besar. Agar kanker tidak berkembang, perlu menjaga tubuh agar tetap stabil dengan cara:

  • Menghentikan kebiasaan merokok.
  • Konsumsi makanan yang rendah lemak.
  • Banyak konsumsi sayuran dan buah-buahan.
  • Tidak minum minuman yang mengandung alkohol.
  • Selama pemulihan, hindari kegiatan berat yang bisa menyebabkan luka operasi tidak kering.
  • Kontrol ke dokter secara teratur agar kondisi tubuh tetap terpantau.

Operasi Penyambungan Usus Besar

Operasi penyambungan usus besar dilakukan pembedahan untuk mengangkat tumor yang menyerang usus, kemudian dilakukan penjahitan guna menyambung kembali usus besar. Kemudian dipasanglah stoma untuk menampung feses agar tidak terjadi kebocoran yang bisa menyebabkan komplikasi karena feses penuh dengan bakteri penyebab infeksi.

Stoma adalah kantong penampung kotoran (feses). Yang sangat berguna ketika pasien melakukan operasi penyembungan usus besar. Stoma bisa digunakan sementara hingga pasien melakukan pemulihan pasca operasi dengan sempurna sehingga anus dapat kembali berfungsi dengan baik.

Pantangan Makanan Pasca Operasi Tumor Usus

Beberapa makanan yang menjadi pantangan pasca operasi tumor usus antara lain:

  • Makanan yang memiliki kandungan lemak yang tinggi, seperti daging, cokelat, dan susu.
  • Makanan yang mengandung kolesterol tinggi, seperti daging kambing, dan makanan laut (udang, ikan, kepiting).

Komplikasi Kanker Usus Besar

Setiap tindakan operasi akan menimbulkan berbagai komplikasi yang mungkin bisa terjadi. Tetapi jika operasi dilakukan dengan benar, dan oleh dokter yang berpengalaman serta di dukung teknologi yang memadai, maka faktor risiko akan diminimalisir. Beberapa risiko komplikasi kanker usus besar antara lain:

  • Terjadi infeksi pada luka bekas operasi.
  • Kebocoran usus sehingga dinding perut bisa terisi feses yang penuh dengan bakteri.
  • Kanker kembali tumbuh dan menyerang organ dalam lainnya seperti hati, kelenjar getah bening.
  • Terjadi gangguan pencernaan.
  • Perdarahan ketika buang air besar.
  • Dan berbagai risiko lain pasca operasi bisa terjadi apabila pasien tidak kooperatif mengikuti segala anjuran dokter.

Pencegahan Kanker Usus Besar

Setiap orang bisa saja terkena kanker usus besar, meski secara pasti tidak diketahui penyebabnya, tetapi pencegahan bisa dilakukan antara lain menjaga tubuh agar sehat dengan menerapkan gaya hidup sehat, diet yang seimbang dengan asupan makanan bergizi, serta menghindari alkohol dan merokok, serta berolahraga yang teratur dipercaya bisa menurunkan risiko terkena kanker.

Ketika usia sudah memasuki 40 tahun ke atas, melakukan medical check up secara berkala perlu dilakukan guna menemukan gejala sedari awal sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan. Karena kanker usus besar pada stadium 0 dan stadium 1, seringkali tidak menimbulkan gejala, dan baru diketahui gejalanya jika sudah masuk stadium 3 dan stadium 4.

Oleh karena itu, deteksi dini melalui tes skrinning tubuh menjadi penting untuk mengantisipasi kanker yang bisa mengancam nyawa penderitanya jika terus dibiarkan berkembang dan menjalar ke bagian dalam tubuh.

Related posts:

  1. Pengalaman Operasi Usus Buntu
  2. Pengalaman Operasi Kanker Ovarium
  3. Pengalaman Operasi Tiroid : Operasi Kanker Tiroid – Operasi Kelenjar Tiroid – Operasi Kelenjar Gondok
  4. Pengalaman Operasi Wasir : Operasi Ambeien
  5. Pengalaman Kanker Tenggorokan
Gratis Jasa Konsultasi Asuransi Gratis Secara Online Jakarta Jabodetabek Indonesia

Related Posts