Pengalaman Operasi Kelenjar Getah Bening : Lymphoma / Limfoma

Pengalaman Operasi Kelenjar Getah Bening : Lymphoma / Limfomaby Vivi Tirtaon.Pengalaman Operasi Kelenjar Getah Bening : Lymphoma / LimfomaGaya hidup yang tidak sehat diyakini sebagai faktor pemicu utama datangnya segala penyakit, entah kanker, hipertensi, kolesterol, diabetes, jantung, gagal ginjal, stroke, dan sebagainya. Di Indonesia, angka kematian tertinggi sebanyak 34% atau 8 juta orang pertahun terkena hipertensi. Diabetes dan Stroke berada di urutan kedua dan ketiga. Dengan angka kematian 8,5% untuk diabetes melitus dan […]
Gratis Jasa Konsultasi Asuransi Gratis Secara Online Jakarta Jabodetabek Indonesia

Gaya hidup yang tidak sehat diyakini sebagai faktor pemicu utama datangnya segala penyakit, entah kanker, hipertensi, kolesterol, diabetes, jantung, gagal ginjal, stroke, dan sebagainya. Di Indonesia, angka kematian tertinggi sebanyak 34% atau 8 juta orang pertahun terkena hipertensi. Diabetes dan Stroke berada di urutan kedua dan ketiga. Dengan angka kematian 8,5% untuk diabetes melitus dan 10,9% untuk stroke.

Orang yang terkena kanker di Indoesia juga mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Baik kanker payudara, kanker rahim, kanker otak, kanker getah bening, dan sebagainya. Dan hingga saat ini, orang yang sudah terkena kanker tidak benar-benar mengalami kesembuhan total, yang ada hanyalah kanker tidak aktif. Tentu sangat bahaya sekali bukan!

Ada 2 serangan kanker yang tidak direkomendasikan untuk dilakukannya operasi yaitu kanker otak dan Limfoma pada leher yang menyerang sel darah putih yang berfungsi sebagai benteng pertahanan tubuh dalam melawan virus. Pertimbangannya karena risiko kematian lebih besar jika dilakukan operasi, mengingat posisi bersarangnya kanker adalah bagian vital tubuh.

Pengalaman operasi kelenjar getah bening lImfoma

Pengertian Kelenjar Getah Bening atau Limfoma

Kelenjar getah bening atau limfoma merupakan sel kanker yang menyerang sistem limfatik. Fungsi dari sistem limfatik adalah sebagai benteng dalam pertahanan tubuh dengan membangun sistem kekebalan untuk melawan infeksi dan berbagai penyakit lainnya.

Limfoma bisa menyerang organ-organ lain dalam sistem limfatik seperti kelenjar getah bening, sumsum tulang belakang, dan organ penting lainnya. Jenis Limfoma dibagi menjadi dua, yakni Limfoma Hodgkin dan Non Hodgkin, dengan perbedaan utamanya adalah letak sel kanker yang menyerang.

Pada umumnya, yang paling sering menyerang manusia adalah jenis Limfoma non Hodgkin, yaitu jenis Limfoma yang tidak terdapat sel Reed Sternberg dalam sel kanker yang menyerang. Pemeriksaan awal perlu dilakukan untuk mengetahui jenis Limfoma yang menyerang, karena dokter akan melakukan pengobatan berdasarkan jenis Limfoma tersebut.

Penyebab Limfoma

Hingga saat ini, penyebab pasti dari Limfoma atau penyakit kelenjar getah bening belum diketahui. Tetapi beberapa penelitian yang berkenaan dengan Limfoma menunjukkan beberapa faktor-faktor yang mungkin menjadi awal penyebab Limfoma, faktor tersebut antara lain:

  • Berdasarkan jenisnya, Limfoma Hodgkin akan menyerang orang yang berusia antara 15-40 tahun. Sedangkan Limfoma non Hodgkin cenderung menyerang orang yang berusia 60 tahunan ke atas.
  • Kaum pria lebih memiliki risiko lebih tinggi daripada wanita.
  • Sistem kekebalan tubuh yang lemah akan lebih mudah terserang Limfoma. Ini biasanya terjadi karena rusaknya sistem kekebalan tubuh akibat dari konsumsi obat-obatan atau terserang HIV/AIDS.
  • Penyakit autoimun bisa menjadi penyebab terkena Limfoma, seperti lupus, celiac, sindrom Sjogren, dan rheumatoid arthritis.
  • Paparan pestisida yang biasa digunakan petani juga bisa menjadi pemicu Limfoma.
  • Ada faktor keturunan atau riwayat keluarga penderita Limfoma.
  • Pernah menjalani pengobatan radioterapi.
  • Terkena hepatitis C.

Gejala Kelenjar Getah Bening

Limfoma dapat di deteksi dini dengan mudah jika terjadi benjolan pada bagian, ketiak, leher, ataupun selangkangan. Adanya benjolan di bagian tersebut dan kemudian disertai beberapa gejala berikut ini, antara lain:

  • Demam tinggi secara tidak beraturan, kadang tinggi dan kadang normal.
  • Gatal-gatal di bagian tertentu.
  • Badan mudah lelah sekali, terasa lemas dan tak bertenaga.
  • Berkeringat ketika malam, meski cuaca tidak panas.
  • Sesak napas dan juga batuk.

Gambar Kelenjar Getah Bening

gambar kelenjar getah bening
pengobatan kelenjar getah bening

Pengobatan Kelenjar Getah Bening

Pengobatan penyakit kelenjar getah bening atau limfoma tergantung dari hasil pemeriksaan biopsi terhadap pasien. Tidak melulu dilakukan tindakan operasi, tergantung seberapa manfaat dan akibat yang nantinya akan diterima bagi penderita. Dokter spesialis onkologi pada umumnya akan memberikan pilihan pengobatan antara lain:

Terapi biologis

Terapi biologis untuk kanker adalah jenis pengobatan yang bertujuan merangsang sistem kekebalan tubuh untuk membunuh sel kanker. Terapi ini dilakukan dengan memasukkan memasukkan mikroorganisme hidup ke dalam tubuh.

Terapi antibodi

Merupakan tindakan paling ringan dengan memasukan antibodi sintesi melalui aliran darah yang berfungsi untuk menghancurkan sel kanker. Efektif atau tidaknya terapi ini tergantung dari tingkat stadium dari sel kanker itu sendiri. Jika sudah stadium 2 ke atas, terapi antibodi ini tidak akan efektif.

Kemoterapi

Kemoterapi yaitu tindakan lanjutan untuk pengobatan penyakit kanker dengan cara menyuntikan obat ke aliran darah untuk membunuh sel-sel kanker yang menyerang tubuh, agar tidak menyerang ke bagian tubuh lainnya.

Radioimun Terapi

Tindakan ini dilakukan oleh dokter dengan cara memberikan obat dengan dosis radioaktif yang sangat tinggi untuk secara spesifik menghancurkan sel kanker yang menyerang penderita.

Terapi Radiasi

Terapi ini dilakukan menggunakan sinar X pada bagian tubuh yang terserang kanker, dengan maksud membunuh sel-sel kanker agar tidak berkembang dan menyerang organ tubuh lainnya.

Transplantasi stem cell

Karena efek kemoterapi yang begitu dahsyat yang bisa merusak sumsum tulang, maka tindakan transplantasi stem cel perlu dilakukan agar pasien dapat memulihkan kondisi tubuh dengan cepat, yaitu dengan cara memasukkan sel sumsum tulang yang sehat dari pendonor melalui darah pasien.

Kortikosteroid

Efek kemoterapi juga bisa membuat tubuh mengalami mual dan muntah, sehingga dokter akan memberikan stereoid yang dimasukan melalui pembuluh darah atau bisa juga berupa tablet yang dikonsumsi secara teratur agar efek samping dari kemoterapi tidak mengganggu fungsi tubuh secara berkelanjutan.

Pembedahan

Tindakan pembedahan untuk Limfoma sangat tidak dianjurkan dokter. Jika tindakan pembedahan bertujuan membersihkan sel kanker, sebaiknya tidak dilakukan, tetapi jika tindakan pembedahan dilakukan untuk menyelamatkan pasien dari gangguan organ lain, misalnya tidak bisa makan (pencernaan terganggu) karena sel kanker yang menyerang, maka pembedahan bisa dilakukan. Sebagai upaya penyelamatan, bukan upaya penyembuhan.

Pengalaman Operasi Kelenjar Getah Bening atau Limfoma

Ini adalah kisah pengalaman operasi kelenjar getah bening dari Agni, seorang perempuan berusia 41 tahun. Kejadian ini pada tahun 2018 lalu. Agni adalah seorang yang aktif pergi ke tempat kebugaran, entah itu ke gym atau senam untuk mengolah tubuh agar selalu fit dan ideal. Karena pada waktu itu dia belum menikah.

Suatu ketika di awal tahun 2018, dia menyadari ada benjolan kecil di leher. Tetapi karena masih kecil, Agni mendiamkannya hingga beberapa bulan, benjolan di leher tersebut malah makin membesar, diiringi dengan rasa lemas dan mudah letih, alhasil dia makin jarang untuk datang ke tempat kebugaran karena kondisi fisiknya menurun drastis, mudah lelah dan kadang disertai demam.

Kemudian, Ia bersama ayahnya datang ke dokter spesialis onkologi untuk memeriksakan keadaan benjolan di lehernya. Dokter segera melakukan pemeriksaan awal, dan Agni disarankan untuk segera dilakukan Biopsi atau pengambilan sample untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut atas benjolan yang semakin lama semakin membesar tersebut. Selain itu, diambil darah pula untuk mendiagnosa penyakit dari pasien.

Dokter memberikan rujukan ke rumah sakit umum yang memiliki fasilitas lengkap untuk pemeriksaan darah dan pengambilan sample untuk biopsi. Sebelum melakukannya, tentu Agni segera mengurus BPJS Kesehatan agar terbantu secara finansial dalam proses pengobatan. Dipilihnya kelas 1, yang pada waktu itu, iuran bulanannya masih 75 ribu rupiah, dengan harapan ketika menjalani rawat inap akan bisa dinaikkan kelasnya ke kamar VIP.

Tiga hari kemudian, Agni kembali ke rumah sakit untuk menemui dokter onkologi yang menangani penyakitnya untuk segera dilakukan pembedahan pengambilan sample biopsi, untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Pembedahan berupa sayatan kecil pada bagian leher, untuk mengambil sample sekitar 0,3 cm. Tindakan bedah biopsi ini kurang dari satu jam saja, dengan anestesi total, sehingga butuh rawat inap sekitar 2 hari saja.

Dari hasil tes darah dan biopsi, Dokter menyimpulkan dan mengatakan kepada Agni yang saat itu ditemani sang Ayah dan Ibunya, bahwa Ia mengidap Limfoma atau kelenjar getah bening stadium 2. Lalu dengan berkaca-kaca Agni meminta penjelasan lebih detail dari dokter tersebut tentang penyakitnya.

Dokter lebih lanjut mengatakan, kelenjar getah bening stadium 2 artinya bahwa ditemukan lebih dari satu sel kanker yang berada di kelenjar getah bening yang mungkin akan terus berkembang dan tumbuh menjalar hingga ke stadium 3 atau stadium 4 yang berarti organ lain pada sistem limfatik ikut terserang.

Dengan pertimbangan matang, dokter menganjurkan untuk dilakukannya operasi kelenjar getah bening karena kanker yang menyerang sangatlah aktif, agar tidak menjalar ke bagian organ lain yang bisa menyebabkan risiko kematian.

Kemudian dokter pun membuat surat rujukan tindakan operasi ke rumah sakit tingkat lanjutan dengan fasilitas yang lebih lengkap yang berada di luar kota. Dan Agni pun sudah diperbolehkan pulang oleh dokter, dan dokter berpesan untuk segera berkunjung ke rumah sakit tingkat lanjutan sesuai rujukan dalam waktu kurang dari tiga bulan.

Berbekal surat rujukan dokter tersebut, sebulan kemudian Agni dan keluarganya bertindak ke rumah sakit tingkat lanjutan untuk menjalani operasi kelenjar getah bening. Sampai di rumah sakit, antri menunggu giliran hingga 3 jam. Pada gilirannya, dokter memeriksa keadaan Agni berdasarkan keterangan rujukan dari dokter sebelumnya, beserta dokumen pendukung.

Pemeriksaan lanjutan sebelum tindakan operasi dilakukan, dokter melakukan pemeriksaan menyeluruh antara lain cek darah, rontgen, dan EKG (Elektrokardiografi). Satu minggu setelah dilakukan pemeriksaan, Agni diwajibkan untuk datang kembali untuk mengetahui hasil tes. Dan untuk kemudian dokter menjadwalkan operasi 1-2 hari kemudian. Jadi untuk pantauan lebih lanjut, Agni diharuskan menjalani rawat inap.

Pada saat operasi, dilakukan anestesi total dengan selang pernafasan terpasang di tenggorokan. Operasi kelenjar getah bening memakan waktu kurang lebih dua jam, dan kemudian Agni dibawa keluar ruang operasi dalam keadaan masih tak sadarkan diri karena efek pembiusan yang belum hilang.

Operasi sukses dilakukan dan dalam 3 hari pasca operasi dilakukan, Agni diperbolehkan pulang dan wajib menjalani pengobatan kemoterapi, karena pengangkatan sel penyakit getah bening tidak sepenuhnya, hanya untuk mencegah sel tersebut menyerang organ vital lainnya.

Dokter menjadwalkan untuk dilakukan pengobatan lanjutan yaitu kemoterapi untuk membunuh sel kanker yang masih aktif. Setelah dua minggu pasca operasi. Dan waktunya pun tiba, Agni diantar keluarganya kembali berkunjung ke rumah sakit tersebut untuk kemoterapi. Kemoterapi dilakukan selama kurang lebih 3 jam, dimana pasien diberikan obat melalui infus di tangan hingga obat habis.

Setelah menjalani kemoterapi pertamanya, seluruh tubuh Agni terasa panas dan sakit semua. Rasa sakit itu terus menerus hingga 2 jam, kemudian dokter memberikan surat rujukan agar datang kembali setelah 2 minggu untuk dilakukan kemoterapi ke dua.

Kemoterapi pada Agni dilakukan setiap dua minggu hingga sudah 6 kali pengobatan kemoterapi dijalaninya. Tubuh Agni semakin melemah, rambut sudah sangat rontok hingga botak seluruhnya, tetapi benjolan tidak kunjung mengecil.

Perjuangan Agni melawan penyakit kelenjar getah bening yang menderanya hingga titik darah penghabisan, tubuhnya sudah tak tahan lagi terkena serangan kanker yang ganas, dan juga efek kemoterapi yang menyakitkan, dan akhirnya pada akhir 2018 Agni tutup usia di usia 42 tahun.

Cek Kelenjar Getah Bening Ke Dokter Spesialis Apa ?

Untuk melakukan pemeriksaan awal tentu bisa saja ke dokter umum, dan kemudian dokter umum akan memberikan rujukan kepada dokter spesialis onkologi. Atau bisa saja Anda datang langsung ke dokter praktek spesial onkologi dengan titel Dr. Sp.B(K) Onk. Yaitu dokter spesialis yang mempelajari dan menangani kanker.

Pengalaman Biopsi Kelenjar Getah Bening

Dari kasus Agni di atas yang memiliki pengalaman biopsi kelenjar getah bening, bahwa Biopsi adalah tindakan medis untuk pengambilan sample dari area yang terserang kanker dengan pembedahan minor atau sayatan kecil. Sample yang sudah diambil dari area kelenjar getah bening kemudian diperiksa dan diteliti di laboratorium menggunakan stetoskop untuk mengetahui sel-sel kanker yang menyerang.

Operasi biopsi kelenjar getah bening hanya memakan waktu kurang dari satu jam, dengan pembiusan total, dan kemudian pasien akan dirawat inap, selama dua hari hingga hasil tes biopsi diketahui dan bisa disimpulkan tindakan lanjutan apa yang harus diambil.

Efek Operasi Kelenjar Getah Bening

Efek operasi kelenjar getah bening biasanya adalah rasa sakit dibagian sayatan bekas pembedahan. Jika tidak bersih maka bisa terkena infeksi pasca operasi.

Penyembuhan Pasca Operasi Kelenjar Getah Bening

Setelah operasi kelenjar getah bening dilakukan, dalam waktu tiga hari menjalani rawat inap, pasien diperbolehkan pulang untuk dilakukan rawat jalan. Waktu penyembuhan tentu tergantung dari metode operasi yang digunakan, dan tingkat kedisiplinan dari pasien.

Setidaknya butuh waktu minimal dua minggu pasca operasi dilakukan untuk tubuh dapat pulih kembali, tetapi tentu harus menjaga kondisi fisik dari aktivitas berat yang bisa membuat luka bekas sayatan terbuka kembali.

Biaya Operasi Kelenjar Getah Bening

Biaya operasi kelenjar getah bening pada rumah sakit swasta tentu sangat bervariasi, dari mulai 10 juta hingga 40 juta tergantung fasilitas dan jenis operasi yang diterapkan. Operasi kelenjar getah bening, menggunakan BPJS Kesehatan, maka biayanya akan ditanggung sepenuhnya dari mulai rawat jalan, operasi, hingga pasca operasi, termasuk kemoterapi.

Biaya Operasi Biopsi Kelenjar Getah Bening

Biaya operasi biopsi kelenjar getah bening mulai dari 300 ribu hingga 6 juta, tergantung rumah sakit mana yang Anda pilih. Rumah sakit swasta Siloam Hospital misalnya, menetapkan biaya operasi biopsi kelenjar getah bening dan payudara sebesar 343 ribu rupiah saja. Sedangkan rumah sakit mewah Beacon Hospital di Malaysia menetapkan harga sebesar 6,87 juta.

Berapa Lama Kelenjar Getah Bening Mengecil ?

Benjolan akibat sel kelenjar getah bening yang tidak normal bisa mengecil dengan sendirinya atau membesar dan menjalar ke seluruh tubuh tergantung aktif atau tidaknya sel kanker yang menyerangnya. Untuk masalah ini tentu harus dilakukan pemeriksaan lebih lanjut seperti operasi biopsi, USG atau Rontgen.

Kelenjar Getah Bening Bengkak

Terjadinya bengkak pada kelenjar getah bening, bisanya disebabkan karena infeksi yang disebabkan karena bakteri dan virus, yakni karena virus flu, campak, infeksi pada telinga, infeksi gigi, mononukleosis, radang tenggorokan dan terjangkit HIV atau AIDS.

Kelenjar Getah Bening di Ketiak

Pada umumnya, kelenjar getah bening di ketiak tidak berbahaya. Tetapi pada kondisi tertentu benjolan pada ketiak bisa juga sebagai pertanda terdapat sel kanker yang aktif menyerang payudara, dan mengakibatkan kelenjar getah bening tidak normal sehingga muncul benjolan pada bagian bawah ketiak. Butuh pemeriksaan lebih lanjut untuk masalah ini, oleh karena itu, segeralah kunjungi dokter sebagai tindakan dini sebelum kondisi lebih parah.

Kelenjar Getah Bening di Perut

Ada ratusan kelenjar getah bening di seluruh tubuh, tetapi tidak semuanya dapat dirasakan melalui sentuhan atau diraba. Beberapa kelenjar getah bening yang tidak normal umumnya berada di bagian leher kanan atau kiri, bawah rahang, pangkal paha, pada bagian atas tulang selangka, di ketiak dan belakang telinga. Jadi kelenjar getah bening di perut tidak bisa dirasakan atau diraba.

Kelenjar Getah Bening Apakah Bisa Sembuh ?

Jika bukan karena sel kanker, tentu kelenjar getah bening yang membengkak bisa sembuh dengan sendirinya. Perlu diketahui penyebab pembengkakan kelenjar getah bening. Jika karena infeksi, pengobatan dilakukan hingga efek infeksi hilang, maka kelenjar getah bening akan mengecil dan normal kembali.

Komplikasi Kelenjar Getah Bening

Kelenjar getah bening yang terus menjalar dapat menimbulkan komplikasi serius, hingga mengancam nyawa penderita. Gejal komplikasi kelenjar getah bening bisa berupa:

Sistem kekebalan tubuh sangat rentan.

Serba salah memang, dilakukan atau tidak dilakukan pengobatan pada Limfoma, penderita akan sangat rentan terhadap serangan infeksi dan sel kanker yang terus menjalar ke bagian tubuh lainnya. Efek dari pengobatan Limfoma juga tidak kalah berbahaya, yaitu sistem kekebalan tubuh menjadi sangat lemah.

Masalah Kesuburan (infertilitas)

Efek samping dari kemoterapi dan atau radioterapi adalah menjadikan penderita tidak bisa memiliki keturunan atau hilangnya kesuburan (infertilitas), bisa sementara atau bisa juga permanen.

Kondisi medis lainnya

Selain itu, efek samping dari pengobatan Limfoma bisa juga mengarah pada kerusakan organ lain seperti sumsum tulang belakang, kanker darah, dan sebagainya.

Pencegahan Kelenjar Getah Bening

Limfoma tidak bisa dicegah dengan tindakan pasti atau obat-obatan, tetapi ada cara untuk menurunkan risiko terkena Limfoma, antara lain:

Hidup sehat dan hindari pergaulan bebas yang bisa mengakibatkan tertulanya HIV atau hepatitis C dari suntikan obat-obatan.

Ketika bekerja di lapangan, gunakan alat kelengkapan agar terhindar dari radiasi.

Jaga berat badan dengan olahraga teratur dan konsumsilah makanan sehat dan bergizi.

Related posts:

  1. Pengalaman Operasi Tiroid : Operasi Kanker Tiroid – Operasi Kelenjar Tiroid – Operasi Kelenjar Gondok
  2. Pengalaman Operasi Kanker Ovarium
  3. Pengalaman Operasi Angkat Rahim : Operasi Pengangkatan Rahim – Histerektomi
  4. Pengalaman Operasi Tumor Parotis
  5. Pengalaman Operasi Kanker Usus Besar
Gratis Jasa Konsultasi Asuransi Gratis Secara Online Jakarta Jabodetabek Indonesia

Related Posts