Pengalaman Operasi Kista Ginjal

Pengalaman Operasi Kista Ginjalby Vivi Tirtaon.Pengalaman Operasi Kista GinjalSetiap manusia memiliki dua ginjal yang berfungsi untuk menyaring darah dari limbah, dan sebagai produksi urine. Apa yang terjadi jika ginjal bermasalah? Tentu akan menimbulkan berbagai gejala yang bisa membuat penderitanya kesulitan buang air kecil, demam, sakit pinggang, dan sebagainya yang ujungnya bisa terjadi komplikasi. Salah satu yang bisa membuat kinerja ginjal terganggu adalah adanya […]
08988234527 Gratis Jasa Konsultasi Asuransi Gratis Secara Online Jakarta Jabodetabek Indonesia

Setiap manusia memiliki dua ginjal yang berfungsi untuk menyaring darah dari limbah, dan sebagai produksi urine. Apa yang terjadi jika ginjal bermasalah? Tentu akan menimbulkan berbagai gejala yang bisa membuat penderitanya kesulitan buang air kecil, demam, sakit pinggang, dan sebagainya yang ujungnya bisa terjadi komplikasi.

Salah satu yang bisa membuat kinerja ginjal terganggu adalah adanya kista ginjal. Meski pada umumnya tidak berbahaya dan tidak menimbulkan gejala, tetapi jika terinfeksi maka kantung cairan kista akan berisi nanah, dan bisa menimbulkan masalah pada ginjal.

Agar lebih paham tentang apa itu kista ginjal, bagaimana pengobatannya, serta cerita dari orang yang memiliki pengalaman operasi kista ginjal, yuk terus baca artikel ini hingga selesai agar mendapat gambaran bagaimana mengatasi penyakit kista ginjal.

Pengalaman operasi kista ginjal

Pengertian Kista Ginjal

Kista ginjal adalah kista atau kantung cairan bulat yang terbentuk di satu bagian ginjal atau kedua ginjal, baik pada permukaan ataupun dalam ginjal. Umumnya kista ginjal ini tak berbahaya dan tak menimbulkan gejala apapun.

Namun demikian, ada kemungkinan kista ginjal dapat menyebabkan berbagai gejala dan komplikasi. Berdasarkan penelitian Morton Bosniak, tingkat keganasan kista ginjal di berikan peringkat Bosniak 1 – Bosniak 4.

Bosniak 1 Adalah ?

Risiko kanker (keganasan) pada kista ginjal kurang dari 1%, sehingga tidak memerlukan tindakan lanjutan. Sedangkan jika kista ginjal sudah masuk pada peringkat Bosniak 4, maka ia memiliki risiko kanker sebesar 80-95% yang harus dilakukan tindakan lanjutan yaitu pembedahan dan pengangkatan kista.

Gejala Kista Ginjal

Pada banyak kasus, kista ginjal tak menimbulkan gejala apapun, tetapi jika sudah mengalami pembesaran dan atau infeksi, berbagai gejala akan muncul, antara lain:

  • Sering demam dan menggigil.
  • Timbul rasa nyeri di pinggang, perut, dan juga punggung.
  • Frekuensi buang air kecil semakin meningkat.
  • Urine berbusa dan berwarna keruh.

Penyebab Kista Ginjal

Ada 4 jenis kista ginjal yaitu kista ginjal sederhana, penyakit ginjal polikistik, kista ginjal meduler, dan medullary sponge kidney. Penyebab kista ginjal berbeda-beda, antara lain:

  • Faktor keturunan atau memiliki riwayat keluarga adalah penyebab ginjal polikistik dan kista ginjal meduler.
  • Seiring bertambahnya usia atau penuaan bisa menjadi penyebab munculnya kista ginjal sederhana.
  • Medullary sponge kidney biasanya terjadi sejak dilahirkan, merupakan kelainan tetapi juga terkait dengan riwayat keluarga.

Gambar Kista Ginjal

Gambar kista ginjal

Pengobatan Kista Ginjal

Dokter akan melakukan wawancara dengan pasien untuk mengetahui gejala dan riwayat keluarga. Pemeriksaan fisik dilakukan seperti denyut nadi, panas, dan menekan bagian perut bawah untuk mengetahui reaksi pasien. Pemeriksaan darah dan urine dilakukan untuk mengetahui fungsi ginjal. Pemeriksaan lanjutan dilakukan dengan USG, CT Scan, dan atau Rontgen. Untuk mengetahui pencitraan di bagian organ dalam perut.

Jika ditemukan adanya kista ginjal dalam tingkat yang tidak membahayakan, maka tak perlu penanganan lanjutan, dokter hanya memberikan obat-obat tertentu, dan menganjurkan pasien untuk datang kembali agar dilakukan pemantauan secara berkala minimal 6 bulan sekali.

Jika kista ginjal terinfeksi dan menimbulkan berbagai gejala yang sangat mengganggu dan di perkirakan akan mengganggu fungsi ginjal, maka dokter akan menganjurkan untuk dilakukan pengangkatan kista ginjal sesegera mungkin agar tidak terjadi komplikasi lebih lanjut.

Ukuran Kista Pada Ginjal

Kista ginjal berbentuk seperti kantung bulat transparan, karena tipis dan bening. Ukuran kista pada ginjal sangat bervariasi. Ada kasus yang ditemukan kista ginjal terbesar adalah 5 cm. Jika tak menimbulkan gejala, maka tak ada yang perlu dikhawatirkan, tetapi harus dikonsultasikan dengan dokter, dan lakukan pemantauan secara berkala apabila ditemukan kista ginjal.

Kista Ginjal Pada Janin Atau Bayi

Pada dasarnya, penyebab utama dari kista ginjal adalah faktor genetis yakni dari riwayat keluarga. Dan seringkali kista ginjal ditemukan pada janin atau bayi yang baru lahir. Itu merupakan kelainan bawaan.

Jika ditemukan kista ginjal pada janin atau bayi, selama tidak menimbulkan gejala yang membahayakan, maka tak ada tindak lanjut yang bisa dilakukan. Jika kista ginjal terinfeksi dan menimbulkan gejala, maka bisa dilakukan pengangkatan kista ginjal, tetapi menunggu usia bayi minimal 6 bulan, baru bisa dilakukan operasi.

Biaya Operasi Kista Ginjal Dengan BPJS

Karena kista ginjal termasuk penyakit kelainan bawaan, maka BPJS akan menanggung sepenuhnya biaya operasi kista ginjal, selama itu dilakukan di rumah sakit umum yang sudah bekerjasama dengan BPJS dan kartu peserta BPJS telah sudah aktif, dan tak ada tunggakan iuran yang harus dipenuhi.

Biaya Operasi Kista Ginjal Di Rumah Sakit Swasta Di Indonesia

Biaya operasi kista ginjal di rumah sakit swasta sangat bervariasi. Biasanya ada dua metode yang dilakukan dokter untuk mengatasi kista ginjal, yaitu dengan metode drainase atau sedot kista ginjal, dan yang kedua adalah operasi pengangkatan kista ginjal. Beberapa rumah sakit swasta berikut ini diharapkan dapat mewakili perkiraan biaya operasi kista ginjal di rumah sakit swasta.

  • RS Premier Surabaya. Estimasi biaya operasi kista ginjal antara 30-50 juta rupiah.
  • Klinik Teratai, Gading Pluit. Biaya sedot kista ginjal sekitar 5 juta rupiah.
  • RS Citra Medika, Depok. Biaya operasi kista ginjal mulai dari 9 juta rupiah.
  • RS Islam Fatimah Cilacap. Biaya operasi kista ginjal, mulai dari 15 juta rupiah.

Perkiraan biaya tersebut adalah per tindakan operasi kista ginjal, tidak termasuk biaya pemeriksaan pendahuluan, obat, konsultasi, rawat inap, dan lainnya yang terkait dengan perawatan pasca operasi kista ginjal. Sehingga penting sekali memiliki asuransi kesehatan swasta untuk dapat manfaat kesehatan dan finansial Anda.

Biaya Operasi Kista Ginjal Di Singapura

Industri kesehatan asal Singapura semakin mendekatkan diri ke Indonesia untuk menarik minat pengobatan kanker dan kista ginjal ke Singapura. Salah satunya adalah Parkway Cancer Centre Singapore, yang bekerjsama dengan rumah sakit ternama Singapore, antara lain Gleneagles Medical Centre, Mount Elizabeth Hospitals, dan Parkway East Hospital.

Biaya operasi kista ginjal di Singapura pada jaringan Parkway Cancer Centre mulai dari 50 juta rupiah. Perkiraan biaya tersebut hanya untuk biaya operasi kista ginjal saja, belum termasuk rawat inap, pemeriksaan lanjutan, konsultasi, obat-obatan dan sebagainya.

Biaya Operasi Kista Ginjal Di Penang

Jika ingin berobat penyakit kista ginjal di Penang, salah satu yang terbaik adalah Mount Miriam Cancer Hospital, yang memiliki fasilitas yang berkelas dengan dokter spesialis yang syarat pengalaman di bidangnya. Biaya operasi kista ginjal di Penang pada rumah sakit tersebut berkisar antara 30-70 juta rupiah.

Pengalaman Operasi Kista Ginjal

Kisah pengalaman operasi kista ginjal ini diceritakan oleh Febi, perempuan berusia 24 tahun yang saat ini sedang mengenyam pendidikan di salah satu perguruan tinggi swasta di Yogyakarta. Pengalaman itu terjadi sekitar tahun 2016.

Awal mula saya tahu bahwa saya mengidap kista ginjal itu setelah di USG oleh dokter. Ceritanya waktu pertengahan 2016, saya sering buang air kecil, pinggang juga terkadang pegal-pegal, ditambah saya sering demam dan menggigil. Cerita ke teman-teman mungkin kena typhus yang gejalanya hampir sama, saya pikir juga begitu tetapi lidah saya tak merasakan pahit seperti cerita teman yang mengalami typhus.

Karena gejala terus berlanjut, saya pun periksa ke klinik terdekat di pagi hari, dan darah saya pun di ambil untuk di cek di laboratorium. Karena laboratoriumnya berbeda, jadi saya disuruh datang kembali ke klinik sekitar jam 8 malam untuk ambil hasil tes darah.

Setelah saya datang, dokter memberikan hasil tes darah di amplop, dan sedikit menerangkan bahwa hasil tes darah baik-baik saja, Hb juga bagus, jadi tidak ada typhus. Saya pun sedikit lega, lalu saya tanya ke dokter tentang apa yang menimpa saya dok? Sementara minum obat dulu sampai habis, karena mungkin ada masalah di ginjal. Jika gejala masih berlanjut, nanti saya berikan rujukan ke rumah sakit untuk di USG. Jawab dokter tersebut.

Saya pun mengikuti saran dokter, agar menghabiskan obat yang diberikan, dan saya takut juga untuk di USG kalau sampai ada masalah di organ dalam saya. Beberapa hari rajin minum obat, sembari cari informasi di internet tentang gejala yang saya alami, dari yang saya baca hampir semua mengarah pada penyakit ginjal, tetapi tak semuanya benar, jadi saya sedikit bingung, dan gejala itu sering buang air dan pinggang terasa sakit pun masih mendera.

Saya pun sering minum air putih, bahkan lebih dari 8 gelas, tapi frekuensi buang air juga semakin besar. Parahnya kalau malam hari menjelang subuh, pasti saya selalu terbangun dan bolak-balik ke kamar mandi, bisa sampai 5 kali, ditambah dengan demam yang menggigil.

Sampai obat yang diresepkan dokter habis, tak ada perubahan apapun, saya pun kembali ke klinik dan berkonsultasi. Dokter langsung menuliskan surat rujukan ke rumah sakit, biar bisa pakai BPJS agar murah dan bahkan gratis, katanya.

Karena masih pagi, saya pun langsung bergegas ke rumah sakit umum daerah, sesuai yang dirujuk dokter. Kebetulan orang tua memang sudah mengurus kartu BPJS dari tahun lalu untuk sekeluarga. Waktu itu pun saya ditemani ibu pergi ke rumah sakit.

Singkat cerita, saya pun diperiksa di poli kandungan untuk di USG. Dan dari hasil USG tersebut, saya divonis menderita kista ginjal. Saya langsung shock mendengarnya, karena takut akan terjadi apa-apa dalam hidup saya.

Lebih lanjut dokter menjelaskan bahwa kista ginjal saya kemungkinan sudah terinfeksi, sehingga menimbulkan gejala demam dan menggigil. Jadi sebaiknya harus segera di operasi dua hari lagi. Karena jika dibiarkan akan bisa mengganggu fungsi ginjal. Operasinya tidak berisiko tinggi dan masa pemulihan juga akan lebih cepat. Pungkasnya!

Mendengar penjelasan dokter saya ragu dan khawatir, tapi tak ada pilihan lain buat saya kecuali operasi. Saya pun pasrah dan ibu saya juga menyetujuinya demi kesembuhan saya. Jadi, saya besok harus sudah harus menjalani rawat inap untuk persiapan operasi. Karena operasi kista ginjal akan dilakukan dua hari lagi tepat jam 4 sore.

Saya dan ibu pun kemudian pulang dan mempersiapkan segala kebutuhan selama menginap di rumah sakit. Besoknya saya dan ibu datang kembali ke rumah sakit untuk mengurus kamar rawat inap, dan dapat lah kamar kelas 1 yang di isi 2 ranjang, dan kebetulan ranjang sebelah kosong jadi bisa untuk tidur ibu yang menunggui saya selama di rumah sakit.

Suster pun datang, dan saya di infus dan sorenya saya di rontgen untuk mengetahui kondisi organ dalam. Pagi-pagi sekali suster sudah datang dan menyuruh saya agar tidak memakan dan minum apapun mulai jam 9 pagi hingga setelah operasi kista ginjal dilakukan. Dan saya juga diberikan sabun antiseptik untuk mandi sebelum operasi.

Jam 15.30, saya sudah dibawa suster ke ruang operasi menggunakan kursi roda, dan berbaring di ranjang ruang tunggu operasi. Ternyata antri juga yang operasi, dan saya akan mendapat giliran selanjutnya. Saya pun di timbang dan di tensi, lalu agar berdoa sebelum operasi berlangsung.

operasi kista ginjal

Tiba giliran saya, dokter sebentar bertanya alamat rumah, dan tak ada satu menit saya pun tak sadarkan diri. Cerita dari ibu saya, katanya operasinya berjalan lancar, dan butuh waktu sekitar 2 jam, selepas operasi selesai ibu saya dipanggil dokter untuk masuk ruangan dan dijelaskan sedikit sekaligus diperlihatkan kista ginjal yang berupa kantung berisi cairan nanah itu, yang katanya akan di periksa lebih lanjut di laboratorium.

Waktu itu, saya pun baru tersadar sekitar jam 9 malam, dengan rasa nyeri di bagian perut kanan bawah, karena ada bekas sayatan yang ditutup perban. Ada selang drainase terpasang di perut bawah yang dimasukkan untuk mengalirkan darah bekas operasi yang menyatu dengan kateter. Jahitannya sangat kuat, agar tidak lepas ketika bergerak.

Kista Ginjal Bisa Sembuh

Tiga hari pasca operasi kista ginjal, selang drainase dan kateter sudah dilepas dan saya pun diperbolehkan untuk pulang agar menjalani perawatan pemulihan di rumah. Saya sudah bisa berdiri dan berjalan sendiri ke kamar mandi.

Dari artikel yang saya baca, kista ginjal bisa sembuh sendiri, tetapi jika sudah terinfeksi dan menimbulkan gejala yang mengganggu, maka harus segera dilakukan pembedahan dan pengangkatan kista ginjal agar tidak terjadi komplikasi.

Saya membutuhkan waktu hingga satu bulan setelah operasi kista ginjal dilakukan untuk dapat beraktivitas kembali untuk melanjutkan kuliah saya yang waktu itu sudah mau ujian mid semester. Jadi saya harus banyak mengejar pelajaran yang tertinggal.

Makanan Untuk Penderita Kista Ginjal

Sebenarnya tidak ada yang spesifik tentang makanan yang dianjurkan oleh dokter. Tetapi beberapa makanan berikut akan sangat bermanfaat bagi penderita kista ginjal, antara lain:

  • Perbanyak konsumsi sayuran yang dimasak setengah matang. Seperti bayam dan brokoli.
  • Buah yang dipercaya dapat menghancurkan kista ginjal, antara lain jambu, pepaya, mangga, jeruk, belimbing dan tomat.
  • Perbanyak minum air putih dan hindari minuman manis.
  • Sup ayam dan ikan akan meningkatkan daya tahan tubuh.

Komplikasi Kista Ginjal

Kista ginjal yang terinfeksi dapat menimbulkan berbagai macam masalah komplikasi, antara lain:

  • Demam dan menggigil berkepanjangan.
  • Gagal ginjal karena kerusakan ginjal.
  • Serangan jantung akibat hipertensi dan stroke.
  • Gangguan pencernaan.

Kesulitan buang air kecil nyeri, sakit, dan bercampur darah.

Pencegahan Kista Ginjal

Karena kista ginjal seringkali tak menimbulkan gejala, tindakan yang bisa mencegah terjadinya kista ginjal antara lain:

  • Lakukan medical check up secara berkala setiap tahunnya.
  • Olahraga yang teratur agar kesehatan ginjal meningkat.
  • Kurangi makanan berlemak dan kandungan gula tinggi.
  • Hindari stress yang bisa menimbulkan berbagai masalah tubuh.
  • Perbanyak minum air putih, minimal 8 gelas per hari.

Related posts:

  1. Pengalaman Operasi Kista Ovarium Endometriosis
  2. Pengalaman Operasi Batu Ginjal
  3. Pengalaman Operasi Angkat Rahim : Operasi Pengangkatan Rahim – Histerektomi
  4. Pengalaman Operasi UDT : Operasi Penurunan Testis
  5. Pengalaman Operasi FAM : Cerita Pengalaman Fibroadenoma Mammae
Gratis Jasa Konsultasi Asuransi Gratis Secara Online Jakarta Jabodetabek Indonesia

Related Posts