Pengalaman Operasi Lipoma

Pengalaman Operasi Lipomaby Vivi Tirtaon.Pengalaman Operasi LipomaSeringkali lipoma muncul secara tiba-tiba. Sebagian besar orang Jawa Tengah menyebutnya uci-uci, yang biasanya muncul di bagian leher, benjolan kecil yang tak berkembang dan tak berbahaya, dan terkadang bisa bergeser dengan sendirinya. Seringkali kemunculan lipoma tidak menimbulkan gejala apapun pada penderitanya. Namun demikian, jika ukuran benjolan lipoma semakin membesar dan mengganggu aktivitas serta membuat penampilan […]
08988234527 Gratis Jasa Konsultasi Asuransi Gratis Secara Online Jakarta Jabodetabek Indonesia

Seringkali lipoma muncul secara tiba-tiba. Sebagian besar orang Jawa Tengah menyebutnya uci-uci, yang biasanya muncul di bagian leher, benjolan kecil yang tak berkembang dan tak berbahaya, dan terkadang bisa bergeser dengan sendirinya. Seringkali kemunculan lipoma tidak menimbulkan gejala apapun pada penderitanya.

Namun demikian, jika ukuran benjolan lipoma semakin membesar dan mengganggu aktivitas serta membuat penampilan tak percaya diri, sebaiknya lakukan konsultasi ke dokter untuk tindakan lebih lanjut. Ada jalan untuk mengecilkan atau menghilangkan lipoma yang berisi lemak itu, yaitu dengan sedot lemak, suntikan kortikosteroid, dan operasi lipoma. Pelajari lebih lanjut tentang lipoma, dan bagaimana cerita pengalaman operasi lipoma dari orang yang pernah mengalaminya!

pengalaman operasi lipoma

Pengertian Lipoma

Lipoma adalah benjolan tumor jinak dengan kandungan lemak yang tumbuh di antara lapisan otot dan kulit. Lipoma dapat tumbuh dimana saja seperti ketiak, jidat, kepala, punggung, paha, dan sebagainya.

Karena tergolong tumor jinak, lipoma tidak berbahaya. Benjolan lunak lipoma bisa bergeser di area sekitarnya, dan biasanya tak menimbulkan gejala apapun pada penderitanya. Namun seringkali bejolan lipoma membesar dalam waktu yang lambat hingga sebesar bola tenis, dan tentu saja akan mengganggu penampilan penderitanya.

Gejala Lipoma

Meski tanpa gejala yang ditimbulkan dari lipoma pada penderitanya, tetapi untuk mengetahui apakah benjolan tersebut adalah lipoma atau bukan, beberapa cara menentukannya adalah sebagai berikut:

  • Benjolan sangat lunak, seperti jelly dan tidak ada rasa nyeri yang dirasakan ketika ditekan.
  • Benjolan bisa bergeser sedikit di area tersebut.
  • Warna tidak berbeda dengan warna kulit.
  • Pertumbuhan sangat lambat, hingga bertahun-tahun.

Penyebab Lipoma

Penyebab munculnya lipoma secara pasti belum diketahui, tetapi ada beberapa faktor yang diduga memicu munculnya lipoma, antara lain:

  • Faktor genetik atau keturunan, dimana ada riwayat keluarga yang juga mengalami tumbuhnya lipoma.
  • Faktor usia, sebanyak 60% penderita lipoma adalah orang berusia antara 4-60 tahun.
  • Ada riwayat penyakit lainnya seperti adiposis dolorosa, sindrom Cowden, dan sindrom Gardner.

Gambar Lipoma

gambar lipoma
lipoma di leher

Pengobatan Lipoma

Lipoma biasanya tak membutuhkan penanganan yang khusus. Dokter akan mendiagnosa secara fisik dan mempelajari karakteristik dari benjolan yang ada. Tidak ada obat-obatan khusus untuk mencegah pertumbuhan lipoma, mengecilkan atau menghilangkan lipoma.

Metode yang digunakan dokter untuk menangani lipoma antara lain sedot lemak, suntik kortikosteroid untuk menyusutkan benjolan, dan pembedahan operasi pengangkatan lipoma secara keseluruhan.

Metode sedot lemak atau suntik kortikosteroid umumnya tidak mengatasi masalah lipoma secara total karena tingkat kekambuhan lipoma sangat besar, sehingga dokter seringkali tak menganjurkan dua metode tersebut. Jika benjolan lipoma sudah semakin membesar, dan mengganggu aktivitas atau penampilan penderitanya, maka jalan yang ditawarkan dokter adalah operasi lipoma dengan bedah mikro.

Operasi Lipoma Di Punggung

Lipoma di punggung paling sering terjadi pada orang yang berusia antara 40-60 tahun. Namun demikian ada pula yang menderita lipoma di punggung dengan usia dibawah 30 tahun, meski jumlahnya tidak banyak. Operasi lipoma di punggung dilakukan dengan pertimbangan apabila kondisi lipoma sudah besar dan menimbulkan rasa nyeri serta membuat penampilan yang buruk dan kurang percaya diri.

Operasi Lipoma Di Leher

Jika lipoma berada di leher, orang awam bahkan dokter sering sekali salah membedakan antara lipoma dengan limfoma. Lipoma adalah benjolan tumor jinak dengan kandungan lemak antara otot dan kulit, sedangkan limfoma adalah kanker sistem limfatik atau kelenjar getah bening.

Operasi lipoma di leher harus dilakukan dengan sangat hati-hati dan dengan pertimbangan yang jauh lebih banyak manfaatnya, karena di area leher banyak sekali jaringan syaraf yang vital, dan biasanya operasi lipoma di leher akan dikenakan biaya yang lebih besar dari lipoma di area lainnya.

Operasi Lipoma Di Ketiak

Meski jarang sekali terjadi kemunculan lipoma di ketiak, tetapi ada saja yang mengalaminya. Jika kondisi lipoma di ketiak semakin besar, mengganggu dan menimbulkan rasa nyeri, maka jalan satu-satunya adalah dengan operasi lipoma di ketiak tersebut, karena jika dengan metode sedot lemak atau suntikan kortikosteroid, kekambuhan lipoma sangat tinggi kemungkinannya.

Operasi Lipoma Di Kepala

Dari banyaknya kasus lipoma, munculnya lipoma di kepala sangat jarang terjadi. Meski demikian, jika lipoma di kepala membuat penampilan menjadi tidak menarik, serta mempengaruhi mental penderitanya, operasi lipoma di kepala dapat dilakukan. Namun demikian butuh pemeriksaan lanjutan terkait jaringan syaraf di kepala, perlu kajian lebih mendalam sebelum operasi dilakukan, jangan sampai tindakan operasi memberikan dampak negatif kepada pasiennya.

Operasi Lipoma Di Paha

Munculnya lipoma di paha sangat sering terjadi, karena biasanya penumpukan lemak selain di perut, seringkali berada di bagian paha. Tentu bagi perempuan adanya lipoma di paha akan membuat sangat tidak percaya diri, sehingga perlu tindakan pengangkatan lipoma di paha. Risiko yang ditimbulkan pasca operasi lipoma di paha juga tergolong sangat rendah.

Pengalaman Operasi Lipoma

Ini adalah cerita pengalaman operasi Lipoma dari Budi, seorang pemuda berusia 21 tahun asal Cilacap, yang ditemani ayahnya untuk rawat inap dan operasi di rumah sakit Santa Maria, Cilacap. Kebetulan waktu itu kamar Budi bersebelahan dengan seseorang yang penulis jenguk, sehingga penulis duduk-duduk di depan kamar rawat inap bersama ayah Budi, dan beliau pun menceritakan bagaimana awal mula lipoma Budi muncul hingga proses operasi lipoma selesai, karena waktu itu Budi sudah di operasi dan dalam proses pemulihan di kamar rawat inap.

Awalnya pada tahun 2014 muncul benjolan kecil di jidat Budi, di atas mata kanan. Empat tahun sebelum dilakukan operasi pada 2018. Orang Jawa Tengah sering menyebut benjolan tersebut dengan istilah uci-uci, yaitu benjolan kecil yang tumbuh tetapi tidak menimbulkan gejala dan berbahaya, sehingga dianggap biasa saja.

Seiring berjalannya waktu, benjolan di jidat Budi semakin membesar, dan membuat rasa khawatir sehingga di pertengahan tahun 2018, Budi dibawa ke rumah sakit Santa Maria yang memang dekat dekat dengan rumahnya, dan dokter kemudian memeriksa fisik dengan melakukan biopsi.

Biopsi dilakukan untuk mendeteksi isi dari benjolan di jidat Budi, yaitu dengan mengambil sampel dari benjolan tersebut dengan menggunakan jarum yang kemudian diperiksa di laboratorium. Kurang lebih 20 menit, Budi berada di ruang operasi untuk pemeriksaan biopsi tersebut. Dokter menyuruh ayah Budi untuk kembali lagi ke rumah sakit setelah 3 hari, untuk menentukan tindakan lanjutan.

Tiga hari kemudian, Budi dan ayahnya pun kembali ke rumah sakit dan menemui dokter yang menangani Budi sebelumnya. Dari hasil pemeriksaan biopsi, kandungan dalam benjolan hanya berupa lemak yang tidak berbahaya, sehingga dokter menyimpulkan bahwa Budi terkena tumor jinak Lipoma.

Karena mengganggu penampilan, ayah Budi pun meminta agar di operasi saja, dan ia pun meminta penjelasan dokter terkait operasi lipoma Budi. Dengan pertimbangan tersebut, dokter pun menjadwalkan tindakan operasi lipoma Budi pada Minggu depan. Sementara itu, dokter menyuruh Budi untuk melakukan serangkaian pemeriksaan sebelum operasi dilakukan seperti tes darah, rekam jantung, dan alergi.

Operasi Lipoma Di Jidat

Dari hasil pemeriksaan pendahuluan tersebut, tak ditemukan masalah pada kondisi Budi, sehingga dokter menyarankan agar ayah Budi mengurus kamar rawat inap sehari sebelum operasi dilakukan. Sesuai anjuran dokter, Budi dan ayahnya pun segera datang ke rumah sakit sehari sebelum jadwal operasi untuk mondok di rumah sakit. Meski pun sehat, Budi oleh suster tetap diperlakukan seperti orang sakit, dan suster memerintah Budi agar berpuasa selama 8 jam, hingga operasi selesai.

Esok harinya, tepat jam 3 sore, Budi mendapat giliran untuk operasi lipoma di jidat, karena waktu itu ada sekitar 5 orang yang sudah menjalani operasi berbagai penyakit. Sekitar 1 jam operasi lipoma Budi, yang dilakukan dengan pembiusan total, sehingga Budi masih tergolek lemas tak sadarkan diri ketika dibawa ke ruang kamar inap.

Ketika malam hari, sekitar jam 7, Budi sudah tersadar sepenuhnya dan terdapat perban di jidatnya. Masih tak merasakan apa-apa, karena ia di infus dan disuntikkan obat pereda nyeri ke dalam cairan infusnya, sehingga luka bekas sayatan masih tak terasa. Karena merasa sehat, Budi sebenarnya ingin segera melepas infusnya, tetapi suster dengan tegas melarangnya, hingga menunggu dokter yang menanganinya datang.

Esok harinya sekitar jam 1 siang, dokter yang menangani baru datang dan memeriksa kondisi Budi, lalu menanyakan bagaimana rasa setelah operasi, dan Budi dengan semangat menjawab baik-baik saja dok! Dokter pun mengijinkan Budi untuk pulang.

Ayah Budi pun segera mengurus administrasi kepulangan Budi dengan BPJS Kesehatan. Alhasil, tak ada biaya sepeserpun yang ditagihkan kepada ayah Budi. Penulis bertemu dengan ayah Budi ketika hendak pulang, dan penulis memang sempat menanyakan kondisi Budi, serta biaya yang harus ditanggung untuk operasi lipoma di jidat Budi. Kemudian ayah Budi membawa tas dan tikar serta bantal sambil berlalu dan mengucap salam.

Pantangan Setelah Operasi Lipoma

Karena operasi lipoma tergolong operasi kecil, dengan sayatan mikro di area tumbuhnya lipoma, maka tak ada pantangan setelah operasi lipoma, hanya saja dokter menganjurkan untuk berisitirahat sejenak dari aktivitas apapun hingga efek anestesi menghilang secara keseluruhan. Selain itu, dokter menganjurkan untuk mengganti perban minimal 2-3 hari sekali, dan menghindari luka terkena air selama belum benar-benar kering.

Biaya Operasi Lipoma dengan BPJS

Jika ingin operasi lipoma dengan BPJS, maka peserta harus mengikuti seluruh prosedur yang ditetapkan oleh BPJS Kesehatan, yakni rujukan berjenjang. Peserta wajib untuk memeriksakan kondisi kesehatan di fasilitas kesehatan (faskes) tingkat satu seperti puskesmas, klinik, atau dokter umum.

Kemudian pergi ke rumah sakit umum daerah dengan membawa fotokopi dan asli surat rujukan faskes, ktp, dan kartu BPJS. Mengambil nomor antrian, dan menunggu hingga giliran pemeriksaan tiba. BPJS akan menanggung seluruh biaya operasi lipoma dengan BPJS, sehingga ketika akan keluar dari rumah sakit, peserta tak dikenakan biaya tambahan sepeser pun.

Biaya Operasi Lipoma Tanpa BPJS Di Rumah Sakit Swasta

Operasi sebagai jalan terakhir untuk mengangkat lipoma jika lipoma semakin membesar dan mengganggu aktivitas dan atau penampilan. Biaya operasi lipoma di rumah sakit swasta di Indonesia sangat bervariasi, beberapa rumah sakit yang bisa menjadi rujukan untuk operasi lipoma, antara lain:

  • RSCM (rumah sakit Cipto Mangunkusumo), Jakarta, menetapkan biaya operasi lipoma sebesar 9-20 juta rupiah.
  • Rumah Sakit Bedah Surabaya, menetapkan biaya operasi lipoma sebesar 10 juta rupiah.
  • Rumah Sakit Mitra Sejati, Medan. Biaya operasi lipoma sebesar 7,7 juta rupiah.

Biaya Operasi Lipoma Di Penang

Operasi lipoma tergolong operasi mikro, sehingga hampir semua rumah sakit di Penang dapat menanganinya dengan baik. Biaya operasi lipoma di Penang sedikit lebih mahal dari kebanyakan biaya yang ditetapkan rumah sakit swasta di Indonesia.

Misalnya saja rumah sakit Gleneagles Penang yang menetapkan biaya operasi lipoma sebesar RM 7000 atau sekitar 24,5 juta rupiah. Biaya tersebut sudah termasuk biaya rawat inap selama satu hari di kamar kelas 1, dan biaya obat-obatan.

Biaya Operasi Lipoma di Singapura

Ada beberapa rumah sakit di Singapura yang berkelas internasional, seperti Changi General Hospital, Farrer Park Hospital, Gleneagles Hospital Singapore, Khoo Teck Puat Hospital, dan Thomson Medical Centre Singapore.

Biaya operasi lipoma di Singapura pada rumah sakit di atas berkisar antara $S 20.000-$S50.000, atau sekitar 20-50 juta rupiah. Biaya tersebut hanya untuk tindakan per operasi, belum termasuk biaya lain-lain seperti rawat inap, konsultasi, obat-obatan, dan pemeriksaan pendahuluan.

Komplikasi Lipoma

Lipoma merupakan benjolan yang memiliki kandungan lemak yang bisa tumbuh dimana saja. Karena merupakan tumor lemak yang jinak, maka lipoma tidak berbahaya, hanya saja bisa mengganggu penampilan fisik. Namun demikian, tindakan operasi lipoma juga bisa menimbulkan komplikasi seperti infeski bekas operasi dan kekambuhan lipoma kembali di area yang sama.

Pencegahan Lipoma

Karena penyebab kemunculan lipoma tak diketahui secara pasti baik medis atau non medis, jadi tidak ada tindakan pencegahan lipoma secara khusus. Namun demikian, beberapa faktor juga sangat berpengaruh agar tidak terjadi pertumbuhan lipoma dengan cara:

  • Menerapkan pola hidup sehat, tidak konsumsi makanan berlemak dan berkolesterol secara berlebihan.
  • Olahraga yang teratur agar metabolisme tubuh semakin baik, dan daya tubuh meningkat.
  • Menjaga berat badan ideal dengan melakukan diet sehat.

Labels:

pengalaman operasi lipoma, Biaya operasi lipoma, Lipoma bpjs

Related posts:

  1. Pengalaman Operasi Ganglion
  2. Pengalaman Operasi Hemangioma
  3. Pengalaman Operasi Mammae Aberans
  4. Pengalaman Operasi FAM : Cerita Pengalaman Fibroadenoma Mammae
  5. Pengalaman Operasi Mastitis : Operasi Abses Payudara
Gratis Jasa Konsultasi Asuransi Gratis Secara Online Jakarta Jabodetabek Indonesia

Related Posts