Pengalaman Operasi Miom

Pengalaman Operasi Miomby Vivi Tirtaon.Pengalaman Operasi MiomPendidikan kesehatan reproduksi bagi perempuan sejak masa sekolah memang sangat penting, karena banyak sekali penyakit yang mengancam dari mulai tumor payudara, kista, kanker, dan miom. Sehingga semakin banyak pengetahuan kesehatan yang diberikan kepada perempuan maka semakin banyak pula yang terhindar dari berbagai macam penyakit tersebut. Untuk masalah miom, seringkali tak menimbulkan gejala, bahkan kebanyakan menyerang […]
08988234527 Gratis Jasa Konsultasi Asuransi Gratis Secara Online Jakarta Jabodetabek Indonesia

Pendidikan kesehatan reproduksi bagi perempuan sejak masa sekolah memang sangat penting, karena banyak sekali penyakit yang mengancam dari mulai tumor payudara, kista, kanker, dan miom. Sehingga semakin banyak pengetahuan kesehatan yang diberikan kepada perempuan maka semakin banyak pula yang terhindar dari berbagai macam penyakit tersebut.

Untuk masalah miom, seringkali tak menimbulkan gejala, bahkan kebanyakan menyerang perempuan yang masih lajang, atau belum menikah. Bahkan berdasarkan penelitian, perempuan yang masa menstruasi datang lebih cepat, semisal usia 9-12 tahun memiliki risiko tinggi tumbuhnya miom di dinding rahim.

Baca terus artikel ini! Karena ada cerita pengalaman operasi miom dari seorang perempuan yang belum menikah, yang mungkin bisa memberikan gambaran bagi Anda, khususnya perempuan agar mengetahui segala hal tentang miom.

pengalaman operasi miom

Pengertian Miom

Miom atau dalam bahasa medis disebut mioma uteri merupakan tumor jinak yang tumbuh di dinding rahim perempuan. Ketika masa pertumbuhan awal miom, seringkali perempuan tidak menyadari, tetapi jika miom semakin besar bisa menyebabkan berbagai komplikasi seperti perdarahan, nyeri hebat saat menstruasi dan sebagainya.

Miom sangat berbeda dengan kista ovarium. Kalau kista itu berupa kantung yang isinya adalah cairan yang bisa tumbuh di kedua indung telur. Baik kanan ataupun kiri. Kista lebih berbahaya dari miom karena kista ada yang ganas dan bisa membahayakan nyawa penderitanya.

Gejala Miom

Pada awalnya, miom tumbuh tanpa diketahui karena tidak menimbulkan gejala apapun. Tetapi ketika sudah mulai membesar sekira berukuran 9-25 cm, barulah ia menimbulkan sedikit gangguan, antara lain:

  • Ketika haid, nyeri perut lebih hebat dari biasanya.
  • Saat berhubungan intim akan terasa sakit.
  • Perut bagian bawah semakin mengeras.
  • Buang air kecil menjadi tidak lancar.
  • Kesulitan buang air besar.
  • Panggul terasa nyeri.
  • Haid tidak teratur atau lebih lama.

Penyebab Miom

Dari berbagai penelitian, tak ada satupun yang menyimpulkan penyebab pasti tumbuhnya miom di dinding rahim. Tetapi ada beberapa faktor yang bisa memicu miom tumbuh lebih cepat dan lebih besar, antara lain:

  • Penggunaan KB hormonal dalam jangka panjang.
  • Faktor genetika atau keturunan.
  • Kekurangan asupan vitamin D.
  • Rendahnya konsumsi buah dan sayuran.
  • Terlalu banyak konsumsi alkohol.
  • Obesitas atau kelebihan berat badan.

Gambar Miom

gambar miom
operasi miom

Pengobatan Miom

Seringkali miom ditemukan tanpa disengaja, yaitu ketika pasien melakukan USG untuk mengecek kondisi kehamilannya. Dokter akan melakukan diagnosa miom dengan cara pemeriksaan fisik dan berbagai peralatan penunjang seperti USG transvaginal, MRI, biopsi, dan HSG (histerosalfingografi). Jika ditemukan miom yang masih kecil pada dinding rahim, dokter tidak akan terburu-buru untuk melakukan operasi, karena tak ada penanganan khusus untuk itu. Dokter hanya akan menganjurkan agar pasien mengontrol perkembangan miom minimal 2-3 bulan sekali.

Namun jika miom semakin membesar, dan kondisi pasien sedang hamil, maka ada risiko keguguran jika miom dibiarkan, karena miom yang besar akan menekan janin, yang membuat pertumbuhan janin terganggu dan tak menempel di dinding rahim. Sehingga tindakan operasi miom perlu segera dilakukan.

Operasi Miom Adalah ?

Prosedur pembedahan untuk mengangkat miom seluruhnya, dengan tujuan agar penderita terhindar dari berbagai risiko komplikasi yang diakibatkan oleh pertumbuhan miom. Ada beberapa operasi miom yang bisa diterapkan antara lain:

1. Ablasi Endometrium

Diterapkan jika miom masih berukuran kecil yang tumbuh di bagian dalam rahim. Prosedur ablasi ini menggunakan bedah beku, bedah laser ataupun bedah listrik, dengan tujuan untuk membersihkan lapisan dinding rahim.

2. Miomektomi

Prosedur operasi pengangkatan miom secara keseluruhan, tanpa pengangkatan rahim yang masih berfungsi dengan baik.

3. Laparoskopi

Prosedur operasi dengan sayatan mikro untuk mengangkat miom yang berukuran kecil, dengan cara membuat dua sayatan di perut untuk memasukkan alat laparoskop untuk melihat bagian dalam rahim melalui monitor, dan kemudian memasukkan alat yang dimasukkan ke sayatan lainnya untuk mengambil miom.

4. Histerektomi

Prosedur operasi besar untuk mengangkat miom secara keseluruhan termasuk rahim karena jumlah miom yang tumbuh sudah sangat besar dan banyak. Risikonya adalah kemungkinan kehamilan bagi penderitanya semakin kecil, dan dapat mengalami menopause lebih dini.

Biaya Operasi Miom dengan BPJS

BPJS Kesehatan memberikan kemudahan bagi pesertanya. Karena BPJS dapat menanggung biaya segala tindakan untuk pengobatan segala penyakit termasuk operasi miom. Seluruh biaya operasi miom akan ditanggung BPJS Kesehatan.

Namun demikian, jika pasien memiliki hemoglobin yang rendah (dibawah 10) sebelum operasi miom, maka perlu diberikan transfusi darah agar hemoglobin minimal 10 untuk menjalani operasi. Dan BPJS hanya menanggung biaya untuk satu kantung darah transfusi, selebihnya akan dibebankan kepada pasien.

Biaya Operasi Miom Di Rumah Sakit Swasta Di Indonesia

Biaya operasi miom di rumah sakit swasta tentu sangat bervariasi tergantung metode operasi yang diterapkan. Seperti misalnya jika metode laparoskopi yang diterapkan tentu akan lebih murah biayanya karena tergolong operasi kecil dengan sayatan mikro, dan waktu rawat inap lebih cepat. Dan jika dilakukan histerektomi yang mengangkat keseluruhan jaringan rahim, tentu akan memakan biaya yang lebih besar. Berikut beberapa rumah sakit yang bisa menjadi bahan rujukan perkiraan biaya operasi miom di rumah sakit swasta di Indonesia:

Biaya Operasi Miom Di RS Hermina

Rumah sakit ibu dan anak Hermina memiliki fasilitas yang sangat lengkap untuk dapat melakukan tindakan operasi miom, termasuk kamar rawat inap yang bersih dengan dokter serta suster yang ramah tamah.

Biaya operasi miom di RS Hermina berkisar antara 25-35 juta rupiah, tergantung dari tindakan operasi yang diterapkan. Jika dokter menerapkan tindakan histerektomi, maka biaya akan semakin besar, karena tergolong operasi besar.

Biaya Operasi Miom Di RS Mitra Keluarga

Rumah sakit Mitra Keluarga memiliki cabang di setiap kota di Jabodetabek, dengan fasilitas yang sangat lengkap. Biaya operasi miom di RS Mitra Keluarga diperkirakan sebesar 30-45 juta rupiah, termasuk biaya rawat inap, konsultasi dokter, pemerisaan pendahuluan, dan obat-obatan. Untuk informasi lebih lanjut, silahkan datang atau hubungi RS Mitra Keluarga untuk perincian biaya operasi miom.

Biaya Operasi Miom Di Surabaya

Ada banyak rumah sakit swasta berkualitas di Surabaya yang memiliki fasilitas lengkap, dengan dokter yang berpengalaman. Beberapa diantaranya adalah RS PHC Surabaya, RS Darmo, RS Premier Surabaya, RS Royal Surabaya, dan sebagainya.

Biaya operasi miom di Surabaya pada beberapa rumah sakit di atas berkisar antara 30-50 juta rupiah. Biaya tersebut sudah mengcover segala biaya dari awal masuk rawat inap, tetapi tidak termasuk biaya pemeriksaan pendahuluan seperti tes darah, USG, dan sebagainya.

Biaya Operasi Miom Di Penang

Salah satu rumah sakit di Penang yang memiliki fasilitas lengkap adalah Loh Guan Lye. Biaya operasi Miom di Penang pada rumah sakit tersebut sekitar 50-70 juta rupiah. Biaya tersebut hanya tindakan sekali operasi miom, belum termasuk biaya lain-lain seperti konsultasi dokter, rawat inap, peralatan pendukung, dan obat-obatan.

Biaya Operasi Miom di Singapura

Banyak rumah sakit di Singapura yang memiliki fasilitas lengkap dengan standar internasional. Beberapa diantaranya adalah Singapore General Hospital, National University Hospital, Mount Elizabeth Hospital, Concord International Hospital, dan Gleneagles Hospital Singapore.

Biaya operasi miom di Singapura pada beberapa rumah sakit di atas berkisar antara 40-90 juta rupiah. Perkiraan biaya tersebut belum termasuk biaya obat-obatan, rawat inap, konsultasi dokter, kunjungan dokter, selama perawatan dan pemeriksaan lanjutan.

Pengalaman Operasi Miom

Cerita pengalaman operasi miom dikisahkan oleh Retno, perempuan yang kini sedang berkuliah di salah satu universitas negeri di Yogyakarta. Kisahnya dimulai di tahun 2018 yang lalu dimana Retno ketika itu berada di rumah kost yang dekat dengan kampusnya. Kali ini, penulis akan menjadi pihak pertama, yaitu Retno sendiri agar lebih mudah menjelaskan pengalaman operasi yang pertama itu.

Saya sangat hobi sekali berolahraga, terutama senam dan yoga, sehingga berat badan saya ideal. Entah gimana ceritanya, saya yang tak pernah mengalami gejala apapun tiba-tiba perut bagian bawah terasa sangat keras ketika di tekan. Sedikit khawatir, karena masa menstruasi saya yang biasanya teratur, kok menjadi lebih lama, bisa sampai 10 hari, dengan rasa nyeri hingga 3 hari. Kalo normal paling kan waktu pertama mau menstruasi aja.

Karena ada sedikit rasa khawatir, saya yang waktu itu tak ada kuliah pagi pun pergi ke klinik dekat kampus. Setelah dokter tanya-tanya gejala dan segala macam, sesuai yang saya alami, dokter pun memegang perut saya dan sedikit menekannya.

Setelah selesai memeriksa, dokter kemudian mengatakan, sepertinya ada miom di dinding rahim, jika melihat dari gejala yang kamu alami dan perut yang sedikit keras. Itu hanya dugaan saya. Untuk lebih meyakinkan, saya beri surat rujukan untuk pemeriksaan lebih lanjut dengan USG di rumah sakit poli kandungan. Terangnya!

Tentu saja saya shock mendengar hal itu, karena selama ini saya sehat dan belum pernah melakukan hal aneh-aneh, apalagi periksa ke dokter kandungan secara saya belum pernah menikah. Karena panik saya pun telpon ke ibu saya dan menceritakan kekhawatiran adanya miom di rahim sambil menangis.

Pulang ke kost-an lalu saya browsing mencari segala sesuatu tentang miom, dan memang miom dapat mendera perempuan disegala usia kecuali menopause, dan sedikit leganya, miom itu tidak berbahaya karena tumor jinak dan juga bisa menyusut dan hilang dengan sendirinya. Tapi untuk memastikan, saya pun berencana untuk mendatangi rumah sakit yang sudah dirujuk oleh dokter klinik.

Esok hari pun sesuai rencana saya pergi ke rumah sakit, dan mengantri menuju ke poli kandungan untuk pemeriksaan USG. Singkat cerita dokter yang memeriksa pun mengatakan bahwa ada miom berukuran 15 cm di dinding rahim saya. Dokter pun menganjurkan untuk operasi pengangkatan miom dengan laparatomi, agar pemulihan lebih cepat dan risiko yang minimal. Jika siap minggu ini bisa langsung operasi miom! Pungkasnya!

Saya sedikit bingung, mau operasi atau tidak, lalu saya mengatakan ke dokter untuk mempertimbangkannya, dan akan datang kembali jika sudah siap. Sembari pulang dari rumah sakit saya pun menelpon ibu saya dan menceritakan kondisi saya yang mau operasi dan menyuruh orang tua untuk datang ke Yogyakarta, agar bisa menunggui dan membiayai operasi miom yang cukup mahal.

Tiga hari kemudian, orang tua saya pun datang ke kostan, dan membicarakan tentang miom dan segala risikonya. Keputusan pun dibuat, agar saya segera operasi karena jika dibiarkan bisa semakin besar dan malah berbahaya yang bisa mengganggu janin yang ada di rahim di kemudian hari.

Saya pun kembali ke rumah sakit beserta kedua orang tua, dan menemui dokter spesialis yang sebelumnya. Ayah saya pun berbicara dengan dokter, dan disepakati operasi akan dilakukan minggu ini, dan sebelumnya saya harus melakukan pemeriksaan darah di laboratorium, CT Scan dan konsultasi alergi di dokter anestesi.

Serangkaian pemeriksaan itu membuat saya harus bolak balik ke rumah sakit setiap hari, dan hasilnya pada pemeriksaan darah hemoglobin saya rendah, hanya 7, yang seharunya minimal 10 agar bisa operasi, jadilah saya harus di transfusi darah untuk meningkatkan hemoglobin dan mondok di rumah sakit selama satu hari. Mungkin karena stress berat mengalami kondisi ini yang tak pernah terbayangkan sebelumnya untuk operasi.

Lama Operasi Miom

Sehari sebelum operasi miom dilakukan, kondisi saya sudah fit dan siap untuk operasi, dan orang tua pun mengurus kamar rawat inap, dan dapatlah kamar kelas VIP pada jam 1 siang. Suster kemudian datang sore hari dan memerintahkan untuk berpuasa minimal 8 jam, artinya mulai jam 10 malam saya sudah tidak boleh makan apapun, termasuk minum. Agar sistem pencernaan istirahat dan tidak terganggu ketika dibius waktu operasi, terang suster tersebut.

Pagi harinya, suster datang dan menyuruh mandi dengan sabun antiseptic yang dibawanya, lalu setelahnya pun saya digeladak dengan kursi roda menuju ruang operasi, padahal saya merasa sehat dan bisa berjalan, tapi ya sudahlah!

Ketika di ruang tunggu operasi, saya di tensi dan ditimbang berat badan, dokter pun menghampiri, mau di bius lokal atau total, saya dengan jelas menjawab total saja dok, secara saya takut melihat perut saya di iris-iris, nanti malah trauma.

Waktu operasi pun tiba, tepat jam 7 pagi saya disambut oleh 4 orang berpakaian dokter di ruang operasi. Entah dokter apa saja, yang saya kenal itu dokter spesialis bedah, spesialis kandungan, spesialis anestesi, dan satu lagi mungkin asisten dokter. Serta beberapa perawat yang membantu proses operasi, saya pun disuruh miring dan kemudian disuntik di bagian tulang belakang, terasa seperti digigit semut merah, dan kurang dari satu menit ada rasa mual ingin muntah, lalu saya pun tak sadarkan diri.

Lama operasi miom sekitar 2 jam, kata suster yang membangunkan saya tepat jam 11 siang. Operasi miom saya katanya berjalan lancar, dan saya akan dibawa kembali ke kamar rawat inap. Entah apa lagi yang terjadi, saya kemudian langsung tertidur kembali hingga pukul 4 sore.

Pemulihan Pasca Operasi Miom

Pemulihan pasca operasi di kamar rawat inap sungguh menderita. Hanya sekedar bergerak saja, perut terasa nyeri, bekas sayatan operasi masih terasa sangat sakit. Alhasil saya pun lebih banyak berbaring dan tak bergerak, meski terasa sangat capek leher ini dan ingin segera bangkit, tapi rasanya luar biasa sakit.

Di hari ketiga pasca operasi saya sudah bisa berdiri, meski harus dibantu ibu saya untuk ke kamar mandi, suster mengatakan kalau operasi miom yang saya jalani itu miomektomi, karena ukuran miom sudah besar jadi tidak bisa dengan laparatomi, sehingga sayatan operasi lebih besar dengan waktu pemulihan pasca operasi miom lebih lama. Pantas saja rasanya sakit begini!

Di hari kelima setelah operasi miom, saya masih berada di rumah sakit, dan bisa berjalan sendiri ke kamar mandi meski dengan perjuangan yang sangat keras menahan nyeri yang timbul hilang itu. Sore harinya dokter pun datang dan menanyakan kondisi saya, sudah bisa BAB dengan lancar belum, dan saya pun menjawabnya dengan pelan, sudah dok! Dan dokter pun mengijinkan saya untuk pulang.

Ayah dan Ibu memutuskan untuk membawa saya pulang ke kampung halaman agar lebih mudah dalam perawatan pemulihan pasca operasi miom, karena saya harus istirahat total minimal selama 1-2 bulan, hingga kondisi saya benar-benar sembuh total.

Pantangan Setelah Operasi Miom

Ada beberapa pantangan setelah operasi miom, antara lain:

  • Tidak boleh berhubungan intim minimal 6 minggu pasca operasi.
  • Hindari minuman beralkohol.
  • Selama masa pemulihan, jangan makan daging merah, yang memiliki kandungan lemak dan kalori tinggi.
  • Hindari makanan yang memiliki kandungan gula tinggi.
  • Jangan terlalu banyak bergerak, apalagi angkat barang yang berat.

Apakah Setelah Operasi Miom Bisa Tumbuh Lagi

Jika operasi dengan metode laparoskopi, miomektomi, histereskopi, tentu peluang terjadinya pertumbuhan miom lagi tetap ada kemungkinan. Kecuali dilakukan operasi histerektomi yang mengangkat seluruh jaringan rahim, sehingga tidak ada kemungkinan miom akan tumbuh lagi.

Namun biasanya, miom tumbuh di beberapa bagian dinding rahim dengan jumlah lebih dari satu, sehingga ketika dilakukan operasi, miom tidak terangkat semua, sehingga diperlukan operasi miom lanjutan.

Apakah Miom Bisa Hilang Kalau Sudah Menopause ?

Miom bisa menyusut dan hilang dengan sendirinya, jika hormon pemicunya yaitu progesteron dan estrogen rendah. Termasuk dalam keadaan menopause dimana hormon pemicu miom tersebut sudah tidak aktif diproduksi sehingga miom dapat semakin menyusut dan bisa hilang saat menopause.

Kapan Boleh Berhubungan Setelah Operasi Miom

Operasi miom seperti laparatomi akan membuat luka di bagian dalam atas vagina sehingga akan membuat rasa nyeri dan tidak nyaman ketika berhubungan intim. Pada umumnya, dokter akan menganjurkan pasien setelah operasi miom untuk menghindari berhubungan intim selama masa pemulihan minimal 6 minggu, karena luka dalam tersebut belum sembuh total.

Namun demikian setiap pasien tentu berbeda gejala, ada yang sembuh lebih cepat dan lebih lambat, tergantung dari pasien itu sendiri. Jika masih merasakan nyeri di area vagina maka sebaiknya hindari hubungan intim hingga rasa nyeri hilang seluruhnya.

Jangka Waktu Hamil Setelah Operasi Miom

Operasi miom dengan miomektomi atau laparatomi yang tidak mengangkat jaringan rahim seluruhnya, tidak akan mempengaruhi siklus menstruasi dan atau organ reproduksi wanita. Sehingga selama indung telur yang telah matang dibuahi oleh sel sperma maka kehamilan akan terjadi.

Karena pasca operasi miom pasien dilarang untuk melakukan hubungan intim minimal 6 minggu, maka jangka waktu hamil setelah operasi miom dilakukan kemungkinan 1-2 bulan pasca operasi. Hal tersebut tergantung dengan tingkat kesuburan pria dan wanita.

Bisakah Melahirkan Normal Setelah Operasi Miom

Rasa khawatir tentu akan menyelimuti perempuan yang hamil pasca operasi miom. Berdasarkan penelitian, 73% perempuan telah melahirkan normal setelah operasi miom. Tentu hal tersebut tergantung dokter yang menangani, jika dokter menduga akan ada risiko yang besar terjadi ruptur uteri yang bisa membahayakan ibu dan bayi, maka dokter akan menganjurkan untuk dilakukan operasi cesar.

Haid Setelah Operasi Miom

Pada umumnya, operasi miomektomi atau laparatomi tidak mengganggu jaringan rahim dan organ reproduksi wanita, sehingga siklus menstruasi akan berjalan normal seperti biasanya. Jadi haid setelah operasi miom merupakan hal yang biasa.

Namun, biasanya dokter akan menjadwalkan operasi miom mengikuti siklus menstruasi pasiennya, sehingga terhindar dari keluarnya darah menstruasi saat tindakan operasi atau pasca operasi miom dilakukan.

Komplikasi Miom

Tindakan operasi miom seperti laparatomi atau miomektomi tentu meminimalisir terjadinya komplikasi pasca operasi. Tetapi tindakan operasi histerektomi yang mengangkat seluruh jaringan rahim bisa menyebabkan risiko komplikasi lebih tinggi dengan masa pemulihan lebih lama.

Berdasarkan laporan yang tercatat, ada beberapa kasus komplikasi pasca operasi miom diantaranya:

Flek Setelah Operasi Miom

Flek disebabkan oleh paparan sinar ultraviolet dan produks melanin yang berlebihan. Jadi flek setelah operasi miom sebenarnya tidak berkaitan, dan bukan merupakan efek samping dari operasi miom, tetapi juga bisa disebabkan oleh hiperpigmentasi, dan faktor genetik.

Pendarahan Setelah Operasi Miom

Pendarahan setelah operasi miom masih dikatakan wajar apabila darah yang keluar tidak sederas seperti menstruasi, dan tidak lebih dari 8 minggu pasca operasi miom dilakukan. Jika terjadi perdarahan terus menerus sebaiknya konsultasikan ke dokter yang menangani operasi miom dengan segera.

Pencegahan Miom

Meski penyebab tumbuhnya miom tak diketahui secara pasti, tetapi ada beberapa tindakan yang bisa mencegah miom, antara lain:

  • Hindari konsumsi daging merah dan alkohol secara berlebihan.
  • Terapkan pola hidup sehat dengan banyak makan sayuran dan buah-buahan.
  • Jaga berat badan ideal dengan olahraga yang teratur.
  • Jaga mood, dan hindari stress.

Labels:

miom, Biaya operasi miom di RS Hermina, pengalaman sakit miom

Related posts:

  1. Pengalaman Operasi Angkat Rahim : Operasi Pengangkatan Rahim – Histerektomi
  2. Pengalaman Operasi UDT : Operasi Penurunan Testis
  3. Pengalaman Operasi Perlengketan Usus : Usus Lengket
  4. Pengalaman Operasi Mata Juling : Operasi Strabismus
  5. Pengalaman Operasi Mastitis : Operasi Abses Payudara
Gratis Jasa Konsultasi Asuransi Gratis Secara Online Jakarta Jabodetabek Indonesia

Related Posts