Pengalaman Operasi OMSK

Pengalaman Operasi OMSKby Vivi Tirtaon.Pengalaman Operasi OMSKSering sekali ibu-ibu membiarkan anak-anak tiduran ketika sedang menyuapi makanan, terkadang pula dibebaskan untuk beraktivitas apa saja saat makan. Tak disadari bahwa hal tersebut bisa membawa malapetaka bagi sang anak karena terdapat faktor risiko terserang bakteri yang menyerang bagian telinga yang menjadi penyebab utama congekan. Loh kok bisa? Makan sambil berbaring, minum susu dari botol […]
Gratis Jasa Konsultasi Asuransi Gratis Secara Online Jakarta Jabodetabek Indonesia

Sering sekali ibu-ibu membiarkan anak-anak tiduran ketika sedang menyuapi makanan, terkadang pula dibebaskan untuk beraktivitas apa saja saat makan. Tak disadari bahwa hal tersebut bisa membawa malapetaka bagi sang anak karena terdapat faktor risiko terserang bakteri yang menyerang bagian telinga yang menjadi penyebab utama congekan. Loh kok bisa?

Makan sambil berbaring, minum susu dari botol yang tidak steril, terpapar asap rokok, bergaul dengan anak-anak lain dengan risiko penularan penyakit, dan sebagainya adalah beberapa faktor dari serangan infeksi penyebab congek karena imun tubuh anak sedang berkembang, sehingga virus apapun bisa sangat mudah menyerang, terutama OMSK yang sering menyerang anak-anak usia 6 bulan hingga 10 tahun. Apa itu OMSK?

Pengalaman operasi OMSK

Pengertian OMSK

Mungkin sejak kita masih anak-anak sudah akrab dengan istilah “Congekan”, kondisi dimana telinga keluar bau busuk karena terdapat nanah atau lendir yang keluar dari rongga telinga. Karena memang congek paling sering menyerang anak-anak karena infeksi bakteri.

Dalam dunia medis, congekan disebut sebagai OMSK singkatan dari Otitis Media Supuratif Kronis. Atau disebut Otitis Media. Yaitu suatu kondisi dimana terjadi peradangan pada telinga bagian tengah yang disertai dengan pecahnya gendang telinga sehingga mengakibatkan telinga berbau busuk karena ada cairan yang keluar berupa nanah atau lendir, yang bisa terjadi terus menerus atau kadang timbul kadang tidak.

Penyebab OMSK

Penyebab dari otitis media atau congekan pada umumnya adalah karena jamur, virus dan infeksi bakteri atau patogen seperti Streptococcus pneumoniae. Pseudomonas aeruginosa, Moraxella catarrhalis, dan Haemophilus influenzae.

Kerusakan sistem pernapasan bagian atas terkadang juga menjadi penyebab adanya otitis yang diesbabkan oleh virus influenza, yang menjadi pemicu kelainan fungsi tuba eustachius, sehingga pembersih bakteri yang ada di telinga tidak bekerja optimal.

Meski OMSK bisa menyerang siapa saja, tetapi beberapa hal yang menjadi faktor pemicu penyebab OMSK pada anak-anak antara lain memberikan botol minum kepada bayi ketika sedang tiduran, bergaul dengan anak-anak lain yang menderita influenza dan batuk, anak sering terpapar asap rokok, dan berbagai penularan virus melalui media apapun yang tersentuh oleh anak-anak.

Gejala OMSK

Jika terjadi gejala OMSK atau congekan pada anak-anak, biasanya mereka akan sulit untuk menjelaskan kondisinya, tetapi gejala tersebut dapat dilihat dari tingkah laku anak-anak, seperti antara lain:

  • Anak menjadi lebih rewel dan sering menangis, tidak seperti biasanya.
  • Keluar cairan dengan disertai bau menyengat dari telinga.
  • Agak lambat merespon ketika dipanggil atau berkurangnya respon suara.
  • Makannya sudah tidak lahap seperti biasanya.
  • Anak-anak menjadi lebih susah tidur.
  • Hilangnya keseimbangan pada anak.
  • Suhu tubuh anak meningkat.

Jika anak-anak Anda sudah memiliki gelagat dengan ciri-ciri diatas, maka segeralah memeriksa kondisi anak dengan seksama, mulai dari ujung kepala hingga ujung kaki karena dikhawatirkan ditemukan hal yang tidak semestinya. Jika ditemukan kondisi yang mencirikan OMSK atau congekan, lakukan pertolongan pertama dengan memberikan obat tetes telinga 1-2 kali sehari. Jika kondisi berlanjut, segera kunjungi dokter spesialis THT terdekat di kota Anda.

Gambar OMSK

gambar congekan
operasi omsk

Pengobatan OMSK

Dalam kondisi mulai terjadi gejala otitis media atau congek, maka diperlukan tindakan pertama yang harus segera dilakukan yaitu memberikannya obat anti bakteri atau juga peradangan, dengan perawatan secara intensif yang bisa dilakukan di rumah.

Obat Tetes Telinga Untuk OMSK

Sebagai pertolongan pertama, harus diberikan obat tetes atau tablet yang khusus mengobati OMSK atau congekan. Beberapa obat tetes teling untuk OMSK yang terdapat di apotek tanpa adanya resep dokter adalah sebagai berikut;

  • Vital Ear 10 ml, harga pasaran untuk produk ini sekitar 14 ribu.
  • Erla Mycetin 10 ml, dengan harga sekitar 10 ribu.
  • OTO Pain 8 ml, seharga 70 ribu.

Pemberian obat tetes dilakukan 1-2 kali sehari. Jika dalam 3 hari tanpa ada perubahan, maka segeralah untuk berkonsultasi ke dokter spesialis THT tentang kondisi OMSK pada anak agar segera dilakukan tindakan lanjutan.

Operasi OMSK

Tindakan lanjutan apabila dalam 3-7 hari setelah diberikan pertolongan pertama dengan obat tetes telinga, tetapi kondisi tidak memberikan tanda-tanda membaik maka langkah selanjutnya yang disarankan dokter adalah tindakan antara lain:

Tabung Telinga

Tata laksana pembedahan dilakukan untuk memasukan sebuah tabung kecil ke dalam telinga untuk mengalirkan cairan serta membuat udara bisa masuk dan keluar dari telinga tengah. Tergantung dengan tingkat keparahan infeksi yang terjadi.

Penghapusan Adenoid

Jika terjadi infeksi pada kelenjar gondok yang menyebabkan pembesaran, serta menjadikan anak menderita infeksi berulang, dokter akan menyarankan untuk dilakukan pembedahan untuk mengangkat kelenjar gondok tersebut.

Miringotomi

Adalah tindakan operasi terhadap gendang telinga untuk menghilangkan infeksi pada telinga, dengan tindakan pembedahan melalui sayatan kecil pada membran timpani untuk menempatkan tabung pada gendang telinga.

Pengalaman Operasi OMSK

Pengalaman operasi OMSK terjadi pada keponakan penulis sendiri di tahun 2018. Penderita adalah pria berumur 19 tahun. Dia sudah mengalami congekan dari umur 15 tahun, yang timbul hilang terus menerus tetapi waktunya tidak tentu, bisa 2 bulan sekali, kadang 3 bulan, yang jelas sering sekali kambuh hingga mengeluh bahwa pendengarannya mulai berkurang sejak umur 16 tahun, dan katanya telinganya menjadi mudah berdengung samar (bindeng) ketika miring atau ketika mandi.

Pada awalnya, katanya kelainan tersebut terjadi sejak telinganya sebelah kiri kemasukan air ketika sedang berenang. Hingga pulang ke rumah, masih saja telinga terasa berdengung pertanda air yang masuk ke dalam telinga belum keluar sempurna.

Kemudian penderita berusaha mengeluarkan air yang di dalam telinga dengan cara miring hingga menggunakan cotton bud, tetapi yang terjadi justru kotoran-kotoran malah masuk hingga beberapa hari kemudian mulai terasa bau menyengat keluar dari telinga.

Dia bisa sembuh kemudian akan mudah sekali kambuh ketika bergaul dan berdekatan dengan teman-teman yang merokok. Paparan asap rokok entah bagaimana akan mempengaruhi ke telinganya yang kemudian terasa berdesing dan bindeng, yang menjadikannya tiba-tiba pendengarannya tak sempurna pada telinganya yang sebelah kiri.

Kemudian selang beberapa bulan setelah kejadian congekan yang kembali berulang hingga 3 kali, penderita kemudian datang ke dokter spesialis THT dengan ditemani ibunya. Setelah dilakukan pemeriksaaan, kondisinya ternyata sudah sangat parah, karena terdapat infeksi pada gendang telinga, sehingga dokter menyarankan untuk operasi.

Ibu dari penderita tidak langsung menyetujui saran dokter mengingat biaya yang cukup besar. Untuk sekali kunjungan dokter spesialis saja, biayanya sekitar 500 ribu termasuk menebus obat yang diresepkan.

Menurut informasi yang didapat dari dokter spesialis tersebut, biaya operasi gendang telinga di rumah sakit swasta sekitar 24 juta, sudah termasuk biaya kamar untuk rawat inap 2 hari di kelas VIP. Dengan pertimbangan biaya besar tersebut, sehingga orang tua mendafarkan anaknya untuk menjadi peserta BPJS Kesehatan, dengan harapan agar biaya operasi gendang telinga dapat disubsidi.

Pendaftaran BPJS Kesehatan pun dilakukan dengan datang ke kantor BPJS Kesehatan. Karena BPJS Kesehatan dibagi ke dalam tiga kelas yakni kelas 1, kelas 2, dan kelas 3, maka di pilihlah kelas 2 dengan iuran bulanan sebesar 100 ribu. Setelah pembayaran iuran pertama, kartu BPJS Kesehatan langsung diberikan dan langsung aktif.

Dengan BPJS Kesehatan, maka peserta tidak dapat langsung mendatangi rumah sakit untuk ke dokter spesialis THT, tetapi harus mendapat rujukan dari puskesmas. Sehingga dengan diantar ibunya, sang anak langsung mengantri di puskesmas untuk mendapat rujukan ke rumah sakit.

Ke esokan harinya, langsung datang ke rumah sakit dengan membawa surat rujukan dari dokter umum dari puskesmas.

Antri yang cukup lama di rumah sakit untuk mendapat giliran periksa. Tiba giliran periksa, dokter spesialis THT langsung menjadwalkan operasi, mengingat jika tidak dilakukan operasi segera maka risiko kehilangan pendengaran akan semakin besar.

Pada saat operasi, penderita tak banyak cerita karena dia telah dibius total ketika dilakukan operasi bedah gendang telinga, sehingga tidak tahu apa yang terjadi. Yang jelas, operasi hanya memakan waktu 1,5 jam saja. Kemudian penderita dibawa ke kamar rawat inap kelas 2 dengan beberapa kamar berjejer, yang untungnya hanya ada satu orang pasien yang sedang di rawat di ruang tersebut.

Di kamar rawat inap, penderita di opname hingga seharian penuh, dan ketika sadar penderita sangat kesulitan untuk makan karena tenggorokan terasa sakit. Menurut penjelasan perawat, ketika operasi memang dimasukan alat pernapasan ke tenggorokan agar pasien dapat bernafas. Tetapi efek tersebut tidak akan lama.

Bius Operasi Telinga

Pembiusan total dilakukan ketika tindakan bedah dilakukan, sehingga pasien tidak sadarkan diri untuk waktu yang cukup lama. Lama operasinya sendiri hanya sekitar 1,5 jam saja. Dan pasien akan di opname sekitar 1-2 hari, hingga pasien sadar dan bisa makan dan minum sendiri.

Bius operasi telinga untuk pembedahan minor untuk orang dewasa akan dilakukan pembiusan lokal, sehingga pasien masih tersadar ketika dilakukan operasi tetapi tidak ada rasa sakit ketika operasi dilakukan.

Pantangan Setelah Operasi Gendang Telinga

Setelah operasi gendang telinga dilakukan. Pantangan utamanya adalah bagian telinga tidak boleh terkena air basah setetes pun. Pasien juga dilarang untuk beraktivitas yang berlebih seperti lompat-lompat dan sebagainya. Bepergian dengan menggunakan pesawat terbang yang memberikan efek getaran hebat dan kebisingan yang tinggi juga tidak diperbolehkan.

Berapa Lama Penyembuhan Operasi Gendang Telinga

Setelah dilakukan tindakan operasi gendang telinga, ada tiga lapisan kapas yang disusupkan di telinga. Lapisan pertama ini langsung dilepas oleh perawat setelah satu hari. Sedangkan untuk lapisan kedua akan dilepas ketika masuk hari kelima pasca operasi. Dan lapisan ketiga bisa dilepas apabila sudah memasuki hari kesepuluh pasca operasi.

Pada hari ke dua atau ketiga setelah operasi, dan pasien dapat dengan lancar makan dan minum maka diperbolehkan untuk pulang dan melepas sendiri lapisan kedua dan ketiga. Dengan catatan bahwa telinga tidak boleh sedikit pun terkena air.

Pendengaran Pasien akan bekerja normal kembali biasanya setelah dua minggu pasca operasi gendang telinga dilakukan. Tentu pada masa-masa pemulihan, pasien dilarang untuk mendengarkan suara musik terlalu keras, atau dilarang bepergian menggunakan pesawat terbang karena goncangan yang terjadi dapat menggangu proses penyembuhan.

Biaya Operasi Grommet

Perlu diketahui bahwa Grommet adalah sebuah alat yang sangat kecil yang dimasukan oleh dokter melalui pembedahan ke dalam telinga pasien penderita kehilangan pendengaran, yang berfungsi untuk membuang dan membersihkan cairan yang ada di telinga.

Grommet sendiri memiliki masa kadaluarsa, sehingga harus di lepas pada waktu tertentu. Untungnya, grommet bisa keluar sendiri tanpa adanya operasi. Tetapi masalahnya adalah keluarnya grommet pada waktu pasien sudah sembuh akan menjadi baik tetapi ketika proses keluarnya grommet dengan sendirinya tersebut tetapi kondisi pasien belum sembuh adalah tanda operasi Grommet gagal.

Sehingga pasca operasi grommet, pasien harus terbebas dari penyakit lainnya seperti amandel, flu, dan batuk agar proses penyembuhan pasca operasi bisa lebih cepat dan sempurna. Untuk biaya operasi grommet menggunakan BPJS Kesehatan, ditanggung secara penuh sehingga pasien tidak perlu membayar sepeserpun, kecuali ada kenaikan kelas kamar rawat inap.

Untuk biaya operasi Grommet di rumah sakit swasta berbeda-beda, tetapi secara umum kisaran harganya antara 14 juta hingga 35 juta, tergantung rumah sakit dan kelas kamar yang dipilih.

Resiko Operasi Mastoiditis

Ada risiko yang bisa saja terjadi pada penderita mastoiditis, antara lain sebagai berikut:

  • Terjadinya Vertigo, penderita akan mengalami pusing yang berkelanjutan.
  • Wajah akan terasa nyeri. Pada kondisi tertentu maka terjadi kelumpuhan pada saraf wajah.
  • Pendengaran juga bisa hilang secara permanen.
  • Pada tingkat kronis, terjadi peradangan selaput otak yang memberikan risiko kematian.
  • Penglihatan akan terpengaruh, sehingga membuat penurunan kualitas mata.

Komplikasi OMSK

Jika congekan atau otitis media dibiarkan tanpa adanya pengobatan, akan memberikan dampak lanjutan berupa risiko komplikasi yang akan terjadi pada penderita, antara lain:

Terjadi Gangguan pendengaran

Hal yang paling sering terjadi adalah kehilangan pendengaran atau tuli. Pada awalnya hanya telinga berdengung, pendengaran berkurang, dan pada tingkat yang kronis, penderita akan sama sekali tidak dapat mendengar alias tuli.

Meningitis

Infeksi telinga yang tidak diatasi dengan sempurna juga akan menjadi awal terjadinya kerusakan sistem saraf, terutama pada penderita anak-anak. Gejala yang timbul dari kompikasi meningitis antara lain demam yang tinggi, kemudian kejang disertai muntah, dan akhirnya kehilangan kesadaran.

Abses otak

Pada tingkat yang akut, infeksi pada gendang telinga adalah terjadinya penumpukan nanah di bagian otak. Kondisi ini sudah sangat parah dengan risiko kematian yang tinggi. Gejala yang ditimbulkan ketika terjadi abses otak yakni kesulitan bergerak akibat sakit kepala yang hebat yang disertai penurunan kesadaran.

Pencegahan OMSK

Congek bisa terjadi pada siapa saja tanpa pandang bulu. Untuk mencegahnya, mari lebih peduli pada kesehatan dan kebersihan telinga, hidung, dan tenggorokan dengan memeriksakannya secara rutin. Beberapa tindakan yang harus dilakukan untuk mencegah terjadinya OMSK antara lain:

  • Menjaga kebersihan telinga. Jangan gunakan cotton bud untuk membersihkan telinga. Karena ada risiko kotoran malah masuk ke dalam telinga bagian dalam. Sebaiknya gunakan tetes telinga.
  • Menjauhkan anak-anak dari perokok aktif, agar tidak terpapar asar rokok secara berlebihan.
  • Jangan anggap remeh penyakit seperti batuk dan influenza karena dapat berisiko terjadi OMSK, sehingga tangani segera batuk dan influenza pada anak agar tidak berlarut larut.

Related posts:

  1. Pengalaman Operasi Amandel
  2. Pengalaman Operasi Tumor Parotis
  3. Pengalaman Operasi Wasir : Operasi Ambeien
  4. Pengalaman Operasi Angkat Rahim : Operasi Pengangkatan Rahim – Histerektomi
  5. Pengalaman Operasi Hidrokel Anak
Gratis Jasa Konsultasi Asuransi Gratis Secara Online Jakarta Jabodetabek Indonesia

Related Posts