Pengalaman Operasi Patah Tulang

Pengalaman Operasi Patah Tulangby Vivi Tirtaon.Pengalaman Operasi Patah TulangKecelakaan adalah penyebab utama dari patah tulang, baik kecelakaan lalu lintas, kecelakaan kerja, atau akibat dari aktivitas dengan risiko tinggi seperti parkour atau akrobat. Meski kejadian tersebut tak ada yang mengharapkan, tetapi pelajaran yang bisa diambil adalah harus selalu hati-hati dalam setiap tindakan agar terhindar dari kecelakaan yang bisa mengakibatkan patah tulang. Jika sudah terjadi […]
Gratis Jasa Konsultasi Asuransi Gratis Secara Online Jakarta Jabodetabek Indonesia

Kecelakaan adalah penyebab utama dari patah tulang, baik kecelakaan lalu lintas, kecelakaan kerja, atau akibat dari aktivitas dengan risiko tinggi seperti parkour atau akrobat. Meski kejadian tersebut tak ada yang mengharapkan, tetapi pelajaran yang bisa diambil adalah harus selalu hati-hati dalam setiap tindakan agar terhindar dari kecelakaan yang bisa mengakibatkan patah tulang.

Jika sudah terjadi patah tulang apa yang harus dilakukan? Jika ditemukan gejala memar, bengkak yang disertai rasa nyeri di bagian tulang yang terduga patah, maka istirahat kan dan jangan terlalu bergerak, lalu bawa ke klinik atau rumah sakit agar segera ditangani dokter spesialis ortopedi. Hindari pengobatan alternatif seperti terapi pijat, karena akan menyebabkan kondisi patah tulang semakin parah. Untuk itu, baca terus artikel ini untuk mengetahui kisah pengalaman operasi patah tulang tangan, selangka, pinggul, paha, dan kaki.

Pengalaman operasi patah tulang

Pengertian Patah Tulang

Patah tulang atau dalam dunia medis disebut fraktura adalah kondisi dimana terputusnya susunan tulang pada tubuh. Tekanan berat atau benturan hebat menjadi penyebab utama dari patah tulang, yang umumnya terjadi pada tulang rawan, ujung tulang, atau pun persendian.

Meski kondisi patah tulang dapat sembuh sendiri, karena pemulihan tulang sangat baik sekali. Tetapi jika patah tulang yang mengakibatkan dislokasi atau bergesernya tulang dari posisi semula, maka tindakan operasi adalah jalan terbaik untuk memperbaiki dan mengembalikan posisi tulang ke semula dan pemasangan pen perlu dilakukan untuk menjaga agar tulang tidak bergeser kembali.

Gejala Patah Tulang

Jika terjadi patah tulang, maka secara fisik dapat dilihat beberapa gejala seperti:

  • Adanya rasa nyeri pada area tulang yang patah.
  • Pembengkakan.
  • Adanya perubahan bentuk tulang.
  • Bagian tubuh yang mengalami patah tulang tak dapat digerakkan.

Penyebab Patah Tulang

Sebab utama dari patah tulang adalah karena benturan hebat yang mengakibatkan terputusnya susunan tulang, yang bisanya terjadi pada tulang rawan, tulang belakang maupun persendian.

Gambar Patah Tulang

gambar patah tulang

Pengobatan Patah Tulang

Dokter akan melakukan sesi wawancara kepada pasien untuk mengetahui penyebab patah tulang dan riwayat kesehatan pasien. Dari penjelasan pasien, dokter akan memiliki gambaran tentang metode apa yang terbaik untuk menangani patah tulang yang dialami pasien.

Untuk memastikan kondisi tingkat keparahan patah tulang, dokter selanjutnya akan melakukan pemeriksaan lanjutan dengan rontgen dan juga bone scan.

Jika ditemukan tulang yang patah, dokter akan menganjurkan untuk melakukan operasi perbaikan tulang yang patah dengan mengembalikan ke posisi normal, kemudian untuk memperkokoh posisi tulang, pemasangan pen dilakukan, yaitu plat logam anti karat yang disekrup ke tulang sebagai penopang tulang agar posisi tulang dapat dipertahankan seperti semula, dan kemudian dikuatkan dengan K-wires yaitu kawat yang dibor ke tulang guna menstabilkan tulang yang patah.

Tindakan operasi akan dilakukan apabila metode pengobatan patah tulang non bedah sudah tak efektif memperbaiki kondisi tulang yang patah. Seperti misalnya pemberian obat anti nyeri, anti inflamasi, pembidaian, pemasangan gips, atau penarikan tulang dan fisioterapi.

Operasi pada pasien penderita patah tulang ringan dengan metode artroskopi atau osteotomi hanya memerlukan satu atau dua sayatan saja, yang kemudian di pasangkan Gips sebagai penopang dan mempertahankan posisi tulang yang patah. Berbeda apabila dilakukan pemasangan pen, yang memerlukan sayatan pada sepanjang bagian tulang yang patah.

Biaya Operasi Patah Tulang dengan BPJS

Salah satu pentingnya memiliki BPJS Kesehatan adalah jika terjadi kecelakaan yang tak pernah terbayangkan di benak kita sama sekali, dan kecelakaan tersebut mengakibatkan patah tulang dan harus menjalani operasi. Jika memiliki tabungan yang cukup tentu biaya operasi tidak menjadi soal, tetapi bagi mereka yang hidupnya pas-pasan tentu akan sangat kebingungan memikirkan biaya operasi patah tulang yang mahal.

Untungnya, BPJS memberikan solusi yang tepat masalah biaya kesehatan, termasuk operasi patah tulang yang dijamin sepenuhnya oleh BPJS.

Lalu bagaimana jika setelah operasi harus menggunakan alat bantu? Apa itu ditanggung BPJS juga? Yah, BPJS memberikan solusi tuntas untuk biaya operasi patah tulang, termasuk biaya alat bantu pasca operasi yang perlu digunakan oleh pasien seperti kruk penyangga tubuh, jaket penyangga tulang, dan berbagai alat pendukung lainnya.

Biaya Operasi Patah Tulang di Rumah Sakit Swasta di Indonesia

Biaya operasi patah tulang sangat bervariasi di rumah sakit swasta di Indonesia, karena memang tingkat kesulitan setiap pasien serta peralatan pendukung yang digunakan juga berbeda. Belum lagi fasilitas rumah sakit yang digunakan pasien. Beberapa rumah sakit swasta berikut ini bisa menjadi referensi yang bisa memperkirakan besaran biaya operasi patah tulang.

  • Rumah Sakit EMC Sentul, Bogor. Estimasi biaya operasi patah tulang sekitar 15-30 juta rupiah.
  • RSU Bunda Jakarta. Menetapkan biaya operasi patah tulang sebesar 20 juta rupiah.
  • Rumah Sakit Tiara, Bekasi. Biaya operasi patah tulang sekitar 15 juta rupiah.
  • Rumah Sakit Atma Jaya, Jakarta. Menetapkan biaya operasi mulai dari 10 juta rupiah.
  • Rumah Sakit Mulya, Tangerang. Biaya operasi patah tulang mulai dari 7 juta rupiah.

Perkiraan biaya tersebut hanya untuk satu kali operasi saja, tidak termasuk dengan biaya lain-lain seperti biaya rawat inap, pemasangan Pen atau Gips, alat bantu, pemeriksaan pendahuluan, obat-obatan, dan sebagainya.

Biaya Pasang Gips Patah Tulang

Gips adalah perangkat pelindung sekaligus penopang yang dipasang pada bagian tubuh (tangan dan kaki) yang menderita patah tulang atau cedera persendian. Dokter spesialis yang menangani masalah patah tulang adalah ahli ortopedi.

Biaya pasang Gips patah tulang di rumah sakit Orthopedi dan THT SS Medika misalnya, dikisaran harga 600-900 ribu rupiah. Biasa pasang Gips di rumah sakit lain pun hampir sama, tidak jauh dari angka tersebut, kalaupun ada selisih hanya sedikit saja.

Biaya Operasi Pasang Pen Patah Tulang

Pen adalah plat logam anti karat yang merupakan pendukung untuk menyambung dan mempertahankan posisi tulang yang patah untuk kembali posisi normal. Pencabutan pen bisa dilakukan setelah beberapa waktu, dimana posisi tulang yang patah sudah kembali normal.

Biaya operasi pasang pen patah tulang di rumah sakit swasta di Indonesia berkisar antara 10-30 juta rupiah, karena tindakan pemasangan pen termasuk operasi besar yang dilakukan oleh dokter spesialis bedah (Sp.B) dan ahli ortopedi (Sp.OT).

Biaya Operasi Lepas Pen

Pelepasan pen dilakukan apabila tulang yang ditopang dan disambungkan dengan pen sudah menyatu. Namun proses pelepasan pen tidak semudah seperti melepas sesuatu dengan menarik begitu saja. Pelepasan pen membutuhkan sayatan sepanjang terpasangnya pen, yang dilakukan oleh dokter spesialis bedah. Biaya operasi lepas pen lebih murah dari pemasangan pen, tetapi selisihnya pun tidak jauh karena prosedur operasi yang diterapkan hampir sama.

Biaya Operasi Patah Tulang di Penang

Ada salah satu klinik spesialis orthopedi dengan biaya operasi patah tulang di Penang yang sangat terjangkau, yaitu Klinik Orthopedik Hospital Seberang Jaya, Penang. Perkiraan biaya operasi patah tulang di Penang tersebut sekitar 10-20 juta rupiah. Biaya tersebut hanya per tindakan operasi, belum termasuk peralatan pendukung yang akan digunakan pasca operasi.

Biaya Operasi Patah Tulang di Singapura

Singapore Orthopedic Centre merupakan klinik yang masih menjadi bagian dari Gleneagles Medical Centre Singapore. Klinik spesialis orthopedi tersebut sudah sangat berpengalaman menangani berbagai permasalahan patah tulang, termasuk pemasangan pen.

Biaya operasi patah tulang di Singapura dua kali lipat lebih mahal dari biaya operasi patah tulang di Penang. Perkiraan biaya operasi patah tulang di Singapura sekitar 40 juta rupiah. Biaya tersebut belum termasuk biaya rawat inap, peralatan pendukung, pemeriksaan lanjutan, dan obat-obatan.

Pengalaman Operasi Patah Tulang

Ada beberapa kisah pengalaman operasi patah tulang yang bisa dijadikan referensi, gambaran, dan pengetahuan serta pelajaran yang bisa diambil hikmahnya. Setiap penderita patah tulang tentu memiliki latar belakang yang berbeda dan masalah yang berbeda pula.

Biasanya rasa takut akan operasi menjadi momok yang menurunkan mental setiap orang yang akan menjalani operasi, padahal tak semenakutkan itu, karena dokter pun sudah mengukur risiko yang mungkin ditimbulkan. Hal kedua yang selalu berkecamuk dalam pikiran pasien penderita patah tulang adalah masalah biaya operasi patah tulang yang mahal.

Pengalaman Operasi Patah Tulang Tangan

Cerita pengalaman operasi patah tulang tangan ini pernah dialami oleh Pak Andi (45 tahun), ketika mengalami kecelakaan tunggal pada tahun 2018, dimana ia ketika itu mengendari sepeda motor sepulang kerja pada jam 10 malam, dan tiba-tiba ada pejalan kaki yang melintas, sontak Pak Andi berusaha menghindar dengan membanting kemudi ke arah kanan dan terjatuhlah ia dengan posisi tangan kanan yang menumpu berat badannya yang pada waktu itu mencapai 85 kg.

Dari kejadian tersebut, Pak Andi mengalami patah tulang tangan. Dengan dibantu oleh orang yang melihat kejadian tersebut, Pak Andi yang dalam keadaan setengah sadar pun dibawa ke rumah sakit umum daerah Cilacap.

Pak Andi masuk ke UGD, dan kebetulan orang yang membantunya adalah rekan kerjanya, sehingga ia pun menghubungi keluarga Pak Andi untuk segera datang ke RSUD. Perawatan luka dilakukan di UGD, hingga beberapa jam Pak Andi pun sadar sepenuhnya, dengan tangan kanan yang terasa amat sangat sakit, dimana sudah terjadi pembengkakan dan tulang tangan yang sedikit menonjol.

Semalaman di UGD, esok siangnya Pak Andi pulang ke rumah, dengan bantuan alat penyangga tangan (arm sling). Pak Andi memilih pengobatan rawat jalan untuk patah tulang tangan kanannya. Rasa nyeri di tangan kanannya semakin dirasakan seiring pembengkakan yang meluas, sehingga 3 hari kemudian setelah luka lecet pada tubuhnya membaik, ia dan istrinya pun pergi ke rumah sakit kembali untuk pemeriksaan lanjutan, dan kemudian dilakukanlah rontgen.

Dari hasil rontgen, tulang persendian siku mengalami keretakan dan sendi di pergelangan tangan patah atau tidak nyambung, sehingga dokter menganjurkan untuk dilakukan operasi patah tulang tangan dengan segera. Dokter lebih lanjut pun menjelaskan tentang prosedur operasi yang akan dilakukan dan beberapa hal teknis lainnya.

Dengan berbekal kartu BPJS, ia pun tak pikir panjang. Pak Andi langsung menyetujui untuk operasi patah tulang tangan pada minggu depan. Karena ada serangkaian pemeriksaan pendahuluan yang harus Pak Andi jalani sebelum dilakukan operasi seperti pemeriksaan darah, rekam jantung, konsultasi dengan dokter anestesi, dan sebagainya.

Sehari sebelum operasi, Pak Andi sudah dihubungi oleh perawat yang menanganinya untuk segera mengurus kamar rawat inap, sebagai persiapan operasi. Ia dan keluarganya pun bergegas ke rumah sakit, dan ia mendapatkan kamar kelas 1 sesuai dengan iuran BPJS yang ia setorkan.

Operasi dilakukan pada pagi hari, sekitar jam 8.30. Hanya dengan anestesi lokal, sehingga ia masih dalam keadaan sadar ketika operasi tangan kanannya dilakukan. Operasi berjalan lancar sekitar 1 jam, dimana tulang pada tangannya diluruskan kembali ke posisi semula, dan kemudian diakhiri dengan pemasangan gips pada tangannya sebagai penopang sekaligus untuk mempertahankan posisi tulang agar tidak bergeser kembali.

Pasca operasi patah tulang tangan kanannya, Pak Andi mondok di rumah sakit selama satu hari, hari berikutnya ia di ijinkan untuk pulang, dengan anjuran agar kontrol seminggu sekali selama masa pemulihan. Selain dengan pemasangan gips, tangan kanannya pun ditopang dengan arm sling, untuk menyangga tangan agar tak bergerak dan memaksanya istirahat total.

Pengalaman operasi patah tulang tangan

Masa pemulihan operasi patah tulang tangan yang dijalani Pak Andi kurang lebih 6 bulan hingga tangannya benar-benar dapat difungsikan kembali. Kini Pak Andi sudah bekerja seperti biasa tanpa ada keluhan di tangan kanannya. Meski Ia masih merasa was-was kalau menggunakan tangan kanannya itu untuk mengangkat beban berat.

Pengalaman Operasi Patah Tulang Selangka

Tulang selangka adalah tulang yang berada di bahu, dibawah leher atau dada atas. Pengalaman operasi patah tulang selangka ini pernah dialami oleh Rizki, teman sekaligus rekan kerja, yang berusia 28 tahun. Selanjutnya penulis akan memposisikan diri sebagai Rizki agar cerita pengalaman berharga itu bisa lebih mudah dipahami.

Saya Rizki, pada tahun 2016 yang lalu, saya mengalami kecelakaan bertabrakan dengan sesama pengendara motor dari arah yang berlawanan, sebenarnya hanya bersenggolan tetapi kemudian saya terjatuh dan setang motor menghantam bahu saya dan saya sempat koma selama 1 hari di IGD rumah sakit umum daerah Banyumas.

Ketika saya tersadar dan bangun, dokter yang dihubungi perawat kemudian mengunjungi saya dan menanyakan keluhan dan rasa yang saya alami. Langsung saja saya merasa dibahu kiri saya terasa sangat sakit dok, ketika digerakkan. Kemudian saya dibawa ke kamar rawat inap, dimana istri dan mertua saya sudah mengiringi saya menuju kamar rawat inap.

Singkat cerita, dokter kemudian melakukan pemeriksaan rontgen pada area dada dan bahu saya. Setelah hasilnya keluar, dokter menjelaskan bahwa tulang selangka saya patah atau tidak nyambung. Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa ada dua metode yang bisa diterapkan yaitu pertama bapak dipasang ransel, sebagai penopang, dan selama kurang lebih dua bulan bapak harus istirahat total dan bahu atau tangan tidak boleh digerakkan. Dan metode kedua adalah operasi patah tulang selangka yang kemudian dipasang pen, sehari setelahnya tangan bapak bisa langsung bergerak atau untuk mengangkat tangan, waktu pemulihan lebih cepat. Pungkasnya.

Pengalaman operasi patah tulang selangka

Saya pun menanyakan proses pemasangan pen, dan dokter dengan lugas menjawab dibutuhkan sekitar sayatan sepanjang 12 cm untuk pemasangan pen, bapak tidak akan merasakan sakit sama sekali ketika operasi dilakukan karena akan dibius total.

Mendengar penjelasan dokter yang gamblang, saya pun setuju untuk dipasang pen agar saya bisa lekas pulih dan dapat bekerja kembali. Operasi pemasangan pen akan dilakukan besok pagi, sementara dokter menyuruh saya untuk istirahat dan berpuasa selama kurang lebih 8 jam, karena akan dibius total agar sistem pencernaan tidak terganggu.

Esok hari ketika masuk ruang operasi badan langsung terasa menggigil karena ruangan itu sangat dingin, karena badan ini terbiasa dengan cuaca panas sehingga suasana ruang operasi masih teringat dengan jelas. Dokter sedikit berbicara, karena hanya beberapa kata lalu saya tak sadarkan diri, dan ketika dibangunkan oleh perawat sudah jam 12 siang. Ternyata saya tidur hampir 4 jam.

Operasi pemasangan pen berjalan lancar, dan kata perawat hanya butuh waktu sekitar 45 menit saja. Kemudian saya pun dibawa ke ruang rontgen kembali untuk melihat hasil pemasangan pen yang sudah dilakukan. Lalu saya dibawa kembali ke kamar rawat inap, dan saya sudah diperbolehkan makan sepuasnya. Perawat menjelaskan tak ada pantangan pasca operasi patah tulang selangka kecuali bapak punya penyakit lain.

Pen Tulang Selangka Bergeser

Sehari kemudian, saya pun sudah di ijinkan untuk pulang dari rumah sakit, dan benar saja tangan saya sudah bisa digerakkan tanpa ada rasa nyeri seperti sebelumnya. Istri saya melayani dan merawat penuh dengan kasih sayang, sehingga waktu pemulihan pasca operasi patah tulang selangka lebih cepat, sekitar 1 bulan.

Entah kesialan apa yang sedang menimpa saya, ketika saya sudah hampir sembuh, dan bersemangat untuk kembali beraktivitas, saya terjatuh di kamar mandi sekitar jam 5 sore, dimana tangan kiri saya yang menahan beban berat tubuh sehingga menyebabkan benturan ke tangan sangat keras, dan ada yang sedikit bunyi “krek” di bahu kiri saya, langsung disertai rasa nyeri yang teramat sangat. Saya pun berteriak minta tolong istri untuk dipapah dan segera dibawa ke rumah sakit.

Gejala Pen Bengkok

Beberapa gejala setelah terjatuh dari kamar mandi yang saya alami terkait dengan pen bergeser atau bengkok, antara lain:

  • Rasa nyeri di bahu teramat sangat, seperti setelah kecelakaan terjadi.
  • Area bekas sayatan memerah dan membengkak.
  • Pen yang terpasang terasa sedikit longgar.

Kebetulan dokter yang menangani operasi saya sedang bertugas menjadi dokter jaga di IGD, dan saya pun langsung diperiksa dan dibawa ke ruang rontgen. Setelah menunggu 2 jam, hasil rontgen pun keluar dan dokter menjelaskan bahwa pen tulang selangka bergeser sehingga butuh operasi perbaikan agar tulang dapat kembali normal. Kondisi tulang yang patah sebelum operasi kembali mengalami keretakan di bagian tulang yang sudah mulai menyambung.

Operasi akan dilakukan jam 10 malam hari itu juga, saya pun sangat berterimakasih pada dokter tersebut karena sangat totalitas memberikan pelayanan. Operasi perbaikan pen tulang selangka bergeser pun dilakukan seperti proses operasi sebelumnya, dimana saya diberikan anestesi total sehingga saya pun tak sadarkan diri hingga pagi hari sekitar jam 6 baru saya bangun.

Sore hari saya sudah bisa pulang ke rumah kembali, dan masa pemulihan hampir sama dengan sebelumnya, kejadian tersebut menjadi pelajaran berharga bagi saya agar selalu berhati-hati dalam setiap langkah dan tindakan.

Pengalaman Operasi Patah Tulang Pinggul

Kisah pengalaman operasi patah tulang pinggul dialami oleh Ibu Ratmi, yang diceritakan oleh anaknya yang bernama Heni. Usia Ibu Ratmi saat ini menginjak 70 tahun, dimana ia mengalami obesitas dengan berat badan hampir 90 kg sehingga tumpuan utama berada di tulang pinggul, sementara seiring bertambahnya usia tulang mengalami osteoporosis atau pengeroposan tulang.

Pada awalnya, ibu Ratmi terjatuh di kamar mandi, dan tak mampu berdiri karena rasa nyeri yang teramat sangat dirasakan di pinggulnya, sehingga butuh 4 orang untuk mengangkatnya ke ranjang. Sore itu juga, ibu Ratmi dibawa ke UGD RSUD Kota Malang. Dokter jaga kemudian memeriksa fisik Ibu Ratmi, dan menanyai keluhan serta rasa sakit yang dirasakan. Kemudian dokter membawanya ke ruang rontgen untuk di foto rontgen pada area yang sakit.

Dari hasil foto rontgen, diketahui Ibu Ratmi mengalami patah tulang pinggul yang sudah dislokasi. Dokter menganjurkan untuk operasi patah tulang pinggul segera, jika tidak maka Ibu Ratmi tak akan bisa berdiri, dan berbaring saja bisa menyebabkan terjadi komplikasi seperti pneumonia (radang paru) dan juga penyakit ginjal.

Mendengar risiko yang bisa ditimbulkan, maka kami sekeluarga setuju untuk dilakukan operasi. Dokter pun kemudian menjadwalkan operasi esok hari, dan Ibu Ratmi segera dibawa ke kamar rawat inap. Untuk persiapan operasi rangkaian pemeriksaan dilakukan, seperti pemeriksaan darah, rekam jantung, dan tensi.

Ibu Ratmi hanya bisa berbaring tak mampu bergerak, dengan infus yang terpasang, dan dokter memberikan obat anti nyeri agar rasa sakit yang diderita bisa berkurang. Sehingga ibu Ratmi bisa beristirahat dan tidur dengan tenang.

Esok hari jam 10 pagi, Ibu Ratmi dibawa ke ruang operasi, dan Ibu Ratmi keluar dari ruang operasi sekitar pukul 2 siang, dalam keadaan masih setengah sadar. Ia pun dibawa ke ruang rontgen kembali untuk memeriksa hasil operasi patah tulang pinggul yang sudah dilakukan. Kemudian ia pun dibawa kembali ke ruang rawat inap.

Pasca operasi patah tulang pinggul, ibu Ratmi lebih banyak tidur karena pengaruh obat bius yang masih aktif. Sebentar bangun, lalu tidur kembali. Baru ia bangun dan sadar sepenuhnya sekitar jam 8 malam. Ia pun langsung meminta air putih, karena tenggorokannya terasa sakit dan kering sekali serta sakit untuk menelan. Perawat menjelaskan karena ketika operasi dipakaikan alat bantu napas yang dimasukkan ke tenggorokan sehingga akan terasa sakit, tapi itu tidak lama karena dokter sudah memberikan obat radang dan pereda nyeri.

Operasi patah tulang pinggul Ibu Ratmi berjalan lancar, bukan dipasang pen tetapi menggunakan metode DHS (Dynamix Hip Screw) yang menyambungkan pangkal paha dengan pinggul dan menskrupnya agar stabil. Menurut penjelasan dokter, metode DHS akan membuat pasien lebih cepat pulih dan bisa menggerakkan badannya atau berjalan dalam waktu yang relatif singkat.

Pengalaman operasi patah tulang pinggul

Dua hari menjalani rawat inap pasca operasi patah tulang pinggul, dokter pun mengijinkan Ibu Ratmi untuk pulang dan dilakukan perawatan di rumah. Dokter menyarankan agar ibu Ratmi melakukan diet sehat, mengurangi konsumsi daging dan karbohidrat, harus lebih banyak makan sayur dan buah-buahan.

Seminggu pasca operasi, ibu Ratmi sudah dapat bergerak dan berdiri kembali meski harus dibantu dengan kruk penyanga tubuh 4 kaki. Sesuai dengan anjuran dokter, diet sehat pun diterapkan, dan obat suplemen kalsium selalu dikonsumsi untuk memperkuat tulang.

Sebulan pasca operasi patah tulang pinggul, Ibu Ratmi sudah bisa berdiri dan berjalan lebih lancar tanpa rasa nyeri meski masih pelan-pelan karena berat badannya masih cukup berat, meski sudah mengalami penurunan 7 kg selama sebulan penerapan diet sehat.

Pengalaman Operasi Patah Tulang Paha

Ini adalah kisah pengalaman operasi patah tulang paha yang dialami oleh Pak Badrus, seorang guru salah satu SMP Negeri yang ada di kota Tegal.

Cerita ini bermula di awal tahun 2016 ketika lagi musim angin besar, dimana ketika itu Pak Badrus baru pulang memeriksa hasil ulangan harian jam 4 sore ketika angin besar sedang datang, dan sedikit gerimis, sehingga ia bergegas untuk pulang dengan mengendarai motornya. Baru di depan sekolahan, dimana di pinggir jalan berdiri pohon yang tinggi, dan tiba-tiba “bruk”, pohon menimpa Pak Badrus, dan ia pun jatuh tersungkur dan batang pohon besar mengenai paha kanan Pak Badrus.

Mendengar suara pohon jatuh yang keras, warga sekitar pun bergegas menolong Pak Badrus yang tertimpa pohon untuk dibawa ke pinggir jalan. Dalam keadaan yang shock, Pak Badrus meringis kesakitan di paha kanannya karena ada bengkak yang terlihat jelas.

Ambulan yang dihubungi oleh warga pun datang dan membawa Pak Badrus ke rumah sakit. Sesampainya di rumah sakit, keluarga Pak Badrus pun datang untuk mengetahui keadaannya. Dokter pun memeriksa paha kanan Pak Badrus dan segera melakukan rontgen agar dapat diketahui secara pasti kondisi tulangnya.

Dari hasil foto rontgen, tampak jelas terjadi dislokasi tulang paha. Dokter pun menjelaskan dengan gamblang bahwa, Pak Badrus mengalami patah tulang paha, dan dianjurkan untuk segera operasi dan juga dipasang pen agar waktu pemulihan lebih cepat.

pengalaman operasi patah tulang paha

Pak Badrus pun kemudian dibawa ke kamar rawat inap kelas VIP untuk persiapan operasi yang akan dilakukan esok hari. Sementara itu, dokter memberikan obat pereda nyeri, serta obat penenang melalui infus agar trauma pak Badrus segera reda, dan ia bisa istirahat.

Operasi patah tulang paha Pak Badrus dilakukan pagi sekali sekitar jam 7. Ia dibawa ke ruang operasi oleh suster dengan mendorong ranjang. Karena butuh sayatan sekitar 12 cm, Pak Badrus pun diberikan anestesi umum, sehingga ia tak sadarkan diri ketika pemasangan pen dilakukan.

Operasi patah tulang paha selesai sekiar 2 jam, ketika itu perawat mengatakan kepada keluarga bahwa operasi pemasangan pen sudah selesai dan sukses, saat ini Pak Badrus masih istirahat di ruang tunggu operasi, nanti setelah sadar akan dibawa ke kamar rawat inap. Terang perawat itu.

Jam 12 siang, Pak Badrus dibawa ke kamar rawat inap, setelah ia di rontgen terlebih dahulu untuk mengetahui hasil operasi penyambungan tulang paha yang sudah dilakukan. Tampak jelas di hasil foto rontgen, pen terpasang agar tulang yang tersambung tak bergerak dan menyatu kembali ke posisi normal.

Di kamar, Pak Badrus pun tertidur pulas kembali hingga pukul 4 sore, dan ketika bangun, yang ia rasakan sedikit nyeri, perawat pun menyuruh dan menasehati agar obat pereda nyeri dan antibiotik yang diberikan agar segera diminum.

Setelah tiga hari rawat inap pasca operasi patah tulang paha, Pak Badrus sudah di ijinkan pulang oleh dokter, dengan catatan agar melakukan kontrol ke rumah sakit kembali setelah seminggu pulang dari rumah sakit.

Selama seminggu masa pemulihan di rumah, Pak Badrus masih belum bisa berjalan sendiri tanpa bantuan kruk penyangga 4 kaki. Ia pun kembali ke rumah sakit untuk melakukan kontrol, meski tak ada keluhan lain, selain obat yang diresepkan habis.

Setelah sebulan pasca operasi patah tulang paha, barulah Pak Badrus sudah bisa berjalan sendiri dan sudah kembali mengajar kembali. Kata dokter pun karena usia Pak Badrus sudah tak mengalami pertumbuhan tulang, dan memang pen itu dirancang untuk ditanam seumur hidup, maka tak perlu ada operasi pelepasan pen. Kecuali jika pemasangan pen dilakukan pada anak-anak, barulah pen akan dilepas jika tulang sudah menyambung kembali.

Pengalaman Operasi Patah Tulang Kaki

Ini adalah cerita pengalaman operasi patah tulang kaki yang dialami oleh Beni. Pria berusia 37 tahun asal Cilacap Jawa Tengah yang bekerja di proyek. Pengalaman tersebut terjadi pada pertengahan tahun 2017, dimana Beni mengalami kecelakaan lalu lintas, tabrakan di tikungan dengan sesama pengguna sepeda motor.

Dari kecelakaan tersebut, kaki Kanan Beni patah, hal itu telah dikonfirmasi dari hasil rontgen pasca kecelakaan, karena kaki Beni sama sekali tak bisa digunakan untuk berjalan. Rumah sakit di RSUD Cilacap itu pun memberikan rujukan ke rumah sakit dr. Margono Purwokerto, yang memiliki fasilitas lebih lengkap.

Dua hari menjalani rawat inap di rumah sakit, Beni pun diijinkan pulang dan ia membayar tagihan termasuk untuk alat bantu jalan berupa kruk ketiak sepasang, dan kemudian pulang ke rumah. Untuk beristirahat dan menunggu perkembangan selanjutnya.

Oh ya, kebetulan teman kerjanya yang membantu mengurus kecelakaan termasuk membawa motor yang mengalami kecelakaan ke bengkel, dan kemudian temannya itu bersama istri Beni pun mengurus asuransi Jasa Raharja, karena Beni sebagai pemilik kendaraan dan SIM secara otomatis memiliki hak untuk mendapatkan uang pertanggungan jika mengalami kecelakaan lalu lintas lebih dari satu atau bukan kecelakaan tunggal.

10 hari kemudian, uang dari Jasa Raharja pun cair, sebesar 8 juta rupiah. Karena mendapat uang untuk akomodasi, Beni yang ditemani istrinya pun pergi ke rumah sakit Margono, Purwokerto sesuai surat rujukan dari dokter RSUD Cilacap.

Sesampainya di Purwokerto, ia langsung menuju antrian karena menggunakan kartu BPJS, ia pun harus mengantri yang cukup lama, karena yang berobat di RS Margono berasal dari beberapa kabupaten sekitarnya, sehingga antrian menjadi luar biasa ramai.

Setelah mendapat giliran pemeriksaan, dokter pun melihat hasil rontgen sebelumnya, dan dokter juga menganjurkan untuk rontgen ulang untuk mengetahui kondisi terkini lutut kaki yang patah itu. Kemudian setelah hasil rontgen keluar, kondisi masih tetap sama sehingga dokter pun menganjurkan untuk segera dioperasi dan kemudian dipasang pen di bagian lutut agar tulang yang patah bisa tersambung kembali.

pengalaman operasi patah tulang kaki

Operasi pun dijadwalkan esok hari, dan sore itu juga istri Beni kemudian mengurus administrasi untuk mendapatkan kamar rawat inap, sebagai persiapan opeperasi patah tulang kaki esok hari. Setelah mendapatkan kamar kelas 3, ia yang dibimbing perawat pun menuju kamar yang berisi 6 ranjang yang hanya tersisa 1 ranjang untuk dirinya, sehingga ruangan tersebut terisi penuh dengan pasien dan keluarga yang menunggu, sehingga ruangan tanpa sekat itu terasa sesak.

Pada malam hari, perawat berkunjung dan memberikan infus kepada Beni, serta mengambil darah untuk di bawa ke laborat, tak lupa juga lengan kanannya di tensi untuk mengetahui tekanan darah apakah siap atau tidak untuk di operasi, karena sedikit tinggi, 130/90 Beni diharuskan untuk segera istirahat agar esok hari tekanan darahnya normal dan bisa untuk operasi. Perawat pun memerintahkan selepas jam 12 malam tak boleh makan dan minum apapun, sampai operasi selesai dilakukan.

Esok harinya pun masih menunggu giliran operasi, Beni mendapat giliran operasi tepat di pukul 10.30 pagi. Dan ia diberikan obat bius total, jadi tak tahu apa yang dilakukan dokter ketika operasi. Ia hanya ingat ketika tersadar di ruang tunggu operasi jam 1 siang. Itu pun karena dibangunkan oleh perawat yang akan membawanya ke ruang rontgen agar dapat terlihat hasil operasi yang sudah dilakukan.

Hasil rontgen pun menunjukkan keberhasilan operasi patah tulang kaki yang juga telah sukses memasang pen yang menyambungkan tulang rawan dengan ujung tulang paha. Meski belum boleh di tekuk, tetapi Beni sudah tak merasakan nyeri di kakinya seperti sebelumnya, karena pengaruh obat anti nyeri dan sedikit bius masih mematikan rasa sakit. Sehingga ia bisa tertidur kembali hingga pukul 5 sore.

Setelah bangun dan sadar sepenuhnya, ia merasa sangat lapar dan kaki yang tak bisa ditekuk itu terasa sangat nyeri, sehingga ia meminta makan pada istrinya dan kemudian meminum obat anti nyeri yang sudah diresepkan dokter.

Sehari pasca operasi, Beni sudah di ijinkan pulang dan kontrol wajib maksimal setelah satu minggu, sehingga kondisinya bisa terpantau, sekaligus untuk mengambil obat antibiotik, anti nyeri, suplemen, dan lainnya yang diresepkan dokter.

Masa pemulihan pasca operasi patah tulang kaki dirasakan sangat berat, karena kaki masih terasa nyeri dan tak bisa bergerak, sehingga memaksa Beni untuk tetap berbaring. Seminggu kemudian baru sudah agak mendingan, sehingga ia kembali lagi ke RS Margono untuk kontrol pertamanya pasca operasi pemasangan pen.

Pasca operasi patah tulang kaki, Beni dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan yang tinggi protein seperti ikan, daging merah, tahu, tempe dan sayuran, serta susu. Obat-obatan yang diresepkan juga harus rutin di minum, karena ada juga obat suplemen kalsium dan vitamin yang diresepkan selain antibiotik dan antinyeri.

Sekurangnya butuh waktu 6 bulan hingga kaki Beni dapat difungsikan secara normal, dan kini ia pun sudah sehat total, tanpa keluhan dan bisa kembali bekerja di proyek yang ada di luar Jawa. Karena operasi menggunakan BPJS, semua biaya operasi ditanggung BPJS, kecuali obat-obatan tambahan dan biaya pemeriksaan darah, yang hanya menambah biaya sekitar 300 ribu rupiah.

Komplikasi Patah Tulang

Operasi patah tulang memiliki banyak sekali risiko yang timbul pasca operasi, antara lain:

  • Infeksi pada luka bekas operasi.
  • Jaringan di sekitar pembedahan mengalami kerusakan.
  • Pembengkakan akibat terbentuk gumpalan darah.
  • Kerusakan pembuluh darah.
  • Persendian kaku dan nyeri.
  • Rusaknya jaringan syaraf.
  • Kegagalan operasi, seperti tulang bengkok, ligamen dan tendon rusak, dan atau tulang tak menyatu.
  • Cacat tetap.

Pencegahan Patah Tulang

Pencegahan patah tulang dapat dilakukan dengan cara:

  • Olahraga teratur agar otot dan tulang menjadi kuat.
  • Gunakan pelindung tulang rawan dan persendian ketika olahraga yang melibatkan benturan fisik.
  • Konsumsi makanan yang mengandung kalsium tinggi seperti susu, dan daging merah.
  • Konsumsi suplemen kalsium dan vitamin D secara rutin.
  • Berkendara dengan safety, dan mengikuti aturan lalu lintas serta memperhatikan batas kecepatan agar terhindar dari kecelakaan.
  • Hindari segala kegiatan atau aktivitas yang berisiko tinggi, seperti parkour, paralayang, akrobatik, dan sebagainya.

Related posts:

  1. Pengalaman Operasi Tulang Belakang
  2. Pengalaman Operasi Sendi Lutut : Operasi Total Knee Replacement
  3. Pengalaman Operasi Tendon Achilles : Operasi Achilles Tendinitis
  4. Pengalaman Operasi Skoliosis
  5. Pengalaman Operasi HNP : Operasi Syaraf Kejepit
Gratis Jasa Konsultasi Asuransi Gratis Secara Online Jakarta Jabodetabek Indonesia

Related Posts