Pengalaman Operasi Pterigium Mata

Pengalaman Operasi Pterigium Mataby Vivi Tirtaon.Pengalaman Operasi Pterigium MataApakah Anda pernah melihat mata yang berwarna merah di sudut mata hingga melebar ke bola mata? Yah, itu adalah ciri utama Pterigium. Pterigium bukan penyakit mata yang berbahaya tetapi bisa menyebabkan rasa tidak nyaman pada mata dan jika terus dibiarkan pterigium akan mengganggu penglihatan. Pterigium merupakan penyakit genetis, namun demikian timbulnya biasanya dipicu oleh banyak […]
08988234527 Gratis Jasa Konsultasi Asuransi Gratis Secara Online Jakarta Jabodetabek Indonesia

Apakah Anda pernah melihat mata yang berwarna merah di sudut mata hingga melebar ke bola mata? Yah, itu adalah ciri utama Pterigium. Pterigium bukan penyakit mata yang berbahaya tetapi bisa menyebabkan rasa tidak nyaman pada mata dan jika terus dibiarkan pterigium akan mengganggu penglihatan.

Pterigium merupakan penyakit genetis, namun demikian timbulnya biasanya dipicu oleh banyak faktor seperti paparan langsung sinar matahari, terkena debu, air, dan sebagainya. Pterigium sangat mudah kambuh yang membuat mata tidak nyaman, dan warna merah dengan serat putih di mata akan terus ada sampai dilakukan operasi pengangkatan pterigium.

Pengalaman operasi pterigium mata

Pengertian Pterigium Mata

Pterigium mata atau disebut juga lemak mata yang membentuk selaput putih di bagian konjungtiva yang membuat mata kemerahan di sudut mata hingga kelopak dan bola mata, yang jika pertumbuhan selaput melebar, maka bisa mengakibatkan gangguan penglihatan karena selaput lemak tersebut dapat menghalangi cahaya masuk ke pupil mata.

Bahaya Pterygium

Umumnya pterygium tidak berbahaya, tetapi lambat laun akan menyebabkan gangguan penglihatan pada penderita, dan rasa yang tidak nyaman pada mata jika kena paparan sinar matahari, atau hanya sekedar angin kencang yang lewat membawa sedikit debu. Penyakit pterygium mata tak bisa disembuhkan tanpa adanya operasi pengangkatan pterygium tersebut.

Penyebab Pterigium

Faktor utama dari Pterygium adalah genetis atau riwayat keluarga. Namun demikian, banyak faktor pemicu yang bisa menyebabkan Pterygium, antara lain:

  • Terkena paparan sinar matahari secara langsung.
  • Mata terkena debu yang menyebabkan iritasi.
  • Cedera mata karena kecelakaan.
  • Terpaan angin atau air deras pada mata.

Gejala Pterigium Mata

Beberapa gejala yang muncul dari pterigium mata antara lain:

  • Muncul warna merah di sudut mata hingga sedikit ke bola mata.
  • Mata tidak nyaman jika terkena sinar matahari.
  • Ph basa mata rendah, dibawah 7ph.
  • Mata terasa lebih kering.
  • Iritasi dan peradangan terkadang kambuh.

Gambar Pterigium Mata

gambar pterigium mata

Pengobatan Pterigium Mata

Dokter akan melakukan diagnosa mata dengan teropong untuk mengetahui kondisi mata secara lebih detail. Jika terdiagnosa pterigium, dokter pada awalnya hanya memberikan obat tetes atau salep dengan kandungan kortikosteroid untuk menurunkan peradangan.

Apakah Pterigium Dapat Disembuhkan ?

Untuk dapat menyembuhkan pterigium, dokter akan menganjurkan untuk dilakukan operasi pengangkatan pterigium, apabila pterigium sudah menimbulkan gejala yang mengganggu penderita atau diperkirakan akan mengganggu penglihatan.

Nama Obat Tetes Mata Untuk Pterigium

  • Erlamycetin, berbentuk salep untuk mata. Harga pasaran di apotik adalah 12 ribu.
  • Obat Mata Limatta, bukan berbentuk cair tapi softgel, dijual secara online dengan harga 435 ribu rupiah.
  • Obat tetes mata Eyelab, bisa dibeli secara online dengan harga pasaran 150 ribu rupiah.
  • Cendo Xitrol, tetes mata yang tersedia di apotik, dengan harga 34 ribu rupiah.

Operasi Mata Pterigium

Meski pterigium tidak berbahaya, tetapi berpotensi memberikan gangguan penglihatan. Untuk dapat menyembuhkan pterigium, tindakan operasi mata pterigium harus ditegakan.

Operasi mata pterigium dilakukan dengan cara mengangkat permukaan jaringan pterigium dan kemudian mengisi ruang kosong tersebut denga membran amniotik. Jika hanya dilakukan pengangkatan jaringan permukaan saja, dan membiarkan kekosongan, maka tingkat kekambuhan pterigium sangat tinggi, hingga mencapai 50 persen.

Pasca operasi mata pterigium, pasien wajib mengkonsumsi obat-obatan yang diresepkan guna menghindari komplikasi yang mungkin timbul, serta wajib menggunakan pelindung mata agar tidak terpapar sinar matahari secara langsung yang bisa menyebabkan terjadinya kekambuhan.

Biaya Operasi Pterigium Dengan BPJS

BPJS Kesehatan memberikan solusi kesehatan kepada masyarakat tanpa pengecualian. Termasuk biaya operasi pterigium dengan BPJS dapat dilakukan di setiap rumah sakit umum atau klinik yang sudah bekerja sama dengan BPJS.

Biaya operasi pterigium dan obat-obatan serta kacamata masuk dalam tanggungan BPJS kelas apapun, sehingga peserta BPJS Kesehatan tidak perlu ragu dan khawatir tentang biaya, karena tidak akan ditarik biaya sepeserpun setelah menjalani operasi pterigium di rumah sakit umum dengan BPJS Kesehatan.

Biaya Operasi Pterigium Di Rumah Sakit Swasta Di Indonesia

Biaya operasi pterigium di rumah sakit swasta sangat bervariatif, tergantung metode dan peralatan pendukung yang digunakan. Berikut beberapa rumah sakit yang bisa memberikan referensi biaya operasi pterigium di rumah sakit swasta beberapa daerah.

  • Mayapada Hospital, Jakarta Selatan. Perkiraan biaya operasi pterigium mulai dari 5,7 juta rupiah.
  • Mitra Keluarga, Surabaya. Biaya operasi pterigium mulai dari 1,2 juta.
  • RS PKU Muhammadiyah, Yogyakarta. Biaya operasi pterigium sekitar 1,5-6 juta rupiah.
  • RS Awal Bros, Panam, Pekanbaru. Biaya operasi pterigium sekitar 3-6 juta rupiah.

Perkiraan biaya tersebut hanya untuk tindakan operasinya saja, tambahan tergantung dari fasilitas, obat-obatan, dan peralatan penunjang lainnya yang mungkin digunakan. Untuk itu, jika berobat di rumah sakit swasta sebaiknya, membawa uang lebih dari 50% dari biaya perkiraan.

Biaya Operasi Pterigium Di Singapura

Rumah sakit di Singapura yang khusus menangani masalah mata adalah Singapore National Eye Centre, dengan dokter spesialis mata yang sangat kompeten dan berpengalaman, yang ditunjang pula dengan peralan serta fasilitas bertaraf internasional.

Biaya operasi pterigium di Singapura pada rumah sakit tersebut berkisar antara S$1000-S$2000, atau sekitar 10-20 juta rupiah. Biaya tersebut sudah termasuk tindakan operasi, obat-obatan, dan konsultasi.

Biaya Operasi Pterigium Di Penang

Selain di Singapura, pusat kesehatan mata juga ada di Penang, yaitu International Specialist Eye Centre Penang (ISEC Penang). Biaya operasi pterigium di Penang pada pusat mata tersebut sekitar 5-10 juta rupiah.

Tindakan operasi pterigium tidak memerlukan rawat inap. Pasien dapat langsung pulang sesaat setelah operasi pterigium selesai dilakukan.

Pengalaman Operasi Pterigium Mata

Ini adalah cerita pengalaman operasi pterigium mata yang diceritakan oleh Herman, pria berusia 23 tahun yang merupakan seorang guru honorer di SD Negeri di Kota Purbalingga.

Kisahnya dimulai ketika Herman masih duduk di kelas 2 SMU, ia sangat gemar bermain sepakbola, dimana ia berposisi sebagai seorang penjaga gawang. Ketika terik matahari jam 11 siang ia sedang bermain sepakbola bersama teman-temannya, mata nya sangat terasa silau ketika mengikuti arah bola terutama ketika saat bola di tembakan ke arahnya. Karena bola yang berdebu saat bola dipegang pun masih banyak debu yang menempel, hingga matanya kelilipan debu, yang kemudian ia menguceknya dengan air.

Karena mata kanannya terasa iritasi, ia pun membeli obat tetes mata di warung. Hingga obat mata yang dibelinya habis, warna merah di sudut matanya tidak juga menghilang. Lalu ia memutuskan untuk pergi ke klinik, dan dokter umum yang jaga di klinik hanya melihat mata secara fisik lalu ia menuliskan resep obat. Dan setelah itu saya ambil obat di bagian obat di klinik tersebut.

Obat yang diresepkan berupa salep mata, sayang sekali dokter tak menjelaskan apa yang terjadi dengan mata saya, ia hanya mengatakan itu hanya sakit mata biasa, diberi salep nanti juga hilang. Tegas doker tersebut.

Ikuti anjuran dokter klinik tersebut, Herman pun rajin mengoleskan salep ke matanya. Memang ketika salep dioleskan terasa agak dingin di mata, tapi hingga seminggu warna merah di matanya tak kunjung menghilang. Ia pun sedikit khawatir, dan ia kemudian diantar ayahnya pergi ke dokter spesialis mata.

Dokter spesialis mata, memeriksa mata Herman dengan menggunakan teropong mata. Herman disuruh melihat ke teropong, dan setelah selesai pemeriksaan. Betapa terkejutnya Herman, karena dokter mengatakan, matamu tidak akan sembuh kalau tidak dioperasi, karena mata kamu terkena pterigium! Ungkap dokter spesialis tersebut.

pengalaman operasi pterigium

Apakah Pterigium Harus Operasi ?

Herman pun lanjut bertanya, Apakah Pterigium Harus Operasi dok? Mata kamu menderita Pterigium atau lemak mata, itu penyakit turunan, jadi tak bisa pakai obat, harus di operasi. Lebih lanjut dokter mengatakan, “tapi operasinya pun tak harus sekarang. Tunggu satu tahun lagi untuk melihat perkembangan. Nanti saya akan kasih obat tetes untuk menguranngi peradangan, dan minimal setiap 3 bulan kamu harus periksa kembali, agar saya bisa memantau kondisi pterigium kamu”.

Herman pun pulang dan membawa obat mata yang diresepkan oleh dokter spesialis mata. Dan ia pun rajin meneteskan obat tersebut ke matanya. Memang ada rasa nyaman setelah menggunakan tetes mata, tapi mata merah di sudut mata tak menghilang.

Herman harus terbiasa dengan kondisi tersebut, ia pun tetap bersekolah seperti biasanya, pertanyaan setiap orang yang berjumpa dengannya selalu sama “matamu kenapa, apa sakit”, Herman pun selalu menjawab dengan jawaban yang sama “tak apa hanya biasa saja”, sambil berlalu.

Dua tahun telah berlalu sejak ia pergi ke dokter spesialis. Orang tua Herman pun, menanyakan apa tak sebaiknya dioperasi saja, karena takut nanti bisa membuat mata buta. Ia pun diantar ke dokter spesialis yang dulu menanganinya.

Dokter kembali melakukan pemeriksaan, dan hasilnya tetap sama, mata pterigium harus dioperasi. Ayah Herman pun menyetujuinya, dan menanyakan biaya operasi pterigium mata. Dokter menjawab 4 juta rupiah, nanti dilakukan di rumah sakit umum daerah, dimana saya praktek. Kalau mau menggunakan BPJS juga bisa, bapak harus mengurus BPJS terlebih dahulu.

Ayah Herman pun kemudian mengurus BPJS demi menghemat biaya operasi. Ia mendaftarkan keluarganya untuk menjadi peserta BPJS. Setelah jadi, Herman pun diantar ke rumah sakit daerah Purbalingga, untuk bisa menjalani operasi pterigium mata.

Menuju ke poli mata, Ia pun bertemu dengan dokter spesialis yang menganjurkan untuk operasi. Dan operasi langsung bisa dilakukan, hari itu juga, sekitar jam 1 siang, karena menunggu pemeriksaan pasien yang mengantri di poli tersebut selesai.

Operasi pterigium pun kemudian dilakukan tepat jam 13.30. Herman hanya diberikan bius lokal ketika operasi pterigium dilakukan. Hanya butuh waktu 20 menit saja, pterigium bisa diangkat, dan mata Herman kemudian ditutup perban.

Selesai operasi, ia bisa langsung pulang, dan diberikan resep obat yang harus rutin diminum hingga habis agar proses pemulihan lebih cepat. Dokter pun menganjurkan agar, menghindari terik matahari langsung, dan melindungi mata dari debu dengan kacamata ketika beraktivitas.

Resiko Operasi Pterigium

Beberapa resiko operasi pterigium yang mungkin dapat terjadi antara lain:

  • Kekambuhan pterigium sangat tinggi jika tak ditangani oleh dokter yang berpengalaman.
  • Kerusakan kornea jika terjadi goresan.
  • Pandangan menjadi kabur.

Pencegahan Pterigium Mata

Banyak sekali faktor pemicu yang menyebabkan terjadinya pterigium. Untuk itu, yang harus dilakukan sebagai tindakan pencegahan pterigium antara lain:

  • Menggunakan pelindung mata (kacamata) jika beraktivitas di luar ruangan.
  • Menghindari aktivitas yang berisiko tinggi.
  • Perbanyak konsumsi vitamin A untuk kesehatan mata.

Labels:

biaya operasi penyakit mata pterigium, Biaya operasi pterigium BPJS

Related posts:

  1. Pengalaman Operasi Katarak Mata
  2. Pengalaman Operasi Mata Juling : Operasi Strabismus
  3. Pengalaman Operasi Ablasio Retina
  4. Pengalaman Operasi FESS : Operasi Sinusitis
  5. Pengalaman Operasi GERD : Pengalaman Operasi Lambung
Gratis Jasa Konsultasi Asuransi Gratis Secara Online Jakarta Jabodetabek Indonesia

Related Posts