Pengalaman Operasi Skoliosis

Pengalaman Operasi Skoliosisby Vivi Tirtaon.Pengalaman Operasi SkoliosisSkoliosis merupakan kondisi dimana tulang belakang mengalami kelainan, tidak tumbuh normal tetapi melengkung. Skoliosis bisa terjadi pada siapa pun. Hingga saat ini penyebab pasti dari skoliosis tak diketahui, tetapi ada berbagai faktor yang bisa memicunya seperti faktor keturunan dan cedera. Jika Anda menderita skoliosis yang menahun, dan tak memiliki keberanian untuk operasi mungkin pengalaman operasi […]
Gratis Jasa Konsultasi Asuransi Gratis Secara Online Jakarta Jabodetabek Indonesia

Skoliosis merupakan kondisi dimana tulang belakang mengalami kelainan, tidak tumbuh normal tetapi melengkung. Skoliosis bisa terjadi pada siapa pun. Hingga saat ini penyebab pasti dari skoliosis tak diketahui, tetapi ada berbagai faktor yang bisa memicunya seperti faktor keturunan dan cedera.

Jika Anda menderita skoliosis yang menahun, dan tak memiliki keberanian untuk operasi mungkin pengalaman operasi skoliosis dari seseorang yang pernah mengalaminya bisa memberikan gambaran tentang bagaimana proses operasi skoliosis dilakukan.

Pengalaman operasi skoliosis

Pengertian Skoliosis

Skoliosis adalah kelainan yang terjadi pada tulang belakang yaitu kondisi melengkungnya tulang belakang membentuk huruf S atau C. Biasanya skoliosis disebabkan karena bawaan lahir, cedera, dan sebab lainnya yang tak diketahui pasti.

Skoliosis bisa menyerang siapa saja, karena sebab tak diketahui. Adapun jika memiliki riwayat keluarga penderita skoliosis, maka orang tersebut memiliki risiko dua kali lebih besar daripada orang yang tak memiliki riwayat keluarga skoliosis.

Gejala Skoliosis

Setiap penderita skoliosis tentu akan mengalami gejala yang berbeda. Tetapi dari anamnesis fisik, gejala skoliosis dapat dilihat apabila:

  • Tubuh miring ke satu sisi.
  • Bahu yang satu lebih tinggi dari bahu lainnya.
  • Ada tonjolan di bagian tulang belikat.
  • Orang dengan skoliosis biasanya tinggi pinggangnya tidak rata.

Penyebab Skoliosis

Pada sebagian kasus skoliosis, penyebab utamanya tidak diketahui pasti, tetapi ada faktor yang bisa memicu risiko skoliosis antara lain:

  • Tulang belakang mengalami cedera.
  • Terjadi infeksi pada tulang belakang.
  • Persendian yang aus pada usia lanjut (skoliosis degeneratif).
  • Ada penyakit lain yang memicu, seperti misalnya cerebral palsy.
  • Memiliki riwayat keluarga penderita skoliosis.

Gambar Skoliosis

gambar skoliosis

Pengobatan Skoliosis

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dari mulai bahu, tulang belakang, hingga pinggul untuk mengetahui lengkungan tulang yang tidak normal. Untuk keperluan operasi skoliosis, dokter harus melakukan pemeriksaan penunjang, seperti rontgen, MRI, CT Scan, atau Sinar X.

Jika skoliosis terjadi pada anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan tulang, dokter akan menyarankan untuk menggunakan ransel atau rompi penyangga tulang agar tulang pertumbuhan tulang dapat kembali normal.

Operasi Skoliosis

Jika skoliosis terjadi pada orang dewasa dengan lengkungan lebih dari 50 derajat dan pada anak dalam masa pertumbuhan terjadi bengkokan tulang belakang lebih dari 35 derajat, maka tindakan yang dianjurkan adalah operasi skoliosis.

Operasi Laminektomi

Prosedur operasi pengangkatan tulang belakang yang melengkung agar tidak terjadi penekanan pada sistem syaraf vital.

Operasi Disektomi

Prosedur operasi untuk meringankan tekanan pada syaraf dengan cara mengangkat satu atau lebih bantalan atau cakram pada tulang belakang.

Operasi Penggabungan Tulang

Yaitu prosedur operasi tulang belakang untuk menggabungkan beberapa ruas menjadi satu, sehingga mengurangi risiko lengkungan tulang lebih parah.

Brace Untuk Skoliosis

Terapi penggunaan brace atau korset diterapkan untuk penderita skoliosis yang masih dalam masa pertumbuhan tulang. Brace untuk skoliosis bekerja dengan cara menahan dan menopang tubuh dan tulang belakang agar supaya tegak lurus sehingga tulang belakang bisa tumbuh normal.

brace untuk skoliosis

Brace untuk skoliosis dianjurkan bagi anak-anak berusia 5-19 tahun yang mengalami pertumbuhan tulang bengkok hingga 25 derajat. Brace skoliosis bisa juga didapatkan di toko online dengan rentang harga antara 800 ribu hingga 2,2 juta rupiah.

Titanium Skoliosis

Titanium skoliosis merupakan logam seperti pen untuk menyambungkan tulang. Pemasangan titanium skoliosis dilakukan pada penederita skoliosis dengan tingkat yang parah, seperti misalnya tulang belakang membentuk huruf S.

Pemasangan titanium skoliosis memerlukan sayatan sepanjang tulang belakang yang mengalami pembengkokan. Dimana plat titanium tersebut di sekrup kan ke bagian ruas atas tulang leher dan di bagian bawah disekrup di atas tulang ekor.

Biaya Operasi Skoliosis Dengan BPJS

Seperti pada penyakit kelainan bawaan lainnya. BPJS juga menanggung biaya operasi skoliosis yang dilakukan di rumah sakit yang sudah bekerjsama dengan BPJS, dan operasi dilakukan di rumah sakit di Indonesia.

Biaya operasi skoliosis yang ditanggung BPJS meliputi rawat inap 3 hari, transfusi darah 1 kantung jika terjadi perdarahan, dan obat-obatan generik. Sehingga jika rawat inap lebih dari tiga hari atau transfusi darah lebih dari satu kantung, maka biaya tambahan akan dikenakan ke pasien.

Biaya Operasi Skoliosis Di Rumah Sakit Swasta Di Indonesia

Jika tak memiliki asuransi swasta atau BPJS Kesehatan, maka siap-siaplah untuk mengeluarkan dana besar untuk biaya operasi skoliosis di rumah sakit swasta di Indonesia. Biaya operasi untuk menangani skoliosis sangat beragam, tergantung dari seberapa parah tingkat skoliosis yang terjadi. Berikut beberapa rumah sakit swasta yang memberikan kisaran biaya operasi skoliosis:

  1. RS Orthopedi dan Traumatologi Surabaya, memperkirakan biaya operasi skoliosis antara 20-100 juta.
  2. RS EMC Tangerang, kisaran biaya operasi skoliosis sekitar 19-70 juta rupiah.
  3. Rumah Sakit Premier, Jatinegara. Biaya operasi skoliosis sekitar 50-150 juta rupiah.
  4. Rumah Sakit Orthopedi, Purwokerto. Biaya operasi skoliosis mulai dari 10 juta rupiah.

Biaya Operasi Skoliosis Di Penang

Beberapa rumah sakit terbaik di Penang yang memiliki klinik ortopedi antara lain Island Hospital, Gleneagles Hospital Penang, dan Loh Guan Lye Hospital. Biaya konsultasi pada dokter spesialis ortopedi di rumah sakit tersebut adalah RM 300 atau sekitar 1 juta rupiah.

Biaya operasi skoliosis di Penang, pada tiga rumah sakit tersebut diatas mulai dari RM10.000-RM 60,000, (35-215 juta rupiah) tergantung dari seberapa sulit operasi skoliosis dilakukan.

Biaya Operasi Skoliosis Di Singapura

Kualitas rumah sakit di Singapura sudah tak perlu diragukan lagi, karena mereka memiliki dokter spesialis yang berpengalaman, ditunjang pula dengan peralatan medis yang lengkap bertaraf internasional.

Biaya operasi skoliosis di Singapura sekitar 50-200 juta rupiah. Beberapa rumah sakit di Singapura yang memiliki orthopedic centre antara lain International Orthopaedic Clinic (IOC), Singapore General Hospital, Mount Elizabeth Hospital, dan Gleneagles Medical Centre.

Pengalaman Operasi Skoliosis

Ini adalah kisah pengalaman operasi skoliosis yang pernah dialami oleh Astri, seorang perempuan yang kini telah berkuliah semester akhir di salah satu universitas swasta yang ada di Bandung. Pengalaman operasi skoliosis tersebut dilakukannya pada tahun 2016 silam.

Saya merasakan ada yang tak beres dengan tulang belakang saya dari sejak usia 14 tahun, waktu itu saya bercerita dengan orang tua dan kemudian saya pun di bawa ke dokter, dan diperiksa dengan rontgen.

Dengan melihat hasil foto rontgen, dokter menyatakan bahwa saya menderita skoliosis dengan lengkungan tulang belakang sebanyak 25 derajat. Karena saya masih dalam masa pertumbuhan, dokter pun menganjurkan saya untuk lebih banyak berenang dan berolahraga angkat badan agar pertumbuhan tulang lurus sempurna.

Saya jadi hobi sekali berenang, hampir setiap seminggu dua kali. Kebiasaan renang saya lakukan hingga masa SMA. Karena saya merasa tetap tak nyaman dengan tulang belakang ini yang membuat saya sedikit miring, sehingga saya pun periksa kembali ke dokter spesialis ortopedi.

Saya pun kembali menjalani rontgen untuk mengetahui perkembangan tulang bekalang. Ternyata hasilnya masih sama, bahkan lengkungan menjadi 30 derajat. Dokter kemudian menyarankan untuk menggunakan brace untuk skoliosis semacam korset untuk menopang badan agar tegak lurus.

Saya pun mengikuti anjuran dokter, tetapi menggunakan brace skoliosis sangat tidak nyaman, saya berjalan seperti robot, sehingga saya malah menjadi pusat perhatian. Setiap saya jalan, mata orang-orang selalu melihat ke saya, karena gaya berjalan yang aneh, tegak lurus macam robot.

Anjuran Dokter bagi Penderita Skoliosis

Masa pertumbuhan tulang pada manusia mencapai punyaknya di usia 19 tahun. Karena waktu itu saya masih berusia 17 tahun, maka saya dianjurkan untuk menggunakan brace skoliosis. Beberapa anjuran lainnya yaitu:

Posisi Duduk Yang Baik Untuk Penderita Skoliosis

Ketika duduk, posisi duduk harus tegak lurus, mengikuti bentuk tulang belakang normal yang lurus. Jangan sampai duduk dengan posisi membungkuk, karena akan menjadi kebiasaan. Posisi yang tegak lurus harus selalu dipertahankan setiap waktu duduk, karena ketika bersantai dan tak fokus, posisi duduk akan relax dan akhirnya membungkuk.

Meski pada awalnya dengan posisi duduk tegak lurus, bagian pinggang terasa tidak nyaman dan cepat lelah, tetapi kalau sudah terbiasa, maka tulang belakang menjadi sangat nyaman, dan aliran nafas pun lebih baik.

Posisi Tidur Untuk Penderita Skoliosis

Setiap tidur, usahakan untuk tidur terlentang atau tengkurap. Jangan sampai meringkuk yang menekuk tulang belakang. Waktu tidur adalah masa dimana setiap organ termasuk tulang mengalami pertumbuhan. Sehingga memposisikan tidur yang lurus akan membuat pertumbuhan tulang lurus sempurna.

Kasur Untuk Skoliosis

Selain posisi tidur yang lurus, kasur juga menentukan bagaimana pertumbuhan tulang agar menjadi sempurna. Jangan gunakan kasur yang terlalu empuk semacam busa murni. Kasur springbed dengan pegas lebih dianjurkan karena pegas dari kasur akan menahan tubuh, sehingga tulang bisa tetap lurus ketika tidur terlentang atau tengkurap.

Pantangan Makanan Untuk Penderita Skoliosis

Tidak ada makanan yang spesifik yang dilarang bagi penderita skoliosis. Dokter hanya menyarankan untuk menerapkan pola hidup sehat, banyak makan sayur dan buah-buahan serta daging merah dan ikan yang kaya akan protein. Selain itu meminum susu secara rutin juga baik untuk pertumbuhan tulang karena susu memiliki kandungan kalsium yang tinggi.

Setiap anjuran dokter sudah saya laksanakan dengan baik. Hingga sudah masuk kuliah semester awal, tak ada perubahan berarti atas skoliosis yang saya derita. Sehingga saya membulatkan tekad untuk berani operasi agar skoliosis saya bisa hilang dan menjadi orang normal pada umumnya. Tekad itu kusampaikan kepada kedua orang tua, dan akhirnya mereka pun mendukung saya untuk melakukan operasi skoliosis.

Masalah biaya operasi yang mahal bukan menjadi persoalan, karena memang orang tua sudah mengurus dan mendaftarkan seluruh anggota keluarga saya menjadi peserta BPJS kelas 1 sejak tahun 2015. Karena setelah berkonsultasi dengan dokter, biaya operasi skoliosis juga ditanggung BPJS Kesehatan.

Karena menggunakan BPJS, saya pun mendatangi dokter umum di klinik terdekat dan meminta surat rujukan untuk bisa berobat ke dokter spesialis bedah dan ortopedi di rumah sakit Hasan Sadikin Bandung. Setelah mendapatkan surat rujukan itu, saya yang diantar keluarga pun pagi-pagi menuju rumah sakit.

Dokter pun mengajukan beberapa pertanyaan tentang kondisi saya, dan kemudian melihat dua hasil rontgen yang pernah saja jalani sebelumnya. Saya yang mengajukan diri untuk operasi ke dokter, tapi dokter akan melakukan rontgen lagi, agar tahu kondisi terkini tulang belakang, baru kemudian memutuskan untuk rontgen atau tidak.

Rontgen pun dilakukan dan hasilnya, hampir 40 derajat terjadi lengkungan tulang belakang, dan tak pikir panjang dokter pun menyarankan segera operasi skoliosis. Jadwal operasi dilakukan 7 hari ke depan, dan sementara itu, saya harus menjalani rangkaian pemeriksaan pendahuluan.

Jadi saya harus bolak balik rumah sakit setidaknya 5 atau 6 kali untuk pemeriksaan darah, lalu ke poli jantung, hari berikutnya ke poli paru, selanjutnya konsultasi dengan dokter anestesi, yang menjelaskan pembiusan ketika operasi dilakukan. Meski lelah tetapi demi kesembuhan skoliosis semua saya jalani dengan semangat.

Cerita Operasi Skoliosis

Kurang satu hari jadwal operasi, saya sudah mondok di rumah sakit, meski hanya duduk dan tidur, sesekali perawat datang dan melakukan tensi lalu menganjurkan saya untuk puasa 12 jam, karena akan dlakukan operasi besar sehingga sistem pencernaan harus di istirahatkan total hingga operasi telah selesai.

Pagi hari menjelang operasi perawat memberikan pakaian dan sabun antiseptik untuk mandi. Dengan kursi dorong, saya pun di bawa perawat ke ruang operasi jam 9 pagi. Di ruang operasi sudah disambut 4 orang berpakaian dokter dan perawat yang membantu, terasa ramai sekali dan saya disuruh berdoa dulu sebelum dibius.

Ketika sudah sadar, saya berada di ruang ICU karena mengalami perdarahan hebat yang membuat HB saya sangat rendah, sehingga dilakukan transfusi darah untuk meningkatkan HB ke kondisi normal. Dibawalah saya ke ruang rontgen untuk mengetahui hasil operasi yang sudah dilakukan.

Dari foto rontgen, hasil operasi skoliosis sukses, tetapi ada kelainan di paru kanan yang mengecil karena sinusitis. Sehingga setelah HB normal, akan dilakukan operasi kecil untuk memperbaiki kondisi di paru saya.

Hal tersebut membuat saya berada di ruang ICU selama 5 hari, setelah operasi skoliosis di ICU selama 2 hari, dan setelah operasi paru, di ICU selama 3 hari. Setelah itu, saya dibawa ke ruang kamar inap. Baru lah saya merasakan sakit di tenggorokan, pinggang, dan pinggul. Rasanya tidak karuan, meski sudah minum obat pereda nyeri tetapi rasa sakit tetap tak tertahankan seharian saya meringis kesakitan.

Perawatan Pasca Operasi Skoliosis

Setelah 3 hari di kamar rawat inap, dokter pun mengijinkan saya untuk pulang dan dilakukan perawatan pasca operasi skoliosis di rumah. Selama 10 hari pasca operasi skoliosis saya tak berdaya, tak mampu berdiri dari ranjang karena untuk sekedar bergerak saja saya sudah merasakan sakit di sepanjang tulang belakang. Beruntung saya memiliki ibu yang teramat sabar yang selalu dibuat repot sejak kecil, merawat saya layaknya bayi kembali, dari makan, minum, seka, ganti baju, hingga buang air besar dan kecil tetap di ranjang.

Kata dokter itu hal yang normal, dan setelah dua minggu di rumah, saya sudah bisa kontrol ke rumah sakit dengan kursi roda, untuk melakukan fisioterapi yang dijadwalkan sebanyak 4 kali dalam satu bulan.

Fisioterapi pertama pun dapat saya lalui dengan rasa sakit yang teramat sangat. Hingga fisioterapi ketiga saya masih menggunakan kursi roda, dengan rasa sakit yang sama, meski lebih kecil teriakannya. Baru lah di fisioterapi ke empat, saya bisa diam tanpa teriakan kesakitan lagi.

Setelah seluruh jadwal fisioterapi dijalani, tidak serta merta langsung sembuh, butuh waktu hingga 6 bulan baru saya bisa berjalan dengan normal, meski masih tertatih karena saya masih harus banyak berlatih otot kaki karena terlalu banyak berbaring membuat otot kaki saya menjadi lemah.

7 bulan pasca operasi skoliosis, saya sudah mampu jogging kecil sehingga setiap hari saya melakukan olahraga ringan untuk mengembalikan stamina dan otot kaki menjadi normal kembali. Perjuangan ekstra keras, dan akhirnya setahun pasca operasi saya sudah sembuh total dan bisa kembali beraktivitas seperti orang normal pada umumnya.

Pengalaman Hamil Dengan Skoliosis

Ini adalah kisah singkat dari Hana tentang pengalaman hamil dengan skoliosis, yang dialaminya ketika hamil anak pertamanya di tahun 2011 yang lalu.

Saya divonis menderita skoliosis sejak usia 12 tahun, tetapi memang tak parah sih, hanya sekitar 20 derajat saja tingkat lengkungannya. Karena tak mengalami gejala apapun, hanya agak sedikit tinggi sebelah kalau berdiri, jadi tak bisa berdiri tegap, jadi saya mengakalinya dengan menambah alas sepatu agar seimbang di kaki kiri.

Hingga usia 19 tahun, saya pun menjalani rontgen lagi, ternyata tak ada perubahan padahal saya juga sering berenang sesuai dengan anjuran dokter. Tetapi saya tetap bersyukur karean kebengkokkan tulang belakang saya tak bertambah parah.

Jadi kondisi tersebut tetap hingga saat ini, luar biasanya ketika saya menikah dan kemudian hamil. Dokter kandungan ketika itu juga tak mengatakan bahwa skoliosis tak berbahaya pada kehamilan, karena kondisi skoliosis tidak parah yang bisa menekan jantung dan paru. Bagaimana proses melahirkan dengan skoliosis dok? Tanya saya, dan dokter mengatakan, melihat kondisi skoliosis pada tulang belakang ibu, maka saya yakin ibu dapat melahirkan secara normal. Terangnya!

Ketika usia kandungan menginjak 5 bulan, barulah saya merasa bayi dalam kandungan terlalu berat, dengan kaki yang tak sejajar, tentu saya semakin kewalahan ketika berjalan. Sehingga saya lebih banyak istirahat, dan hanya mengerjakan pekerjaan ringan saja.

Di usia kandungan ke 9 bulan, perut saya semakin besar dan itu membuat saya mengalami kesulitan berjalan karena kandungan terasa berat sekali. Dari hasil USG, memang dalam kandungan saya terdapat dua bayi yang cantik dan sehat.

Pengalaman hamil dengan skoliosis

Ketika sudah masuk masa kelahiran, dokter pun memberikan pilihan untuk melahirkan secara nomal atau caesar. Risiko melahirkan normal memang lebih tinggi, tetapi masih sangat mungkin untuk bisa dilakukan. Tetapi jika ibu ingin kelahiran berjalan lancar, dan tak berisiko tinggi, maka sebaiknya di caesar.

Saya pun berdiskusi dengan suami, tentang apa yang harus dilakukan. Suami berharap saya di caesar saja, karena khawatir, tetapi saya lebih menginginkan kelahiran normal, karena takut kalau operasi caesar, kondisi perut saya lemah, dan tak bisa bekerja normal kembali. Akhirnya saya dan suami pun sepakat untuk melahirkan secara normal saja.

Dan alhamdulillah, akhirnya kelahiran kedua bayi saya berjalan normal, meski penuh dengan perjuangan antara hidup dan mati. Itulah cerita singkat saya tentang pengalaman hamil dengan skoliosis.

Penderita Skoliosis Apa Bisa Hamil

Skoliosis tidak terkait langsung dengan organ reproduksi, sehingga meski perempuan menderita skoliosis organ reproduksi tak mengalami gangguan, sehingga penderita skoliosis tetap bisa hamil. Bahkan skoliosis dengan tingkat ringan hingga sedang, tak akan mengganggu proses melahirkan, hanya saja penderita skoliosis ketika hamil akan menghadapi tekanan tulang belakang dua kali lebih berat dibanding perempuan normal.

Komplikasi Skoliosis

Tergolong operasi besar, operasi skoliosis mungkin akan menimbulkan berbagai komplikasi, antara lain:

Gangguan Jantung dan Paru

Pada kondisi skoliosis yang parah, operasi bisa menekan area jantung dan paru.

Operasi Skoliosis Gagal

Dengan bantuan teknologi yang canggih saat ini, meski kemungkinannya sangat kecil, tetapi operasi skoliosis bisa saja gagal, dan menyebabkan kematian, karena risiko yang sangat tinggi.

Kerusakan Saraf Tulang Belakang

Jika terjadi kerusakan saraf tulang belakang, maka akan menimbulkan komplikasi ke organ lain seperti impotensi, tungkai yang lemah, tak bisa mengendalikan feses dan urine, rasa nyeri di punggung yang terus menerus, serta kesemutan.

Kerusakan Tulang Belakang Permanen

Hal ini bisa saja terjadi jika terjadi kesalahan teknis dalam melakukan operasi skoliosis.

Pencegahan Skoliosis

Karena terjadinya skoliosis tak diketahui secara pasti, kita hanya bisa berusaha untuk dapat menghindari faktor-faktor yang dapat memicu skoliosis dengan cara:

  • Biasakan untuk duduk dalam posisi yang tegap, dengan membusungkan dada ke depan dan meluruskan tulang belakang.
  • Biasakan jalan tegap, tidak membungkuk.
  • Hindari aktivitas fisik yang berisiko tinggi terjadi kecelakaan dan cedera.
  • Olahraga teratur agar fisik tetap prima.
  • Konsumsi makanan yang mengandung kalsium dan protein tinggi agar pertumbuhan tulang semakin baik.

Related posts:

  1. Pengalaman Operasi Tulang Belakang
  2. Pengalaman Operasi Tendon Achilles : Operasi Achilles Tendinitis
  3. Pengalaman Operasi HNP : Operasi Syaraf Kejepit
  4. Pengalaman Operasi Sendi Lutut : Operasi Total Knee Replacement
  5. Pengalaman Operasi Patah Tulang
Gratis Jasa Konsultasi Asuransi Gratis Secara Online Jakarta Jabodetabek Indonesia

Related Posts