Pengalaman Operasi Tumor Otak

Pengalaman Operasi Tumor Otakby Vivi Tirtaon.Pengalaman Operasi Tumor OtakTumor otak menjadi momok mengerikan karena menyerang organ vital yang mengendalikan seluruh organ tubuh, sehingga jika terdapat tumor otak maka penderita bisa mengalami kehilangan ingatan, kelumpuhan sebagian, dan sebagainya. Penyebab dari tumor otak hingga saat ini belum diketahui secara pasti, tetapi faktor keturunan dan kelainan genetika seringkali ditemukan pada riwayat penderita. Peluangnya menjadi tiga kali […]
Gratis Jasa Konsultasi Asuransi Gratis Secara Online Jakarta Jabodetabek Indonesia

Tumor otak menjadi momok mengerikan karena menyerang organ vital yang mengendalikan seluruh organ tubuh, sehingga jika terdapat tumor otak maka penderita bisa mengalami kehilangan ingatan, kelumpuhan sebagian, dan sebagainya.

Penyebab dari tumor otak hingga saat ini belum diketahui secara pasti, tetapi faktor keturunan dan kelainan genetika seringkali ditemukan pada riwayat penderita. Peluangnya menjadi tiga kali lipat dibanding orang yang tanpa riwayat tersebut.

pengalaman operasi tumor otak

Pengertian Tumor Otak

Tumor otak adalah tumbuhnya sel yang tidak normal pada wilayah sekitar otak. Sel tumor tersebut ada yang jinak dan adapula yang ganas. Untuk menentukannya butuh pemeriksaan mendalam melalui biopsi yaitu operasi mikro yang dimaksudkan untuk mengambil sample sel untuk diperiksa secara mendalam.

Ada beberapa tingkatan tumor otak, yaitu:

  • Tumor Meningioma: Merupakan tumor jinak yang berada di otak.
  • Tumor Glioblastoma: Tumor dengan jenis sel kanker ganas, tetapi masih bisa dilakukan upaya penyembuhan dengan operasi, kemoterapi dan radiasi.
  • Tumor Glioblastoma Multiforme: Tumor yang sangat ganas yang secara medis hampir tak bisa disembuhkan, dengan kemungkinan kematian sangat tinggi.

Penyebab Tumor Otak

Penyebab secara spesifik terjadinya kanker otak belum diketahui, tetapi banyak juga faktor yang bisa memicu terjadinya tumor otak, diantaranya:

  • Faktor keturunan atau genetik. Orang yang memiliki riwayat kanker otak pada keluarganya, maka potensi terkena menjadi tiga kali lebih besar daripada orang yang tidak memiliki riwayat.
  • Terkena paparan radiasi.
  • Adanya kelainan genetik sejak lahir.
  • Terjadi penyebaran kanker hingga ke otak dari organ lainnya.

Gejala Tumor Otak

Pada gejala awal tumor otak, akan terjadi beberapa hal berikut ini pada penderitanya, antara lain:

  • Pusing dan sakit kepala teramat sangat berkepanjangan.
  • Daya ingat melemah, hingga hilang ingatan.
  • Mual dan muntah.
  • Fungsi otak menurun yang mengakibatkan linglung (bingung).
  • Gangguan saraf otak menyebabkan kehilangan keseimbangan.
  • Tak mampu berbicara.
  • Stroke.
  • Penglihatan terganggu.
  • Kejang-kejang.

Gambar Tumor Otak

gambar tumor otak
efek tumor otak

Pengobatan Tumor Otak

Dari hasil diagnosa melalui CT Scan, MRI dan MRA. Dokter akan memberikan pertimbangan pengobatan yang dilakukan, tergantung dari jenis tumor, lokasi tumor, ukuran tumor, dan usia pasien. Beberapa tindakan yang dapat diterapkan untuk pengobatan tumor otak antara lain:

Operasi

Tidak semua tumor otak dapat dilakukan operasi, tergantung dari hasil pemeriksaan awal. Jika tumor ganas dan sudah menyebar ke seluruh jaringan saraf tentu tindakan operasi tidak akan dilakukan.

Prosedur operasi fluorescence dapat diterapkan dalam pengangkatan tumor otak, dengan cara memberikan cairan asam 5-aminolevulinic (5-ALA) yang diminum sebelum operasi dilakukan dengan tujuan cairan tersebut terserap oleh sel kanker di otak dan kemudian memberikan warna yang berbeda dengan jaringan saraf yang sehat, sehingga operasi pengangkatan sel tumor otak dapat lebih mudah.

Kemoterapi

Serangkaian tindakan pengobatan dengan cairan kimia yang dimasukan ke pembuluh darah untuk menghancurkan sel kanker yang tersisa agar tidak berkembang. Kemoterapi dilakukan maksimal 6 kali pada setiap pasien, umumnya terapi ini diberikan setiap 15-30 hari.

Terapi Radiasi

Metode penyinaran sinar X ke sel kanker untuk mengecilkan, mematikan, dan menghilangkan sel kanker yang bersarang di bagian tubuh. Terapi radiasi harus dilakukan secara simultan dan intensif agar hasil lebih optimal.

Pengalaman Operasi Tumor Otak

Ini adalah cerita pengalaman operasi tumor otak dari Ibu Minah, yang berusia 55 tahun, dari Jakarta.

Cerita ini dimulai pada tahun 2019, ketika waktu itu Ibu Minah merasakan sakit kepala hebat secara tiba-tiba. Karena tak kunjung sembuh setelah minum paracetamol, sakit kepala malah semakin hebat, maka Ibu Minah segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan yang memadai.

Sesampainya di rumah sakit, dokte pun melakukan serangkaian tes dari mulai cek darah, jantung dan paru-paru, tetapi tak ditemukan gejala tipes maupun DBD, yang biasanya didahului dengan pusing dan atau demam.

Kemudian dokter memutuskan untuk melakukan CT Scan terhadap Ibu Minah agar bisa diektahui penyebab sakit kepalanya. Sementara menunggu hasil CT Scan, Ibu Minah dibolehkan untuk pulang dan diberikan resep pereda nyeri dan sakit kepala.

Ketika pulang dari rumah sakit, gejala Ibu Minah semakin bertambah, sudah susah untuk diajak bicara, respon otak sangat lambat, dan dokter kemudian memberitahu hasil CT Scan melalui telpon kepada anaknya, bahwa di kepala Ibu Minah terdapat tumor otak. Sehingga harus segera di bawa ke dokter bedah saraf.

Sebelumnya, Ibu Minah tak pernah sekalipun merasakan sakit apapun, beliau sehat dan beraktivitas normal, hampir semuanya dapat dilakukan sendiri, termasuk menyetir membawa mobil sendiri. Dan kemudian didiagnosa terserang tumor otak sungguh mengejutkan keluarganya.

Kemudian, Ibu Minah dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dokter pun melakukan rangkaian tes MRI dan scan MRA untuk secara pasti mengetahui kondisi tumor otak yang menyerang Ibu Minah. Dari hasil tes tersebut diketahui, ada tumor otak dengan ukuran hampir 5 cm. Sehingga dokter pun menyarankan untuk dilakukan pengangkatan tumor melalui operasi.

Keputusan pun dibuat oleh keluarganya, bahwa Ibu Minah harus menjalani operasi pengangkatan tumor otak tersebut. Kemudian dokter pun menjadwalkan tindakan operasi dan kemudian Ibu Minah masuk rumah sakit untuk rawat inap sebagai persiapan operasi. Dilakukan tes pendahuluan sebelum operasi, dari tes darah, anestesi, dan sebainya. Dan Ibu Minah diwajibkan untuk berpuasa selama 8-12 jam.

Esok harinya, operasi pun dilakukan. Ibu Minah dibawa ke ruang operasi, sementara keluarganya menunggu di depan. Diberikan anestesi total selama operasi, sehingga Ibu Minah tak sadarkan diri ketika operasi pengankatan tumor otak dilakukan.

Kurang lebih 5 jam di ruang operasi, Ibu Minah kemudian dibawa keluar dengan berbagai alat terpasang di tubuhnya, bukan menuju kamar rawat inap, tetapi ke ruangan ICU untuk perawatan intensif. Alat bantu pernafasan, infus, dan kateter pun terpasang. Sementara Ibu Minah belum sadarkan diri karena efek obat bius.

Ketika sadar, Ibu Minah pun sudah bisa menggerakan tubuhnya, dan bisa bicara meski terbata-bata karena efek bius belum sepenuhnya hilang. Sehari kemudian kondisi Ibu Minah pasca operasi semakin baik dan bisa tersenyum serta dibawa ke ruang rawat inap. Dua hari pasca operasi pengangkatan tumor otak, Ibu Minah di perbolehkan pulang untuk rawat jalan dan proses pemulihan.

Sementara itu, dokter patologi memeriksa sel tumor yang diangkat secara seksama, dan untuk mengetahui tindakan apa yang selanjutnya diambil untuk penyembuhannya. Setelah hasilnya keluar, tumor yang menyerang Ibu Minah adalah tumor ganas, tetapi masih di stadium 2B, yang belum menyebar ke saraf dan organ lainnya.

Pengalaman Pasca Operasi Tumor Otak

Pasca operasi tumor otak yang dilakukan Ibu Minah. Karena diketahui tumornya tergolong ganas, maka Ibu Minah pun dijadwalkan untuk melakukan kemoterapi dan dilanjutkan radioterapi untuk penyembuhannya.

Kondisi Ibu Minah pasca operasi sudah semakin baik, dapat berbicara normal, tetapi diwajibkan untuk tetap beristirahat minimal 2 minggu. Sakit kepalanya pun sudah mulai reda dan tidak kambuh lagi, tidak ada kendala berarti. Tetapi demi kesembuhan total, perawatan kemoterapi harus dijalaninya.

Sebulan kemudian, kemoterapi pertama pun dilakukan, butuh waktu 4 jam di rumah sakit untuk menjalani kemoterapi. Dan kemudian setelah selesai Ibu Minah bisa langsung pulang. Gejala sakit pada sekujur tubuh dan mual-mual pun timbul, hingga muntah karena efek dari kemoterapi. Tetapi hal tersebut tidak berlangsung lama, hanya sekitar 2 jam.

Hari-hari berikutnya pasca operasi tumor otak dan kemoterapi tahap pertama, kondisi Ibu Minah semakin baik, bahkan Ia sudah bisa beraktivitas layaknya ketika sebelum operasi, bisa masak, pergi ke mall, dan sebagainya. Tetapi waktu istirahat pun harus tetap dijaga dan teratur.

Sebulan kemudian, dilakukan kemoterapi kedua, dan gejalanya pun tidak seperti sebelumnya, tubuh Ibu Minah sudah bisa beradaptasi, tetapi kerontokan rambut mulai terjadi. Seminggu kemudian, dilakukan kembali MRI, dan hasilnya sangat memuaskan, tumor tidak berkembang, dan sisa-sisa sel hampir bersih sekitar 90%. Sehingga pada bulan berikutnya dokter akan melakukan radioterapi, dan menghentikan kemoterapi.

Radioterapi dilakukan secara berturut-turut selama 2 minggu, dan hasilnya pun cukup memuaskan. Kondisi Ibu Minah setelah terapi radiasi selama 2 minggu itu semakin baik, dan hasil tes MRI menunjukkan bahwa Ibu Minah sembuh total dari tumor otak.

Efek Operasi Tumor Otak Jinak

Setiap tindakan operasi pasti memiliki efek samping, apalagi operasi tumor otak yang memiliki fungsi vital dalam tubuh. Jika tidak ditangani dengan tepat dan benar, beberapa efek operasi tumor otak jinak antara lain:

  • Penumpukan cairan dalam rongga kepala. Ini terjadi karena abses dari sel tumor yang diangkat. Dampaknya bisa pasca operasi atau beberapa tahun, sehingga membuat penderita mengalami sakit kepala hebat, nyeri, mual, dan sebagainya.
  • Organ tubuh tertentu tidak berfungsi. Terdapat berbagai saraf pada otak yang memegang kendali organ tubuh lainnya. Sehingga jika terjadi kerusakan pada salah satu saraf, maka yang terjadi adalah kelumpuhan sebagian dari organ tubuh.
  • Terjadi pendarahan di otak.
  • Daya ingat menurun.
  • Stroke ringan hingga berat.

Makanan Pasca Operasi Tumor Otak

Setiap pasien tentu diberikan anjuran yang berbeda dari dokter yang menangani, tergantung dari kondisi dan riwayat medis pasien. Termasuk makanan pasca operasi tumor otak, antara lain:

  • Perbanyak sayuran dan buah-buahan.
  • Telur rebus sebagai sumber protein hewani.
  • Ikan yang memiliki kandungan omega 3 seperti ikan gabus, sangat baik untuk mempercepat keringnya luka bekas operasi.

Biaya Operasi Tumor Otak Di Penang

Malaysia dalam 20 tahun terakhir ini sudah menjadi rujukan pengobatan berbagai penyakit termasuk kanker. Keunggulan teknologi yang dimiliki, fasilitas serta biaya yang terjangkau menjadi daya tarik masyarakat Indonesia.

Salah satu rumah sakit di Penang yang memiliki fasilitas kanker terbaik adalah Rumah Sakit Gleneagles. Biaya operasi tumor otak di Penang dirincikan sebagai berikut:

  • Biaya rawat: Kelas 3 mulai 300 RM (950 ribu) per hari.
  • Biaya operasi tumor otak: 10.000-20.000 RM (35-70 juta rupiah) per tindakan.
  • Biaya obat-obatan sekitar 5000-10000 RM (17-35 juta rupiah)

Perkiraan biaya tersebut bisa berubah tergantung tindakan medis yang diterapkan dokter. Belum termasuk biaya kemoterapi, radiasi, imonuterapi, dan lain sebagainya.

Biaya Operasi Tumor Otak Di Singapura

Selain Malaysia, rujukan terbaik untuk operasi kanker bagi masyarakat Indonesia kalangan menengah ke atas adalah Singapura. Salah satu rumah sakit terbaik di Singapura yang memiliki fasilitas lengkap dalam penanganan penyakit kanker adalah Concord International Hospital dan Mount Elizabeth Medical Centre.

Biaya operasi tumor otak di Singapura dirincikan sebagai berikut:

  • Biaya kamar inap: Kelas terendah mulai dari $100 (1 juta rupiah).
  • Biaya operasi tumor otak: $5000-$15000 (50-150 juta rupiah).

Perkiraan biaya tersebut tidak termasuk obat-obatan dan tindakan tambahan seperti kemoterapi, radiasi dan berbagai pemeriksaan pendahuluan maupun lanjutan. Sehingga jika ingin berobat ke Singapura harus menyediakan budget 50% lebih tinggi dari biaya estimasi diatas.

Komplikasi Tumor Otak

Setiap tindakan pembedahan pasti memiliki risiko, demikian juga dengan opersi tumor otak. Komplikasi bisa terjadi pasca operasi atau beberapa tahun, tidak selalu terjadi tetapi ada kemungkinannya.

Resiko Operasi Tumor Otak

Beberapa resiko operasi tumor otak yang mungkin timbul antara lain:

  • Terjadi pendarahan pada otak.
  • Tubuh alergi terhadap obat-obatan.
  • Infeksi pada bekas sayatan.
  • Pembekuan dan pembengkakan pada bagian otak.
  • Hilangnya keseimbangan dan penglihatan.
  • Stroke ringan hingga berat.
  • Hilang ingatan (amnesia).

Kejang Pasca Operasi Tumor Otak

Terjadinya kejang pasca operasi tumor otak bisa saja terjadi karena efek dari obat-obatan yang di injeksikan pada tubuh. Tidak semua pasien akan mengalaminya, tetapi hanya tertentu saja namun tidak akan lama, seiring hilangnya pengaruh obat dalam tubuh.

Sakit Kepala Pasca Operasi Tumor Otak

Hampir setiap pasien pasca operasi tumor otak akan mengalami sakit kepala, karena banyak faktor. Antara lain:

  • Terjadinya pendarahan pada otak.
  • Infeksi pada otak.
  • Penumpukan cairan di kepala.

Butuh penanganan khusus jika sakit kepala pasca operasi tumor otak terus menyerang pasien. Tindakan operasi untuk pengambilan cairan dalam otak yang kemudian disalurkan melalui perut atau kemih bisa menjadi pilihan terbaik.

Tumor Otak Tumbuh Lagi Setelah Operasi

Jika tumor otak yang diangkat adalah sel kanker ganas, maka kemungkinan tumor otak tumbuh lagi setelah operasi sangat mungkin terjadi. Perlu tindakan perawatan intensif seperti kemoterapi dan radiasi untuk mengecilkan, mengurangi, hingga mematikan sisa-sisa sel kanker yang ada.

Pencegahan Tumor Otak

Penyebab secara pasti dari tumbuhnya tumor otak tidak bisa diketahui secara pasti, tetapi tindakan pencegahan bisa dilakukan dengan beberapa langkah berikut:

  • Menghindari minuman beralkohol.
  • Menerapkan pola hidup sehat, dengan perbanyak sayuran organik dengan kombinasi buah-buahan.
  • Diet sehat tanpa asupan lemak dan kolesterol.
  • Olahraga teratur.
  • Tidak merokok.
  • Hindari paparan radiasi berbahaya.

Related posts:

  1. Pengalaman Operasi Tumor Parotis
  2. Pengalaman Operasi Kanker Ovarium
  3. Pengalaman Operasi Kelenjar Getah Bening : Lymphoma / Limfoma
  4. Pengalaman Operasi Angkat Rahim : Operasi Pengangkatan Rahim – Histerektomi
  5. Pengalaman Operasi Kanker Usus Besar
Gratis Jasa Konsultasi Asuransi Gratis Secara Online Jakarta Jabodetabek Indonesia

Related Posts