Pengalaman Operasi Tumor Parotis

Pengalaman Operasi Tumor Parotisby Vivi Tirtaon.Pengalaman Operasi Tumor ParotisTumor parotis bisa menyerang siapa saja. Ditandai dengan kemunculan benjolan di sekitar rahang, pipi, dan belakang telinga. Meski 80% tumor parotis tergolong jinak, yang tak menimbulkan gejala tetapi jika dibiarkan terus menerus akan memberikan dampak buruk pada penderita seperti gangguan pencernaan, menurunnya pendengaran, dan sebagainya. Ketika ada benjolan di rahang, pipi, dan atau belakang telinga […]
Gratis Jasa Konsultasi Asuransi Gratis Secara Online Jakarta Jabodetabek Indonesia

Tumor parotis bisa menyerang siapa saja. Ditandai dengan kemunculan benjolan di sekitar rahang, pipi, dan belakang telinga. Meski 80% tumor parotis tergolong jinak, yang tak menimbulkan gejala tetapi jika dibiarkan terus menerus akan memberikan dampak buruk pada penderita seperti gangguan pencernaan, menurunnya pendengaran, dan sebagainya.

Ketika ada benjolan di rahang, pipi, dan atau belakang telinga perlu diwaspadai itu adalah tumor kelenjar parotis, jadi sebaiknya segeralah ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.

pengalaman operasi tumor parotis

Pengertian Tumor Parotis

Parotis adalah kelenjar ludah yamg letaknya di samping wajah. Fungsi dari kelenjar parotis adalah menghasilkan ludah (air liur) untuk memudahkan mencerna makanan.

Tumor Parotis merupakan tumor jinak yang muncul dibagian parotis. Tanda awal tumor parotis yaitu munculnya benjolan dibagian rahang, belakang telinga, pipi, dan wilayah sekitarnya. Meskipun jinak, tetapi adanya tumor parotis bisa menyebabkan penekanan pada bagian organ lain, sehingga bisa menimbulkan berbagai gejala yang membuat penderita tidak nyaman.

Gejala Tumor Parotis

Tanda awal dari tumor parotis adalah kemunculan benjolan di bagian pipi, rahang, dan atau belakang telinga. Meski tak serta merta menimbulkan gejala, tetapi jika dibiarkan bertahun-tahun, akan muncul berbagai gejala antara lain:

  • Sakit kepala yang timbul hilang terus menerus.
  • Jika berada di bagian rahang, maka kulit akan tertarik bahkan mengalami kesulitan menelan.
  • Daya tahan tubuh melemah.
  • Mulut tak bisa dibuka lebar karena kulit tertarik dan mengencang.

Ada pula yang merasakan nyeri di area benjolan. Tumor parotis adapula yang ganas, meski jarang terjadi. Gejalanya pun tak ada bedanya dengan tumor parotis jinak. Butuh pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui hal ini. Jika gejala tersebut diatas muncul, segeralah ke dokter!

Penyebab Tumor Parotis

Tumor terjadi karena tumbuhnya sel yang tidak normal. Penyebab tumbuhnya tumor parotis tak secara pasti diketahui, tetapi ada berbagai faktor pemicu munculnya benjolan tumor parotis, antara lain:

  • Paparan radiasi. Efek samping dari metode pengobatan radioterapi adalah meningkatnya risiko terkena kanker. Salah satunya adalah tumor kelenjar parotis.
  • Paparan senyawa kimia. Setiap orang yang terkait atau terpapar langsung dengan bahan-bahan berbahaya kimia, bisa meningkatkan risiko terkena berbagai penyakit, termasuk kelenjar parotis.
  • Infeksi virus. Virus yang paling berbahaya dan terkait dengan kelenjar parotis adalah HIV atau AIDS.
  • Kebiasaan merokok. Perokok aktif memiliki risiko lebih tinggi terkena tumor parotis.
  • Radiasi ponsel. Berdasarkan penelitian, penggunaan ponsel yang terlalu dekat dengan kepala secara terus menerus bisa meningkatkan terkena tumor di bagian kepala, termasuk kelenjar parotis.

Gambar Tumor Parotis

tumor parotis
gambar tumor parotis Pengalaman Operasi Tumor Parotis
Tumor parotis yang dibiarkan 20 tahun

Pengobatan Tumor Parotis

Meski tergolong tumor jinak, dan tidak serta merta menimbulkan gejala. Benjolan tumor parotis tidak dapat hilang dengan sendirinya. Perlu tindakan medis untuk menghilangkan benjolan dan menyembuhkan tumor parotis secara tuntas.

Cara Menyembuhkan Tumor Parotis

Perlu diketahui bahwa benjolan yang muncul dari tumor parotis tak bisa hilang tanpa tindakan medis, sehingga perlu pemeriksaan lebih lanjut. Dokter akan menerapkan tata laksana pengobatan tumor parotis sebagai berikut:

Operasi Parotidektomi

Tindakan operasi untuk mengangkat sebagian (parotidektomi superfisial) atau seluruh kelenjar parotis (parotidektomi total) yang terkena tumor. Adapun paratidektomi radikal untuk mengangkat seluruh jaringan yang ada di sekitar parotis, untuk kasus tumor parotis ganas yang sudah menyebar ke bagian organ lainnya.

Tindakan operasi ini tergolong sulit karena besarnya risiko kerusakan saraf serta letaknya yang kompleks.

Radioterapi

Radioterpi bisa diterapkan apabila tindakan operasi tidak memungkinkan atau bisa juga sebagai tindakan lanjutan pasca operasi pengangkatan tumor parotis untuk membunuh sisa sel tumor yang tertinggal menggunakan sinar X secara langsung ke sel tumor agar mengecil, mati dan menghilang.

Kemoterapi

Tumor parotis sekitar 80% berjenis tumor jinak., dan sisanya adalah tumor ganas. Jika tumor parotis ganas, maka pengobatan metode kemoterapi bisa diterapkan.

Pengalaman Operasi Tumor Parotis

Ini adalah cerita pengalaman operasi tumor parotis dari Nayla, gadis berusia 19 tahun asal Jakarta. Cerita berawal ketika tahun 2014, yang pada saat itu, Nayla berusia 13 tahun, yang tanpa sadar ada tumbuh benjolan di belakang telinganya sebesar biji salak.

Karena tak menimbulkan gejala apapun, Nayla pun tak menyadari hal itu, karena benjolan tersebut diketahui oleh neneknya. Untuk memeriksa apa yang terjadi, sehingga Nayla pun dibawa ke salah satu rumah sakit di Menteng, Jakarta.

Dokter memeriksa kondisi benjolan, dan mengatakan bahwa benjolan tersebut adalah kelenjar. Kemudian dokter memberikan resep obat-obatan untuk dikonsumsi, dan jika sampai obat tersebut habis tetapi benjolan tak kunjung mengecil dan menghilang, maka sebaiknya dilakukan operasi.

Kemudian hingga sebulan dan obat yang diresepkan sudah habis, benjolan tersebut pun belum mengecil apalagi menghilang, tentu saja membuat Nayla panik karena takut akan di operasi. Sehingga Ia pun dibawa ke rumah sakit lain untuk mendapatkan pemeriksaan dengan harapan hasilnya berbeda.

Ketika dokter yang berbeda memeriksa benjolan di belakang telinga Nayla, dan berdasarkan keterangan sebelumnya, dokter pun menganjurkan untuk di bedah dan diangkat agar tidak berlarut-larut dan berbahaya.

Karena ketakutannya akan operasi, Nayla pun menolak anjuran dokter tersebut. Hingga Ia dengan berbagai cara menghindar untuk operasi, kemudian mencoba obat-obatan herbal tetapi tak kunjung ada perubahan pada benjolan tersebut.

Akhirnya pada tahun 2016, Nayla pun memberanikan diri untuk memeriksakan kembali ke dokter yang berbeda. Dan dokter tersebut pun memeriksa benjolan, dan menyimpulkan Nayla terkena TBC kelenjar, yang tidak perlu operasi tetapi harus mengkonsumsi obat-obatan hingga 9 bulan.

Obat-obatan terus dikonsumsi Nayla dengan harapan TBC kelenjar cepat menghilang, tetapi hingga waktu yang ditentukan dan obat pun habis, kondisi benjolan tetap tak berubah malah gejala lain timbul yakni tubuh Nayla semakin mudah lelah, sering sakit kepala, dan hilang fokus, tentu sangat mengganggu dan akhirnya Ia pun memutuskan untuk operasi saja.

Pada 2017, Ia bersama orangtuanya pun mendatangi rumah sakit yang berada di Rawamangun, Jakarta. Dokter spesialis bedah pun melakukan serangkaian tes, termasuk biopsi dengan cara mengambil sample dengan jarum halus untuk memeriksa secara lengkap tentang benjolan di belakang telinga Nayla di laboratorium. Hasilnya, Nayla terdiagnosa tumor parotis. Sehingga dokter segera menganjurkan tindakan operasi tumor parotis secepatnya.

Nayla pun menyetujuinya. Pemeriksaan pendahuluan pra operasi pun dilakukan untuk memeriksa gula darah, alergi anestesi, dan Nayla pun diwajibkan berpuasa 6-8 jam hingga operasi dilakukan. Ketika jadwal operasi tiba, Nayla pun dibawa ke ruang operasi. Dilakukan pembiusan total dan pembedahan pun dilakukan. Kurang dari 1 jam operasi pun selesai, dan tumor parotis Nayla berdiameter 2,5 cm berhasil diangkat, dan kemudian Nayla dibawa ke ruang rawat inap dalam keadaan masih tertidur.

Penyembuhan Pasca Operasi Tumor Parotis

Pada proses pemulihan pasca operasi tumor parotis yang Nayla jalani, 2 hari pasca rawat inap, Nayla diperbolehkan pulang dan efek pasca operasi pun timbul yakni telinga terasa mati rasa, pendengaran menurun, sakit kepala, terasa mual dan muntah, dan rasa nyeri ketika menelan dan berbicara.

Fungsi kelenjar parotis adalah memproduksi air liur untuk memudahkan pencernaan, karena kelenjar tersebut bermasalah dan mungkin terdapat sisa-sisa jaringan tumor yang tidak terangkat, maka produksi air liur berkurang secara signifikan, sehingga menimbulkan rasa sakit ketika menelan.

Gejala tersebut dapat teratasi dengan obat-obatan yang diresepkan dokter. Dan selang beberapa hari kondisi Nayla pun membaik setelah banyak minum air putih dan konsumsi obat sesuai anjuran dokter.

Setidaknya butuh waktu satu bulan hingga Nayla pulih tanpa gejala nyeri, mual dan muntah. Tetapi kondisi fisiknya memang masih menurun, butuh waktu istirahat yang cukup hingga setahun kemudian, Nayla benar-benar fit dan sembuh total dari tumor parotis yang menderanya selama 4 tahun.

Makanan Untuk Penderita Tumor Parotis

Sesuai dengan anjuran dokter, berikut beberapa makanan untuk penderita tumor parotis:

  • Makanan yang lunak seperti bubur, sup ayam, sangat dianjurkan ketika masa pemulihan.
  • Ikan yang memiliki kandungan Omega3 tinggi seperti ikan gabus juga sangat bagus untuk mempercepat penyembuhan luka bekas sayatan.
  • Perbanyak makan sayur dan buah-buahan serta konsumsi air putih minimal 10 gelas per hari selama masa penyembuhan, karena berkurangnya produksi air liur perlu diatasi dengan banyaknya cairan.

Biaya Operasi Tumor Kelenjar Ludah

Jika Anda adalah peserta BPJS Kesehatan, maka Anda berhak menerima manfaat perlindungan kesehatan yang lengkap. Biaya operasi tumor kelenjar ludah akan ditanggung sepenuhnya oleh BPJS Kesehatan, termasuk biaya rawat inap hingga 3 hari sesuai dengan kelas yang terdaftar.

Kecuali jika Anda naik kelas misal dari kelas 3 ke kelas 2 dan kelas 2 ke kelas 1, maka Anda pun akan dikenakan biaya tambahan. Dan ada biaya tambahan untuk cek laboratorium untuk pemeriksaan tumor yang telah diangkat, karena tidak ditanggung BPJS. Untuk biaya laboratorium ini, biaya tambahannya sekitar 400-450 ribu rupiah.

Jika Anda tidak menggunakan BPJS Kesehatan dan melakukan operasi di rumah sakit swasta. Biaya nya pun bervariasi tergantung dari tindakan dan fasilitas yang diterima oleh pasien. Beberapa rumah sakit swasta menetapkan biaya operasi tumor kelenjar ludah berkisar antara 7-20 juta.

Resiko Operasi Tumor Parotis

Setiap tindakan operasi bisa menimbulkan berbagai resiko pada organ lainnya. Beberapa resiko operasi tumor parotis yang bisa terjadi antara lain:

  • Penekanan ke saraf wajah.
  • Mual dan muntah akibat efek obat-obatan.
  • Infeksi jaringan parotis dan sekitarnya.
  • Terjadi kekambuhan tumor parotis di kemudian hari.
  • Gangguan pencernaan karena berkurangnya produksi air liur.
  • Pendengaran menurun.
  • Terjadi sindrom Frey, yaitu keluarnya air liur secara berlebihan.

Efek Samping Operasi Tumor Parotis

Beberapa efek samping yang terjadi pasca operasi tumor parotis antara lain:

  • Mual dan muntah akibat efek samping dari obat-obatan yang mana tubuh belum mengadaptasi sepenuhnya dari benda-benda asing tersebut. Efek samping ini akan hilang dengan sendirinya setelah 2-4 hari.
  • Telinga menjadi kurang pendengarannya. Ini pun hanya efek sementara dari operasi, dan akan membaik setelah satu bulan.
  • Sakit kepala.
  • Sakit ketika menelan dan berbicara, hal ini terjadi karena kurangnya produksi air liur, sehingga mulut dan tenggorokan terasa cepat kering. Butuh waktu hingga satu bulan agar kembali normal setelah mendapatkan pengobatan sesuai dengan resep dokter.

Pencegahan Tumor Parotis

Tumbuhnya tumor atau kanker belum dapat diketahui, tetapi tindakan pencegahan dapat dilakukan dengan meminimalisir risiko yang meningkatkan tumor parotis, antara lain:

  • Menerapkan pola hidup sehat dengan diet agar tubuh ideal, dan tidak mengkonsumsi banyak MSG dan makanan ber-yodium rendah.
  • Berhenti merokok bisa menurunkan banyak risiko penyakit, mulai dari flek paru-paru, kanker mulut, hingga tumor parotis.
  • Hindari paparan radiasi di sekitar kepala.

Related posts:

  1. Pengalaman Operasi Tumor Otak
  2. Pengalaman Operasi Tiroid : Operasi Kanker Tiroid – Operasi Kelenjar Tiroid – Operasi Kelenjar Gondok
  3. Pengalaman Operasi Kelenjar Getah Bening : Lymphoma / Limfoma
  4. Pengalaman Operasi Mammae Aberans
  5. Pengalaman Operasi Angkat Rahim : Operasi Pengangkatan Rahim – Histerektomi
Gratis Jasa Konsultasi Asuransi Gratis Secara Online Jakarta Jabodetabek Indonesia

Related Posts