Pengalaman Operasi Varises

Pengalaman Operasi Varisesby Vivi Tirtaon.Pengalaman Operasi VarisesVarises bisa terjadi pada siapa saja, baik perempuan ataupun laki-laki. Penyebab utamanya adalah elastisitas dinding pembuluh darah vena yang berkurang sehingga kemampuan pembuluh darah vena melemah untuk mengalirkan darah menuju jantung. Apakah varises bisa sembuh sendiri? Apakah varises boleh diurut? Untuk mendapatkan jawaban selengkapnya tentang varises, terus ikuti artikel berikut ini karena ada cerita pengalaman […]
Gratis Jasa Konsultasi Asuransi Gratis Secara Online Jakarta Jabodetabek Indonesia

Varises bisa terjadi pada siapa saja, baik perempuan ataupun laki-laki. Penyebab utamanya adalah elastisitas dinding pembuluh darah vena yang berkurang sehingga kemampuan pembuluh darah vena melemah untuk mengalirkan darah menuju jantung.

Apakah varises bisa sembuh sendiri? Apakah varises boleh diurut? Untuk mendapatkan jawaban selengkapnya tentang varises, terus ikuti artikel berikut ini karena ada cerita pengalaman operasi varises secara mendetail sehingga bisa memberikan gambaran tentang proses pengobatan varises.

Pengalaman operasi varises

Pengertian Varises

Varises adalah kondisi dimana terjadi penumpukan darah yang mengakibatkan pelebaran dan pembengkakan pada pembuluh darah vena. Hal tersebut ditandai dengan kemunculan tonjolan pembuluh vena dengan warna biru gelap keunguan.

Varises bisa tumbuh di semua area tubuh yang dialiri pembuluh darah vena, seperti panggul, anus, tenggorokan, bahkan di vagina. Tetapi yang paling sering terjadi varises berada di area betis dan dibelakang lutut, karena disitulah tekanan terbesar dalam menopang berat tubuh, terutama ketika berjalan atau berdiri.

Gejala Varises

Beberapa gejala yang biasanya timbul pada penderita varises, antara lain:

  • Kaki terasa nyeri.
  • Jika duduk terlalu lama, kaki menjadi panas dan berat.
  • Terjadi pembengkakan pada telapak kaki.
  • Permukaan kulit varises terasa gatal.
  • Ketika menstruasi, kaki semakin berat dan terasa nyeri, hingga tak mampu berjalan.

Penyebab Varises

Penyebab utama varises adalah lemahnya katup pada pembuluh darah yang mengatur aliran darah di seluruh tubuh menuju jantung. Katup yang seharusnya mengalirkan darah searah, karena lemah bisa menyebabkan arus balik, sehingga terjadi penumpukan darah pada pembuluh vena. Adapun beberapa faktor yang bisa menyebabkan varises, antara lain:

  • Terlalu lama duduk.
  • Berdiri yang terlalu lama.
  • Obesitas atau kelebihan berat badan.
  • Memiliki penyakit diabetes atau kolesterol tinggi.
  • Hamil Besar, yang menyebabkan tekanan pada kaki semakin berat.
  • Penggunaan sepatu ber-hak tinggi.

Gambar Varises

gambar varises

Pengobatan Varises

Dokter akan melakukan anamnesis sesi wawancara untuk mengetahui riwayat medis pasien dan kemudian memeriksa pasien secara fisik di area yang menimbulkan gejala. Jika pembuluh darah mengakibatkan berbagai komplikasi, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan dengan USG Duplex Dopler, untuk memindai aliran darah dalam pembuluh darah vena.

Tes lanjutan yang mungkin diterapkan dokter untuk mengetahui tingkat keparahan gumpalan darah yang membuat aliran darah tidak lancar adalah dengan angiogram, yaitu menyuntik pembuluh darah dengan zat khusus. Pada pemeriksaan lanjutan, jika diperlukan dokter juga akan memeriksa dengan ultrasonograf untuk mengetahui kinerja katup pembuluh vena.

Setelah rangkaian pemeriksaan varises selesai, dokter akan melakukan pengobatan varises dengan cara:

1. Skleroterapi

Penyuntikkan pada varises agar terbentuk luka yang akan menutup saluran darah. Tingkat keberhasilan metode ini sangat rendah, dan juga bisa menimbulkan efek samping seperti pusing, nyeri tulang belakang, dan perubahan warna kulit.

2. Radiofrekuensi Ablasi

Energi radiofrekuensi digunakan untuk membakar dinding pembuluh vena yang terdapat varises, dengan maksud agar saluran varises tertutup, dan mengalihkan aliran darah ke pembuluh vena lain yang masih bekerja dengan normal.

3. Operasi Varises

Sebagai langkah terakhir jika 2 metode diatas tak membuahkan hasil positif. Maka dokter akan melakukan pembedahan untuk mengangkat pembuluh vena varises.

Apakah Varises Boleh Diurut ?

Dengan keras dokter sangat melarang untuk dilakukan pemijatan pada area pembuluh darah varises karena dapat menyebabkan serangan jantung akibat dari hantaran gumpalan darah menjadi emboli paru.

Pengobatan Varises Dengan Akupuntur

Metode pengobatan akupuntur dapat memperlancar peredaran darah memang benar, tetapi untuk pengobatan varises dengan akupuntur tidak ada dasar penelitian yang menyebutkan efektivitas akupuntur dalam mengobati varises tersebut.

Untuk kasus varises yang ringan, metode pengobatan akupuntur mungkin masih bisa diterapkan, tetapi untuk varises yang menimbulkan gejala berat dan komplikasi, pengobatan dokter spesialis vaskular lebih dianjurkan.

Biaya Operasi Varises Dengan BPJS

Seperti halnya operai penyakit lainnya. Operasi varises juga termasuk dalam tanggungan BPJS, sehingga peserta BPJS tidak perlu merasa khawatir tentang biaya operasi varises. Bahkan, bukan hanya biaya operasi varises saja yang ditanggung, tetapi termasuk obat-obatan, konsultasi dokter, pemeriksaan lanjutan, dan rawat inap maupun rawat jalan akan ditanggung seluruhnya oleh BPJS.

Biaya Operasi Varises di Rumah Sakit Swasta di Indonesia

Biaya operasi varises di rumah sakit swasta sangat bervariasi dan cenderung berbeda di setiap rumah sakit dan daerah. Tapi bisanya perbedaan selisih biaya juga tidak jauh. Misalnya saja untuk biaya konsultasi dokter spesialis bedah vaskular, berkisar antara 125-300 ribu rupiah per tatap muka, belum termasuk tindakan medis dan obat-obatan.

Suntik Varises Ke Dokter Apa

Kami menyarankan untuk mendatangi Dokter Spesialis Bedah Toraks dan Kardio Vaskular , dengan titel Sp.B(K)V yang ada di kota Anda. Biasanya dokter spesialis tersebut berpraktek di rumah sakit umum daerah maupun rumah sakit swasta, dan jarang yang membuka praktek di rumah.

Rumah Sakit Yang Menangani Varises

Beberapa rumah sakit yang memiliki dokter spesialis bedah vaskular antara lain:

  • Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati.
  • RS Mitra Keluarga Bekasi Barat.
  • RS Mayapada, Jakarta Selatan.
  • RS Pondok Indah
  • RS Bhayangkara Tk. I R. Said Sukanto.
  • Siloam Hospitals Surabaya.

Selain pada rumah sakit ternama di atas, setiap rumah sakit umum daerah juga memiliki fasilitas penunjang yang memadai dan tersedia dokter spesialis bedah vaskular yang kompeten.

Biaya Suntik Varises Di RS Polri

Perkiraan biaya suntik varises di RS Polri sekitar 1-2 juta rupiah. Biaya tersebut sudah termasuk obat yang diresepkan seperti antibiotik dan obat oleh untuk melakukan perawatan pasca penyuntikan.

Dokter Spesialis Varises Di Bandung

Salah satu dokter spesialis varises di Bandung yang memiliki pengalaman yang cukup tinggi adalah dr. Teguh Marfen, Sp.B(K)V, M.Kes. Ia berpraktek di rumah sakit Immanuel Bandung. Anda bisa berkonsultasi seputar varises yang Anda alami, dan juga tentang vaskuler dan endovaskuler.

Dokter Spesialis Varises Di Semarang

Jika Anda memiliki masalah varises di Semarang, maka sebaiknya Anda berkunjung ke dr. Donie Firdhianto, Sp.B(K)V yang berpraktek di Medical Center Telogorejo, Semarang.

Dokter Spesialis Varises Di Jakarta

Banyak sekali rumah sakit di Jakarta yang memiliki dokter spesialis vaskular yang berpengalaman, antara lain:

  • dr. Hilman Ibrahim, Sp.B(K)V, yang berpraktek di RS Pelni. Palmerah Jakarta.
  • dr. Witra Irfan, Sp.B(K)V, berpraktek di RS Gandaria, Kebayoran Baru.
  • dr. Dedy Pratama, Sp.B(K)V. Beliau berpraktek di RS Mitra Keluarga Kelapa Gading.
  • dr. Mursid Fadli, Sp.B(K)V. Beliau berpraktek di RSUP Fatmawati.

Dokter Spesialis Varises Di Bali

Jika Anda mengalami masalah varises di Bali, maka sebaiknya mengunjungi rumah sakit Bali Royal Hospital, RS Kasih Ibu, Denpasar, atau RSU Bangli Medika Canti, dimana dr. Ida Bagus Budiarta, Sp.B(K)V berpraktek. Ia memiliki pengalaman yang cukup banyak dalam menangani masalah vaskuler, termasuk varises.

Tempat Suntik Varises Di Pekanbaru

Anda bisa mendatangi RS Awal Bros, dan bertemu dengan dr. Ramzi Asrial Sp.B(K)V, yang sudah sangat berpengalaman menangani pasien yang bermasalah dengan pembuluh darah, termasuk memberikan suntik varises.

Tempat Suntik Varises Di Madiun

Untuk bisa mendapatkan suntik varises di Madiun, Anda dapat mendatangi RSUD Dr. Soedono, Madiun. Anda bisa menggunakan kartu BPJS untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di rumah sakit tersebut.

Tempat Suntik Varises Di Makassar

Jika Anda berada di Makassar, Anda bisa mengunjungi dr. Mulawardi Sp.B(K)V yang berpraktek di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo, Makassar. Selain itu, tempat suntik varises di Makasar adalah di Siloam Hospitals Makassar, yang menetapkan biaya suntik varises sekitar 2-3 juta rupiah.

Suntik Varises Di Surabaya

Salah satu rumah sakit yang memiliki fasilitas bedah vaskular di Surabaya adalah RSUD Dr. Soetomo, yang berlokasi di Gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu Lantai 4, RSUD Dr Soetomo, Jl. Mayjend Prof Moestopo 6-8, Surabaya.

Suntik Varises Di Cirebon

Jika Anda berada di Cirebon dan ingin melakukan suntik varises, maka kami merekomendasikan untuk datang ke RS Mitra Plumbon Cirebon untuk bertemu dengan dr. Aryo Agung Prabowo Mukti, Sp.BTKV, yang sudah berpengalaman menangani varises selama bertahun-tahun.

Masa Pemulihan Suntik Varises

Umumnya, masa pemulihan suntik varises berkisar antara 2-3 minggu. Bisa lebih cepat jika secara rutin memberikan kompres pada bagian bekas suntikan dan kemudian memastikan kering, lalu memberikan salep oles yang biasanya diresepkan oleh dokter yang menangani.

Suntik Varises Bertahan Berapa Lama

Tidak ada penelitian yang pasti, tetapi suntik varises sangat efektif untuk varises dengan tingkat rendah hingga sedang. Jika penyuntikan varises pada kondisi varises yang parah, maka metode tersebut tidak akan efektif, dan tingkat kekambuhannya sangat tinggi.

Salep Setelah Suntik Varises

Setelah penyuntikan varises dilakukan, dokter akan menutup luka dengan perban. Sehari kemudian, pasien diwajibkan untuk membersihkan luka dengan salep oles heparin untuk meredakan luka sekaligus mempercepat penyembuhan luka karena terkadung antibiotik di dalamnya.

Pantangan Setelah Suntik Varises

Tidak ada pantangan khusus setelah suntik varises. Hanya saja, dokter menganjurkan untuk sementara tidak memakan makanan yang mengandung kolesterol tinggi seperti kepiting, udang, dan daging merah.

Biaya Operasi Varises di Singapura

Di Singapura ada klinik khusus yang dapat menangani masalah pembuluh darah, yaitu The Vein Clinic & Surgery, Vascular Surgeon Singapore, Novena Vascular & Varicose Vein Centre, dengan fasilitas yang sangat lengkap.

Biaya operasi varises di Singapura berkisar antara S$4000-S$8000 (30-80 juta rupiah), tergantung komplikasi yang ditimbulkan oleh varises itu sendiri. Biaya tersebut adalah biaya tindakan operasinya saja, sedangkan untuk biaya lain-lain seperti rawat inap, obat-obatan, peralatan penunjang, dan pemeriksaan lanjutan, Anda harus menyiapkan dana yang berbeda.

Biaya Operasi Varises di Penang

Salah satu rumah sakit dengan rating terbaik dalam menangani masalah varises di Penang adalah Adventist Heart & Vascular Centre, yang merupakan bagian dari Penang Adventist Hospital. Dokter yang menangani varises juga sangat berpengalaman dengan alat penunjang yang sangat canggih, sehingga meminimalisir risiko.

Biaya operasi varises di Penang pada rumah sakit tersebut berkisar antara 30-60 juta rupiah. Belum termasuk biaya peralatan penunjang, dan lain sebagainya. Sehingga, jika Anda berniat untuk berobat varises di Penang, Malaysia, maka setidaknya menyiapkan dana 50% lebih besar dari perkiraan biaya operasi varises.

Pengalaman Operasi Varises

Ini adalah kisah pengalaman operasi varises yang dialami oleh Ibu Parti, dari Banyumas yang dilakukannya pada tahun 2018 di rumah sakit umum daerah Banyumas.

Awal kisah dimulai di tahun 2000, dimana Ibu Parti waktu itu di usia sekitar 20 tahun telah bekerja sebagai TKW di Malaysia. Dia bekerja di pabrik garmen yang mengharuskannya berdiri sepanjang hari, hingga pekerjaannya selesai.

Kegiatan tersebut berlangsung selama 5 tahun hingga ia pulang ke Indonesia. Tak ada gejala apapun, meski sudah muncul varises di kedua betisnya, dengan warna ungu kebiruan. Setelah di Indonesia ia pun membuka warung kelontong yang buka sejak jam 6 pagi, bersama suaminya yang ketemu di Malaysia, dan pulang bersamanya, dan kebetulan sesama orang Banyumas.

Seiring berjalannya waktu, varises Ibu Parti semakin tampak besar, apalagi ketika ia hamil anak pertamanya. Kakinya membengkak, dan varises tampak besar di bagian kedua betisnya. Sampai setelah melahirkan, varises yang tak dianggap berbahaya itu diacuhkannya begitu saja.

Hingga melahirkan anak kedua sampai ketiga kondisi varises masih tetap dibiarkan, karena gejalanya tak begitu parah. Paling hanya rasa lesu dan lemas, pergi ke dokter pun hanya mengobati gejala turunannya, sehingga sering kali kambuh kalau tensi darahnya sedang tinggi.

Pada pertengahan 2017, ketika ia hamil besar anak ke empatnya, barulah gejala semakin intens menyerang, karena kondisi varises sudah semakin parah. Ia sering kali tak mampu berjalan, ketika gejala letih, lesu, dan nyeri di bagian kaki karena mengalami pembengkakan. Ia pun masih berpikir sama seperti sebelum-sebelumnya, dan tak menghiraukan kondisi tersebut.

Setelah melahirkan anak ke empat dengan selamat, yang seharusnya kakinya beranjak pulih dari bengkak, tapi pembengkakan itu tak kunjung sembuh, hingga ia merintih kesakitan karena rasa nyeri seringkali muncul ketika berdiri lama melayani pembeli di warungnya.

Karena kondisi itu, ia pun pergi ke dokter umum dengan diantar suaminya. Dokter pun memeriksa secara fisik, lalu mengatakan varises yang sudah cukup parah begini sebaiknya dirujuk ke rumah sakit, maka dokter itu pun memberikan rujukan ke dokter bedah di rumah sakit umum daerah Dr. Margono, Purwokerto, Banyumas.

Sebagai peserta BPJS yang sudah rajin membayar iuran sejak 2015, Ibu Parti pun memanfaatkan kartu BPJS nya untuk berobat ke RSUD Prof. Dr. Margono. Ia pun mengantri bersama suami untuk menuju poli bedah. Setelah dokter spesialis bedah memeriksa, dokter memberikan rujukan menuju ke spesialis Bedah Toraks dan Kardiak Vaskular yang masih merupakan bagian dari RSUD Margono, karena terkait dengan pembuluh darah vena.

Dokter spesialis vaskular kemudian melakukan pemeriksaan penunjang dengan alat ultrasonograf untuk mengetahui tingkat keparahan dari varises. Kemudian sebagai pengobatan pertamanya, dokter tidak langsung melakukan pembedahan, tetapi melakukan pengobatan dengan metode skleroterapi atau lebih dikenal dengan suntik varises.

operasi varises

Setelah selesai, dokter pun mengijinkan Ibu Parti untuk pulang, dan menyuruhnya kembali 2 minggu kemudian apabila gejala dari varises kembali timbul secara intens.

Setelah 2 minggu pasca suntik varises, kondisi Ibu Parti tidak membaik, masih tetap saja gejala nyeri dan sering pusing dan kesulitan berjalan sering menyerang. Sehingga ia pun memutuskan kembali lagi ke rumah sakit untuk menemui dokter spesialis yang menanganinya itu.

Dengan pertimbangan matang setelah pemeriksaan, dokter pun menganjurkan untuk segera di operasi varises di kedua kakinya untuk mengangkat gumpalan varises. Sebelum itu, Ibu Parti harus melakukan pemeriksaan pendahuluan, seperti tes darah, rekam jantung dan paru, serta konsultasi ke dokter anestesi untuk mengetahui alergi obat yang mungkin timbul ketika operasi dilakukan.

Rangkaian pemeriksaan pun dijalani Ibu Parti dengan sukses karena dokter menyatakan Ibu Parti telah siap menjalani operasi varises. Sehari sebelum operasi dilakukan, Ibu Parti sudah dianjurkan untuk mondok, dan berpuasa minimal 6 jam.

Operasi varises dilakukan di jam 10 pagi, dengan menggunakan anestesi lokal, sehingga Ibu Parti pun masih bisa merasakan atmosfir ketika berdada di ruang operasi, yang ramai karena ada sekitar 4 orang dokter, ditambah dengan perawat yang membantunya.

Pengalaman Sembuh Dari Varises

Operasi varises di kedua betis Ibu Parti berjalan sukses, dalam waktu sekitar 3 jam dan Ibu Parti pun dibawa ke kamar inap dengan ranjang dorong. Karena kehilangan banyak darah, dan setelah pemeriksaan HB diangka 6 maka ia pun menjalani transfusi darah.

Setelah 3 hari menjalani rawat inap di rumah sakit, Ibu Parti pun di ijinkan untuk pulang dan menjalani pemulihan di rumah, serta rawat jalan. Karena tak bisa berjalan, ia pun membeli sendiri kursi roda, karena tidak ditanggung BPJS.

Dalam masa pemulihan, setiap hari ia memakan ikan gabus yang direbus, selain suami yang merawatnya, ibu nya pun selalu datang setiap hari ke rumahnya karena ada bayi yang juga harus di urus.

Butuh waktu sekitar 2 bulan hingga Ibu parti dapat berjalan normal kembali, dan varises di kakinya hilang, tetapi berganti jahitan bekas sayatan yang masih membekas. Saat ini ia bisa beraktivitas normal seperti sedia kala, dengan tanpa kekambuhan gejala varises yang dulu sering muncul.

Komplikasi Varises

Jika kondisi varises tak ditangani dengan baik, maka bisa menimbulkan berbagai komplikasi seperti:

  • Perdarahan, jika terjadi benturan kaki yang bisa menyebabkan permukaan kulit tergores, terutama pada area varises.
  • Penggumpalan darah pada pembuluh vena dalam (tromboflebitis).
  • Kulit mengalami iritasi, eksim, dan bersisik.
  • Kulit berkerak permanen.

Pencegahan Varises

Banyak faktor penyebab varises. Oleh karena itu, tindakan pencegahan varises yang bisa dilakukan antara lain:

  • Jangan duduk atau berdiri terlalu lama. Selingi dengan peregangan dan istirahat.
  • Jangan duduk bersila terlalu lama, karena bisa mengganggu peredaran darah.
  • Olahraga secara teratur agar aliran darah lancar dan sehat.
  • Terapkan diet sehat agar terhindar dari obesitas dan berbagai penyakit lain.

Related posts:

  1. Pengalaman Operasi Hemangioma
  2. Pengalaman Operasi Varikokel
  3. Pengalaman Operasi Lipoma
  4. Pengalaman Operasi CTS : Carpal Tunnel Syndrome
  5. Pengalaman Operasi Wasir : Operasi Ambeien
Gratis Jasa Konsultasi Asuransi Gratis Secara Online Jakarta Jabodetabek Indonesia

Related Posts