Klausul Asuransi Jiwa

Klausul Asuransi Jiwaby Vivi Tirtaon.Klausul Asuransi JiwaSetiap orang yang membeli polis Asuransi Jiwa tentu ingin terhindar dari rasa was-was akan keselamatan jiwanya jika terjadi sesuatu hal yang tidak direncanakan, karena ada harapan uang pertanggungan yang bisa meminimalisir kerugian finansial yang lebih besar karena kehilangan pendapatan akibat kecelakaan atau bahkan kematian. Dengan adanya uang pertanggungan dari perusahaan asuransi, tentu akan meringankan beban […]
Gratis Jasa Konsultasi Asuransi Gratis Secara Online Jakarta Jabodetabek Indonesia

Setiap orang yang membeli polis Asuransi Jiwa tentu ingin terhindar dari rasa was-was akan keselamatan jiwanya jika terjadi sesuatu hal yang tidak direncanakan, karena ada harapan uang pertanggungan yang bisa meminimalisir kerugian finansial yang lebih besar karena kehilangan pendapatan akibat kecelakaan atau bahkan kematian.

Dengan adanya uang pertanggungan dari perusahaan asuransi, tentu akan meringankan beban keluarga atau ahli waris apabila pemegang polis meninggal dunia. Namun demikian, ada ketentuan-ketentuan khusus dalam asuransi jiwa yang harus dipahami sebelum Anda membeli polis asuransi, sehingga tidak akan terjadi kesalah pahaman di kemudian hari yang bisa mengakibatkan klaim Anda ditolak.

klausul asuransi jiwa

Klausul Asuransi Jiwa

Berbicara tentang Klausul Asuransi Jiwa, Anda harus memahami arti dari Klausul terlebih dahulu. Dalam KBBI, Klausul adalah “Ketentuan tersendiri dari suatu perjanjian”. Bisa berarti membatasi atau memperluas pokok-pokok masalah dalam pasal tertentu. Secara sederhana, klausul dalam asuransi jiwa bisa bermakna aturan khusus atau pengecualian.

Penting sekali untuk memahami klausul atau pengecualian-pengecualian yang termaktub dalam perjanjian asuransi jiwa, agar klaim asuransi Anda tidak mengalami penolakan dikemudian hari akibat pelanggaran klausul dalam perjanjian. Oleh karena itu, agar mudah dipahami silahkan baca terus penjelasan berikut ini!

Contoh Klausula Dalam Polis Asuransi

Dalam setiap Asuransi Jiwa, pasti menyatakan bahwa apabila pemegang polis meninggal dunia maka, ahli waris akan mendapatkan uang pertanggungan sesuai dengan nilai yang di perjanjikan. Namun demikian, ada aturan khusus yang bisa membuat klaim Anda ditolak. Berikut contoh klausul Pengecualian dalam Asuransi Jiwa:

  1. Pemegang polis meninggal akibat tindakan kesengajaan atau bunuh diri
  2. Karena ikut serta dalam tindakan yang dilarang (kejahatan) oleh Undang-undang yang berlaku.
  3. Meninggal karena mendapat vonis mati dari pengadilan
  4. Terbukti dibunuh dengan motif untuk mendapatkan uang pertanggungan
  5. Pada dua tahun pertama, pemegang polis meninggal dunia karena mengidap AIDS atau HIV
  6. Pekerjaan dengan risiko kematian yang tinggi (kecuali ditentukan lain), seperti misalnya penjinak bom dalam kepolisian atau militer, pemanjat tower, petinju, dan sebagainya.
pahami isi klausul asuransi jiwa

Mengapa Ada Banyak Klausul di Dalam Polis Asuransi ?

Memang ada begitu banyak klausul dalam polis asuransi, agar pemegang polis mengetahui batasan-batasan tertentu, dan menghindarkan penolakan klaim asuransi. Dari sisi penanggung, hal tersebut dilakukan untuk membatasi dan atau menghindarkan kerugian dari pihak asuransi untuk membayar klaim yang tidak semestinya karena unsur-unsur kesengajaan, ataupun terencana. Oleh karena itu, klausul diperlukan agar calon nasabah dapat lebih memahami hak dan kewajibannya selaku pemegang polis asuransi.

Beberapa klausul yang lazim tercantum dalam polis asuransi jiwa.

  1. Waktu Tunggu: klausul ini menjelaskan tentang waktu yang harus dijalani terlebih dahulu sebelum pemegang polis dapat menerima manfaat dari polis asuransi.
  2. Klausul Pengecualian: Berisi tentang pengecualian atas penerimaan manfaat polis apabila terjadi hal yang tidak sesuai dengan perjanjian. Seperti contoh yang dimaksud di atas.
  3. Klausul Pemulihan: Klasusul ini menjelaskan tentang pemulihan polis asuransi yang sudah tidak aktif, dengan syarat yang harus dipenuhi.
  4. Wilayah Pertanggungan: Klausul ini membatasi penerimaan manfaat dengan batasan wilayah, misalnya pemegang polis meninggal di luar negeri, maka tidak akan dapat manfaat dari polis.
  5. Pengajuan Klaim: Klausul ini menjelaskan tentang tata cara pengajuan klaim dan batas waktu maksimal pengajuan klaim dari suatu peristiwa.
  6. Lapse atau mati: Suatu keadaan dimana polis asuransi tidak aktif akibat premi yang tidak dibayarkan oleh pemegang polis.

Setiap calon pembeli polis asuransi wajib membaca keseluruhan isi atau klausul dalam perjanjian secara detail, dan jika kurang paham sebaiknya Anda meminta penjelasan kepada agen asuransi. Sehingga Anda bisa mengetahui batasan tertentu agar tidak terjadi kesalah pahaman dan juga terhindar dari penolakan klaim di masa yang akan datang.

Related posts:

  1. Kelebihan Dan Kekurangan Asuransi Jiwa Whole Life / Asuransi Jiwa Seumur Hidup
  2. Kelebihan Dan Kekurangan Asuransi Jiwa Term Life / Asuransi Jiwa Berjangka
  3. Asuransi Jiwa Seumur Hidup / Whole Life Insurance
  4. Keunggulan / Kelebihan Asuransi Jiwa Unit Link
  5. Kekurangan Asuransi Jiwa Murni
Gratis Jasa Konsultasi Asuransi Gratis Secara Online Jakarta Jabodetabek Indonesia

Related Posts