Cara Tutup Polis Asuransi : Cara Menutup Polis Asuransi Yang Benar

Cara Tutup Polis Asuransi : Cara Menutup Polis Asuransi Yang Benarby Vivi Tirtaon.Cara Tutup Polis Asuransi : Cara Menutup Polis Asuransi Yang BenarAda masanya ketika Anda mengalami penurunan pendapatan, atau kesulitan finansial yang menyebabkan berkurangnya kemampuan untuk membayar berbagai tagihan. Terutama pada masa-masa sulit ini, akibat pandemi Covid19 yang masih berlangsung dengan tingkat penyebaran yang semakin tinggi. Untuk mengurangi beban tagihan, maka sebaiknya Anda sortir dengan baik mana yang terpenting, dan mana yang harus di tutup. Jika […]
Gratis Jasa Konsultasi Asuransi Gratis Secara Online Jakarta Jabodetabek Indonesia

Ada masanya ketika Anda mengalami penurunan pendapatan, atau kesulitan finansial yang menyebabkan berkurangnya kemampuan untuk membayar berbagai tagihan. Terutama pada masa-masa sulit ini, akibat pandemi Covid19 yang masih berlangsung dengan tingkat penyebaran yang semakin tinggi.

Cara Tutup Polis Asuransi

Untuk mengurangi beban tagihan, maka sebaiknya Anda sortir dengan baik mana yang terpenting, dan mana yang harus di tutup. Jika pilihan terbaik Anda adalah menutup polis Asuransi yang Anda miliki, maka pertimbangkan secara matang tentang konskeuensi yang mungkin akan Anda hadapi.

Alasan Menutup Polis Asuransi

Beberapa alasan umum yang menjadi pertimbangan ketika memutuskan untuk menutup polis asuransi antara lain sebagai berikut:

Beban Tagihan yang Berat

Beban tagihan yang berat sering sekali sebagai pemicu penutupan polis asuransi. Ketika masa sulit datang maka diperlukan pengetatan pengeluaran dengan mensortir yang mana kebutuhan primer, sekunder dan tersier. Jika Anda sudah memiliki perlindungan kesehatan dari BPJS Kesehatan, memang asuransi swasta bukan lagi menjadi kebutuhan primer yang harus terus membebani Anda dengan tagihan premi setiap bulannya.

Namun demikian, jika Anda sudah berumur 50 tahun ke atas, dan masih menanggung beban hidup istri dan anak tentu akan sangat menjadi riskan jika sesuatu terjadi, sementara keluarga Anda masih sangat membutuhkan biaya hidup, pelunasan utang, dan sebagainya. Oleh karena itu butuh kebijaksanaan untuk memiliki alternatif lainnya, selain menutup polis asuransi.

Masih Sehat dan Muda

Merasa masih sehat dan muda juga menjadi alasan yang kebanyakan orang lakukan untuk menutup polis asuransi. Kesehatan adalah anugerah yang tak ternilai, maka dari itu perlu menjaga kesehatan semaksimal mungkin dengan menerapkan pola hidup sehat dan juga rutin berolahraga.

Tapi, usia manusia tidak ada yang tahu. Kapanpun ajal bisa menjemput kita. Banyak contoh yang bisa kita ambil hikmahnya, misalnya artis muda baru berusia 40 tahun, sehat dan badan yang bugar. Pulang kerumah selepas berolahraga, dan sempat berbicara dengan istri lalu tiba-tiba meninggal dunia, tanpa keluhan dan firasat apapun dari sang istri!

Jadi jangan berpikiran yang naif, karena ajal tak memandang usia, status sosial, dan sebagainya. Maka dari itu, bila Anda masih menanggung biaya anak dan istri, apabila terjadi sesuatu pada Anda tentu akan sangat berat beban orang yang kita cintai tanpa uang penanggungan yang bisa membantu meringankan beban itu, tetapi Anda sudah menutup polis asuransi Anda. Tentu bukan pilihan yang bijak bukan?

Memiliki Asuransi Lain dan atau Agen asuransi sudah tidak Aktif

Banyak juga yang menutup polis asuransinya karena memiliki polis yang lebih memiliki manfaat. Biasanya ini terjadi akibat kurangnya pengetahuan atau rasa tidak enak karena ditawari terus menerus oleh agen asuransi, apalagi jika kita mengenalnya, tentu menjadikan kita percaya begitu saja tanpa melakukan cross check terlebih dahulu dengan pertimbangan yang matang.

Adanya Rasa Ragu dan Ketidakjelasan Perusahaan

Keragu-raguan akan manfaat yang bisa diterima, atau karena kondisi perusahaan yang tidak baik, semisal mengalami kasus besar yang terus diberitakan juga membuat nasabah menjadi ragu atas keberlanjutan polis asuransinya. Apabila terus membayar apakah ketika mengajukan klaim akan diterima, atau ketika polis berakhir akan mendapatkan pengembalian yang bagus, dan sebagainya.

Untuk menghindari keragu-raguan membutuhkan riset mandiri tentang polis asuransi yang Anda miliki dan juga segera lah menghubungi agen atau sales asuransi Anda untuk meminta kejelasan tentang situasi yang terjadi.

Adanya kebutuhan yang mendesak

Di saat yang sulit, maka kita akan berpikir keras mendapatkan uang segar segera. Biasanya jika polis asuransi yang memiliki nilai tunai, akan menjadi alternatif terbaik karena disamping bisa mengurangi beban biaya premi, juga bisa mendapatkan dana pengembalian yang lumayan. Jadi dalam keadaan ini, menutup polis asuransi menjadi pertimbangan yang relevan.

Cara Menutup Polis Asuransi Yang Benar

Cara Menutup Polis Asuransi Yang Benar

Jika menutup polis asuransi sudah menjadi keputusan yang final, maka sebaiknya lakukan lah dengan cara yang benar. Berikut cara tutup polis asuransi yang bernar:

Hubungi Agen atau Costumer Service Perusahaan Asuransi Anda

Cara terbaik ketika ingin menutup polis asuransi adalah dengan menghubungi agen atau CS dari perusahaan asuransi. Ketika Anda sudah menghubungi dan mengatakan maksud Anda untuk menutup polis asuransi yang Anda miliki, maka mereka akan menanyakan hal-hal berikut ini

  • Apakah alasan Anda memutuskan untuk menutup polis asuransi?
  • Apakah premi yang dibayarkan terlalu mahal dan membebani Anda?
  • Apakah polis asuransi yang Anda miliki saat ini tidak sesuai dengan apa yang Anda butuhkan?
  • Apakah agen atau sales masih aktif membantu Anda (pertanyaan dari CS)?
  • Apakah Anda bersedia jika produk diganti atau dialihkan ke produk lain, ketimbang menutupnya?

Dengan berbagai pertanyaan tersebut, mereka berusaha agar Anda mempertimbangkan masak-masak keputusan Anda, karena memang banyak opsi lain yang bisa dipilih. Jika keputusan Anda sudah bulat, maka CS akan memberitahu langkah selanjutnya, yakni melengkapi dokumen yang diperlukan untuk menutup polis asuransi Anda.

Datang ke Kantor Asuransi

  • Anda akan diminta datang ke kantor asuransi dan disodorkan formulir pengajuan surrender atau pembatalan polis.
  • Isi secara lengkap formulir tersebut, beserta alasan-alasan Anda menutup polis asuransi.
  • Sertakan kartu identitas pemegang polis dan buku polis yang asli
  • Jika buku polis Anda hilang, maka Anda diminta membuat surat kehilangan ke kantor polisi
  • Dokumen lainnya jika diminta oleh perusahaan untuk keperluan penutupan polis asuransi Anda

Jika Anda tidak memiliki waktu untuk datang maka, katakan kepada agen atau CS untuk mengirimkan formulir ke rumah Anda, kemudian Anda bisa mengisinya di rumah, lalu mengirimkan kembali dokumen tersebut disertakan juga syarat-syarat yang diperlukan.

Tunggu Uang Pengembalian Premi (Jika Ada)

Jika formulir pembatalan sudah ditandatangani, maka pihak asuransi akan melakukan evaluasi termasuk menghitung nilai tunai yang mungkin bisa Anda miliki kembali. Anda berhak mendapatkan pengembalian premi apabila ada sisa nilai tunai setelah dikurangi biaya-biaya agen, akuisisi, administrasi dan sebagainya.

Demikian cara tutup polis asuransi yang benar, sehingga Anda akan dapat menerima manfaat yang mungkin bisa Anda terima, atau juga diberikan opsi lain yang mungkin lebih bermanfaat. Anda akan dikirimi surat resmi dari Perusahaan Asuransi tentang status pembatalan yang di ajukan. Jika ada pengembalian premi maka Anda akan dihubungi segera dan uang Anda akan di transfer ke rekening Anda.

Related posts:

  1. Apa Itu Surrender Pada Polis Asuransi ?
  2. Polis Asuransi Lapse Adalah : Jika Status Polis Asuransi Lapse
  3. Apakah Polis Asuransi Bisa Di Batalkan ?
  4. Status Polis Asuransi In Force Artinya
  5. Pengertian Reimbursement Dalam Asuransi : Cara Klaim Reimbursement
Gratis Jasa Konsultasi Asuransi Gratis Secara Online Jakarta Jabodetabek Indonesia

Related Posts