Perbedaan Asuransi Konvensional Dan Asuransi Syariah

Perbedaan Asuransi Konvensional Dan Asuransi Syariahby Vivi Tirtaon.Perbedaan Asuransi Konvensional Dan Asuransi SyariahSebelum lebih jauh membahas perbedaan Asuransi Konvensional dan Asuransi Syariah, alangkah baiknya kita mengerti dulu tentang makna dasar Konvensional dan Syariah itu sendiri. Dalam KBBI, makna konvensional berarti “berdasarkan kesepakatan umum” seperti kebiasaan, adat dan kelaziman. Makna lainnya adalah tradisional. Syariah secara harafiah bermakna jalan menuju sumber air. Dalam arti luas, Syariah merupakan tata cara, […]
Gratis Jasa Konsultasi Asuransi Gratis Secara Online Jakarta Jabodetabek Indonesia

Sebelum lebih jauh membahas perbedaan Asuransi Konvensional dan Asuransi Syariah, alangkah baiknya kita mengerti dulu tentang makna dasar Konvensional dan Syariah itu sendiri. Dalam KBBI, makna konvensional berarti “berdasarkan kesepakatan umum” seperti kebiasaan, adat dan kelaziman. Makna lainnya adalah tradisional.

Asuransi Syariah dan Asuransi Konvensional

Syariah secara harafiah bermakna jalan menuju sumber air. Dalam arti luas, Syariah merupakan tata cara, aturan dan ketetapan hukum Allah dan Rasulnya tentang segala aspek kehidupan manusia. Baik berupa larangan ataupun perintah.

Pengertian Asuransi adalah perjanjian dua pihak atau lebih, antara tertanggung dan penganggung. Tertanggung membayar premi atau iuran sebagai pengganti atas risiko kehilangan, kerugian, dan atau kerusakan dari kejadian tak terduga.

Asuransi sudah dikenal sejak jaman Romawi. Namun di Indonesia sendiri kata Asuransi berasal dari bahasa Belanda “Assurantie”. Perusahaan Asuransi Belanda pertama didirikan pada tahun 1843, pada masa sebelum kemerdekaan, dengan tujuan awalnya untuk memberikan proteksi atas aset Pemerintahan Belanda di Indonesia.

Perbedaan Asuransi Konvensional Dan Asuransi Syariah

Meskipun pada dasarnya memiliki tujuan yang sama, tetapi antara Asuransi Syariah dan Konvensional memiliki prinsip yang sama sekali berbeda. Agar lebih mudah dipahami, Indoasuransi.com akan mengupas tuntas tentang perbedaan keduanya. Simak ulasan berikut!

1. Pengertian Asuransi Konvensional dan Asuransi Syariah

Asuransi konvensional adalah produk asuransi dengan sistem pemidahan risiko. Jadi, penanggung (pihak asuransi) akan mengambil alih risiko dari pembayar premi. Penanggung berkuasa penuh atas premi yang dibayarkan tertanggung untuk dikelola dan dimanfaatkan sedemikian rupa sehingga mendapat keuntungan atasnya.

Sedangkan Asuransi Syariah adalah Asuransi yang didasarkan atas prinsip gotong royong dengan saling tolong menolong guna melindungi para peserta melalui iuran yang dikelola oleh Dana Tabarru. Yang merupakan lembaga syariah yang diamanatkan untuk mengelola uang peserta asuransi bila terjadi risiko tak terduga sesama anggota.

2. Perbedaan atas Pengelolaan Dana

Jika pada Asuransi Konvensional, pihak penanggung berkuasa penuh atas premi yang dibayarkan tertanggung (dengan pengalihan hak), sedangkan Asuransi Syariah seluruh dana iurannya tidak ada pengalihan hak, lembaga hanya berkuasa untuk mengelola saja.

3. Perbedaan Akad atau Perjanjian

Pada Asuransi Konvensional seperti halnya transaksi jual beli yang sama-sama mendapatkan keuntungan. Keuntungan pihak penanggung (perusahaan asuransi) adalah mengelola dan menginvestasikan uang premi yang dibayarkan pada pelbagai lembaga keuangan lainnya, sedangkan pihak tertanggung mendapat keuntungan proteksi dari berbagai risiko yang mungkin akan terjadi.

Sedangkan Asuransi Syariah, menggunakan akad hibah dengan sistem tolong menolong, dengan tidak mengharapkan keuntungan dari salah satu pihak.

4. Pengembalian dan Bagi Hasil

Dengan prinsip Syariah, keuntungan dari dana yang dikelola oleh lembaga asuransi Syariah akan dibagikan kepada setiap anggota secara merata. Sedangkan pada Asuransi Konvensional, keuntungan atas pengelolaan dan investasi atas premi yang dibayarkan menjadi kuasa penuh perusahaan Asuransi.

5. Status Dana yang Disetor

Pada Asuransi Konvensional, jika Anda dikarenakan suatu hal tidak mampu memenuhi kewajiban membayar premi di tengah jalan, maka dana yang disetorkan sebelumnya tidak dapat ditarik kembali alias hangus dan status polis Anda sudah tidak aktif. Sedangkan pada Asuransi Syariah, jika peserta gagal bayar maka dana iuran yang telah sudah disetorkan bisa ditarik kembali, hanya dipotong biaya administrasi saja.

6. Perbedaan Prinsip Dasar

Asuransi Syariah mengaplikasikan sistem gotong royong yakni saling menanggung risiko sesama peserta. Sedangkan Asuransi Konvensional memindahkan risiko secara penuh dari pembayar premi ke perusahaan asuransi.

Tabel Perbedaan Asuransi Syariah Dan Konvensional

Perbedaan antara kedua sistem Asuransi tersebut secara singkat dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel Perbedaan Pokok Asuransi Syariah dengan Asuransi Konvensional
Tabel Perbedaan Pokok Asuransi Syariah dengan Asuransi Konvensional

Banyak perbedaan lainnya dalam hal pelaksanaannya antara keduanya. Misalnya saja, pada Asuransi Syariah diwajibkan membayar syakat yang langsung dipotong dari keuntungan bagi hasil. Sedangkan Asuransi Konvensional tidak ada aturan tersebut.

Selain itu, pengelolaan iuran yang terkumpul dari pasa peserta oleh lembaga Asuransi Syariah di usahakan pada objek-objek yang halal, tidak mengandung syubhat dan riba. Sementara pada Asuransi Konvensional tidak ada aturan tentang objek investasi yang jelas. Perusahaan bebas mengelola secara penuh dana untuk investasi dalam hal apapun.

Demikian ulasan tentang perbedaan pokok antara Asuransi Konvensional dengan Asuransi Syariah. Meski Asuransi Syariah menjalankan prinsip-prinsip Agama Islam, namun keanggotaannya tidak membatasi hanya orang yang beragama Islam saja tetapi untuk seluruh umat yang memiliki hak perdata.

Related posts:

  1. Prinsip Asuransi Konvensional dan Asuransi Syariah
  2. Apakah Asuransi Syariah Ada Premi ?
  3. Istilah Di Dalam Asuransi Syariah Yang Wajib Anda Ketahui
  4. Perbedaan BPJS Kesehatan Dan Asuransi Kesehatan Swasta
  5. Perbedaan BPJS Kesehatan Dan BPJS Ketenagakerjaan
Gratis Jasa Konsultasi Asuransi Gratis Secara Online Jakarta Jabodetabek Indonesia

Related Posts